
Chapter 374. Pusaran Hitam.
Apa yang dikatakan Pedang Semesta ternyata benar jika pusaran hitam itu menahan dampak pertarungan antara Fiend Spirit dan Malaikat penjaga portal dimensi.
Kehadiran Excel Shimo jelas dirasakan oleh mereka berdua dan seketika saling menjauh dengan melihatnya, dan mereka berdua tidak lagi melihat empat Ras Iblis.
Fiend Spirit dengan kekuatan jiwa langsung menyerang Excel Shimo, dia berniat mengendalikan tubuh Excel Shimo untuk membantunya keluar dari pusaran hitam, apalagi Fiend Spirit tahu jika Excel Shimo memiliki kekuatan jiwa yang kokoh.
Namun, Excel Shimo tidak tinggal diam, dia juga mengeluarkan kekuatan jiwa dengan merentangkan tangan kanan ke depan. Benturan kekuatan jiwa seperti suara cipratan air dan memicu gelombang angin.
"Kamu bukan lawan ku, justru aku akan memburu mu!" ujar Excel Shimo dan menghentakkan tangannya untuk menyerang balik Fiend Spirit.
Tanpa ekspresi takut dan hanya memiliki naluri, Fiend Spirit segera menggerakkan rantai untuk melindungi tubuhnya dari serangan, naluri nya merasakan penindasan kekuatan jiwa dari serangan Excel Shimo.
Suara cipratan kembali terdengar dan disusul suara dentangan rantai yang terkena serangan jiwa. Excel Shimo terus menerus mengeluarkan kekuatan jiwa untuk menghancurkan Fiend Spirit.
Malaikat penjaga tidak bergerak untuk membantu, dia mengamati Excel Shimo yang ingin melahap Fiend Spirit. "Anak muda yang berbakat, mungkin hanya kamu yang bisa mengalahkan Fiend Spirit!" batin Malaikat.
Rantai yang melindungi tubuh Fiend Spirit mulai berlahan runtuh, membuat dia bergerak mundur dan terus terhantam serangan jiwa. Rantai Fiend Spirit akhirnya pecah berkeping-keping dan membuat Fiend Spirit terpental dan menghantam pembatas pusaran hitam.
Sebelum Fiend Spirit bangkit, Excel Shimo menggerakkan kekuatan jiwa untuk melahapnya. Fiend Spirit bersuara, suara seperti desisan ular ketika kesakitan.
Fiend Spirit yang kesakitan berlahan memudar dengan jubahnya yang mulai kendor. Tersisa jubah putih dan dari dalamnya keluar mutiara putih sejernih air yang melayang, segera Excel Shimo menarik mutiara milik Fiend Spirit.
Excel Shimo tersenyum sambil memegang mutiara seukuran ibu jari orang dewasa, itu adalah mutiara jiwa yang sangat dicari oleh Excel Shimo selama ini. Segera dia menelan mutiara jiwa dan memejamkan mata untuk menikmati sensasi kenaikan kekuatan jiwa.
Mutiara jiwa menyebar di dalam dantian dan membuat Lotus Bao dan Xi He kegirangan, mereka berdua seperti orang kelaparan saat merasakan mutiara jiwa. Sayangnya, dalam sekejap mutiara jiwa habis dan membuat Excel Shimo, Lotus Bao dan Xi He hanya bisa membasahi bibir.
Bahkan dantian galaksi tidak sempat merasakan kekuatan energi yang terkandung dalam mutiara jiwa. Bagi Excel Shimo ini seperti setetes air yang jatuh di samudera.
Excel Shimo geleng-geleng saat membutuhkan banyak mutiara jiwa, jika tubuhnya normal, sudah dipastikan seorang yang memiliki keahlian Alkemis dari tingkat pemula bisa langsung naik ke tingkat Master.
"Anak muda, siapa namamu?" tanya Malaikat penjaga kepada Excel Shimo.
Excel Shimo kembali membuka mata dan tersenyum kepada Malaikat penjaga. "Saya Shimo, Senior!" jawabnya.
"Junior Shimo, kamu sangat berbakat, mampu mengalahkan Fiend Spirit dengan mudah, sedangkan aku sendiri tidak bisa membunuhnya karena perjanjian...!" ungkap Malaikat dengan raut wajah menyesal tidak bisa membunuh Fiend Spirit.
Excel Shimo jelas kebingungan dengan ucapannya, sebab Malaikat penjaga memiliki kekuatan Celestial Supreme, dia menjadi teringat akan cerita Bing Nuan akan perjanjian antara Ras Mayat Hidup dan Ras Malaikat.
"Apa karena perjanjian perdamaian antara mayat hidup dan Malaikat?" tanya Excel Shimo.
__ADS_1
"Benar!"
"Tapi kan Fiend Spirit terlahir bukan dari bangsa kalian, apa ada kaitannya dengan perjanjian damai?" tanyanya.
"Ada, Fiend Spirit terlahir dari banyak kehidupan yang mati dari dua Ras..," jawab Malaikat dan bercerita.
Ceritanya sama dengan Bing Nuan, karena perjanjian damai, Malaikat tidak bisa membunuh Fiend Spirit, padahal Fiend Spirit lebih mengerikan dari Ras Mayat Hidup, dan berpotensi menimbulkan kekacauan dimana-mana hingga dimusnahkan.
Walaupun Malaikat memiliki elemen cahaya, cahaya hanya mampu mengusir dan tidak membunuh, selain itu elemen cahaya juga terbatas dan tidak bisa digunakan berkali-kali.
Setelah mendengarkan Malaikat berbicara, Excel Shimo kembali bertanya. "Apa ini juga ada hubungannya dengan bangsa Asyura dan Wei Yan?"
Malaikat penjaga sedikit terkejut saat berita tentang bangsa Asyura dan Wei Yan bisa diketahui oleh Excel Shimo. "Bagaimana kamu tahu tentang orang yang berasal dari Istana Langit?" tanya balik Malaikat sebelum menjawab.
"Wei Yan juga musuhku, dia berniat mengumpulkan semua kekuatan alam demi tujuan menguasai seluruh Alam Jagat Raya, jika semua kekuatan alam semesta terkumpul, maka peperangan global segera terjadi...," ungkap Excel Shimo dan dia menceritakan tentang tujuan Wei Yan dan Istana Langit yang terbagi menjadi dua kubu.
Malaikat penjaga selalu mengangguk berulang-ulang saat mendengarkan Excel Shimo berbicara, dia kini paham bagaimana berita yang tertutupi bisa diketahui.
"Jadi begitu ... !" gumam Malaikat penjaga dan terdiam untuk berpikir, "Junior Shimo, karena perjanjian damai kami, hanya kamu yang bisa mengalahkan Fiend Spirit. Kami hanya akan membantu kalian menghentikan Wei Yan dan bangsa Asyura sekali lagi." lanjutnya setelah berpikir sebentar.
"Terima kasih Senior. Kalau boleh tahu, kenapa bangsa Asyura bisa dengan mudah mengikuti Wei Yan?" tanya Excel Shimo yang ingin lebih tahu tentang Wei Yan.
Excel Shimo hanya menghela nafas dan semakin membuatnya penasaran tentang hubungan Wei Yan dan bangsa Asyura.
Tapi mau bagaimana lagi jika Malaikat penjaga tidak mau berbicara!
"Berarti hubungan mereka bisa terpecah jika ada pihak lain yang lebih menguntungkan, kan?" tanya Excel Shimo yang tidak akan menyerah tentang pengetahuan baru.
"Bisa dikatakan begitu, apa kamu punya rencana untuk ... !" jawab Malaikat penjaga dan balik bertanya.
"Ya, tapi saya harus tahu dulu apa yang menguntungkan bagi bangsa Asyura! Oh iya! Senior, apakah aku bisa masuk ke dunia Fiend Spirit untuk memburu mereka?" jawab Excel Shimo dan mengalihkan pembicaraan.
"Bisa, tapi harus memiliki kekuatan jiwa yang mumpuni, Fiend Spirit yang kamu bunuh adalah yang terlemah...," jawab Malaikat penjaga dan berbicara mengenai kekuatan jiwa yang terbagi beberapa tingkat.
Tingkatan kekuatan jiwa seperti halnya tingkat profesi, dan Fiend Spirit yang dibunuh oleh Excel Shimo berada pada tingkat Grand Master. Malaikat penjaga mengira kekuatan jiwa Excel Shimo berada pada tingkat Peri Benua, sebab itu Excel Shimo mampu mengalahkan Fiend Spirit dengan mudah. Padahal kekuatan jiwa Excel Shimo sudah melebihi tingkat Peri Benua, apalagi dia telah mencapai Ranah Jantung tingkat kedua.
Lokasi dunia Fiend Spirit berada di tempat sama dengan bangsa Asyura dan Ras Malaikat, hanya terpisah tanah, dan Fiend Spirit menguasai dunia bawah tanah.
Di dunia mereka dikenal dengan nama Benua Roh, berdiam banyak kehidupan selain Ras Malaikat dan Ras Asyura, ada Fiend Spirit, Ras Mayat Hidup yang memiliki kecerdasan dan masih banyak lagi. Di Benua Roh terbagi menjadi tiga kekuasaan, Ras Malaikat, Bangsa Asyura dan Fiend Spirit.
"Jadi saran ku, Junior Shimo harus bertahap jika ingin memburu mereka! Dunia bawah tanah juga terbagi-bagi sesuai tingkat kekuatan Fiend Spirit, dan pintu masuknya berada di Eternal Hell Valley (Lembah Neraka Abadi)...!" saran Malaikat penjaga dengan memberikan banyak informasi.
__ADS_1
Excel Shimo tersenyum dan mengangguk pelan, dia sudah tidak sabar ingin segera berburu mutiara jiwa. "Lalu, bagaimana aku harus masuk ke Benua Roh?" tanyanya.
"Bisa dari sini... Terima ini ... Dan itu jangan sampai jatuh ke tangan siapapun termasuk Wei Yan dan bangsa Asyura!" jawab Malaikat penjaga dan melemparkan sebuah lonceng keperakan kepada Excel Shimo.
Lonceng keperakan seperti kunci, bisa digunakan untuk keluar masuk ke menuju Benua Roh. Sebenarnya lonceng keperakan sangat berharga dan hanya dimiliki oleh pejabat penting Ras Malaikat.
Malaikat penjaga memberikan kepada Excel Shimo karena dia tidak memiliki aura negatif, selain itu, Excel Shimo juga sangat membantu Ras Malaikat untuk mengalahkan Fiend Spirit.
"Terima kasih."
Excel Shimo dengan senang hati menyimpan lonceng keperakan.
"Junior Shimo, aku akan kembali dan melaporkan hal ini kepada pimpinan. Kami akan mengawasi kamu dan juga menghalangi bangsa Asyura dan Wei Yan, jika mereka berniat menghentikan-mu!" jelas Malaikat penjaga dan mendukung keinginan Excel Shimo.
Malaikat penjaga segera kembali ke dalam pusaran hitam sebelum Excel Shimo bertanya, dan dia hanya menghela nafas, sebab masih banyak yang ingin dia bicarakan.
Excel Shimo memilah semua misteri dan kejadian apapun yang dia alami, dan membuat kesimpulan yang sederhana.
Secara garis besarnya; ini semua bermula dari terpecahnya Istana Langit menjadi dua kubu, Kaisar Langit dan pihak Wei Yan (Wei Yan hanya sebagai bawahan).
Dengan Istana Langit yang memiliki pondasi yang kuat, di pihak Wei Yan yang masih lemah dalam segala sisi, mau tidak mau mengumpulkan segala kekuatan alam untuk mendukung rencana mereka menguasai seluruh Alam Jagat Raya, terutama menggulingkan Kaisar Langit.
Excel Shimo, Ratu Diao Chin dan semua pihak yang tidak tahu jika ada pergolakan di dalam Kerajaan Istana Langit, hanyalah korban.
Yang membuat tanda tanya besar dipikiran Excel Shimo, siapa orang yang menjadi pemimpin Wei Yan?
Kenapa Istana Langit tidak segera bertindak menghentikan di pihak Wei Yan?
Apakah tujuan keluarganya mengharuskan dia menjalani siklus reinkarnasi terkait dengan Istana Langit?
Karena semakin banyak pertanyaan yang tidak mendapat pencerahan, Excel Shimo hanya menghela nafas. Lalu dia tersenyum melihat Fiend Spirit keluar dari pusaran hitam, Excel Shimo langsung menyerang Fiend Spirit dengan mudah dan mengambil mutiara jiwa.
Setelah membunuh Fiend Spirit, Excel Shimo duduk bersila di depan pusaran hitam dan menelan mutiara jiwa.
Ya, Excel Shimo menunggu istrinya untuk diajak memburu Fiend Spirit, sebab perburuan ini sangat bermanfaat bagi mereka.
Fiend Spirit keluar lagi dan membuat Excel Shimo terkekeh, dia langsung menyerang tanpa ampun, dan mengambil mutiara jiwa.
Fiend Spirit terus keluar sebab pusaran hitam yang merupakan portal dimensi tidak tertutup.
Sambil menunggu istrinya, Excel Shimo membuat Formasi di luar pusaran hitam untuk mencegah Fiend Spirit keluar maupun pihak luar yang ingin masuk.
__ADS_1