
Chapter 203. Teknik Pencipta Pedang.
Segera kedua murid itu pergi bersama para penduduk, sambil terus melawan serangan mayat hidup yang terus berdatangan. Sedangkan Juan Rong melawan mayat hidup yang datang dari pintu gerbang depan.
"10 Pedang Surga!!" teriak Juan Rong yang mengeluarkan tekniknya.
Boom...
Suara ledakan saat sepuluh pedang menghujani mayat hidup yang terus menyerang Juan Rong, seketika sepuluh tubuh mayat hidup itu meledak.
Disaat Juan Rong menyerang sambil mundur menuju pintu keluar, muncul pria muda diatas atap salah satu gedung di kota, sambil duduk ditepi gedung dan menggoyangkan kedua kakinya.
"Kakak, apa kamu tahu tempat yang namanya 'Keras membawa nikmat dan membuat lembab'?" tanya pria muda itu yang tampak polos dan tak berdosa. Jelas pria muda itu adalah Excel Shimo.
Juan Rong yang mendengar suara itu, hampir terpeleset saat menyerang mayat hidup di depannya. "Kamprett, mana ada nama tempat seperti itu!!" bentak Juan Rong yang kesal dan melirik tempat Excel Shimo yang sedang duduk di atap gedung dengan santainya.
"Awas belakangmu!!" peringatan Excel Shimo saat mayat hidup menyerang Juan Rong.
Grrr... Crazh...
Juan Rong langsung terbang dan memutar tubuhnya dan menebas kepala mayat hidup. Mayat hidup itu jenis Mao Zong, rambut panjang tumbuh di tubuh, terkenal dengan kulit sekuat tembaga dan tulang besi, semakin tinggi basis kultivasi semakin kuat tubuhnya. Gerakannya cepat, melompati rumah dan pohon, melompat seperti terbang, tidak takut api, bahkan sinar matahari.
Sebab itu, mayat hidup ini keluar di siang hari dan memburu semua kehidupan yang mereka temui, Excel Shimo mengetahui informasi dari Lotus Bao saat melihat Ras Mayat Hidup.
"Hei, cepat kamu mengungsi ke Kota Xi'an dan jangan berada disini!" teriak Juan Rong kepada Excel Shimo, sambil terus menebas kepala mayat hidup.
Mayat hidup jenis Mao Zong rata-rata memiliki kekuatan di atas Tingkat Grand Master dan fisik tingkat baja tahap rendah, tapi melawan setingkat Saint Mao Zong tetap saja mudah dikalahkan.
"Untuk apa aku mengungsi? Aku sedang mencari tempat itu! Apa kamu tahu tempatnya?" jawab Excel Shimo yang tidak tahu maksudnya dan bertanya.
Juan Rong makin kesal dengan pertanyaan yang aneh dan konyol. Tapi demi misinya menyelamatkan kehidupan sebanyak mungkin, ia tetap menjawab.
"Tidak pernah dengar nama itu seumur hidupku. Jika kamu ingin hidup, lekas mengungsi bersama dengan yang lain!"
Crush... Boom...
Juan Rong terus menyerang dengan pedangnya yang penuh energi, dan tampak ia mulai kelelahan dengan keringat yang terus keluar.
Melihat wanita itu yang kewalahan, Excel Shimo mengeluarkan pedang ganda dan berkarat. Pedang itu yang ia dapatkan dari goa Ordo Kegelapan.
__ADS_1
Wushhh... Boom...
Seketika Excel Shimo menyerang mayat hidup yang terus berdatangan, gerakannya cepat dan santai.
Ledakan energi spiritual membuat Juan Rong kaget, ia tidak menyangka jika pria yang tampak lemah mampu berkultivasi.
"Tarian Pedang!!" suara lirih Excel Shimo, saat mengeluarkan teknik Pencipta Pedang yang tidak pernah dia gunakan.
Boom💥... Boom💥...
Excel Shimo seperti menari dengan pedang ganda melepaskan serangan energi, ledakan hebat menggetarkan seluruh kota dan membantai banyak mayat hidup dengan mudah.
"Hebat!!" seru Juan Rong yang melihat Excel Shimo seperti menari dengan pedangnya, "jenis teknik apa itu, apa itu kitab Kuning tahap puncak?" lanjutnya dengan bergumam sambil terus mempelajari gerakan Excel Shimo.
Excel Shimo terus-menerus membantai mayat hidup yang seakan-akan tidak pernah ada habisnya. Secara tidak sadar Juan Rong mengikuti gerakan Excel Shimo yang menurutnya cocok untuknya.
Boom💥... Boom💥...
Ledakan demi ledakan terus menggetarkan kota, dan sudah banyak mayat hidup bergelimpangan tanpa kepala. Sedangkan Juan Rong makin penasaran dengan teknik Pencipta Pedang, ia selalu melihat gerakan Excel Shimo berubah-ubah, terkadang menari dengan lembut, terkadang menari dengan kasar sambil kedua pedang menebas dan mengeluarkan energi.
Sejujurnya ini adalah kesempatan Excel Shimo untuk melatih teknik Pencipta Pedang, sebab itu dia dengan senang hati membantai mayat hidup.
Seketika aura kematian keluar dari pedang berkarat sehingga membuat area radius 200 meter merasakan tekanan. Juan Rong sekali terkejut saat melihat skill yang lain, apalagi senjata yang digunakan sangat buruk.
Juan Rong juga ikut merasakan tekanan aura Pedang Kematian dan membuat tubuhnya menggigil, ia merasakan seakan-akan nyawa keluar dari tubuhnya.
Boom💥... Boom💥...
Kali ini ledakan makin keras dan mayat hidup hanya bisa mengerang saat menyerang dan mati seketika. Juan Rong menahan lututnya agar tidak terjatuh saat merasakan tekanan aura Pedang Kematian, ia semakin mengagumi sosok Excel Shimo.
"Siapa dia, kenapa wajahnya tidak pernah aku lihat ... dan basisnya ...!"
Juan Rong heran tidak mengenal sosok pria muda jenius di Benua Jiu Zhou, apalagi ia tidak bisa melihat kekuatannya. 'Tingkat Peri Benua, pasti!' batin Juan Rong yang menebak kekuatan Excel Shimo.
Setelah menganalisa kekuatan pria muda yang menarik perhatian dan hatinya, Juan Rong kembali menyerang sisa-sisa mayat hidup yang lolos dari serangan.
Mendengar suara ledakan energi berkali-kali di pusat kota, Wang Chong dan Hei Shen buru-buru kembali, mereka kuatir jika Juan Rong menemui lawan kuat.
Sesampainya di kota, Wang Chong dan Hei Shen tercengang jika ada pria lebih muda mampu mengatasi mayat hidup dengan mudah, apalagi saat skill kedua dikeluarkan, mereka juga menjadi ketakutan dan tubuhnya merasa lemas.
__ADS_1
"Siapa pria itu, apa kamu mengenalnya?" tanya Hei Shen kepada Wang Chong.
"Tidak. Jika ada seorang jenius muda di benua ini, aku pasti sudah mengenali, apalagi jika dia pengguna senjata pedang, aku pasti akan mengajaknya sparing," jawaban Wang Chong di anggukan oleh Hei Shen.
"Ayo kita tunggu Senior Rong di pintu keluar dan jangan membuatnya marah!" ajak Wang Chong, ia sudah tidak lagi mengkuatirkan seniornya.
Crack... Crack...
Akhirnya pedang ganda milik Excel Shimo menjadi retak, sebab tidak mampu mengimbangi tekniknya dan kekuatan.
Juan Rong melihatnya hanya tersenyum dan mengira jika Excel Shimo tidak memiliki senjata yang bagus.
Sebelum pedang hancur, Excel Shimo sekali lagi mengeluarkan skillnya.
"Pedang Hati!!" gumam Excel Shimo mengeluarkan skill keempat.
Swosh... Swosh...
Grrr... Crash... Crash...
Kedua pedang Excel Shimo segera terbang dan menusuk leher mayat hidup yang masih tersisa, dan Excel Shimo hanya menggerakkan kedua tangan dengan dua jari untuk mengontrolnya.
Sekali lagi Juan Rong tercengang melihat pedang yang tidak layak masih mampu digunakan, apalagi skill keempat ia sangat mengetahui. Bagi Juan Rong, skill keempat sangat sulit didapatkan, hanya seorang ahli sejati yang bisa melakukan.
Pyarr...
Akhirnya pedang ganda hancur berkeping-keping setelah membunuh beberapa mayat hidup. Sudah pasti pedang tua dan berkarat tidak mampu menahan kekuatan teknik Kitab Hitam, sejak awal Excel Shimo selalu mengeluarkan energi untuk mempertahankan pedang, agar bisa bertahan lebih lama.
Luse (hijau] Zong
Mayat hidup jenis Mao Zong.
Fei Zong, mayat terbang.
__ADS_1