God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 462. Damai Sebelum Peperangan.


__ADS_3

Chapter 462. Menikmati Waktu Dua Hari.


Di Dunia Jiwa semua wanita sangat bahagia, bergantian mereka berkultivasi ganda, yang paling membuat mereka senang karena pijatan suaminya yang membuat ketagihan, selain tongkat naga saktinya.


Excel Shimo masuk ke dalam kamar pribadi Ximen Fengying, berjalan menghampiri istrinya yang duduk di tempat tidur dengan menunduk, sambil melirik ke arahnya.


"Kenapa jadi malu, kan kita sudah sering berciuman!" goda Excel Shimo sambil duduk dan memeluk pinggang Ximen Fengying.


Ximen Fengying mencubit pinggang suaminya dengan tersenyum malu-malu, lalu mendongak untuk melihat wajah suaminya. Excel Shimo membuka cadarnya, lalu mencium bibirnya dengan mesra. Ximen Fengying menyambut ciumannya.


Tangan Excel Shimo bergerak ke punggung istrinya, turun ke bawah lalu mengelus kuat bongkahan pantat yang bulat dan penuh milik istrinya dengan sedikit tekanan jari-jari. Tongkatnya sudah berdiri sangat tegang menempel keras pada paha Ximen Fengying. Denyutan kuat tongkatnya terasa begitu kuat membuat Ximen Fengying merasakannya, lalu dia meletakkan tangan pada tongkatnya yang masih terlindungi pakaian.


Tangan Excel Shimo bergerak semakin liar, menuju ke bagian depan tubuh istrinya, membuka pengait tali pakaian dengan sekali tarikan dan menyusup masuk ke dalamnya.


Excel Shimo meletakkan telapak tangan kanan pada buah kenyal istrinya yang berukuran 36 cup b itu, lalu merem mas hingga membuat Ximen Fengying tersentak disela ciuman dan membangkitkan semangat.


Ximen Fengying tidak mau kalah, tangannya aktif melepaskan pakaian suaminya, bergerak liar dengan terburu-buru. Terbukalah pakaian suaminya dan merem mas lembut tongkat yang sudah sangat tegang, dia sedikit terkejut melihat panjang dan besar tongkat milik suaminya, keterkejutannya langsung menghilang karena sebelumnya telah diberikan informasi terkait suaminya.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah tidak memakai pakaian sehelai pun. Wajah Ximen Fengying memerah, dan nafasnya pun memburu karena tak sabar untuk mencapai puncak kenikmatan.


Excel Shimo membaringkan tubuh istrinya tanpa melepaskan ciuman yang saling menukar salivannya. Ximen Fengying menarik leher suaminya ketika ciuman terlepas, ia tahu Excel Shimo akan mencium lembah surganya yang telah basah. Namun Excel Shimo langsung mencaplok biji buah kenyal yang berwarna merah muda dan membuat istrinya mengeluarkan lenguhan panjang.


Tangan Ximen Fengying menekan kepala suaminya, seakan-akan ingin buah kenyalnya dilahap habis. Tangan kanan Excel Shimo menyusuri lekuk tubuh istrinya dan berhenti ketika mencapai lembah surga yang ditumbuhi bulu halus yang terawat dengan bentuk segitiga.


Ximen Fengying tersentak ketika jari-jari suaminya memainkan lembah surganya, dia selalu mengeluarkan suara merdu yang menambah semangat Excel Shimo. Tangan kanan Ximen Fengying kembali meraih tongkat suaminya dan mengurut dengan lembut naik dan turun


Kemudian, ciuman Excel Shimo naik ke leher jenjang istrinya dan memberikan banyak tanda ******. Lenguhan lembut dari Ximen Fengying semakin keras setiap menerima serangan bibir dan tangan suaminya.


“Ah ... Ah ... Sayang… Oh!” lenguhan panjang ketika Ximen Fengying mencapai puncak hanya dengan permainan jari-jari dan bibir suaminya.


Ximen Fengying memejamkan mata untuk menikmati rasa puncaknya, nafasnya tersengal-sengal. Namun Excel Shimo tidak membiarkan istrinya menikmati rasa puncaknya, ia langsung menempatkan tongkat di lembah surga istrinya.


Tubuh Ximen Fengying tersentak saat kepala tongkat menggesek naik turun pada bibir lembah surganya, dia sekali lagi melenguh keras, namun langsung mengigit bibirnya ketika kepala tongkat merangsek masuk membelah bibir lembah surganya.


Karena tidak ingin Ximen Fengying kesakitan ketika selaput dara diterobos, Excel Shimo memberikan pijatan relaksasi sambil menekan pinggulnya secara perlahan.


Ximen Fengying sedikit mengerutkan alisnya ketika kesuciannya telah diterobos, rasanya seperti digigit semut dan setelah itu dinding lembah surganya mencengkram erat tongkat suaminya, seketika sensasi nikmat dirasakan lebih dari sebelumnya.


"Oh...!" sekali lagi lembah surganya menyembur deras saat mencapai puncak sebelum tongkat suaminya mencapai rahim.

__ADS_1


Excel Shimo jelas tidak ingin istrinya menikmati puncak sendirian, dia menghentakkan pinggulnya lebih keras ketika lembah surga telah beradaptasi dengan tongkatnya.


Ximen Fengying tak kuasa membendung kenikmatan dan air surganya yang terus berhamburan keluar, dia selalu menggoyang kepalanya dengan liar, kedua tangannya mencengkram seprei ranjang sangat erat setiap tongkat suaminya menghajar lembah surganya.


Tidak sampai waktu satu dupa habis, Ximen Fengying tergeletak lemas dengan senyuman bahagia. Namun Excel Shimo yang belum mencapai puncak dengan brutal menghentikan pinggulnya hingga membuat Ximen Fengying kembali beraksi dengan pinggul mengikuti setiap hentakan.


Waktu berlalu satu dupa, kini Ximen Fengying yang masih belum menyerah duduk di atas pangkuan suaminya dengan kaki terbuka lebar, tongkat besar dan panjang telah masuk setengahnya, dan membuat tonjolan pada perutnya.


Ximen Fengying menaik-turunkan pantatnya dengan perlahan sambil menikmati sensasi setiap tongkat suaminya memenuhi rahim. Mereka berdua berciuman.


“Ah... Ah... Sayang ... Ah … Ah…!!” lenguhan panjang dan keras saat Ximen Fengying kembali mencapai puncak untuk kesekian kalinya, entah sudah berapa kali air surganya menyembur keluar, yang jelas kasur telah basah oleh air surganya dan keringat.


Ximen Fengying seketika ambruk di dada bidang suaminya. Excel Shimo tersenyum puas melihat istrinya kalah tanpa mampu membuatnya mencapai puncak.


Berhubungan belum memberikan energi Yang, Excel Shimo dengan lembut membaringkan tubuh istrinya tanpa melepaskan tongkat dari lembah surga.


Sekali lagi, Ximen Fengying yang lemas menjadi bertenaga lagi ketika Excel Shimo menghajar lembah surga. Tidak berselang lama Excel Shimo menyemburkan energi Yang kedalam rahim Ximen Fengying, demikian juga dengan istrinya yang kembali mencapai puncak.


Ximen Fengying memejamkan mata karena kelelahan dan tersenyum puas di malam pertamanya. Excel Shimo memakai pakaian pakai tidur dan berjalan menuju pintu keluar.


Disaat keluar, Excel Shimo melihat dua dayang yang telah menunggu Ximen Fengying selesai berkultivasi ganda, mereka menunduk malu sambil merapatkan kedua kakinya.


"Jika kalian mau ... Setelah aku melakukan kewajiban kepada semua istriku, cukup berikan kode kedipan mata...," kata Excel Shimo kepada dua wanita muda di depannya, dia mencium bibir dayang istana secara bergantian, sambil membelai buah kenyalnya yang telah mengeras.


Si dayang pun menyambut ciuman Sang Kaisar-nya dengan perasaan berdebar-debar. Siapapun pasti berharap bisa sangat dekat dengan orang yang menjadi pujaan banyak kaum wanita dan pria. Pujaan hati semua penghuni Benua Kelahiran.


Setelah mencium kedua dayang Ximen Fengying, Excel Shimo berjalan menuju kamar Lin Sichuan, wanita yang pernah menantangnya bertarung dan kini menjadi istrinya. Sengaja Excel Shimo melewati Dewi Lou dan Dewi Xuan, sebab dia ingin merasakan lembah surga Lin Sichuan yang terkenal menjadi wanita tomboi.


Excel Shimo mengetuk pintu kamar Lin Sichuan sebanyak dua kali dan masuk tanpa menunggu jawaban. Lin Sichuan kaget dan buru-buru naik ke tempat tidur, dia tidur telentang sambil membenamkan wajahnya di bantal. Dua dayang yang masih berada di kamar segera keluar setelah menyapa dan memberikan hormat kepada Kaisar-nya.


Excel Shimo mengangguk kepada kedua dayang, lalu tertawa ringan melihat Lin Sichuan yang panik. Dia ikut naik ke tempat tidur dan berbaring di samping Lin Sichuan.


"Terkadang kehidupan itu memang aneh, jalan yang kita buat dengan susah payah namun tidak sesuai keinginan! Aku dulu tidak pernah berpikiran bakalan memiliki istri dari Bangsa Malaikat. Saat itu aku hanya ingin menghentikan tujuan Wei Yan dan Ras Asyura yang ingin menginvasi tempat ku," kata Excel Shimo kepada Lin Sichuan, dia mengenang sepanjang perjalanan menuju Benua Roh, hingga sampai dia menikahi wanita dari Bangsa Malaikat.


Lin Sichuan yang mendengar sedikit mengintip dari celah bantal, dia melihat suaminya sedang melamun. Lin Sichuan berpikir apa tujuan suaminya bercerita.


Excel Shimo sedikit bersedih ketika mengingat tiga kekasihnya yang dia bunuh dengan tangannya sendiri, dia menghela nafas panjang dan membuang pikiran masa lalunya. Lalu melihat mata Lin Sichuan yang masih mengintip dari celah bantal.


"Jika kamu belum siap, aku akan menunggumu," kata Excel Shimo.

__ADS_1


Seketika tangan kiri Lin Sichuan memeluk pinggang suaminya agar tidak beranjak dari tempat tidur, tanpa menunjukkan wajahnya yang tetap terbenam di bantal.


"Hahaha!"


Lin Sichuan tertawa ketika Excel Shimo menggelitik ketiaknya. Akhirnya Lin Sichuan membalikkan badan dan membalas menggelitik pinggang suaminya. Mereka berdua tidak ada yang mau mengalah dan terus membalas saling menggelitik ketiak.


Excel Shimo mencium bibir Lin Sichuan sambil menindih tubuhnya. Ciuman disambut oleh Lin Sichuan yang melingkarkan tangan kanan di leher dan tangan kiri di pinggang suaminya.


Setelah beberapa saat, Lin Sichuan sudah tidak memakai pakaiannya, demikian juga dengan Excel Shimo yang dengan mudah melepaskan pakaiannya sendiri.


Tubuh Lin Sichuan menggelinjang hebat ketika merasakan tongkatnya Excel Shimo menyentuh lembah surganya, sambil melahap buah kenyal berukuran 34 cup B dengan rakus. Lin Sichuan kewalahan saat kepala tongkat membelah lembah surganya, dia sedikit menahan perih ketika selaput daranya terkoyak, namun rasa perih sedikit menghilang saat suaminya memberikan pijatan relaksasi.


Setelah beberapa saat kemudian, Lin Sichuan melenguh keras dan lebih kencang dari Ximen Fengying.


“Ah! Enak... Banget suami!" seruan Lin Sichuan saat dia mencapai puncak ketika kepala tongkat memenuhi rahimnya.


Setelah berdiam diri sejenak setelah mencapai puncak, Lin Sichuan membalikkan badan suaminya, kini ia berada di atas tanpa melepaskan tongkat dari lembah surganya, ia berinisiatif mengambil kendali karena tidak mau kalah, ia bergoyang dengan lembut maju mundur, memutar dan naik turun.


Sementara itu, Excel Shimo merasakan tongkatnya bagaikan dipelintir dan dan dipijat lembut oleh dinding lembah surga istrinya yang masih sangat sempit.


Namun niat ingin mengendalikan situasi, tubuh Lin Sichuan bergetar hebat ketika dia mencapai puncak sekali lagi, "ah... Ah... Aku keluar lagi ... "


Lin Sichuan segera ambruk dengan tubuh lemas setelah menerima kenikmatan. Excel Shimo memiringkan tubuhnya sambil memeluk istrinya, kini mereka berdua saling berhadapan tanpa melepaskan tongkat dari lembah surga. Excel Shimo menggoyangkan pinggulnya untuk memberikan energi Yang.


Rasa nikmat yang tiada tara itu kembali menguasai Lin Sichuan dengan mencium bibir suami. Excel Shimo yang akan mencapai puncak, segera membalikkan tubuh istrinya dan dengan ganas menghentakkan pinggulnya sambil mencaplok buah kenyal istrinya...


Setelah selesai mencapai puncaknya secara bersamaan, Excel Shimo tidak berhenti, dia keluar dari kamar Lin Sichuan, lalu menuju ke kamar pribadi Dewi Xuan yang menggoda.


Demikian juga dengan Dewi Xuan, untuk pertama kali tidak sampai waktu satu dupa telah ditumbangkan oleh Excel Shimo dengan wajah bahagia. Lalu dia berlanjut ke kamar pribadi Dewi Lou. Dewi Lou masih mampu mengimbangi keganasan Excel Shimo, namun tetap saja harus tumbang ketika waktu hampir habis dua dupa.


Giliran Zhu Nuwa dan Zhu Shui, mereka berkerjasama dengan baik untuk melayani suaminya, sebagai Ras Mermaid, mereka tidak mau kalah dengan keganasan Excel Shimo. Tetap saja mereka berdua juga tumbang saat menghabiskan waktu tiga dupa.


Duo Peri Kupu-kupu juga tidak lolos dari Excel Shimo, dimana mereka yang akan bersembunyi ditemukan terlebih dahulu. Mereka berdua dibuat bertekuk lutut dengan menjadi wanita yang sesungguhnya. Mereka menjadi bentuk wanita dewasa saat Excel Shimo mengeluarkan feromon afrodisiak.


Selama melakukan kewajiban sebagai suami, Excel Shimo tidak pernah lupa memberikan energi Yang dan juga menyerap energi Yin istrinya. Selama itu kekuatan semua wanita dan dirinya juga meningkat drastis karena faktor energi True Resonansi level puncak.


Di dunia luar, semua petinggi juga menikmati dua hari ini dengan sebaik mungkin sebelum mempersiapkan diri untuk peperangan yang akan datang. Berbeda dengan pasukan binatang, mereka telah berada pada posisinya masing-masing sesuai arahan strategi, mereka akan muncul saat diperintahkan oleh Dewa Binatang dan istrinya.


Hari bahagia sebelum peperangan, entah siapa yang menang, saat ini semua orang dalam dua hari kedepan pasti memanfaatkan waktu untuk menyenangkan diri dan keluarganya.

__ADS_1


Damai sebelum peperangan.


__ADS_2