God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 58 Memeras Darah Pangeran.


__ADS_3

Chapter 58 Memeras Darah Pangeran.


Saat didalam cincin dimensi, Bu Wanmei melihat kedua Pangeran itu masih pingsan. Lalu Bu Wanmei membuat 2 tiang berbentuk 'T'. Kemudian, Bu Wanmei mengikat kedua Pangeran itu di tiang dan berada di tengah kolam 7 warna.


Kolam 7 warna adalah tempat Bu Wanmei menempah tulang, hingga mencapai kekuatan fisik Emas tahap puncak. Sengaja Bu Wanmei meletak-kan kedua tiang itu di tengahnya. Tujuannya jelas, yaitu Bu Wanmei akan menguras darah Ras Phoniex untuk menambah kekuatannya.


Setelah selesai mengikat kedua Pangeran itu, Bu Wanmei mendekati Huang Zitao. Dengan mengeluarkan pisau tajam, Bu Wanmei mengiris kedua pergelangan tangan Huang Zitao.


"Akhhhh ... " merasakan sakit, Huang Zitao segera sadar dan berteriak sangat keras. Namun, segera ia pingsan lagi, karena tidak kuat menahan rasa sakit, apalagi basis kultivasi telah disegel.


Darahnya segera mengalir dan bercampur dengan air tujuh warna. Teriakan Huang Zitao membuat adiknya segera terbangun dan kaget saat berada di tempat lain.


"K-kamu ... Siapa kamu bajingann...!?" umpat Pangeran Kedua dengan nada membentak, setelah melihat kakaknya pingsan dan darah mengucur deras dari kedua pergelangan tangan.


Bu Wanmei ingin membuka tudung penutup kepala dan wajahnya, tapi segera dicegah oleh sahabatnya.


"Jangan dibuka penyamarannya Tuan Muda, sebab mereka telah menyimpan kristal jiwa sebagai tanda kehidupan mereka. Saat mereka mati dengan banyak penyebab, secara otomatis kristal jiwa merekam situasi sebelum mereka mati!"


Bu Wanmei mengurungkan niatnya saat mendengar Earth Core Flame berbicara.


"Aku ... Aku adalah Dewa pencabut nyawa! Aku datang khusus membunuh kalian yang biadap?!" jawab Bu Wanmei dengan suara serak dan sedikit geram saat melihat kelakuan mereka berdua.


"Bangsatt ... Lepaskan kami, jika tidak, kamu akan diburu oleh semua kekuatan, bahkan Dewa Dewi juga akan memburumu, bajingannnn...!?" bentak Pangeran Kedua, sambil berusaha mengeluarkan basis kultivasinya.


Namun, dia terkejut saat tahu jika kekuatannya disegel. Segera ia berusaha menjadi wujud asli sebagai burung Phoniex. Sekali lagi Pangeran Kedua kaget, karena dia tidak mampu menggerak-kan tubuhnya.


"Oh, siapa mereka? Tapi sayangnya mereka tidak akan tahu kemana kamu dan bagaimana kamu mati, karena tempat ini adalah domain-ku!" jawab Bu Wanmei dengan menyeringai kejam, sambil meletak-kan pisau itu pada pergelangan tangan kanan Pangeran Kedua.


Spontan Pangeran Kedua memeriksa sekelilingnya, dan terkejut lagi saat melihat begitu istimewa tempat dia berada. Seketika diwajahnya menunjuk-kan keserakahan. Pangeran kedua melihat banyak tanaman roh, obat dan pohon buah yang sangat langka.

__ADS_1


"Akhhhh..."


Bu Wanmei segera mengiris pergelangan tangan kanan Pangeran Kedua, teriakan-nya mengema. Darah mengucur deras dan mengalir di kolam 7 warna.


"Bajingann ... Lihat saja, seluruh keluarga dan kekasihmu akan aku siksa...?!" ucap Pangeran Kedua sambil menahan rasa sakit.


"Jangan pernah bermimpi ... "


"Akhhhh..."


Sekali lagi Pangeran Kedua berteriak kesakitan, saat pergelangan tangan kirinya juga diiris oleh Bu Wanmei. Pangeran Kedua pingsan, karena tidak sanggup menahan sakitnya.


Bu Wanmei menyeringai, lalu segera membenamkan dirinya kedalam kolam 7 warna. Dengan duduk bersila, Bu Wanmei meletak-kan kedua tangan di depan perut. Kedua tangannya saling tumpang tindih. Sambil menahan rasa sakit, karena seluruh tulang direndam, Bu Wanmei juga menyerap darah Phoniex Api untuk diekstrak menjadi kekuatan.


Sedangkan Earth Core Flame juga menyerap elemen Api Phoniex, setelah darah Ras Phoniex Api memasuki dantian Tuannya.


Boom...


Energi terobosan segera keluar dari tubuh Bu Wanmei, dan kini kekuatan berada pada tingkat Peri Benua level pertama.


"Hebat, jadi seperti ini rasanya setengah Dewa!" batin Bu Wanmei saat menikmati sensasi menjadi setengah Dewa.


Bu Wanmei segera melihat dantiannya yang telah bertranformasi. Dantiannya kini telah berubah total. Sebelumnya saja sudah luas, kini semakin luas, ibarat memiliki alam semesta sendiri didalam tubuh. Terlihat banyak serat-serat listrik yang merambat diseluruh dinding, setiap jaringan meridian dan vena semakin kuat dan besar ukurannya.


Kemudian, Bu Wanmei juga melihat struktur tulang, dan senang saat fisik Emas telah meningkat menjadi fisik Berlian tahap awal.


Lalu Bu Wanmei juga melihat sahabatnya, dan semakin senang saat Earth Core Flame telah berubah menjadi Xuan Yellow Flame.


"Hahaha... Sobat, kamu semakin kuat, kekuatanmu sekarang sudah setara dengan Peri Langit!" Bu Wanmei tertawa terbahak-bahak, sebab hari ini adalah berkah yang tidak pernah dia sangka.

__ADS_1


"Ini juga berkat Tuan Muda, tanpa Tuan Muda sebagai tubuh inangku, aku belum tentu bisa mencapai ketinggian seperti ini. Seandainya aku masih terus berada didalam goa itu, belum tentu bisa bertransformasi menjadi Xuan Yellow Flame, walau harus menghabiskan waktu 2.000 tahun." jawab Earth Core Flame.


"Hahaha, itu artinya kita sudah jodoh yang tidak bisa terpisahkan!" Bu Wanmei sekali lagi tertawa, dan berpikir aneh jika harus memanggil dengan nama Api Surgawi, lanjutnya


"Eh... Ngomong-ngomong aku belum memberi nama pada kamu, aku tidak tahu kamu itu wanita atau laki-laki..."


Bu Wanmei berpikir dengan membelai dagu setelah berbicara.


"Tuan, Saya... saya sebenarnya wanita ... " ujar Earth Core Flame yang terdengar nada suaranya dia sangat malu, saat Tuannya tidak mengenali jenis gender.


"Wanita ... Lalu, apa kamu bisa berubah wujud seperti manusia?" Bu Wanmei sedikit heran dengan pengakuan sahabatnya, sebab ia tidak bisa mengenali jenis pria atau wanita dari suaranya.


"Bisa, asal Tuan membuatkan tubuh baru ... " jawab Earth Core Flame, dia ragu saat ingin menjelaskan sesuatu kepada Bu Wanmei.


"Hebat, aku bisa ... Tapi bagaimana caranya membuat tubuh baru?" Bu Wanmei kegirangan saat sahabatnya bisa memiliki tubuh baru, tapi dia juga bingung, karena tidak tahu bagaimana caranya membuat tubuh manusia.


"Tuan, aku ingin bicara tentang tubuh baru! Jika aku memiliki tubuh baru, sama saja Tuan juga akan kehilangan Api Surgawi setelah aku menempati tubuh itu..." kata Earth Core Flame kepada Bu Wanmei, terlihat dia sedih jika harus meninggalkan tubuh inangnya.


Melihat perubahan suara sahabatnya, Bu Wanmei segera membelainya.


"Jangan kuatir, masih banyak api di dunia ini. Aku bisa menyerap Api vulkanik gunung manapun, dan juga masih banyak binatang buas yang berunsur api. Jadi kamu tidak usah kuatir!" jawab Bu Wanmei yang berusaha menenangkan sahabatnya.


"Terima kasih, Tuan." ucap Earth Core Flame pada Tuannya.


"Lagian kita juga belum menggunakan Diagram Penyerap Api ini! Dengan adanya Diagram ini, kita bisa dengan mudah mendapatkan api, jika beruntung kita bisa mendapatkan Api Surgawi lainnya!," kata Bu Wanmei.


"Karena kamu adalah wanita, maka mulai detik ini kamu aku panggil Lotus Bao (Teratai yang berharga)." Bu Wanmei memberikan nama kepada sahabatnya.


"Lotus Bao, nama yang indah, terima kasih, Tuan." jawab Lotus Bao sambil melompat di bahu Bu Wanmei dan mengelus pipinya.

__ADS_1


__ADS_2