
Chapter 348. Bertarung Dengan Raja Chi Yong.
Entah berapa lama Excel Shimo berlatih bersama Pedang Semesta, kini dia telah selesai berlatih dan bersiap keluar dari dalam domain Pedang Semesta. Excel Shimo menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan melalui mulut.
"Aku siap! Kita akan bersama-sama melawan siapapun dan apapun!" ujar Excel Shimo penuh semangat kepada Pedang Semesta, wajahnya kini memiliki kumis tipis dan jenggot hitam.
Bhuzh...
Excel Shimo kembali berada diluar lagi, dan berdiri di tengah altar. Seketika semuanya keadaan kembali pulih, semua istrinya kembali membantai Ras Iblis, Raja Chi Yong meraung-raung dengan sangat marah telah diserang oleh Excel Shimo.
"Semua istriku, segera kalian kembali menuju Kekaisaran Dewa Selatan bersama pasukan binatang, biarkan sisanya aku yang menangani! Jangan membantah dan segera pergi dari sini!" perintah Excel Shimo dengan menggunakan komunikasi telepati.
Mendengar suara suaminya yang kini lebih tegas dan semakin berwibawa, membuat semua istrinya tidak berani membantah dan memerintah pasukan binatang berkumpul di luar gerbang Utara Kekaisaran Iblis Timur.
"Bocah, lagi-lagi kamu! Kali ini kamu harus mati dan merebut Pedang Semesta milikku!?" teriakan kemarahan Raja Chi Yong kepada Excel Shimo yang memegang Pedang Semesta dengan tangan kanannya.
Sudah pasti Raja Chi Yong sangat marah, sebab dia tinggal sedikit lagi mendapatkan Pedang Semesta, apalagi dengan mengorbankan dirinya sendiri.
Boom💢...
Aura kekuatan Celestial Supreme level puncak meletus dari tubuh Raja Chi Yong, ruang bawah tanah seketika runtuh, dan semua lukanya juga segera pulih.
Excel Shimo dengan melambaikan tangan kiri menghancurkan bebatuan yang akan mengenai dirinya.
Kekaisaran Iblis Timur seketika hancur total hanya dengan aura kekuatan Raja Chi Yong. Banyak Ras Iblis Timur mati dengan tubuh menjadi daging cincang, infrastruktur yang sudah dihancurkan oleh pasukan binatang dan semua istri Dewa Binatang seketika menjadi debu.
Sontak semua wanita dan pasukan binatang yang melihat serta merasakan aura kekuatan Celestial Supreme menjadi ketakutan, sekarang mereka baru mengerti akan perintah suaminya yang tidak ingin dibantah, mereka buru-buru menjauhi medan pertempuran antara Raja Chi Yong dan Dewa Binatang.
Secara berlahan Dewa Binatang melayang, dengan tubuhnya terbalut Jubah Perang Bersayap yang berwarna keemasan.
Demikian juga dengan Raja Chi Yong yang juga mengepakkan sayapnya berwarna merah dan melayang, hingga ketinggian mencapai dua ribu meter sejajar dengan Dewa Binatang, jarak mereka terpaut lima ratus meter.
Kaisar Yang Dang, King Gold Roc, Jenderal Besar dan semua kekuatan di Kekaisaran Dewa Selatan juga merasakan kekuatan Celestial Supreme.
Mereka segera terbang di atas Istana Dewa Selatan, dan melihat kearah Kekaisaran Iblis Timur telah menjadi reruntuhan, dan hanya terlihat dua orang yang saling berhadapan.
Tidak hanya Kekaisaran Dewa Selatan saja yang merasakan, tapi seluruh penguasa dan kekuatan di Benua Shen Zhou.
Segera seluruh pemilik Mata Dewa melihat kearah Kekaisaran Iblis Timur. Semua mata terbelalak melihat Kekaisaran Iblis Timur telah menjadi reruntuhan, dan banyak daging cincang berserakan dimana-mana, dan juga melihat dua orang yang saling berhadapan.
Sayangnya, mereka tidak mengenali sosok yang menggunakan perlengkapan perang bersayap, sebab seluruh tubuh tertutup dan juga dengan wajahnya.
Dari semua penguasa yang tercengang, yang paling syok adalah Dewa Api, Dewa Matahari dan Dewa Utara.
Segera semua penguasa dan seluruh kekuatan yang memiliki Batu Hukum mengambilnya, sekali lagi mereka terkejut saat tahu jika orang berjubah emas adalah Dewa Binatang.
Sedangkan Raja Chi Yong yang telah berubah menjadi binatang monster jelas diketahui semua penguasa, sebab empat leluhur mayat hidup pernah mereka lihat. Buru-buru semua penguasa dan kekuatan melesat kearah tempat pertempuran dua Celestial Supreme.
"Mati kamu?! TAPAK IBLIS TIMUR!!"
Raja Chi Yong mengeluarkan jurus andalan Ras Iblis. Telapak tangan Api Neraka berubah menjadi raksasa dan melesat sangat cepat kearah Dewa Binatang.
__ADS_1
Sedangkan Dewa Binatang menebaskan Pedang Semesta dengan santai tanpa mengeluarkan skill apapun, bahkan Dewa Binatang belum mengeluarkan aura kekuatan Pedang Semesta.
Tebasan itu membentuk lengkungan sabit yang melesat lebih cepat dari serangan telapak tangan Raja Chi Yong.
Boom💥...
Ledakan dahsyat memekakkan telinga, suaranya seperti ledakan nuklir saat dua serangan energi saling berbenturan.
Setelah benturan itu memicu gelombang kejut yang mengerikan, akan tetapi kedua petarung itu tidak terpengaruh dengan dampak benturan.
Setingkat kekuatan Celestial Supreme saat bertarung hanya mengandalkan energi spiritual, jarang setingkat itu menggunakan pertarungan fisik, kecuali dua petarung sepakat untuk menggunakan keterampilan beladiri andalan masing-masing.
Bang... Bang...
Dewa Binatang melangkahkan kakinya di udara, setiap langkahnya menghancurkan apapun yang berada di bawahnya. Demikian juga Raja Chi Yong, dia segera mengeluarkan senjata tombak ujungnya menyerupai sabit, seperti Grim Reaper senjata Malaikat Maut.
"Aku tidak pernah menggunakan Sabit Pencabut Nyawa ... Bocah, beruntung kamu mati dengan senjata ku ini!!" pekik Raja Chi Yong sambil melihat Pedang Semesta yang seharusnya telah dia miliki.
Swosh...
Dengan kedua tangan memegang erat Raja Chi Yong senjata sabit, dia menebaskan senjatanya yang penuh kekuatan kearah Dewa Binatang. Sedangkan Dewa Binatang tidak tinggal diam, dia kembali melambaikan pedangnya untuk beradu kekuatan energi.
Boom💥....
Kembali ledakan hebat terdengar setelah dua energi saling bertabrakan. Tubuh Dewa Binatang berkedip dan menghilang, dia muncul di atas Raja Chi Yong dengan menebaskan senjatanya kearah musuhnya.
Raja Chi Yong mendengus lalu menghindari serangan Dewa Binatang dengan tubuhnya berkedip dan muncul sejauh 200 meter, dan segera membalas serangan Dewa Binatang.
Boom💥...
Mereka berdua seperti berteleportasi, muncul kembali dan sudah saling menyerang.
Gerakan mereka susah diikuti dengan mata telanjang, kekuatan dibawah Prajurit Surgawi hanya melihat benturan energi berwarna merah dan biru.
Kekaisaran Iblis Timur sudah porak-poranda dan tidak lagi seperti wilayah yang makmur, yang terlihat hanya celah-celah lebar di tanah akibat serangan pedang dan sabit.
Setiap kultivator yang melihat bergidik ngeri dan tidak ada yang berani mendekati pertempuran setingkat Celestial Supreme.
Zlapp... Zlapp... Boom💥...
Ledakan terus menggema di wilayah Kekaisaran Iblis Timur, mereka berdua terus-menerus beradu kekuatan, menghilang dan muncul lagi, disaat muncul langsung menyerang.
Hingga akhirnya Raja Chi Yong mulai tersudut dengan kecepatan dan energi musuhnya yang seakan-akan tidak pernah habis.
Raja Chi Yong menjauhi musuhnya dan berniat mengeluarkan serangan paling kuat yang sudah lama tidak dia gunakan. Sedangkan Dewa Binatang tersenyum sinis, sebab dia sudah menunggu Raja Chi Yong menjadi serius, karena dia ingin beradu kekuatan Kitab Hitam.
"Aku akui kamu hebat, tapi aku belum sepenuhnya mengeluarkan kekuatan ku! Bocah, terima ini ... NIAT SABIT PENCABUT NYAWA!!" pujian sempat terlontar dari Raja Chi Yong, dan segera mengeluarkan Niat Sabit seperti yang dimiliki oleh Dewa Binatang, yaitu Niat Pedang.
Dewa Binatang tersenyum sinis dan mengeluarkan, skill yang lebih tinggi dari Niat Pedang, yaitu Pedang Hati. Tapi kali ini, dia menggabungkan kekuatan Kitab Hitam dan Niat Hati.
(Gemuruh)
__ADS_1
Segera kedua senjata mereka menyerap energi disekitarnya, semua energi alam ter-aglomerasi pada senjata mereka berdua, suara gemuruh badai angin energi dan awan hitam dan putih berkumpul di wilayah Kekaisaran Iblis Timur.
Namun, Raja Chi Yong terbelalak saat melihat aura berwarna hitam dan putih keluar dari tubuh musuhnya dan juga ada warna biru dari aura Pedang Semesta. Segera dia juga ikut mengeluarkan Teknik Kitab Hitam untuk meningkatkan kekuatan Niat Sabit.
Tapi, setelah menggabungkan dua kekuatan, Raja Chi Yong menjadi ketakutan, sebab kekuatannya jauh berbeda. Namun, dia masih percaya diri dengan kekuatannya.
Dengan keluarnya kekuatan mereka berdua, kerusakan wilayah Kekaisaran Iblis Timur semakin melebar hingga puluhan kilometer, pepohonan seketika menjadi abu, tanah menjadi kawah raksasa di bawah kaki kedua petarung, dan kawah itu semakin melebar.
"PEDANG HATI, PEDANG PEMUSNAH!!" gumam Dewa Binatang.
Tubuh Dewa Binatang menghilang dan muncul diatas Raja Chi Yong dengan jarak seribu meter. Raja Chi Yong segera menebaskan sabit kearah Dewa Binatang.
Dewa Binatang menghunuskan pedangnya yang penuh dengan energi kuat, energi yang keluar dari pedang, membentuk pedang raksasa dan melesat dengan sangat cepat.
Boom💥... Boom💥...
Ledakan maha dahsyat memekakkan telinga saat dua kekuatan saling berbenturan. Tapi, Raja Chi Yong terbelalak kaget saat kekuatan serangannya kalah telak, dan melihat pedang raksasa melesat kearahnya dengan sangat cepat, dan dia terlambat menghindari serangan Dewa Binatang.
"Sialan!? Tidakkk ... !"
Boom💥...
Sekali lagi ledakan seperti bom nuklir menggoncang Benua Shen Zhou. Tubuh Raja Chi Yong dilahap energi Pedang Hati, dagingnya menjadi serpihan cahaya, jiwa nya pun tidak bisa meloloskan diri terkena serangan Dewa Binatang, bahkan senjata sabit menjadi abu seketika, padahal senjata sabit adalah Artefak Bintang Lima.
Boom💥...
Kekuatan pedang semesta tidak berhenti disitu, sisa energi yang terkandung menghantam tanah dan membuat lubang yang sangat besar membentuk pedang.
Di kejauhan semua penguasa berhenti dan syok melihat kekuatan besar dua pertarungan, dan mereka terlambat untuk menghentikan pertarungan antara Dewa Binatang dan Raja Chi Yong, tapi yang pasti mereka juga tidak ingin terkena dampak gelombang kejutnya.
Dewa Binatang melihat matinya Raja Chi Yong beserta empat jiwa leluhur mayat hidup, dia tidak perduli dengan kerusakan yang ditimbulkan oleh serangannya.
Dewa Binatang tersenyum sinis melihat wilayah Kekaisaran Iblis Timur menjadi tempat neraka dan tinggal sejarah mulai hari ini. Tapi, yang mengejutkan Dewa Binatang, saat melihat Altar Sembilan Surga yang tidak hancur, hanya dua pintu gerbang yang sudah menghilang.
Dampak serangan Pedang Hati dan Kitab Hitam akan menghilang selama ribuan tahun, tapi sisa-sisa energi Pedang Hati bisa mendukung kultivator pengguna senjata pedang.
Kerusakan dari serangan Dewa Binatang membuat wilayah Kekaisaran Iblis Timur hancur total, semua kehidupan di wilayah itu menjadi abu, dan sudah tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.
"Ibu, ayah, Xiu Zhu (istri kecilnya), Xiu Zan dan semua keluargaku di Desa Bunga, aku telah membalaskan dendam kalian. Beristirahatlah kalian dalam damai!" gumam Excel Shimo sambil meneteskan air mata, dia meneteskan air mata karena bahagia, beban di hatinya menghilang, kelegaan yang menenangkan jiwa, seakan-akan dia telah terlahir kembali.
Dewa Binatang segera merobek kehampaan dan memasukinya, sebab banyak kekuatan kembali terbang dengan sangat cepat kearahnya, dia tidak ingin bertarung dengan mereka, sebab tujuannya telah selesai, yaitu memusnahkan Istana Iblis Timur.
Sesampainya di tempat Kekaisaran Iblis Timur, Seng Long si Dewa Timur dan seluruh jajaran kekuatan Benua Shen Zhou hanya geleng-geleng kepala. Hanya tiga Dewan Keamanan yang tidak terlihat, sebab mereka berada di Gunung Neraka.
Namun, disaat semua penguasa melihat Altar Sembilan Surga, mereka syok dan menjadi ketakutan...
"Cepat amankan altar pembawa bencana itu!!" perintah Dewa Timur kepada semua penguasa, dan segera banyak kekuatan memeriksa Altar Sembilan Surga dan membuat Formasi Penghalang.
Di Gunung Neraka, Huang Taiji yang berada didasar kawah jelas melihat Ras Iblis dimusnahkan, Kekaisaran Iblis Timur telah menghilang, dia berteriak penuh kemarahan hingga magma Gunung Neraka bergejolak.
Dewa Matahari dan Dewa Utara segera menenangkan Dewa Api. Setelah Huang Taiji tenang, mereka kembali masuk lebih dalam di kawah, hingga mencapai dasar.
__ADS_1
Sesampainya disana sudah ada gerbang hitam, gerbang itu sama seperti yang Excel Shimo lihat di Benua Jiu Zhou, tepatnya di dunia bawah tanah yang dulu pernah dia segel dan belum sempat dia selidiki.