
Chapter 273. Kerajaan Chu Diserang (2).
Di Kerajaan Chu, semua orang bahu membahu melawan banyaknya mayat hidup, tidak ada orang yang berdiam diri, kecuali wanita, anak-anak dan orang tua jompo yang berlindung di tempat pengungsian.
Raja Chu, Chu Kong juga tidak berdiam diri, bersama Leluhur, Jenderal Besar dan empat Jenderal Barat, Timur, Utara, Selatan, mereka sudah ikut turun tangan, dan juga bersama para pejabat Kerajaan, dengan dukungan Perwira, pasukan dan kultivator bebas, mereka habis-habisan melawan mayat hidup yang jumlahnya mencapai hampir satu juta pasukan.
Sedangkan, jumlah di pihak Kerajaan secara keseluruhan hanya sekitar 400 ribu lebih jiwa yang mampu bertarung, jumlah itu dibagi menjadi 4 bagian dan tugasnya melindungi pintu gerbang Kerajaan Chu agar tidak kebobolan, jika sampai salah satunya pintu gerbang berhasil di hancur oleh mayat hidup, maka konsekuensinya sangat mengerikan.
Kekuatan mereka yang paling kuat hanya berada pada tingkat Peri Langit level 8 dan jumlah mereka tidak lebih dari 20 jiwa. Sedangkan di pihak mayat hidup, khususnya jenis Fei Zong memiliki kekuatan tingkat Peri Langit level 9. Fei Zong masih belum bertindak dan hanya memerintahkan pasukannya untuk terus menyerang.
Boom💥...
Ledakan energi selalu menggema di-medan perang dan membunuh banyak mayat hidup yang terus menyerang tanpa kuatir. Setiap musuh mayat hidup yang berhasil dibunuh, mereka langsung memakan daging, dan darah mengalir dan meresap kedalam tanah lalu menghilang. Tetapi, jika yang dibunuh memiliki kekuatan diatas tingkat Raja, mayat hidup akan menyeret tubuhnya dan masuk ke dalam tanah.
Crash...
"Kita tidak bisa bertahan sampai sore hari, jika mereka terus saja berdatangan!" ujar Raja Chu sambil memenggal kepala mayat hidup.
"Tetap berusaha sekuat tenaga untuk sekarang, masalah nanti ... kita tidak tahu apa yang akan terjadi!" jawab Leluhur Kerajaan Chu yang bernama Chu Wen Heng, walau dirinya juga gelisah, kuatir dan cemas, dia masih menjaga sikap tenang.
Raja Chu dan Chu Wen Heng menahan serangan mayat hidup di pintu gerbang bagian Barat, dengan dukungan Jendral Barat, beberapa pejabat dan pasukan.
Boom 💥...
Ledakan tidak ada henti-hentinya, di luar tembok pertahanan Kerajaan Chu, turret panah selalu melancarkan serangan, siulan anak panah menghancurkan kepala mayat hidup tanpa henti. Wajah-wajah lelah terlihat jelas disetiap para pejuang, namun demi kelangsungan hidup, demi negara dan keluarga tercinta, rasa lelah menghilang menjadi kekuatan bagi para pejuang.
'Apa pun yang layak diperjuangkan, mengharuskan kita untuk rela menderita demi melindunginya.' ucapan itu yang ada di hati setiap para pejuang.
__ADS_1
"Grorrr!!"
Raungan binatang memekakkan telinga, membuat pertempuran menjadi mengalihkan perhatiannya, bukan suara raungan yang membuat semua berhenti pertarungan, tapi aura kuat dan mendominasi yang menekan.
"Grorrr!!
Sekali lagi raungan terdengar dan terlihat seorang wanita sedang duduk di punggung binatang Kirin, dan di sampingnya seorang pria tua dengan wajah dingin dan tatapan kosong tampak melindungi sosok wanita itu.
"Bunuh semua mayat hidup!" teriak wanita itu yang ternyata adalah Chu Yao, dia memberikan perintah kepada boneka wayang yang memiliki kekuatan Dewa Bumi dan disusul 500 ekor binatang Kirin dan Griffin.
Boom💥... Boom💥...
Boneka wayang langsung meledakkan tubuh mayat hidup seperti balon, dan disusul pasukan binatang Kirin dan Griffin yang memuntahkan serangan api, air, angin dan petir dengan ganas. Raja Kirin Emas juga tidak ketinggalan, dia dengan brutal meledakkan puluhan mayat hidup.
Raja Chu, Chu Wen Heng dan semua orang yang mengenal Chu Yao sangat terkejut, dan bersorak-sorai setelah Chu Yao memberikan perintah kepada boneka wayang dan pasukan binatang untuk membunuh mayat hidup.
"Hebat! Bagaimana caranya putriku bisa menaklukkan semua penghuni wilayah Sayap, dan juga ... Itu perlengkapan perang yang dia pakai, darimana dia dapatkan! Dan itu ... Apakah itu boneka wayang bersayap ...!" gumam Raja Chu dengan banyak pertanyaan dipikirannya
Swosh...
"Yang Mulia," sapa Chu Yao saat mendekati ayahnya yang masih terkejut.
Disaat Chu Yao dan Raja Chu sedang berbicara, boneka wayang, Raja Kirin Emas berserta 500 ekor anak buahnya dengan semangat membantai mayat hidup. Dengan kehadiran kelompok Chu Yao, suasana yang tadinya tegang dan mencekam menjadi penuh kegembiraan. Pasukan Kerajaan Chu tidak tinggal diam mereka bergerak maju dengan kehadiran boneka wayang dan para binatang.
Walaupun jumlah pasukan binatang sangat sedikit, bukan berarti mereka kewalahan, sebab kekuatannya jelas jauh berbeda, apalagi fisik para binatang yang besar dan didukung oleh armor.
Zhang Rouxin dan kelompoknya juga sudah menyerang dengan ganas di pintu gerbang Barat, dan An Na juga demikian, dengan pasukannya dia membantai mayat hidup yang berada di depan pintu gerbang Timur Kerajaan Chu.
__ADS_1
Swosh... Boom💥
Ledakan hebat di pintu gerbang bagian Selatan, dimana muncul seorang anak muda melesat dari langit dan turun seperti meteor. Benturan energi itu membuat tanah seperti gelombang tsunami dan melahap mayat hidup yang sedang berusaha membobol pintu gerbang Selatan. Tembok pertahanan juga ikut bergetar dan membuat kaki pasukan Kerajaan Chu kehilangan pijakan.
"Grorrr!!"
Boom💥... Boom💥...
Setelah itu, disusul raungan binatang dan juga ikut menghancurkan mayat hidup, ledakan demi ledakan energi menggoncang pintu gerbang Selatan, jelas kehadiran anak muda itu dan pasukannya membuat Jendral dan pejabat Kerajaan Chu tercengang.
Anak muda itu tidak lain adalah Excel Shimo dan pasukan binatang, setelah debu-debu menghilang baru terlihat jelas sosok Excel Shimo, dengan kaki kanan menyentuh tanah dan kaki kiri sebagai tumpuan tangan kiri, dan tangan kanan mengepal menyentuh tanah, wajah melihat kebawah.
"Semut! Kenapa tidak Istana Iblis Timur yang datang sendiri, dan hanya menjadikan kalian sebagai bahan pelatihan bagi pasukan-ku!"
Suara Excel Shimo sangat keras dan menggema di seluruh wilayah Kerajaan Chu, sontak semua orang tercengang jika dalang dibalik gerakan Ras Mayat Hidup ternyata adalah Istana Iblis Timur.
"Aku Dewa Binatang, sudah datang! HENTAK-HENTAK BUMI!" ujar Excel Shimo memperkenalkan dirinya kepada seluruh wilayah Kerajaan Chu dan mengeluarkan teknik yang digunakan sewaktu kecil dulu.
Swosh... Boom💥...
Hentakan kaki kanan Excel Shimo kembali menciptakan gelombang tsunami dari tanah dan meledakkan mayat hidup seperti balon. Sedangkan pasukan binatang membantai mayat hidup yang berada di pintu gerbang.
Pemimpin mayat hidup jenis Fei Zong jelas kaget dan ketakutan dengan hadirnya Dewa Binatang, yang namanya sudah dikenal di seluruh Benua Jiu Zhou saat mendeklarasikan namanya.
"Hore ...!"
Seketika sorak-sorai dari semua orang di pihak Kerajaan Chu, dan semua pejuang menyeruak keluar dari tembok pertahanan. Selama melawan mayat hidup, semua pejuang maupun prajurit Kerajaan Chu selalu bertahan di tembok pertahanan.
__ADS_1
Kehadiran Dewa Bintang dengan pasukannya membuat semua orang berani keluar, dan pasti membalas dendam kepada mayat hidup.
Mulai dari kemarin, mereka selalu dihantui kematian dengan serangan mayat hidup...