
Chapter 319. Berburu Jenderal Surgawi.
Setelah mengusir keempat wanita itu, Excel Shimo segera melanjutkan rencananya, yaitu berburu keenam Jenderal Surgawi. Lalu, Excel Shimo mengendalikan cincin dimensi untuk menyusul mangsanya yang terdekat, mereka adalah He Xingguang Zhao berpasangan dengan Bian Taoran.
Ketika melihat kedua musuhnya, Excel Shimo sengaja tidak segera bertindak, cincin dimensi diarahkan tempat di bawah mereka yang sedang melayang sambil mencari keberadaan Dewa Binatang, cincin dimensi menempel pada dedaunan, dan Excel Shimo menguping apa yang mereka bicarakan.
"Dimana dia? sudah empat dupa waktu kita mencari belum juga ketemu!" gumam He Xingguang Zhao sambil terus membuka Mata Dewa.
"Entahlah! lebih baik kita istirahat dulu!" jawab Bian Taoran sambil turun dan duduk di batang pohon, sangat dekat dengan Excel Shimo yang sedang menguping.
"Bocah itu membawa cincin dimensi kita! Sangat memalukan kita dipermainkan!" geram He Xingguang Zhao sambil bersandar di pohon yang bersebelahan dengan rivalnya.
"Itu salah kita kenapa kita yang terlalu serakah! Seandainya kita tidak menginginkan hartanya, dia mungkin sudah bergabung salah satu dari kita, dan kita yang tidak dipilihnya bisa tetap terus berhubungan. Humph!" keluh Bian Taoran dan menghela nafas berat karena menyesali akan keserakahan-nya, "dalam jutaan tahun, tidak akan muncul jenius seperti dia, 32 tahun setingkat Jenderal Surgawi ...."
Bian Taoran terdiam sambil mencari keberadaan Excel Shimo, dia merasakan keanehan tidak mendengar suara rivalnya, dan menoleh ke kiri tempat He Xingguang Zhao bersandar, tapi sudah tidak ada.
"Kemana dia? Kenapa dia pergi aku tidak tahu?" Bian Taoran segera mencari keberadaan rivalnya dengan melayang.
Namun, dia tidak menemukan keberadaan He Xingguang Zhao, seperti hilang tertelan kehampaan. Bian Taoran berteriak memanggil rivalnya, tapi tidak ada balasan.
Crack...
Tiba-tiba dengar suara ranting pohon terinjak, dan terdengar oleh Bian Taoran. Segera ia menuju sumber suara dan tetap tidak menemukan rivalnya.
"TIME STOP!"
"Sialan!?"
Bian Taoran syok saat melihat Dewa Binatang muncul disampingnya, dan mendengar buruannya seperti mengucapkan sesuatu, tubuhnya tiba-tiba tidak bisa digerakkan, setelah Excel Shimo mengeluarkan skillnya.
"Mencari masalah denganku! Mencari kematian!" Excel Shimo berang dengan keserakahan mereka, dia langsung menyegel kekuatan Bian Taoran dan juga menotok jaringan syaraf agar tidak bisa bergerak.
Kemudian, Excel Shimo memasukkan kedalam Pagoda Penjara, apa yang dia lakukan sama seperti He Xingguang Zhao, dengan menggunakan skill Penghenti Waktu.
Sebab itu, Bian Taoran tidak mengetahui jika rivalnya telah dilumpuhkan dan dimasukkan kedalam Pagoda Penjara.
Excel Shimo terkekeh telah membereskan dua utusan lagi, dan semua istrinya menyiksa keempat utusan dan satu orang pria yang memiliki tubuh bawaan racun, yang tidak lain adalah pemimpin Sekte Racun Darah.
Dengan Pagoda Penjara yang merantai, kelima orang itu hanya bisa berteriak-teriak kesakitan, saat semua wanita menyiksa mereka tanpa berniat membunuh.
Kemudian, Excel Shimo kembali memburu keempat utusan yang tersisa, yang paling dekat adalah kelompok Shang Wei dan Leng Wang Zeming. Excel Shimo melihat musuhnya yang diselamatkan rivalnya sebelum dia menebas dengan Niat Pedang.
Tapi, Leng Wang Zeming tampak pucat wajahnya, karena terluka parah akibat Niat Pedang yang masih menyiksa tubuhnya. Niat Pedang hanya akan hilang jika Excel Shimo yang menyembuhkan, atau bertemu dengan praktisi yang juga memiliki Niat Pedang.
Niat Pedang didapatkan bukan melalui berlatih dari sebuah kitab, tapi didapatkan melalui pencerahan akan pengalaman hidup dan mati saat bertarung. Excel Shimo mampu menggunakan Niat Pedang Berkat Kitab Hitam - Teknik Pedang Pencipta, dan dia juga mendapatkan pencerahan tentang Ranah Jantung - Hati Sejernih Air.
"Kali ini kamu tidak akan lolos!" gumam Excel Shimo saat bersembunyi di cincin dimensi, sambil terus mendekati mereka.
"Uhuk ... Uhuk ...! Sialan mengerikan dampak dan serangan Niat Pedang!" Leng Wang Zeming terbatuk mengeluarkan seteguk darah kental yang menghitam.
__ADS_1
"Aku beruntung bisa segera menangkisnya dengan mengorbankan senjata andalanku ... !" sahut Shang Wei.
Dia terlihat menyesal juga telah terpengaruh keserakahan. Saat itu jika dia serta ketiga rekannya tidak memblokir dengan senjata dan energi spiritual, dia juga akan merasakan dampak dari Niat Pedang, beruntung serangan Niat Pedang telah dinetralisir dengan energinya sebelum mengenai tubuh.
"Iya kesalahanku yang meremehkan dia!" Leng Wang Zeming mengakui dan ikut menyesali perbuatannya, "lebih baik kita kembali saja, tidak mungkin kita menemukan bocah itu. Setelah kembali, aku akan laporkan jika Dewa Binatang adalah anggota Ordo Kegelapan ... !" lanjutnya sambil meringis kesakitan, namun dia tetap memaksakan tersenyum, dia ingin memfitnah Dewa Binatang.
"Rencananya yang bagus! Ayo kita kembali saja!" dukung Shang Wei dan akan segera terbang menuju pintu jalur dimensi.
Hong...
Namun, tiba-tiba tubuh mereka berhenti seperti ditahan oleh energi yang aneh. Ya, itu perbuatan Excel Shimo yang menggunakan Time Stop, agar mereka tidak kabur dan menambah masalah yang tidak perlu.
"Aku sudah katakan ... Aku akan membunuhmu! Tapi secara bertahap dengan menyerap darah kalian untuk meningkatkan kekuatan semua istriku dan pasukan binatang!" ujar Excel Shimo yang sudah merencanakan akan mengekstrak semua utusan, dia tertawa terbahak-bahak sambil menotok dan menyegel mereka.
Seperti sebelumnya, semua wanita kembali menyiksa dan kali ini Leng Wang Zeming lebih parah mengalami penyiksaan daripada yang lainnya, semua wanita sangat marah dan tanpa ampun menyayat kulit Leng Wang Zeming hingga membuatnya pingsan.
Excel Shimo geleng-geleng, melihat begitu sadisnya semua istrinya terutama dari Ras Ular, setiap darah yang mengalir selalu menjadi minuman nikmat bagi mereka.
"Tinggal dua yang tersisa!" ujar Excel Shimo sambil mencari keberadaan Gongsun Quentin dan Xuan Zihan.
"Sialan, mereka mau keluar dari dunia ini!!" umpat Excel Shimo dan buru-buru keluar dari cincin dimensi saat melihat Gongsun Quentin dan Xuan Zihan dekat dengan pintu jalur dimensi.
Swosh...
Excel Shimo melesat dengan sangat cepat, dia tidak ingin mereka kembali dan melaporkan dirinya sebagai anggota Ordo Kegelapan, jika sampai itu terjadi, dia akan menjadi buruan Dewan Keamanan, dan bisa jadi seluruh Alam Semesta Kelahiran.
Mendengar suara Dewa Binatang, Gongsun Quentin dan Xuan Zihan merespon dengan mengeluarkan senjatanya dan membalikkan badan, mereka melihat Dewa Binatang. Kedua mata mereka berbinar-binar seakan-akan mendapatkan hadiah.
"Kita serang bersama! Lebih cepat lebih baik, lalu hartanya kita bagi berdua saja!" ujar Gongsun Quentin kepada Xuan Zihan.
"Dengan senang hati! Hahaha!"
Mereka berdua langsung terbang kearah Dewa Binatang yang menuju kearahnya, dan langsung mengeluarkan serangan jarak jauh. Excel Shimo pun menyeringai dan tidak tinggal diam, dia mengeluarkan tombaknya.
Boom💥... Boom💥...
Ledakan hebat ketika tiga serangan energi saling berbenturan. Excel Shimo menggunakan skil teleportasi dan muncul dibelakang kedua musuhnya sambil mengayunkan Tombak Semesta.
"Huff! Teknik yang sama tidak akan berlaku lagi bagiku!" teriak Gongsun Quentin sambil menghentakkan kaki kiri di udara untuk menghindari serangan kesamping kiri dan Xuan Zihan ke kanan.
Sengaja mereka berdua menjaga jarak dengan rivalnya, agar lebih mudah menyerang dari dua sisi, itu juga akan membingungkan Dewa Binatang, yang mana dia tidak mungkin menyerang dua orang sekaligus jika terpisah.
Klang... Klang
Suara senjata saling berbenturan, Gongsun Quentin menggunakan tombaknya dan Xuan Zihan mengguna senjata pedang. Excel Shimo yang dikeroyok dua orang terlihat kewalahan, jelas kewalahan karena kedua musuhnya memiliki banyak pengalaman.
Boom💥...
Setiap gerakan senjata yang mengandung energi, selalu menghancurkan apapun, hutan dibawah mereka menjadi sasaran kebrutalan tiga orang saling menyerang dan menangkis. Walaupun di awal Excel Shimo kewalahan, sedikit demi sedikit dia mulai mengimbangi serangan dari dua orang yang berbeda sisi.
__ADS_1
Yang Xiaoping, Mu Yu Huang, Ratu Barat dan Fairy Shu melihat pertarungan mereka, yang paling kuatir jelas Yang Xiaoping, tapi disaat dia ingin bergerak, Mu Yu Huang mencegahnya.
"Jangan dulu membantunya, ini pertarungan harga diri pria. Nanti disaat dia kelelahan, baru kita berempat ikut campur!" ujar Mu Yu Huang yang sudah memiliki rencananya.
Sayangnya, rencana Mu Yu Huang juga sudah dipikirkan oleh ketiga wanita, mereka akan menolong Excel Shimo disaat terjepit.
Klang... Klang
"Sialan! Kita dijadikan bahan latihan dia!?" geram Gongsun Quentin, sambil terus menyerang Excel Shimo.
Gongsun Quentin akhirnya menyadari, jika Dewa Binatang menjadikan dia dan Xuan Zihan sparing, itu terlihat dari gerakan Dewa Binatang yang semakin lincah dan mulai terbiasa, padahal diawal kewalahan.
"Setan benar bocah ini!" geram Xuan Zihan yang baru sadar, "gunakan kekuatan penuh jangan tahan lagi!" lanjutnya yang ingin mengalahkan Dewa Binatang dengan segera.
Zlapp...
Excel Shimo langsung menjauh saat tahu mereka akan menggunakan kekuatan penuhnya. "Ayo kita beradu Teknik Kitab Hitam!" tantang Excel Shimo setelah mundur sejauh 40 meter dari musuhnya, tombaknya dia letakan di bahu kanan.
Gongsun Quentin tertawa terbahak-bahak mendengar tantangan Dewa Binatang, dia mengira jika Dewa Binatang hanya menggertak saja, sebab Kitab Hitam hanya dimiliki oleh 9 Klan Kuno. Dewan Keamanan juga memiliki tapi hanya tahap menengah, sedangkan Klan Kuno memiliki tahap Atas.
"Bocah, kuakui kamu jenius, tapi jika kami dari Klan Kuno mengeluarkan Teknik Kitab Hitam, kamu sudah sedari tadi mati! Lagian tidak mungkin kamu dari Alam Bawah memiliki Kitab Hitam!"
Kembali Gongsun Quentin tertawa setelah menghina Alam Bawah yang dia tahu tidak pernah ada Kitab Hitam. Excel Shimo tersenyum sinis, lalu dia mengeluarkan Teknik Kitab Hitam. Seluruh tubuhnya keluar aura warna hitam, yang tandanya sedang mengumpulkan kekuatan dari Kitab Hitam yang dia telah pelajari.
"Astaga! Dia benar-benar memiliki Kitab Hitam!" Xuan Zihan tercengang merasakan kekuatan Kitab Hitam dengan melihat aura warna hitam membentuk lingkaran dibawah kaki.
"I--ini ... Mu--mustahil dia memiliki Kitab Hitam tahap puncak!" Gongsun Quentin tergagap, dia seakan-akan tidak percaya apa yang dia lihat.
(Gemuruh)
Suara gemuruh angin dan awan hitam mulai berdatangan seiring Excel Shimo mengalir energi kekuatan dari Kitab Hitam di tombaknya. Lalu, dia memutar tombaknya kanan dan kiri sebagai persiapan serangan fatal dan mematikan. Setiap putaran tombak menghancurkan disekelilingnya dan badai pusaran angin semakin besar dan membesar.
Karena kekuatan Teknik Kitab Hitam, membuat Gongsun Quentin dan Xuan Zihan mundur. Buru-buru Gongsun Quentin dan Xuan Zihan menggunakan Teknik Kitab Hitam andalan mereka, tapi hanya tahap rendah.
Setelah Excel Shimo selesai memutar tombaknya untuk melakukan persiapan serangan, dia menghempaskan tombaknya hingga menciptakan badai angin yang menerjang kedua musuh dan menghancurkan hutan yang berada dibawahnya, padahal itu hanya hempasan angin ketika dia tidak lagi memutar tombaknya.
Boom💥... Boom💥...
Rentetan ledakan ketika Excel Shimo siap melakukan serangan, dan mata tombaknya yang mengarah dibawah membuat lubang besar. Melihat jika musuhnya telah siap...
"TOMBAK PENGHANCUR, DEWA PERUSAK!!"
Teriakan Excel Shimo sambil memutar tombaknya diatas kepala dan menghempaskan tombaknya kedepannya.
Gongsun Quentin dan Xuan Zihan sangat ketakutan dan buru-buru melancarkan serangan mereka secara bersamaan. Serangan Excel Shimo lebih cepat dan daya penghancurnya lebih mengerikan.
Boom💥... Boom💥...
Ledakan memekakkan telinga saat tiga serangan saling berbenturan. Dunia tak bertuan bergejolak hebat dan membuat gempa dimana-mana. Bahkan keempat wanita terhempas akibat gelombang kejutannya, padahal mereka sudah berusaha kabur.
__ADS_1