
Chapter 338. Bersama Yang Hua, Yang Xiaoping dan Xu Qiaofeng.
Acara pernikahan dan pengangkatan jabatan terus berlanjut dan Excel Shimo beserta dua Ratu-nya, para Dewi-dewi dan para Peri menemui orang tua dan keluarga pihak perempuan. Setelah bercengkerama sebentar dengan semua orang, Excel Shimo undur diri.
Excel Shimo berjalan menuju Istana Kekaisaran, setiap jalanan banyak bunga bertaburan mengiringi setiap langkahnya.
Di depan istana telah menunggu Nayoung dan ribuan pelayan, setiap Dewi dan Peri dilayani oleh sepuluh pelayan. Dalam tujuh hari kedepan Excel Shimo akan melakukan kewajiban sebagai seorang suami.
Dikamar pengantin telah dihiasi dengan kain merah dan bermacam bunga warna-warni yang harum, berdiam di dalam kamar seorang wanita cantik dengan wajah tertutup cadar, dia menunggu kekasihnya, detak jantungnya berdebar, nafas terasa sesak saat menunggu kedatangan kekasihnya.
Pintu kamar terbuka, tampak seorang pria tampan, gagah dan wajah ibarat lukisan mahakarya, pria itu tersenyum dan berjalan menghampiri pujaan hatinya. Mereka adalah Yang Hua dan Excel Shimo.
Detak jantung Yang Hua semakin tak beraturan ketika Excel Shimo berlutut didepannya, secara berlahan Excel Shimo membuka cadar, secara berlahan terlihat dagu, bibir dan terlihat seluruh wajahnya. Yang Hua kecantikannya membuat Excel Shimo berdecak kagum.
"Sangat cantik! Apakah aku tidak bermimpi!"
Wajah Yang Hua semakin merona, dia sangat malu dengan pujian suaminya. Secara berlahan Yang Hua melihat Excel Shimo dan memegang kedua pipinya. "Kamu tampan!"
Excel Shimo tersenyum dan mencium bibir Yang Hua. Yang Hua pun menyambutnya, dia sudah menantikan malam ini bersama Excel Shimo, tiap malam dia selalu memimpikannya. Tanpa sadar kedua kekasihnya telah saling melepaskan pakaiannya dengan bibir tidak terlepas, mereka saling bergulat diatas tempat tidur.
Excel Shimo men indih tubuh Yang Hua dengan mencium lehernya. "Mm!" desa han ketika tongkat kekasihnya menyentuh lembah surganya, apalagi Excel Shimo telah melahap biji buah kenyal kanan yang berukuran 36C, buah kenyal sebelah kiri dibelai dengan lembut. Kedua kaki Yang Hua melingkari di pinggang suaminya, dan menekan agar suaminya segera memasukkan tongkatnya.
Namun, Excel Shimo tidak mau terburu, dia menciumi setiap inci tubuh Yang Hua hingga turun sampai ke perut, secara otomatis kedua kaki Yang Hua melepaskan pinggang suaminya dan menjadi tertekuk, tangan kirinya turun membelai lembah surganya yang tembem tanpa ditumbuhi rambut.
"Oh!" sekali lagi Yang Hua melolong saat tangan kekasihnya memainkan biji kacang lubang surganya, dia segera menarik kepala Excel Shimo, tapi Excel Shimo menahan dan malahan turun untuk mencium dan melahap lubang surganya.
Yang Hua semakin kewalahan dengan menekan kepala suaminya dengan kedua tangan untuk terus mencium lembah surganya. "Ahh!!" tubuh Yang Hua terangkat keatas sambil melolong ketika dirinya telah mencapai puncak dengan permainan lidah.
Nafas Yang Hua terengah-engah sambil menikmati nikmatnya surga langit ketujuh, tapi Excel Shimo segera menempatkan tongkatnya di lembah surga Yang Hua.
Sekali lagi Yang Hua melolong ketika lembah surganya diterobos secara berlahan, dinding lembahnya mencengkram kepala tongkat, dia semakin kewalahan ketika Excel Shimo mendorong tongkatnya hingga menyentuh penghalang, namun Yang Hua melingkarkan kedua kakinya dan menekan pinggang Excel Shimo agar terus membenamkan tongkat.
Darah segar merembes ketika penghalang milik Yang Hua telah diterobos, dia merasakan perutnya penuh dengan tongkat suaminya. Excel Shimo mencium bibir Yang Hua agar merasa rileks sambil menggerakkan pinggulnya. Yang Hua pun mengikuti irama hentakan suaminya dengan pinggulnya yang naik turun dan bergoyang.
__ADS_1
Berulang-ulang Yang Hua mencapai kenikmatan dengan permainan lembut suaminya. Excel Shimo meminta Yang Hua merangkak, segera Yang Hua menuruti dengan pan tat menggoda suaminya.
Karena diprovokasi, Excel Shimo langsung menancapkan tongkatnya dan mengagetkan Yang Hua dengan kepala mendongak kebelakang. Lolongan Yang Hua makin keras tanpa perduli jika suara indahnya didengar oleh para pelayan istana.
Mereka berdua saling memuaskan hingga menghabiskan waktu delapan dupa tanpa henti, hingga Yang Hua tidak sanggup lagi melawan suaminya yang masih belum puas.
"Kenapa kamu tidak mengundang ayah mertua untuk menghadiri acara pernikahan kita?" tanya Excel Shimo sambil memeluk Yang Hua yang lemas.
"Ayah sebenarnya ingin menghadiri pernikahan kita, tapi situasi di Benua Shen Zhou dalam keadaan kacau setelah bergabung! Kekacauan itu juga dimanfaatkan beberapa orang untuk membunuh ku, sebab itu saat aku meminta ijin untuk pergi karena mimpi dari ibu mertua. Ayahnya mengijinkan ku pergi, sebab dia juga mendapat mimpi yang sama. Ayah berharap setelah kita kembali, kamu bisa menjadi Kaisar untuk mendampingiku memimpin Kekaisaran Dewa Selatan...," jawab Yang Hua dan menceritakan kondisi terkini Benua Shen Zhou.
Awalnya Dewan Keamanan dan semua pemimpin Klan Kuno mengira setelah dua benua disatukan dengan Benua Shen Zhou semua bisa dikendalikan, nyatanya penghuni Benua Kekacauan begitu brutal ingin menguasai Benua Shen Zhou. Yang tidak terduga, penghuni Benua Kekacauan memiliki kekuatan yang setara dengan Benua Zhong Hua dan Benua Shen Zhou.
Sosok si Gadis Merak yang merupakan kecantikan di seluruh nomer satu menjadi sasaran banyak kekuatan, tidak hanya kecantikannya saja yang menarik perhatian, tapi seluruh tubuh Yang Hua bermanfaat besar untuk meningkatkan kekuatan.
Karena itu, Kaisar Yang Dang berharap menantunya dan putrinya menggantikan posisinya, dan meredam semua orang yang berniat menggulingkan Kekaisaran nya, apalagi banyak yang menolak Yang Hua menjadi penguasa tunggal Kekaisaran Dewa Selatan.
Excel Shimo menghela nafas dan bertekad untuk melindungi Yang Hua, dia memeluk istrinya dengan erat. "Yakinlah aku selalu melindungimu dengan nyawaku!"
"Aku tahu dan percaya kamu!" jawab Yang Hua, dia merasakan beban terlepas.
Saat membuat pintu, Excel Shimo melihat Nayoung dan dua belas pelayan istana yang berdiri di depan kamar Yang Hua. Excel Shimo tersenyum dan berbisik kepada Nayoung.
"Bagaimana semalam!" goda Excel Shimo dan berjalan menuju kamar Yang Xiaoping.
Nayoung menahan malu dengan menunduk, apalagi dua belas anak buahnya mendengar dan tersenyum dengan menutup mulutnya, hampir semua pelayan mengetahui hubungan antara Kaisar Shimo dengan Kepala Pelayan.
Segera Nayoung memerintahkan pelayan istana melayani Dewi Yang Hua, dia tidak mau terus-menerus ditertawakan oleh anak buahnya. Sedangkan Excel Shimo sudah membuka kamar Yang Xiaoping yang sudah menunggunya. Seperti Yang Hua, Yang Xiaoping juga berdebar-debar saat akan mengalami malam pertamanya, malam yang tidak pernah dia pikirkan sebelum bertemu dengan Excel Shimo.
Sebelum bertemu dengan Excel Shimo, Yang Xiaoping hanya fokus berkultivasi dan berkarier sebagai perwira, namun semuanya berubah saat ditugaskan untuk menjemput calon suami kakaknya. Awalnya dia berpikir jika Excel Shimo kecil lebih tampan daripada saat dewasa, nyatanya semua pemikirannya terbalik, yang dia lihat Excel Shimo dewasa lebih tampan dan penuh pesona.
Dia juga tidak menyangka sekelas Mu Yu Huang dan Xu Qiaofeng juga takluk di tangan calon suami kakaknya, dan tanpa dia sadari, hatinya juga goyah berlahan mencintai suami kakaknya, bahkan saat diberikan segel, dia pun tidak menolaknya, yang seharusnya bisa dia tolak dengan banyak alasan.
Disaat Yang Xiaoping melamun, dia tidak sadar jika Excel Shimo sudah di depannya.
__ADS_1
"Mm!!"
Yang Xiaoping terkejut saat Excel Shimo mencium bibir, dia tidak sadar cadarnya telah dibuka Excel Shimo ketika melamun.
Yang Xiaoping meneteskan air mata kebahagiaan, dia memeluk leher suaminya dan membalas ciuman yang tidak berpengalaman, Excel Shimo menduga jika istrinya ini tidak pernah berhubungan dengan pria.
Mereka berdua berhubungan intim selama dua waktu dupa, sebab Yang Xiaoping yang belum berpengalaman telah lemas dan tidak sanggup melawan hentakan tongkat suaminya. Setelah mencium kening Yang Xiaoping, Excel Shimo keluar dari kamar.
Di luar telah menunggu dua belas pelayan dan Nayoung, suara lolongan Yang Xiaoping juga terdengar telinga mereka. Mereka jelas ikut terbawa arus panas pasangan yang baru menikah, Excel Shimo mengendus-endus dan mencium aroma kesucian para pelayan.
"Jika kalian mau, nanti setelah aku melayani istriku!" kata Excel Shimo yang menggoda dua belas pelayan dan Nayoung.
Excel Shimo tertawa dan meninggalkan mereka, kali ini Excel Shimo menuju kamar Xu Qiaofeng si Ratu Barat. Saat menunggu suaminya, Xu Qiaofeng mengingat hidup bersama dengan Excel Shimo di Dunia Ilusi, dia sangat bahagia waktu itu, kini semuanya menjadi kenyataan dan bukan ilusi lagi.
Xu Qiaofeng berjalan mondar-mandir di kamarnya karena gelisah, dia selalu melihat pintu kamar dan berharap suaminya segera datang. Apa yang dia harapkan akhirnya terkabul, Excel Shimo masuk dengan menggunakan pakaian tidur, seketika Xu Qiaofeng membalikkan badan karena malu.
Excel Shimo menahan tawa melihat reaksi istrinya yang sebenarnya galak jika dengan pria manapun, kini menjadi jinak dengan malu-malu. Excel Shimo memeluk Xu Qiaofeng dari belakang dan berbisik.
"Aku menjadi buta!"
"Bohong, mana mungkin setingkat Surgawi bisa buta!" sahut Xu Qiaofeng dengan gelisah saat merasakan tongkat suaminya di pan tatnya dan juga nafas di telinga.
"Benar aku buta, dibutakan dengan kecantikan-mu!" sambungnya sambil membuka cadar Xu Qiaofeng.
Seketika Xu Qiaofeng sangat malu dan juga bahagia dipuji suaminya. Secara berlahan Excel Shimo membalikkan badan Xu Qiaofeng dan mereka saling berpandangan, lalu dua bibir saling berdekatan.
Excel Shimo mere mas pan tat Xu Qiaofeng sambil mencium, Xu Qiaofeng semakin memanas saat merasakan tongkat suaminya menyentuh lembah surganya yang masih tertutup pakaian pernikahan.
Kemudian, Excel Shimo menanggalkan pakaian Xu Qiaofeng, dan diikuti istrinya yang sudah ingin lembahnya dihajar tongkat besar seperti waktu hidup di Dunia Ilusi. Dengan posisi berdiri, Excel Shimo mengangkat kaki kanan Xu Qiaofeng. Xu Qiaofeng yang paham, segera melingkarkan kakinya di pinggang suaminya, dan seketika tongkat menyentuh lembahnya surganya yang ditumbuhi sedikit rambut halus berwarna hitam.
Xu Qiaofeng yang sudah berpengalaman disaat hidup di Dunia Ilusi, dia meraih tongkat suaminya dan menempatkan pada pintu lembah surga yang telah basah. Adegan ini sering mereka lakukan saat di hidup di dunia ilusi.
"Ohh!!" lolongan Xu Qiaofeng ketika lembah surga yang masih sempit telah sobek dengan tongkat besar suaminya.
__ADS_1
Otot-otot lembah surga mencengkram kepala tongkat suaminya, dengan tubuh gemetaran Xu Qiaofeng akhirnya mendapatkan lagi rasa yang pernah dia rasakan saat di dunia ilusi, namun sensasi kali ini lebih terasa dan membuat perasaannya naik ke langit ketujuh.
Excel Shimo melakukan kewajiban sebagai suami kepada semua istrinya, dan hanya pada satu istrinya yang belum dia datangi, dia adalah Mu Yu Huang yang sengaja tidak dia sentuh, Excel Shimo menginginkan Mu Yu Huang sebagai hidangan terakhirnya, dia ingin mengalami sensasi memiliki mantan istri orang lain yang sudah memiliki anak seperti Ratu Han. Excel Shimo melakukan kewajiban lebih cepat, menghabiskan waktu empat hari, dimana dia menghajar tiga peri dalam satu kamar bahkan lebih.