
Chapter 76 Ada sebab, ada akibat.
Setelah menunggu waktu 1 dupa seseorang pria setengah manusia dan setengah burung membuka pintu kamar. Terlihat dia membuka pintu dengan hati-hati. Dibelakang pria ada beberapa prajurit dan pelayan wanita.
"Sepertinya racun telah bereaksi," kata pria itu, setelah memastikan Excel Shimo dan kedua kekasihnya telah lumpuh, "pelayan, kalian sekap kedua wanita itu. Prajurit, ikat pria itu dan bawa menuju ruang rahasia, biarkan Tetua yang mengurusnya." lanjutnya dengan memerintah bawahannya dan pelayan.
Segera para prajurit itu melakukan sesuai perintah. Tidak butuh waktu lama para pelayan membawa Loi Annchi dan Bao Xue, sedangkan Excel Shimo di ikat dan dibopong empat prajurit.
Bao Xue dan Loi Annchi dibawa menuju suatu tempat rahasia, demikian juga dengan Excel Shimo yang dibawa terpisah oleh para prajurit.
Sesampainya di ruang rahasia, Excel Shimo dilempar layaknya sampah oleh ke-empat prajurit itu. Tetapi, sebelum tubuh Excel Shimo membentur ubin, dengan sigap membalikan tubuhnya. Dengan kaki menahan tubuhnya, ia menghentak-kan kaki kanan, dan melesat ke arah prajurit itu.
Bang... Bang... Bang
"Ahhh... Akhhh... "
Teriak ke-empat prajurit itu yang tidak siap akan serangan tiba-tiba, Excel Shimo menendang mereka, dengan tendangan memutar. Tidak memberikan kesempatan mereka untuk bangkit, Excel--langsung memenggal kepala ke-empat prajurit itu dengan dua jarinya.
Bukk... Bukk...
Empat kepala menggelinding, seketika mereka meregangkan nyawa. Excel--tersenyum dan menendang kepala mereka seperti bola saja.
"Huff, sampah..." dengus Excel Shimo dan membakar ke-empat mayat itu dengan Api Surgawi. Aroma daging terbakar segera tercium, tapi dengan lambaian tangan, aroma itu segera menghilang.
"Aku jadi penasaran, siapa yang ingin memperalat ku ... " gumam Excel Shimo dan menghilang.
Excel Shimo tidak pergi keluar, tapi bersembunyi di balik bayang-bayang. Di kamar rahasia, hanya ada obor sebagai pencahayaan-nya, sehingga mempermudah Excel Shimo untuk bersembunyi.
Setelah menunggu sedikit lebih lama, orang yang ditunggu oleh Excel Shimo akhirnya tiba dengan pria yang meracuni itu. "Sudah aku duga dia orangnya!" batin Excel Shimo.
Ternyata, orang yang memperalat Excel Shimo tidak hanya satu Tetua, melainkan ada Lei Jieru, Tetua pertama dan Lei Min. Ke-empat orang itu masuk kedalam kamar rahasia, dan segera menutup pintunya. Namun, mereka terkejut karena kamar tidak ada siapapun.
"Kemana para prajurit dan bocah itu?" tanya Lei Jieru pada bawahannya.
"Tadi bawahan ku sudah membawanya kesini, tapi ... " pria yang meracuni itu kebingungan saat ditanya, matanya juga melihat sekeliling kamar.
"Bodoh, cari dia. Jika dia sampai lolos, maka Ras Thunderbird akan musnah, cepat..." bentak Lei Jieru yang panik dan sangat ketakutan.
"Tidak perlu mencariku kemana-mana..." ujar Excel Shimo sebelum pria yang meracuninya keluar.
Sontak ke-empat orang itu kaget saat mendengar suara yang familiar. Mereka segera waspada, dan mencari ke arah sumber suara.
__ADS_1
Bukk... Bukk... Bukk
Ke-empat orang itu segera berlutut ketika Excel Shimo mengeluarkan aura kekuatannya. Sambil keluar dari bayang-bayang, Excel Shimo menyeringai dan mendekati mereka.
"Tu-tuan Mu-muda ... am-ampuni ka-kami... " kata Lei Jieru dengan tergagap, ia kali ini benar-benar ketakutan. Tubuhnya gemetaran. Keringat bercucuran.
"Bodoh, bodoh ... Lei Jieru kamu bodoh." batin Lei Jieru yang mengumpat pada diri sendiri, karena terlalu berambisi ingin menguasai Ras Thunderbird.
"Mengampuni? Kamu kira aku bodoh mengampunimu lagi, yang akhirnya kalian juga akan menikam dari belakang lagi... Hah?!" bentak Excel Shimo dengan mendekati Lei Min putra dari Lei Jieru.
Crazhhh...
"Ahhhhh... Sakittt... " teriak Lei Min saat lengan kiri dipotong oleh Excel Shimo.
"Tu-tuan... tolong ampuni kami, lepaskan putraku, dan bunuh saja aku, Tuan" pinta Lei Jieru dengan memohon, ia berusaha menggerakkan tubuhnya untuk melawan Excel Shimo meski dirinya pasti kalah.
Lei Jieru berharap penerusnya bisa meloloskan diri dari kematian. Namun, Excel Shimo tidak perduli, dan akan memotong lengan kanan Lei Jieru.
"Tenang, giliranmu akan tiba..." jawab Excel Shimo.
Crazhhhh...
"Aaahhhhh.... mati kamu... mati kamu bajingannn..." Lei Jieru sangat marah dan berusaha sekuat tenaga untuk bergerak, "jika kamu lukai anakku lagi, maka kedua kekasihmu akan mati..." lanjut Lei Jieru yang mengancam Excel Shimo.
"Bodoh, kamu kira kami tidak tahu dengan racun pelumpuh tulang, hah. Kedua kekasihku mungkin sudah banyak membunuh anggotamu... Bodoh." jawab Excel Shimo yang makin geram.
Excel Shimo semakin mengeluarkan aura kekuatannya, sehingga ketiga orang itu tidak mampu bergerak dan telungkup di ubun kamar rahasia.
Sontak ketiga orang itu kaget dan tidak mampu berkata-kata lagi. Sedangkan Lei Min sudah pingsan, karena tidak sanggup menahan rasa sakit.
"Ada sebab pasti ada akibat! Katakan, apa tujuanmu yang sebenarnya, dengan menyandera kedua kekasihku?" tanya Excel Shimo dengan mengarahkan pedang energi di kepala Lei Min.
Lei Jieru meneteskan air mata, dan menatap wajah orang yang dia benci. Dengan menghela nafas, dia bercerita.
"Sebenarnya, aku berniat meminjam tanganmu untuk membunuh Dewan Agung Ras Thunderbird. Tanpa kehadiran Dewan Agung, maka aku mutlak menguasai Ras Thunderbird..."
Lei Jieru banyak bercerita perihal rencananya untuk menguasai Ras Thunderbird. Dia tidak lagi menyembunyikan apapun dari Excel Shimo. Baginya nyawa Lei Jieru lebih berharga dari apapun.
Sedangkan Bao Xue banyak membunuh anggota Ras Thunderbird. Berbeda dengan Loi Annchi, ia hanya melumpuhkan para prajurit.
Boommm...
__ADS_1
Akhhhh...
"Hei, hentikan, jangan bunuh mereka lagi. Mereka tidak tahu apa-apa..." pinta Loi Annchi pada Bao Xue.
Bao Xue tidak memperdulikan ucapan Loi Annchi, dan tetap terus membantai banyak Ras Thunderbird. Melihat itu, Loi Annchi mulai geram.
Boommm....
"Ada sebab, ada akibat... matiii..." pekik Bao Xue yang marah, karena belum melihat suaminya.
"Tangkap mereka, jika melawan lumpuhkan...!" perintah Tetua kedua kepada bawahannya, ia masih takut dengan kekuatan Excel Shimo.
"Mati kamu pelancurrr...." umpat Tetua ketiga saat menyerang Bao Xue. Tetua ketiga geram melihat banyak prajurit meregang nyawa.
Wushhhh...
"Huff... Bodoh... " dengus Bao Xue yang mengejek Tetua itu. Dengan pedang panjang pemberian kekasihnya, Bao Xue menebas Tetua itu sebelum mendekat.
Boommm....
Wushhhh...
"Hampir saja..." gumam Tetua ketiga yang hampir terkena tebasan pedang Bao Xue, jika ia tidak segera menghindar.
Walaupun kekuatan Tetua ketiga berada pada tingkat Saint level 4, ia mampu bergerak cepat karena elemen petir. Tebasan Bao Xue menghancurkan banyak rumah penduduk.
Melihat dirinya dan Bao Xue terkepung, mau tidak mau Loi Annchi akhirnya segera bertindak.
"Karena niat buruk kalian meracuni kami, maka aku juga tidak tinggal diam...!" ujar Loi Annchi yang langsung menyerang Tetua kedua.
Tetua kedua juga memiliki kekuatan Saint level 5. Mendengar ucapan Loi Annchi, Tetua kedua mengerutkan keningnya. Dia merasa ada sesuatu yang membuat kedua wanita itu menjadi marah.
"Semuanya berhenti..." perintah Tetua kedua pada anggotanya, "kalian juga jangan bergerak, dan jelaskan apa maksud ucapanmu tadi?" lanjut Tetua kedua yang bertanya pada Loi Annchi.
Loi Annchi segera berhenti, karena dia sebenarnya tidak ingin membunuh sesama Ras. Sedangkan Bao Xue, tidak memperdulikan ucapan Tetua kedua.
"Dimana suamiku..." teriak Bao Xue dengan menyerang Tetua ketiga.
Wushhhh...
"Sabar, tunggu dulu!" hadang Loi Annchi saat Bao Xue akan dekat dengan Tetua ketiga.
__ADS_1