God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 332. Bimbingan Pranikah.


__ADS_3

Chapter 332. Bimbingan Pranikah.


Setelah beban pikiran Excel Shimo terjawab semua dan juga banyak permintaan yang dikabulkan, nenek Excel Shimo mengajak cucunya untuk kembali dan menjemput istrinya yang akan mendapatkan bimbingan pranikah. Excel Shimo memeluk keluarganya dengan keengganan untuk berpisah lagi dan mereka akan bertemu lagi entah kapan, mungkin sangat lama sekali.


Biarpun begitu, Excel Shimo telah mengetahui keluarganya adalah sesuatu hal yang sangat berharga dan tidak bisa ditukar dengan apapun. Memiliki keluarga adalah keinginan dirinya dan semua kehidupan.


"Bersabarlah menjalani roda samsara demi kami semua dan seluruh Alam Jagat Raya!" ujar ibu Excel Shimo sambil memeluk putranya lagi, air mata mengalir dari sosok ibu yang tidak bisa menemani tumbuh kembang anaknya.


"Tentu, aku akan melakukan demi kalian dan semua orang yang aku sayangi!" jawab Excel Shimo sambil menahan air matanya.


"Jadilah pria kuat dalam menghadapi situasi apapun! Ingat, semua emosi baik dan buruk muncul karena dua faktor, mata melihat dan telinga mendengar, kunci untuk mengatasi adalah ketenangan ...!" kakek Excel memberikan nasehat untuk cucunya, dan tangan kanannya menepuk bahu Excel Shimo.


"Aku akan mengingat nasehat Kakek!" jawab Excel Shimo dengan memeluk kakek Excel sekali lagi.


"Alam semesta penuh kejutan ... Jangan pernah ada pikiran putus asa sebelum mencoba, jika sudah ada pikiran itu, kamu sudah dinyatakan kalah sebelum berperang!" ayah Excel Shimo juga memberikan nasehat dan di anggukan anaknya sambil memeluknya lagi.


"Jaga menantu kita dengan baik! Kami akan selalu menunggumu di Alam Kudus!" ibu Excel Shimo mengharapkan putranya untuk segera menemuinya, dia menahan air mata agar tidak membuat putranya terbebani.


"Ibu, Ayah, Nenek dan Kakek ...!!"


Excel Shimo langsung bersujud dihadapan keluarganya, dengan membenturkan kepalanya sebanyak tiga kali di lantai, penghormatan tertinggi hanya untuk kedua orang tuanya, kakek dan nenek.


"Bangkit, kami menerima penghormatan mu!" perintah ayah Excel Shimo, setelah melihat putranya tidak segera bangkit.


Dengan terpaksa ibunya mengangkat bahu putranya agar berdiri, dan memeluknya lagi.


"Sudah, sudah! Jadi pria sejati jangan cengeng!" ledek kakek Excel dan tertawa.


"Ayo kita segera jemput istrimu!" ajak nenek Excel Shimo dengan meletakkan tangan kanan di bahu cucunya.


"Jaga kesehatan kalian. Kakek dan ayah, saat kita bertemu lagi ... Ayo kita hitung siapa yang terbanyak memiliki istri! Hahahaha!" goda Excel Shimo kepada mereka, membuat ayah dan kakeknya yang kesal ingin menceburkan keturunannya lagi ke dalam danau.


Bhuzh...


Beruntung Excel Shimo segera menghilang bersama neneknya dari hadapan dua pria purba. Setelah Excel Shimo menghilang, ayah, ibu dan Kakeknya tertawa melihat kejenakaan keturunannya.


Kerinduan mereka telah terobati dan saatnya menunggu hasil ujian yang akan di alami Excel Shimo. Alam semesta yang akan menguji Excel Shimo, bukan keluarganya. Tugas Excel Shimo lebih berat dari keluarganya, dalam pembicaraan itu banyak rahasia besar Jagat Raya yang Excel Shimo ketahui. Tapi, neneknya menyegel pengetahuan itu dan akan terbuka satu per satu setelah dia mengalaminya sendiri.


Banyak misteri besar di alam semesta, siapa yang menciptakannya? Apa terbentuknya secara spontan atau terlahir dengan sendirinya? Dan apa tujuan Excel Shimo harus mengalami berbagai siklus kehidupan? Hanya imajinasi spontan yang bisa mengungkapkan ... !


*****


Excel Shimo dan neneknya telah muncul diatas Istana Dewa Binatang, dan hari ini adalah hari ke-tiga, tepat pada malam seperti sebelumnya, setelah empat cahaya menggemparkan Benua Jiang Shan. Kehadiran nenek Excel Shimo tidak memicu perhatian, sebab hanya tubuh kesadaran, akan tetapi sosok nenek Excel Shimo masih diselimuti kabut yang tidak bisa dilihat.

__ADS_1


Excel Shimo dan neneknya segera muncul di ruang santai di dalam Istana Dewa Binatang, dan mengejutkan semua wanita yang telah bersiap menunggu mereka di jemput.


"Selamat datang, Nenek!" sapa semua wanita sambil membungkuk kepada nenek Excel Shimo, dan sebagai balasan nenek Excel Shimo hanya dengan melambaikan tangan.


Excel Shimo melihat semua wajah istrinya yang telah berdandan, mereka semua cantik daripada biasanya. Melihat tatapan buas suaminya, semua wanita menunduk malu-malu, sambil memainkan jari-jari tangan. Excel Shimo juga menghitung dan terkejut jika banyak wajah-wajah baru yang tidak dia kenali, tampaknya mereka juga akan menjadi istri.


Total semua istrinya yang sudah dia kenal berjumlah 260 wanita, dan wanita baru serta pilihan mencapai 240 wanita, paling muda usia 15 tahun dan tertua usia 50 tahun. Kekuatan calon istri barunya terendah pada tingkat Grand Master dan tertinggi tingkat Saint, dan 240 wanita itu masih gadis.


Nenek Excel Shimo tersenyum melihat menantunya yang cantik dan berbakat, lalu kedua mata nenek Excel Shimo melihat Ratu Han yang menunduk karena menghormati.


"Kamu juga mencintai Cucuku, kenapa kamu mengkhianatinya hatimu sendiri!" ungkap nenek Excel Shimo sambil berjalan mendekati Shu Peijing.


Spontan semua wanita kaget dan melihat wajah Shu Peijing yang syok dengan tubuh gemetaran, malu sudah jelas, takut ketahui telah berselingkuh dengan menantunya ... Tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.


Shu Peijing mengeluarkan air mata dengan tetap menunduk, untung saja nenek Excel Shimo hanya sedikit mengungkapkan hati dan pikiran Shu Peijing, jika mengungkapkan hubungan intim mereka berdua ....


"Cinta memang datang di awal, namun cinta sejati datang di akhir ... !" ucapan nenek Excel Shimo penuh makna tapi masih bisa dimengerti oleh semua wanita.


Ya, pernikahan Shu Peijing dengan Raja Han karena faktor politik bukan karena atas dasar cinta, sebab itu Shu Peijing tidak pernah bahagia menjalani hidup bersama Raja Han, dia hanya berpura-pura bahagia dan melakukan tugasnya sebagai seorang istri.


Shu Peijing tidak bisa berkata-kata, dia hanya bisa menangis dengan tubuh gemetaran. Segera nenek Excel Shimo memeluk Shu Peijing dan menenangkan hatinya.


"Aku bisa membantumu, dengan menghapus ingat semua orang yang mengenalmu, dan kamu tidak akan terbeban lagi ... Asal kamu meminta ijin kepada kedua putrimu, jika putrimu menyetujuinya, aku akan membantumu!" ungkap nenek Excel Shimo yang membuat Shu Peijing menangis, bukan karena sedih tapi bahagia, dia tidak menyangka akan mendapatkan kebahagiaan yang dia impikan.


Nenek Excel Shimo tertawa dan melepaskan pelukannya, dia membalikkan badan untuk melihat dua menantunya yang masih membungkuk. "Bangkit, aku sudah tahu hati kalian semua, tidak ada yang tersembunyi dari mataku!" ungkap nenek Excel Shimo yang mengejutkan semua wanita.


Nenek Excel Shimo yang menciptakan Kitab Putih Teknik Tidak Tersembunyi, dan Excel Shimo juga telah mewarisi teknik tersebut. Hanya saja Excel Shimo tidak ingin menyelidiki satu per satu hati dan jiwa semua wanitanya, agar dirinya tidak terpengaruh.


"Apa hanya ini saja?" tanya nenek Excel Shimo kepada semua wanita.


Lalu, maju Yang Hua mewakili semua wanita untuk berbicara.


"Nenek, tolong bimbingan kami dan untuk sementara ... 500 wanita ini yang akan menjadi pasangan Dao dari Cucu Anda!" jawab Yang Hua dan membungkuk.


"Bagus, kalian akan selalu mendampingi Cucuku dalam perjalanan panjangnya ... !"


"Terima kasih."


Serempak semua wanita mengucapkan terima kasih sambil membungkuk dan hanya dia anggukan oleh nenek Excel Shimo. Kemudian, nenek Excel Shimo menutup mata dan menjentikkan jarinya untuk menghapus ingat seluruh kehidupan di Benua Jiang Shan.


Seketika semua orang yang tidak lagi mengenal Ratu Han adalah istri Raja Han. Bahkan Shu Peijing terlihat linglung, dia bukan lagi istri Raja Han, dia hanya mengingat jika Excel Shimo adalah kekasihnya, dan dua putrinya adalah adiknya dari ibu yang berbeda. Demikian juga dengan Han Xing dan Han Chun, mereka hanya menganggap Shu Peijing adalah kakak mereka berdua.


Dan mulai detik ini, Ratu Han sudah tidak ada, dan sebagai gantinya, Raja Han hanya memiliki banyak Permaisuri yang memang sudah dia miliki. Hanya Excel Shimo yang masih ingat jika Shu Peijing adalah Ratu Han, ibu mertua dari kedua istrinya.

__ADS_1


"Persiapkan dirimu dalam 12 hari ini," kata nenek Excel Shimo kepada cucunya.


"Baik, Nek!"


Kemudian, nenek Excel Shimo melambaikan tangannya dan menghilang beserta 500 menantunya. Excel Shimo menghela nafas, dia sangat mengagumi kekuatan neneknya yang paling kuat diantar ibu, ayah dan kakeknya. Dia ingin segera menyusul kekuatan keluarganya setahap demi setahap.


Excel Shimo membaringkan tubuhnya di sofa panjang dan memejamkan mata untuk memikirkan langkah apa yang harus dia jalankan setelah mengetahui misi dan visinya.


Tanpa sadar Excel Shimo tertidur dengan sangat nyenyak.


Excel Shimo terbangun ketika merasakan beberapa orang mendekati ruang santai, dan membuka mata saat melihat pelayan sedang berlutut. Lalu, Excel Shimo segera duduk dan tersenyum ramah melihat 10 pelayan wanita.


"Bangun, tidak perlu seperti itu jika tidak ada tamu yang berkunjung!" perintah Excel Shimo.


"Terima kasih, Yang Mulia Paduka."


Dengan segera semua pelayan berdiri tanpa berani melihat wajah Kaisar Shimo.


"Siapa diantara kalian Kepala Pelayan Istana?" tanya Excel Shimo.


Segera maju seorang wanita dengan kepala masih menunduk, dia tidak berani melihat wajah Excel Shimo. Usia 30 tahun, tinggi badan 170 cm, kulit putih, telinga lancip, hidung mancung, rambut panjang sepinggang, kekuatannya berada pada tingkat Raja level 5, seorang wanita bersuami dan memiliki satu putri usia 14 tahun, suaminya adalah seorang pandai besi.


"Hamba adalah Kepala Pelayan Istana, Nayoung, Yang Mulia Paduka," kata Kepala Pelayan Istana yang bernama Nayoung.


"Apa ada pesan dari istriku?" tanya Excel Shimo kepada Nayoung, siapa tahu ada pesan dari istrinya, sebab dia juga tidak sempat berbicara dengan istrinya tadi malam.


Segera Nayoung mengeluarkan tumpukan kulit kayu cendana, Excel Shimo yang melihat setumpuk pesan hanya menghela nafas.


"Jangan seperti itu, biasa saja!" cegah Excel Shimo sebelum Nayoung berjalan menggunakan lutut untuk memberikan pesan dari istrinya.


Nayoung berjalan dengan gemetaran dan memberikan kulit kayu cendana. Excel Shimo geleng-geleng kepala melihat abdi Istana terlalu takut kepadanya.


Tidak hanya Nayoung yang ketakutan, semua kehidupan di Benua Jiang Shan juga sangat menghormati Dewa Binatang semenjak kedatangan keluarganya. Kedatangan keluarga Excel Shimo menambah nama Dewa Binatang disegani, mereka tidak menyangka dukungan Dewa Binatang sangat mengerikan.


Semua pelayan tidak ada yang berani bergerak sebelum Dewa Binatang memerintahkan. Kemudian, Excel Shimo membaca satu per satu pesan istrinya, dan membuat Excel Shimo geleng-geleng. Apa yang dibaca Excel Shimo bukan hanya pesan saja, tapi kewajiban sebagai seorang Kaisar untuk menyelesaikan masalah rakyatnya dan beberapa masalah dalam pemerintahan.


"Apa harus serumit ini masalah pemerintahan dan rakyatku!" gerutunya setelah selesai membaca pesan.


"Kepala Pelayan, siapa yang akan membantu dalam menyelesaikan kewajiban ku?" tanya Excel Shimo.


Nayoung yang ditanya segera bertepuk tangan, dan keluar 2 wanita muda usia 24 tahun. "Mereka berdua orang pilihan yang sudah dipersiapkan Permaisuri, Yang Mulia Paduka. Mereka berdua menjadi asisten Yang Mulia Paduka."


"Bagus, lanjutnya tugas kalian, aku akan bersiap dulu."

__ADS_1


Kemudian, Excel Shimo berjalan menuju kamar pribadinya untuk mandi. Kedua asisten, Nayoung dan 2 pelayan mengikuti, mereka yang akan melayani Excel Shimo.


__ADS_2