God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 85 Perbatasan Kematian.


__ADS_3

Chapter 85 Perbatasan Kematian.


Di Perbatasan Kematian. Merupakan perbatasan yang memiliki medan yang ekstrim. Perbatasan itu dibelah oleh sungai kering yang lebar mencapai 120 meter, dan memanjang hingga ribuan kilometer. Disisi kanan dan kiri adalah bukit karang dan pegunungan.


Terlihat banyak pasukan yang sudah saling berhadapan di kejauhan. Niat membunuh sangat jelas terasa. Sorot mata tajam saling beradu. Setiap senjata mereka pegang siap menebas apapun.


"Aku tidak berharap mereka datang lebih awal," ujar Raja Long yang tersenyum sinis melihat Ras Phoniex, Ras Rubah Bulan dan beberapa Ras lainnya yang mendukung kekuatan mereka.


"Jumlah mereka juga di luar perkiraan mata - mataku!," sahut Raja Han yang berada di kapal angkasa bersama para pemimpin.


Jumlah pasukan Kerajaan Huang dan Kerajaan Rubah Bulan diluar ekspektasi kedua penguasa wilayah Barat dan Selatan. Jumlah mereka mencapai 1 juta jiwa, sedangkan di pihak lain hanya berjumlah 500 ribu lebih pasukan.


"Mereka lebih unggul di armada udara dari pada pasukan kita. Ini sangat merepotkan," ucap Pemimpin Akademi Langit Abadi.


Pasukan Phoniex dan beberapa Ras Burung berterbangan di langit, dan hampir menutupi wilayah Perbatasan Kematian. Selain Ras Phoniex Api, ada juga Ras Burung Biyi, Burung Gagak Hitam. Sedangkan Ras Phoniex Es berada dibelakang mereka.


Di kejauhan terlihat banyak kapal angkasa menuju Perbatasan Kematian. Jumlah itu mencapai 500 unit kapal angkasa, setiap kapal angkasa memiliki kapasitas muat 800 jiwa.


Ada kapal angkasa yang ukurannya lebih besar, setiap kapal itu berkibar bendera yang berbeda. Bendera itu bergambar pedang yang menancap di gunung. Bendera lainnya bergambar dua tangan yang sedang memegang benua.


Mereka adalah dari Akademi Pedang Surga dan Sekte Tangan Dewa. Melihat itu Kerajaan Huang dan Kerajaan Rubah Bulan bersorak-sorai. Jelas kedua Kerajaan itu tidak segera menyerang, karena menunggu kehadiran kedua kekuatan utama mereka.


Namun, tidak hanya kedua kekuatan itu yang datang. Tapi kekuatan dari pihak Kerajaan Han dan Kerajaan Long juga datang. Mereka dari Sekte Api Nirwana, Sekte Awan Berkabut.


Melihat kedua sekte itu pasukan Kerajaan Long dan Kerajaan Han juga bersorak-sorai. Mendapatkan bantuan adalah suatu dukungan yang sangat penting, apalagi dalam situasi saat ini.


Segera ke-empat Kerajaan itu terlihat serius dalam berdiskusi setelah kedatangan dukungan mereka. Mereka mengatur strategi dalam peperangan ini.

__ADS_1


Setelah menunggu waktu 4 dupa, akhirnya ke-empat Kerajaan itu telah selesai berdiskusi. Terlihat Raja Huang Haocun maju dengan tubuh melayang, dan diikuti oleh Raja Yue Hu dari Kerajaan Rubah Bulan.


Sedangkan Penatua Agung dari Akademi Pedang Surga duduk diatas kapal angkasa bersama pimpinan utama Sekte Bulan Merah, Sekte Tangan Dewa.


"Kembalikan kedua Putra Mahkota Kerajaan Huang yang telah kalian culik!" suara Raja Huang begitu menggelegar, ia meminta kedua putranya kepada Raja Han dan seluruh pendukungnya.


"Jangan bicara omong kosong, siapa yang telah menculik Putra Mahkota kalian. Dan lagi, apa untungnya buat kami dengan menculik Putra Mahkota," jawab Raja Han yang tidak terima dengan tuduhan Raja Huang, "kalian hanya cari alasan demi ambisi untuk menguasai Benua Jiang Shan. Tuduhan tanpa bukti! Kalian seperti anak kecil saja." lanjut Raja Han yang langsung berbicara sesuai kenyataan.


Sudah sejak lama Kerajaan Huang dan Kerajaan Rubah Bulan ingin mencaplok wilayah Barat dan wilayah Selatan. Namun, ambisi mereka tertahan karena adanya 2 Akademi di Benua Jiang Shan.


Perhubung Akademi Pedang Surga mendukung mereka kali ini, maka kedua Kerajaan itu berani berperang. Banyak desas-desus menghilangnya kedua Putra Mahkota hanya alasan yang dibuat oleh Akademi Pedang Surga.


"Jelas buktinya adalah jejak spiritual kedua Putra ku menuju kearah kalian. Pasti kalian lah yang telah menculik mereka," sanggah Raja Huang, ia semakin marah dengan nafas menderu-deru. Terlihat api keluar dari lubang hidungnya, tanda jika ia menahan amarah.


"Tunjukkan kristal spritual Putra kalian?" kali ini Raja Long ikut berbicara.


"Huff, jangan banyak alasan untuk menunda waktu. Cepat serahkan putraku, jika tidak, maka kami tidak segan-segan membunuh kalian semua," dengus Raja Huang yang tidak bisa menunjukkan bukti kristal spritual, karena tidak bisa menunjukkan bukti ia mengancam.


Kenapa Raja Huang tidak mengatakan jika Putra Mahkota telah tiada, sebab jika Ras Phoniex Es tahu, maka kekuasaan mereka akan terancam oleh mereka.


Ratu Kerajaan Huang hanya tersenyum sinis melihat Raja Huang tidak mampu menunjukkan bukti kepada pihak lawan. Bahkan Ras Phoniex Es tidak memberikan dukungan pada Raja Huang.


Ras Rubah Bulan juga ada yang tidak berniat untuk mengikuti Raja Yue Hu, Rata-rata mereka dari Ras Rubah ekor 3, Ras Rubah ekor 7 dan Ras Rubah ekor 9.


Mereka sebenarnya tidak menyetujui adanya peperangan ini. Namun, mereka hadir hanya untuk memberikan dukungan moralitas kepada Raja Rubah Bulan.


Raja Yue Hu adalah Ras Rubah Bulan ekor 2, yang merupakan Kasta terendah. Sebab itu, banyak Ras Rubah yang memiliki kasta tinggi tidak mendukung ambisi Raja Rubah Bulan.

__ADS_1


Kerajaan Huang dan Kerajaan Rubah Bulan juga memiliki masalah internal yang pelik. Namun, berkat dukungan dari 2 Sekte dan Akademi Pedang Surga, maka mereka berani berperang.


Hanya saja yang kontra terhadap kedua Kerajaan itu tidak ikut campur dalam peperangan ini.


"Hahaha, baru kali aku Raja Naga Bumi seperti dibodohi oleh kalian. Heiii, Huang Haocun, sikapmu tidak menunjukkan sifat seorang Raja, bahkan terlihat seperti seorang preman saja... Hahaha," Raja Long tertawa mendengar ucapan Raja Huang, dan menghina sikapnya.


Mendengar ucapan Raja Long, Raja Huang Haocun menjadi sangat marah, demikian juga dengan Raja Yue Hu yang merasa dirinya tersindir.


Kemudian, Raja Huang memiringkan kepalanya untuk melihat Raja Yue Hu. Mereka berdua menganggukkan kepala, tanda sepakat untuk segera menyerang.


"Klan Lang dan Klan Wu, segera bersiap pada posisi kalian masing-masing," perintah Raja Yue Hu pada pendukungnya.


Klan Lang adalah Ras Serigala, salah satu Ras yang memiliki angka kelahiran terbanyak. Sedangkan Klan Wu adalah Ras Lipan yang juga memiliki banyak angka kelahiran. Selain itu ada Klan She yang merupakan Ras Ular. Ada juga Klan Mao, Ras Kucing yang juga sangat cepat berkembang biak.


Ke-empat Klan itu adalah pendukung Kerajaan Rubah Bulan. Selain ke-empat Klan itu, ada juga Sekte Bulan Merah, merupakan pendukung utama.


Sekte Bulan Merah adalah gabungan dari beberapa Ras yang unik, seperti Ras Serigala malam, Ras Laba-laba dan Ras Kelelawar penghisap darah.


Ke-empat Klan dan satu Sekte adalah pasukan darat Kerajaan Rubah Bulan.


"Auuuuu..."


Lolongan Serigala terdengar sangat nyaring. Setelah lolongan itu, 1.000 Serigala Putih bergerak maju, panjang tubuh mereka mencapai 2 meter.


Mereka bergerak terus hingga berhenti di depan sungai kering. Jelas terlihat jika sungai kering itu akan menjadi medan pertempuran, sebab banyak sekali tulang-tulang berserakan.


Kemudian, Ras Lipan juga ikut bergerak. Setiap Lipan memiliki panjang 4 meter. Mereka bergerak hingga memenuhi bibir sungai kering tersebut. Jumlah Lipan itu sekitar 700 ekor.

__ADS_1


"Prajurit Infanteri, maju," perintah Raja Han pada prajuritnya.


Seorang Tetua dari Klan Wang memimpin barisan pasukan infanteri. Jumlah mereka mencapai 1.500 prajurit.


__ADS_2