God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 145. Menuju Kerajaan Long.


__ADS_3

Chapter 145. Menuju Kerajaan Long.


Excel Shimo segera membuka Mata Langit nya, dan mencari si pelaku pembunuh Bing Bing. Tiba-tiba Excel Shimo berbenturan dengan energi si pelaku, hingga membuat kepalanya pusing, dan terhuyung-huyung.


"Suami...," Loi Annchi dan Bao Xue segera menahan punggung suaminya.


"Kenapa suami?"


Semua wanitanya panik, saat melihat mata ketiganya mengeluarkan darah. Bing Bing yang terlepas dari cengkraman Excel Shimo segera di tangkap oleh Raja Fung dengan cakarnya.


"Jangan kuatir, aku tidak apa-apa, hanya benturan energi dengan si pelaku," jawab Excel Shimo yang tidak berani lagi menyelidiki si pelaku yang jaraknya jutaan kilometer.


"Siapa dia? Apa dari Istana Iblis Timur?" tanya Da Xia yang sangat marah melihat suaminya mengalami sedikit cedera.


"Aku tidak tahu, saat ingin menyelidiki pikirannya, ia mengetahui. Tapi jangan kuatir, dia tidak akan berani lagi mengusik Benua Jiang Shan," jawab Excel Shimo dengan jujur, sambil Shu Peijing mengusap darah di dahinya.


"Raja Fung, ayo kita segera kembali," pinta Long Wenhua.


Segera Raja Fung melesat kebawah menuju Istana Balai Kota Perdamaian yang sudah porak-poranda. Saat melihat Raja Fung, Wali Benua dan para pemimpin, semua penduduk Kota Perdamaian bersorak-sorai.


Separuh Kota Perdamaian sudah hancur, beruntung tidak ada korban jiwa saat pertarungan Raja Fung dengan Bing Bing. Setelah sampai di sana, Raja Long dan Ratu Han segera memilih pengganti pemimpin kota yang baru.


Cincin dimensi milik Bing Bing yang berisi hartanya digeledah oleh Excel Shimo, tapi tidak menemukan petunjuk maupun harta berharga. Excel Shimo memberikan kepada Ratu Han untuk mengganti kerusakan rumah penduduk dan membangun lagi Kota Perdamaian.


Setelah menyelidiki si penghianat dan tidak mendapatkan petunjuk apapun dari mereka, Excel Shimo menyimpan Pagoda Penjara tanpa membunuh mereka.


"Wali, semua sudah beres," lapor Raja Long yang telah menyelesaikan segala sesuatu di Kota Perdamaian.


"Bagus, kita lanjut menuju Kerajaan Yang Mulia," jawab Excel Shimo sembari berdiri dengan diikuti semua isterinya.


Raja Long sangat senang, dan segera Raja Fung merubah wujudnya. Kepergian Wali Benua diiringi oleh penduduk dan pemimpin kota yang baru.


"Apa tidak ada petunjuk yang penting dari hasil penyelidikan-mu, Suami?" tanya Ratu Jing Jiao disaat berada dipunggung Raja Fung.


"Tidak ada, tujuan mereka menggunakan darah kehidupan juga tidak diketahui, dan aku juga tidak sempat membaca keseluruhan ingatan Bing Bing, sayang sekali Bing Bing telah mati!, jawab Excel Shimo dengan jujur dan menghela nafas saat mengingat si pembunuh, " tapi untuk saat ini Benua Jiang Shan akan aman dari Istana Iblis Timur, tapi ...," lanjutnya dan berhenti bicara dengan menatap langit.


"Tapi apa...?"


Serempak semua orang menjadi kuatir dengan ucapan Excel Shimo yang terlihat enggan berbicara.


"Tidak dengan benua yang lain, semoga mereka baik-baik saja," jawab Excel Shimo dengan menghela nafas berat.


Semua orang ikut terdiam dengan banyak pemikiran. Sedangkan Raja Fung melambat saat dia juga sedang memikirkan apa tujuan Istana Iblis Timur.


"Jangan kuatir, setiap benua memiliki Wali-nya masing-masing," kata Fang Yin untuk memecahkan keheningan ini.


"Benar. Tapi apa kalian tidak melaporkan hal ini kepada Dewan Keamanan?" tanya Excel Shimo kepada ke-empat isterinya yang berstatus Wali Benua yang sebenarnya.


"Setingkat Bing Bing tidak akan direspon oleh Dewan Keamanan, sebab ada kita. Jikalau pun kita melapor, harus ada buktinya," jawaban Da Xia dengan mudah dimengerti oleh semua orang.


"Apa harus menunggu korban baru ada tindakan!," gumam Excel Shimo dengan geleng-geleng, dia tidak mengerti dengan cara berpikir para pemimpin dunia.

__ADS_1


"Raja Fung, berhenti ditempat bendera merah itu," pinta Raja Long dengan menunjuk, tempat itu khusus untuk armada kapal angkasa.


Melihat Burung Gajah yang besar mendekati Kerajaan Long, membuat perhatian semua orang di ibukota. Ternyata banyak penduduk yang sudah menantikan kedatangan Wali Benua.


Tubuh Raja Fung menutupi langit sehingga membuat daratan menjadi gelap. Raja Fung sengaja terbang lambat, agar hembusan angin dari kepakan sayapnya tidak merusak properti Kerajaan Long.


Di tempat pendaratan kapal angkasa semua isteri, putra dan putri Raja Long telah menyambut kedatangan Wali Benua. Excel Shimo yang melihat mereka, dan segera melihat wajah Raja Long.


"Yang Mulia juga memiliki banyak isteri dan keturunan," ujar Excel Shimo dan tersenyum dengan mengacungkan jempol kepada Raja Long.


"Hahaha, Wali Benua itu sudah biasa bagi seorang pemimpin," jawab Raja Long yang bangga dipuji oleh Wali Benua, sambil melirik kakaknya Long Wenhua.


Long Wenhua sendiri hanya memiliki dua isteri dan dua putra dan putri. Merasakan lirikan adiknya, Long Wenhua hanya mendengus kesal, sebab ia sedang diejek Raja Long.


'Idiot, hati-hati dengan istrimu,' batin Ratu Han melihat Raja Long yang tidak memahami implikasi ucapan menantunya, sebab ia sendiri tidak mampu menolak pesona menantunya.


Semua isteri Excel Shimo melirik wajah suaminya yang tersenyum, dan mereka merasakan perasaan yang tidak menyenangkan dari ucapannya itu.


Setiap lintasan Raja Fung selalu terdengar sorakan penduduk, bahkan terlihat beberapa bangsawan dan prajurit juga ikut bersorak-sorai.


Segera Raja Fung mendarat secara berlahan di platform yang telah disediakan, dan berubah wujud saat semua orang telah turun.


"Selamat datang Wali Benua...,"


"Salam, terima kasih atas sambutannya," balas Excel Shimo sambil menangkupkan kedua tangannya. Saat menyapa mereka, Excel Shimo juga mengeluarkan aroma feromon, sama saat pertama kali bertemu dengan Ratu Han waktu itu.


Dua Ratu Kerajaan juga menyapa semua orang yang mendampingi Excel Shimo. Setelah kedua Ratu Kerajaan Long menyapa, giliran Putra Mahkota menyapa. Disusul Putri-putri Kerajaan Long yang berpenampilan menarik perhatian Excel Shimo.


Gerak gerik Excel Shimo yang sopan santun tidak mengundang kecurigaan banyak orang. Excel Shimo selalu membaca pikiran setiap orang yang baru dia temui walau tidak seluruhnya diselidiki. Diantara banyak wanita, hanya satu wanita yang tampak biasa menarik perhatian serius Excel Shimo.


"Tuan, Putri itu memiliki tubuh bawaan yang sangat langka," kata Lotus Bao kepada Excel Shimo.


"Iya, aku juga tahu, kelihatanya dia sedang menderita, tapi selama ini dia menahannya. Dari ingatannya yang kubaca, Putri itu juga tidak tahu apa yang dia alami, demikian juga dengan keluarganya," jawab Excel Shimo dengan telepatinya.


Excel Shimo mendekati Putri tersebut, dengan diiringi tatapan aneh para Putri, Permaisuri dan kedua Ratu Kerajaan Long. Mereka heran kenapa Wali Benua malah menatap Putri Raja Long yang selalu menyendiri dan berpenampilan biasa-biasa saja.


Gadis itu terlihat gugup saat tahu Wali Benua mendekatinya, wajahnya gelisah dan selalu menunduk. Kedua tangannya memegang ujung pakaian dengan erat.


"Siapa namamu?" tanya Excel Shimo sambil mencondongkan badan ke depan gadis tersebut sambil tersenyum.


Gadis itu dari binatang air Ras Ikan Duyung, terlihat dibelakang telinganya yang berbeda, dan sisik ikan di lengan. Tinggi badan 170 cm, rambut hitam, pipinya terdapat sisik ikan, tubuhnya kurus, jika diperkirakan berat badan hanya 45 kg. Dadanya sedikit besar kira-kira berukuran 34C. Wajahnya berbentuk hati, dahi dan tulang pipi yang lebar, serta rahang dan dagu yang sempit. Kulitnya putih pucat, mata sedikit menyempit.


Tingkat Kultivasi ;


Fana:



Pemula.


Disciple/ Murid.

__ADS_1


Master.


Grand Master.


Raja.


Kaisar.


Saint.



Setengah Dewa:



Peri Benua.


Peri Alam.


Peri Langit.



Dewa Sejati, setengah abadi:



Dewa Bumi.


Dewa Alam.


Dewa Langit.


Dewa Emas.


Dewa Roh.


Dewa Leluhur.



Abadi:



Prajurit Surgawi


....,


__ADS_1


(Author : Bab bonus hari ini buat sobat setia saya. Jangan lupa like, vote dan komentar. Sehat selalu dan bahagia. Salam. Siap-siap untuk bab berikutnya 😂, ember anti pecah)


__ADS_2