God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 434.


__ADS_3

Chapter 434. Musnahnya Dua Benua.


Setelah banyaknya kehidupan meledak di dalam Formasi Pentagram, Tian Zhi semakin berderai air mata yang jatuh membasahi pipi. Dengan tertunduk lesu, dia berjalan memasuki Formasi Pentagram yang dipenuhi kabut darah dan energi besar dari semua kekuatan yang dia bunuh.


Di kejauhan Moon Qiang, duo Dewi, Ximen Fangying juga ikut meneteskan air mata, tidak hanya mereka, tapi semua orang yang melihat Dewa Binatang membunuh semua bangsa Asyura ikut berdukacita dengan menundukkan kepalanya.


Bahkan Jing Ehuang dan semua binatang mistik juga ikut berdukacita.


"Arghhh!!


Excel Shimo berteriak meluapkan kesedihannya saat berada di dalam Formasi Pentagram, sambil energi besar dan kabut darah memasuki tubuhnya.


"Kakak... Bunga Wangi... Dong Jianying. Maaf, aku tidak bisa melindungi kalian! "


Teriakan Excel Shimo memanggil mereka yang telah terlebih dahulu meninggal dia. Dia tidak berharap membunuh kekasihnya sendiri. Dan, Excel Shimo juga tidak punya pilihan lain.


Seandainya dia menyelamatkan ketiga kekasihnya, mereka belum tentu mereka mau dan melihat bangsanya terbunuh di depan mata. Dan, kehilangan keempat kakaknya juga membuat kesedihannya makin besar.


Di dalam benak Excel Shimo; siapa yang harus disalahkan akan semua ini?


Apakah perbuatannya benar atau tidak, dia tidak tahu!


Yang pasti, inilah dunia kultivasi, dimana mencapai puncak membutuhkan pengorbanan besar, walaupun dalam perjalanannya harus melihat semua orang yang dia cintai mati satu per satu. Dimulai dari Desa Bunga hingga saat ini, entah untuk perjalanan selanjutnya apakah harus melihat orang yang dia cintai mati di depan matanya.


Setelah seharian berada di dalam Formasi Pentagram, Excel Shimo menerobos dengan gila-gila dengan menyerap kabut darah dan energi pada korbannya.


Saat menerobos pun tanpa adanya fluktuasi energi, kini kekuatannya dari tingkat True Alfa level 1 hingga naik ke level 50.


Akhirnya Formasi Pentagram menghilang beserta dengan Benua Api, dan meninggalkan Excel Shimo yang masih tertunduk lesu yang telah membunuh kekasihnya sendiri.


Dia melirik Benua Api yang hanya tersisa sebuah pulau yang akan menjadi cikal-bakal sebuah benua baru.


Excel Shimo berlahan turun di pulau itu, tidak ada kebahagiaan setelah meningkatkan kekuatan secara drastis, seharusnya dia bahagia telah meningkatkan kekuatannya tanpa susah payah hanya dalam sehari.


Moon Qiang dan semua wanita segera terbang dengan cepat menghampiri Excel Shimo. Moon Qiang langsung memeluk Excel Shimo dan diikuti duo Dewi.


Sebagai wanita, mereka juga merasakan kesedihan telah kehilangan kekasihnya, apalagi mati di tangan sendiri.


"Tuan, jangan bersedih! Walaupun jiwa kakak Tuan telah tiada, kami memiliki tubuh mereka. Jadi, secara harfiah berarti kakak masih hidup dan selalu bersama Tuan! " hibur Lotus Bao yang terdengar oleh Excel Shimo.


Mendengar suara Lotus Bao, Excel Shimo menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara berlahan, dia menstabilkan emosinya. Lalu, dia memaksakan senyumannya dan berjalan beberapa langkah untuk melakukan ritual.


"Dari tanah kembali ke tanah, jiwa-jiwa pergilah dalam damai, lahirlah kembali dengan tubuh baru dan kembalilah setelah lelah. Udara berhembus membelai jiwa, jiwa luka akan kembali pulih ... Pulanglah!" ucap Excel Shimo dengan menaburkan tanah di udara, lalu dia mengambil lagi tanah dan mengulanginya.


Raja Malaikat yang mendengar Dewa Binatang melakukan ritual penghormatan terakhir ikut merasakan jiwa-nya menjadi tenang, tidak hanya Raja Malaikat saja, tapi semua orang yang mendengarnya.


Setelah selesai melakukan ritual penghormatan, Excel Shimo membalikkan badannya dan melihat kekasihnya sedang menatapnya dengan rasa cinta.


"Kalian tunggu aku di Istana Guzheng, " kata Excel Shimo kepada kekasihnya.


"Kamu mau kemana? " tanya Moon Qiang.


"Giliran wilayah mayat hidup! " jawab Excel Shimo dengan tegas.

__ADS_1


Duo Dewi menjadi kuatir, mereka ketakutan jika kekasihnya akan melakukan hal sama seperti yang terjadi barusan.


Melihat kekuatiran kekasihnya, Excel Shimo segera berkata:


"Bangsa Malaikat akan bertanggungjawab melindungi Benua Roh dan aku tidak mungkin melakukan hal yang sama! "


Seketika kekasihnya merasa lega. Tidak hanya mereka saja, tapi Raja Malaikat yang tidak berani mendekati Excel Shimo juga ikut merasa lega dan terbebas dari ketakutannya.


Excel Shimo melihat kearah Raja Malaikat dan tersenyum, dia berkata:


"Yang Mulia berhati baik dan bijak. Lindungi Benua Roh, karena bangsa Malaikat dan ras lainnya yang akan selalu saya percayai untuk menjaganya. "


Excel Shimo membalikkan badan kepada Moon Qiang, lalu mengeluarkan cincin dimensi tingkat tinggi yang berisi sumberdaya yang baru dia dapatkan.


"Berikan kepada Yang Mulia untuk berkembangnya benua ini setelah pasca menghilangnya dua benua! " pinta Excel Shimo kepada Moon Qiang.


Excel Shimo sengaja memberikan kepada Moon Qiang, karena dia ingin menaikkan derajat Ras Iblis, khususnya untuk Moon Qiang sendiri.


Moon Qiang menerima cincin dimensi, kemudian mencium kekasihnya dan disusul duo Dewi yang tidak mau ketinggalan.


Setelah itu, Excel Shimo menggetarkan tubuhnya dan menghilang dari hadapan mereka.


......................


Setelah kepergian Dewa Binatang, Moon Qiang segera menghampiri Raja Malaikat dan memberikan cincin dimensi.


Raja Malaikat menerimanya dan melihat isi di dalam cincin dimensi, seketika tangannya sedikit gemetaran, apa yang dia lihat adalah Batu Roh dengan nilai triliunan, belum termasuk Batu Mistik, Batu Kuno dan lain sebagainya, di dalam juga ada Buah Suci tingkat Dewa yang mencapai 200 buah.


Semua orang menatap kearah wilayah Ras mayat hidup, mereka sudah menebak apa yang akan terjadi. Pangeran Mayat Hidup, mungkin hari ini adalah waktu terakhirnya, dia bisa kabur dari Raja Malaikat, tapi tidak mungkin bisa lari dari Dewa Binatang.


"Ayo, kita kembali dan bicarakan masa depan Benua Roh, " kata Raja Malaikat dan senyuman mengembang setelah berbicara.


Inilah cita-cita Raja Malaikat yang dia pendam selama ini, menjadi satu-satunya penguasaan di Benua Roh, dengan tujuan keadilan dan juga perdamaian...


......................


Excel Shimo telah berada di atas Benua Mayat Hidup, dia melihat Pangeran Mayat Hidup yang terluka parah setelah bertarung dengan Raja Malaikat.


Karena ingin menyelidiki hubungan Pangeran Mayat Hidup dan Wei Yan, Excel Shimo berubah menjadi angin dan mendekati Pangeran Mayat Hidup.


"Wei Yan bangsat!? Pengecut, aku bersumpah cita-citamu selalu gagal?! " teriakan Pangeran Mayat Hidup, dia menyumpahi Wei Yan yang telah meninggalkannya berperang sendiri.


Pangeran Mayat Hidup beruntung telah lolos dari serangan kuat Raja Malaikat, jika tidak, istrinya sudah pasti menggunakan ikat kepala kain putih. Walaupun Pangeran Mayat Hidup bisa kabur, tidak dengan pasukannya, yang dibantai oleh pasukan Malaikat.


Istrinya dengan sabar membalut luka di lengan Pangeran Mayat Hidup, dia juga kesal kepada Wei Yan yang telah menjadikan suaminya umpan meriam.


Excel Shimo merasa aneh melihat Pangeran Mayat Hidup tidak terluka tapi oleh istrinya dirawat, dia berpikir; apakah biar lebih terlihat mesra, hingga istrinya berbuat seperti itu agar tampak lebih mendramatisir...


Excel Shimo menggelengkan kepalanya untuk membuang pikiran tak berguna, dia kembali mendengarkan pembicaraan mereka.


"Sayang, apa yang ditawarkan oleh Wei Yan sehingga kamu mau dijadikan umpan meriam? "


Pangeran Mayat Hidup tidak menjawab, sebab dia malu mengatakan kepada istrinya, karena dia hanya mendapatkan beberapa Buah Suci tingkat Bumi dan belum dia gunakan.

__ADS_1


Excel Shimo yang membaca ingatan pangeran mayat hidup hanya geleng-geleng, karena tidak ada hal yang penting. Intinya Pangeran Mayat Hidup hanyalah boneka bagi Wei Yan.


Kemudian Excel Shimo keluar dari istana mayat hidup dan terbang hingga mencapai jarak dua ribu meter di atas wilayah Ras Mayat Hidup.


Seperti yang dialami oleh Benua Api, wilayah mayat hidup juga diekstrak menggunakan Formasi Pentagram. Pangeran Mayat Hidup yang tidak mengenal Dewa Binatang hanya bisa mengumpat dan tatapan terakhirnya penuh penyesalan.


Keesokan harinya, Excel Shimo telah selesai menyerap energi Benua mayat hidup, dia geleng-geleng hanya mendapatkan peningkatan sebanyak 20 level. Dengan begitu dia tetap bersyukur bisa meningkat drastis dalam dua hari ini.


Seperti Benua Api, apa yang dilihat oleh Excel Shimo hanya menyisakan sebuah pulau yang akan menjadi cikal-bakal benua baru. Kemudian Excel Shimo melakukan ritual penghormatan terakhir bagi bangsa mayat hidup.


Setelah itu dia membalikkan badan dan sebelum pergi, dia berkata:


"Aku akan kembali jika kehidupan disini dalam keadaan kekacauan. "


Excel Shimo mengeluarkan Raja Singa dan terbang menuju Benua Cahaya, dia membaringkan kepalanya di punggung Raja Singa Mistik, sebab secara mental dia butuh waktu untuk berkabung.


Penjaga tembok pertahanan Benua Cahaya melihat kedatangan Raja Singa bersama Dewa Binatang, mereka segera menurunkan jembatan Tiga Bersaudara.


Para penjaga ingin bersorak-sorai atas kehebatan Dewa Binatang, tapi melihat Dewa Binatang seakan-akan tertidur, mereka mengurungkan niatnya dan hanya membungkuk sebagai bentuk penghormatan.


Ternyata Raja Malaikat sudah menunggu Dewa Binatang bersama banyak orang di pintu gerbang pertama, dia juga memberikan rasa hormat dan diikuti semua orang.


Berbeda dengan para pendukung cilik Excel Shimo yang langsung berhamburan memeluk idola baru bagi bangsa Malaikat, mereka tidak perduli melihat idolanya tidur.


Akhirnya Excel Shimo terbangun dan senyuman mengembang melihat anak-anak dan bayi bersayap berebut memeluk dan ciumannya.


Bangsa Malaikat berpesta untuk Dewa Binatang selama tujuh hari tujuh malam dan semua acara ini atas keinginan Raja Malaikat.


Dengan Dewa Binatang berbaur bersama penduduk, Raja Malaikat pun mengikutinya dan banyak berbicara tentang masa depan.


"Dewa Binatang, apa langkah selanjutnya setelah masalah disini telah terselesaikan?" tanya Raja Malaikat sambil berjalan dengan diiringi penduduk dan anak-anak, panggilannya telah berubah.


"Saya berniat menuju Dunia Binatang Buas untuk menepati kesepakatan kita! " jawab Excel Shimo.


Raja Malaikat menghela nafas, dia merasa malu telah memberikan tiga kondisi demi Dewa Binatang yang meminta dukungan.


Sebelum Raja Malaikat berbicara, Excel Shimo meliriknya, lalu dia berkata:


"Yang Mulia, kesepakatan tetap kesepakatan, dan saya akan tetap melakukan tiga kondisi itu. Saya hanya ingin Yang Mulia segera membuat portal dimensi yang menghubungkan tempat ku dan benua ini. Tujuanku, agar Yang Mulia bisa berkenalan dengan keluargaku. Dan juga, saya meminta bantuan untuk menjaga Benua Kelahiran dari rencana Wei Yan yang akan datang. "


Rasa malu pun berganti senyuman setelah Dewa Binatang berbicara, Raja Malaikat merangkul calon menantunya dan di iringi gelak tawanya.


"Tentu, setelah acara ini, kita akan segera membuat jalur dimensi menuju Benua Kelahiran. Menantu, dengan adanya penjaga portal dimensi, kita akan mudah membuatnya, cukup berikan titik koordinatnya, itu akan mempermudah dan tepat saat terhubung nanti, "


Panggilan Raja Malaikat pun berganti lagi, kini semakin akrab dengan Dewa Binatang.


Disaat berjalan menyusuri ibukota, Excel Shimo tiada hentinya melayani banyak idolanya sambil dia membagikan banyak buah.


Mulai saat ini Galaksi Nebula telah berganti menjadi Benua Cahaya, sebab Benua Nebula tidak cocok dengan keberadaan Bangsa Malaikat. Selain itu, nama Benua Nebula juga sama dengan nama galaksi yang lainnya.


Dan galaksi itu adalah tempat dimana Pangeran Kun berasal, musuh yang akan dimusnahkan oleh Dewa Binatang di masa depan, karena anak dari penguasaan Nebula ingin merebut istrinya, istrinya tidak lain adalah Yuna Aurora.


(Note; kisah Dewa Binatang dan Yuna Aurora akan ada di God Of Beast 2. Dukung saya agar saya bisa menerbitkan kelanjutan dari God Of Beast 1. Sehat selalu, bahagia dan banyak rejekinya. Perjuangan kita akan terhenti saat mata terpejam. Salam.)

__ADS_1


__ADS_2