God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 367. Kabur!


__ADS_3

Chapter 367. Kabur!


Mendengar Excel Shimo ingin bertempur, seketika membuat semuanya kegirangan dan ingin ikut serta dalam melawan musuh.


Excel Shimo hanya berpesan kepada mereka agar tidak jauh dari pasukan binatang dan dirinya, dan memerintahkan Yang Xiaoping untuk menjaga saudarinya.


"Tombak Semesta, berubah Meriam Mini!" gumam Excel Shimo dengan memikirkan bentuk Meriam Mini, seketika Tombak Semesta keluar dan berubah sesuai pikiran tuannya.


Tombak Semesta seperti bazoka yang melekat di lengan kiri Excel Shimo dan tangannya memegang Pedang Semesta, jubah perang telah menutupi seluruh tubuhnya. Demikian juga dengan semua istrinya yang telah mengaktifkan Butterfly Gold Robe, dan sebagai istrinya tetap berada di Empress Spaceship untuk mendukung.


Kaisar Yang Dang dan semua orang yang baru melihat penampilan Excel Shimo dan semua wanita hanya melongo.


Ayah Seng Huaran segera mendekati Excel Shimo dan tersenyum. "Menantuku yang tampan, apa tidak kelebihan perlengkapan perang yang seperti kamu pakai...!" kata ayah Seng Huaran sambil menggosok kedua telapak tangannya.


"Ayah ini memalukan!" sungut Seng Huaran si Gadis Naga.


Semua orang tertawa melihat sosok yang dikenal selalu menjaga wibawanya menjadi seperti anak kecil. Kaisar Yang Dang juga tidak kalah, dia juga mendekati Excel Shimo.


"Menantuku, apa tidak hadiah untukku setelah pernikahan kalian!"


"Ayah sudah tua kenapa harus banyak gerak, katanya mau pensiun dalam peperangan!" tegur Yang Hua, dia tidak ingin ayahnya terluka.


Kaisar Yang Dang segera beralasan.


"Ini situasi gawat, tidak seharusnya aku berpangku tangan melihat musuh berdatangan!"


Semua orang kembali tertawa melihat orang tua masih saja ingin seperti anak muda. Excel Shimo menahan tawa dengan tersenyum, dia mengeluarkan beberapa Ring Wing dan menyerang kepada Yang Hua untuk membagikan kepada ayahnya dan semua orang yang belum memilikinya.


Yang Hua geleng-geleng dan menjelaskan bagaimana cara menggunakan cincin sayap. Segera Kaisar Yang Dang menyelipkan cincin sayap di jari telunjuknya, demikian juga dengan ayah Seng Huaran dan semua orang.


Excel Shimo segera keluar dari pintu hanggar dan terbang untuk memimpin pasukannya, dan disusul oleh semua istrinya yang berada dibelakang, Yang Hua segera menyusul dan terbang bersama Excel Shimo dan Loi Annchi.


Raungan pasukan binatang saat tahu pemimpinnya ikut bertarung, mereka semakin ganas menyerang, mencabik-cabik tubuh musuhnya.


Sedangkan salah jenderal yang memiliki kekuatan tingkat Kaisar Surgawi melihat cahaya keemasan berkedip-kedip dia terkejut melihat dukungan pasukan binatang lebih mengerikan, apalagi dia merasakan penindasan dari kedua artefak alami.


"Bentuk Formasi Pertahanan untuk menghadapi kekuatan Celestial Supreme!" teriakan Sang jenderal kepada pasukan yang berada di garis depan. Sayangnya, teriakan jenderal yang berada di barisan paling belakang tidak didengar oleh pasukan barisan depan, apalagi barisan depan kocar-kacir karena serangan brutal pasukan binatang.


Boom💥... Boom💥...


Excel Shimo melepaskan tembakan Meriam Mini kepada musuhnya, ledakan demi ledakan menghancurkan tubuh setiap prajurit. Setelah menembakkan Meriam Mini, Excel Shimo mengayunkan Pedang Semesta.


Barisan kedua pihak musuh segera maju dan melancarkan serangan jarak jauh kepada musuhnya yang paling kuat, sasaran mereka jelas adalah Excel Shimo, ribuan senjata penuh energi melesat kearah Excel Shimo.


"Awas, kalian mundur!" perintah Excel Shimo kepada istrinya agar menjauhinya.


Segera semua istrinya memperlambat kecepatan terbang, dan membantai barisan pertama. Excel Shimo meningkatkan kecepatannya dan mengerahkan dua senjatanya untuk melawan kekuatan ribuan serangan setingkat Dewa Bumi.


Swosh... Boom💥...


Ledakan hebat ketika terjadi benturan energi dan menciptakan gelombang kejut yang dahsyat, pasukan musuh barisan depan segera membuat perisai diri.


Namun mereka digagalkan pasukan binatang yang tidak takut mati, sehingga pasukan barisan depan seketika terhempas dan diterkam pasukan binatang.


"Huff, aku harus memancing mereka!!" dengus Excel Shimo yang melihat pasukan binatang ikut terkena dampak gelombang kejut setelah benturan energi.

__ADS_1


Excel Shimo segera bermanuver dan menjauhi istrinya dan pasukan binatang untuk mengalihkan perhatian pasukan musuh barisan kedua, disaat Excel Shimo bermanuver, dia terus diserang.


Boom💥... Boom💥...


Excel Shimo yang bermanuver juga membalas serangan musuhnya, dan dia merangsek semakin masuk kedalam pusat barisan pasukan musuh.


Para jenderal tersenyum tipis melihat musuhnya malah semakin mendekati kematian, dan semua jenderal sudah memiliki rencananya tersembunyi untuk merebut dua artefak alami dan jubah perang.


"Aku akan kepung dia dari sisi Selatan!" alasan jenderal dari Kekaisaran Tang, dan langsung terbang untuk memimpin pasukannya tanpa menunggu rekannya untuk berkata-kata.


"Formasi Laba-laba!" perintah Jenderal Kekaisaran Tang kepada pasukannya.


Segera barisan kedua membentuk Formasi sesuai perintah Sang Jenderal, dan membidik Excel Shimo dengan senjatanya.


Excel Shimo tersenyum sinis dan berbicara kepada semua istrinya dan pasukan binatang untuk menjauhinya, Excel Shimo ingin menggunakan Kitab Hitam untuk menghancurkan musuh dalam sekali serangan. Excel Shimo segera mengaktifkan Kitab Hitam sambil terus bermanuver seperti burung saat diserang.


Boom💥... Boom💥...


Serangan musuh gagal mengenai musuhnya, sebab Excel Shimo lebih cepat dari serangan gabungan pasukan musuh, dan asap putih mengepul dan menghalangi pandangan, dan Excel Shimo pun bersembunyi dibalik kepulan asap putih.


Dan setelah asap menghilang, Jenderal Kekaisaran Tang terkejut saat melihat aura berwarna hitam menyelimuti tubuh musuhnya, dia jelas tahu jika itu Kitab Hitam.


(Gemuruh)


Suara gemuruh terdengar dan awan hitam pekat mulai berkumpul, aura kekuatan Kitab Hitam membuat semua pasukan musuh menggigil ketakutan, dan mereka terlambat...


"PEDANG HATI, PEDANG PEMUSNAH!!" teriakan Excel Shimo dengan menebaskan Pedang Semesta kearah musuhnya.


Swosh... Boom💥...


Setelah benturan itu, gelombang kejutnya tidak hanya menghempaskan musuhnya yang lain, tapi melahap mereka dan seketika menjadikan tubuh mereka menjadi abu.


Pasukan barisan ketiga dan keempat juga terkena dampak kekuatan Kitab hitam Pedang Semesta, dan pasukan barisan enam dan seterusnya berhasil kabur untuk menghindari gelombang kejutannya. Seketika moral pasukan musuh runtuh melihat Excel Shimo melancarkan serangan Kitab Hitam.


(Gemuruh)


Suara gemuruh masih belum mereda, sebab Excel Shimo masih mengumpulkan kekuatan Kitab Hitam. Spontan para jenderal yang tersisa memerintahkan pasukannya untuk memasuki pintu gerbang tingkat kesembilan, jelas mereka tidak mau mengalami hal yang sama seperti jenderal Kekaisaran Tang.


"Semuanya mundur masuk ke dalam pintu gerbang, cepat!!" perintah Jenderal yang memiliki kekuatan tingkat Kaisar Surgawi, dia lebih mengutamakan pasukannya yang masih belum pertempuran dan mengabaikan pasukannya yang sebagian keluar dari barisan untuk menghindari gelombang kejut.


Excel Shimo tersenyum tipis dan mengangkat tangan kirinya dan mengarahkan Meriam Mini kearah musuhnya. "Tembak!!" gumamnya.


Bang... Bang... Boom💥... Boom💥...


Para jenderal segera melepaskan serangan untuk menangkis, dan kembali benturan energi terdengar. Para jenderal jelas tidak ingin pasukannya terkena serangan, dan memberikan kesempatan pasukannya untuk memasuki pintu gerbang.


"Sialan!?" umpat jenderal Kekaisaran Wei yang sangat marah melihat sebagian pasukan terkena dampak benturan.


Excel Shimo tersenyum tipis dan terus mengumpulkan Kitab Hitam untuk kedua kalinya, kali ini dia harus lebih lama mengumpulkan kekuatan Kitab Hitam, setelah melepaskan serangan pertama.


"Bagaimana dengan pasukan yang lainnya, kita tidak bisa meninggalkan pasukan kita yang tercerai-berai?" tanya jenderal Kekaisaran Wu, yang melihat pasukan yang jauh dari tempat semula dan sedang bertarung dengan pasukan binatang beserta para istri Excel Shimo.


"Jika kamu mau menyelematkan mereka, silakan! Dan aku akan mengatur strategi lagi di dalam pintu gerbang!" jawab jenderal Kekaisaran Wei, dia merasa aman jika berada di dalam pintu gerbang, dan tampak tidak perduli dengan keadaan pasukannya.


"Lebih baik kita serangan dia sebelum mengumpulkan kekuatan hingga puncak!" saran jenderal Kekaisaran Song.

__ADS_1


"Bodoh! Lihat, pasukannya lebih ganas dan jelas akan melindungi Dewa Binatang!" bentak jenderal Kekaisaran Wei.


Jenderal Kekaisaran Wei malas berdebat dan segera terbang menuju pintu gerbang, dan mau tidak mau kedua jenderal pun mengikuti.


Excel Shimo menarik lagi kekuatannya dan menghembuskan nafas lega disaat musuhnya ketakutan, padahal dia tidak mungkin melakukan serangan Kitab Hitam untuk kedua kalinya, sebab dia telah menggunakan separuh energinya, selain mengeluarkan Kitab Hitam Excel Shimo juga menggunakan dua senjata artefak alami yang juga mengkonsumsi banyak energi.


Pintu gerbang segera tertutup dan meninggalkan pasukannya yang masih di luar untuk melawan pasukan binatang. Mengetahui jika mereka dicampakkan, jelas membuat mereka frustasi dan keputusasaan.


Excel Shimo segera memerintahkan pasukan binatang dan istrinya tidak membunuh pasukan musuh dan berniat menjadikan mereka sebagai pasukannya sendiri.


Jiika mereka tidak mau, maka Excel Shimo akan membunuh mereka daripada menimbulkan masalah dimasa depan.


Setelah berbicara kepada semua istrinya, Excel Shimo menuju pintu gerbang dan berniat mempelajari kekokohan pintu.


"Apakah kamu bisa menghancurkan pintu gerbang ini?" tanya Excel Shimo kepada kedua senjatanya.


"Mudah, seperti latihan waktu itu! Dengan kekuatan Tuan yang sekarang, setidaknya bisa merusak pintu gerbang agar tidak bisa terbuka lagi!"


"Bagus, bagus!" seruan Excel Shimo yang senang.


Ya, maklum jika Excel Shimo bertanya, sebab sewaktu latihan di dalam domain Pedang Semesta, dia belum mengujinya saat berada di dunia nyata seperti saat ini, dan dia baru menggunakan dua kali kekuatan Pedang Semesta dengan gabungan Kitab Hitam.


Selain itu, kekuatan Excel Shimo terbilang lemah untuk menggunakan seluruh kekuatan Pedang Semesta yang sangat kuat, dia baru menggunakan sepuluh persen kehebatan Pedang Semesta dan Tombak Semesta.


Oleh karena itu Excel Shimo sementara waktu hanya bisa memadukan Kitab Hitam dengan media senjatanya untuk mendapatkan kekuatan besar.


Segera Excel Shimo mundur dari pintu gerbang sambil menggenggam erat Pedang Semesta dan mengalirkan kekuatannya, dia juga akan menggunakan Meriam Mini untuk merusak pintu gerbang.


Kembali suara gemuruh terdengar dan semua orang merasakan penindasan dari dua senjata artefak alami. Pasukan musuh segera menyerah saat merasakan kekuatan Dewa Binatang dan semua istri Excel Shimo langsung membuat mereka pingsan.


Boom💥...


Ledakan kembali terdengar ketika Excel Shimo menyerang pintu gerbang. Pintu gerbang bergetar hebat dan membuat musuh yang berada di dalam menjadi ketakutan, mereka kuatir jika Dewa Binatang berusaha masuk dan membunuh mereka.


"Lebih baik kita kembali saja dan melaporkan kepada Kaisar Wei!" saran Jenderal Kekaisaran Song yang melihat pintu gerbang muncul sedikit retakan dengan sekali serangan.


"Sialan! Ini gara-gara dia memiliki artefak alami, jika tidak ... Dengan pasukan kita dia pasti kalah!" geram Jenderal Kekaisaran Wei.


Boom💥...


Kembali suara ledakan memekakkan telinga dan pintu gerbang yang diserang semakin banyak muncul retakan. Tanpa banyak bicara, Jenderal Kekaisaran Wei segera masuk ke dalam portal dimensi dan disusul kedua Jenderal beserta pasukannya.


Melihat semakin banyak retakan yang bermunculan, Excel Shimo tersenyum dan terus menerus melancarkan serangan dari kedua senjatanya untuk menghancurkan pintu gerbang, dia tidak hanya sekedar ingin merusaknya.


Bang...


Setelah Excel Shimo melancarkan lusinan serangan, akhirnya pintu gerbang hancur berkeping-keping dan mengeluarkan kepulan debu beterbangan, segera Excel Shimo bersiap untuk menyerang musuhnya.


Namun, setelah debu tebal menghilang, Excel Shimo tidak melihat musuhnya, dan hanya melihat beberapa prajurit yang kabur menggunakan portal dimensi.


"Mereka kabur...!" geram Excel Shimo dan langsung melepaskan serangan kepada prajurit yang akan masuk ke portal dimensi.


Boom...


Beruntung prajurit yang tersisa selamat dari serangan Excel Shimo dan sekaligus prajurit terakhir menghancurkan portal dimensi, agar musuhnya tidak memburu mereka saat berada di lorong ruang dan waktu.

__ADS_1


__ADS_2