God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 321. Dunia Ilusi (1), Ratu Barat.


__ADS_3

Chapter 321. Dunia Ilusi (1). Ratu Barat.


Setelah mengatur semua di Dunia Jiwa, Excel Shimo keluar dari Dunia Jiwa, dia akan membuat formasi yang sempat tertunda. Namun, setelah keluar, dia terkejut melihat dunia tak bertuan sudah berantakan, Energi Semesta mulai menipis.


"Mengerikan jika menggunakan Kitab Hitam dengan sembarangan!" gumam Excel Shimo dan mengurungkan niatnya untuk mengekstrak dunia ini.


Excel Shimo memeriksa seluruh dunia tak bertuan, dan tidak menemukan keempat wanita. "Mungkin mereka sudah kembali, lebih baik sekarang aku pergi ke Benua Sihai."


Excel Shimo melihat pintu keluar diatasnya, dan segera terbang. Kembali Excel Shimo melintas jalur dimensi, dengan perasaan bosan dia memejamkan matanya.


Swosh...


Akhirnya Excel Shimo tiba di goa makam Dewa Roh dan melihat sekitarnya benar-benar kosong. Namun, Excel Shimo terkejut saat merasakan keanehan dan perbedaan di goa.


"Siapa yang memasang Formasi Ilusi ini!" batin Excel Shimo saat mengetahui dirinya sudah masuk kedalam Formasi Ilusi.


"Siapapun kamu ... Berniat buruk padaku ... Telah salah besar!" batinnya dan menyeringai kejam, dia akan mengikuti alur permainan orang yang membuat Formasi Ilusi.


Formasi Ilusi setingkat Dewa Bumi bagi Excel Shimo hanya permainan anak-anak. Dia membuka Mata Langit yang mampu menembus apapun, bahkan titik pusat Formasi bisa diketahui dengan mudah.


Di dalam ilusi, dia melihat sebuah kota besar dan banyak penduduk yang beraktivitas, gedung-gedung yang tinggi, banyak prajurit wanita. Melihat kota besar yang tidak pernah dilihat oleh Excel Shimo, dia menduga jika ini perbuatan utusan, yang tidak lain Mu Yu Huang, Fairy Shu dan Ratu Barat.


Untuk Yang Xiaoping, Excel Shimo perkirakan tidak mungkin berbuat kotor seperti ketiga wanita itu. Membuat Formasi Ilusi, mengharuskan si pembuat meniru apa yang pernah dia lihat, seperti halnya kota ilusi ini, lalu menyertakan keinginannya, misalkan; ingin menjadi penguasa tunggal, melakukan apapun agar semuanya tunduk.


Excel Shimo menyeringai melihat banyak penduduk yang didominasi wanita, dia berjalan mengikuti Mata Langit untuk merubah Batu Formasi. Setelah ketemu lokasinya, dia melihat 4 patung setinggi 12 meter, dan yang membuat Excel Shimo sedikit terkejut, diantara patung itu ada Yang Xiaoping selain ketiga utusan.


"Apa rencana mu mengikuti mereka! Jangan salahkan aku berbuat biadab kepadamu ... !" batin Excel Shimo yang kesal jika adik bibinya yang memulai dulu berbuat buruk, dia melihat keempat patung seolah-olah mengagumi.


Kemudian, Excel Shimo secara diam-diam mengeluarkan Batu Formasi dan mengukir-nya dengan cepat.


Setelah selesai, ia meletakkan Batu Formasi miliknya dekat dengan milik mereka, lalu dia merubah kontrol pada Formasi Ilusi mereka. Tindakannya sangat cepat dan tidak diketahui oleh keempat wanita itu yang selalu mengawasi.


Di sebuah Istana, keempat wanita itu melihat Dewa Binatang yang tampak terpengaruh dengan melihat empat patung dengan yang sama dengan mereka.


"Siapa yang akan memulai duluan bergerak, dia sudah masuk kedalam formasi. Ingat, pengaruhi dia sesuai rencana agar menuruti kemauan kita. Berhasil atau tidak, itu tergantung kalian!" ujar Mu Yu Huang kepada ketiga rivalnya.


"Biar aku duluan yang men-sugesti dia!" jawab Ratu Barat yang tampak tidak sabar ingin menundukkan Dewa Binatang agar mau mengikutinya.


"Semoga berhasil! Asal kamu buat dia puas!" kelakar Mu Yu Huang, saat melihat rivalnya yang tidak sabaran.


"Tentu, dengan ucapan ku, semua pria pasti tunduk!" jawab Ratu Barat dan tertawa, dia yakin akan kemampuannya untuk menundukkan pria termasuk Dewa Binatang.


Ratu Barat segera keluar dari Istana, dia menuju tempat khusus yang tidak dilihat oleh ketiga rivalnya. Ketiga wanita itu juga memiliki domain pribadi, agar rencana mereka tidak ditiru maupun dibaca oleh rivalnya.

__ADS_1


Ratu Barat menuju sebuah Istana berlantai 3. Sesampainya disana dia duduk di kursi singgasana, lalu dia mengontrol patungnya, patung itu mengeluarkan sinar dari kedua matanya, dan melesat memasuki pikiran Excel Shimo.


"Datang, temui aku!" perintah Ratu Barat kepada Excel Shimo yang tampak linglung setelah terkena sinar pengendali pikiran.


Excel Shimo segera tersadar dan melihat sekitarnya, dia mendengar suara Ratu Barat di benaknya. "Siapa kamu? Dan dimana kamu?" tanya Excel Shimo dengan suara keras.


Mendengar suara Excel Shimo, semua penduduk melihatnya, dan salah satu prajurit wanita mendekati. "Hei, kenapa kamu berteriak-teriak seperti orang gila?!" bentak prajurit itu yang tampak kesal.


"Maaf, aku kira ada seseorang yang memanggilku!" sesal Excel Shimo dan buru-buru menjauhi prajurit wanita.


"Hei! Tunggu, aku belum selesai berbicara?!" teriak prajurit wanita yang ingin menghentikan, tapi Excel Shimo tidak menghiraukan dia, "tangkap dia dan bawa menemui Yang Mulia Ratu!" perintah prajurit wanita itu kepada bawahannya.


"Huff" dengus Excel Shimo yang dikejar tanpa alasan, namun disaat ingin terbang, dia tidak bisa, ingin mengeluarkan basis kultivasi juga tidak bisa, "sialan! Tempat yang aneh, membuatku benar-benar lemah!" gerutunya sambil berlari.


Excel Shimo merasakan seperti orang yang tidak pernah berkultivasi tanpa kekuatan. Namun, semua prajurit wanita memiliki kekuatan rata-rata minimal tinggi Peri Benua.


Swosh... Swosh...


"Berhenti dan jangan melawan!?"


Excel Shimo segera terkepung dan diperintahkan salah satu prajurit untuk diam, dia tampak ketakutan dengan kekuatan prajurit wanita, ingin kabur tapi jalurnya telah tertutupi.


"Apa salah ku?" bentak Excel Shimo sambil menatap tajam pada semua prajurit.


"Jelas kamu salah! Pertama, masuk tanpa melapor pada penjaga gerbang. Kedua, kamu sangat mencurigakan gerak-gerik mu. Ketiga, kamu bukan penduduk asli!" jawab prajurit wanita sebagai komandan regu, "tangkap dan bawa menemui Yang Mulia Ratu!" perintahnya.


Excel Shimo segera kabur dan berniat menerobos kepungan prajurit wanita. Namun, dengan mudah satu prajurit menangkap dan menyeretnya seperti penjahat. Excel Shimo jelas tidak terima, dia meronta-ronta agar bisa kabur. Berhubung dia lemah, reaksinya tidak berarti bagi prajurit. Dengan pasrah Excel Shimo berhenti dan menunggu apa yang akan terjadi.


Setelah sampai di Istana, dia dilempar seperti sampah di depan seorang wanita yang menjadi penguasanya. Setelah prajurit wanita itu keluar, penguasa itu yang tidak lain adalah Ratu Barat mulai berbicara.


"Apa kamu mengingatku?" tanyanya dan tersenyum kepada Excel Shimo.


Excel Shimo mendengus dan memalingkan wajahnya. "Ingat, kamu patung itu kan!" jawabnya dengan ketus.


Ratu Barat tersenyum dan tidak tersinggung.


'Tampaknya dia benar-benar melupakan ku!' batin Ratu Barat yang senang telah berhasil mengendalikan pikiran Dewa Binatang.


Lalu, Ratu Barat menghampiri Excel Shimo yang sedang duduk di lantai dengan lutut tertekuk dan kedua tangannya bertumpu pada lutut. Kemudian, Ratu Barat berjongkok di depan Dewa Binatang dengan bibir masih tersenyum.


"Kamu tampan, kenapa tidak menjadi suami ku saja?" tawaran Ratu Barat sambil memegang dagu Dewa Binatang.


Excel Shimo yang memalingkan wajahnya melirik wajah Xu Qiaofeng, dari dekat bisa jelas wajah cantik Ratu Barat. "Cari yang lain, aku sudah banyak memiliki banyak istri!" jawab Excel Shimo dengan ketus dan berdiri.

__ADS_1


Namun, Ratu Barat menahan bahunya, sehingga Excel Shimo tidak bisa bergerak sama sekali. "Baru kamu satu-satunya pria yang menolak ku!" sungut Ratu Barat yang senyumannya telah berubah kejam.


"Mereka lemah, dan kamu ... !" sahut Excel Shimo sambil melihat wajah Ratu Barat hingga ujung kaki, "standar saja bagiku!" hina Excel Shimo setelah menilai penampilan Ratu Barat.


Plak... Bruk...


Mendengar ucapan Dewa Binatang, jelas Ratu Barat marah dan dia menampar wajah Excel Shimo sedikit keras. Excel Shimo menabrak properti Istana hingga di mengeluarkan darah pada sudut bibinya.


"Sampah!!" teriak Excel Shimo dan langsung berdiri dan berlari menuju pintu keluar.


Swosh... Bukk... Bang...


"Arghh!!"


Ratu Barat menghadangnya dan langsung memukul perut Excel Shimo dan kembali menabrak kursi dan meja. Seketika Excel Shimo pingsan dengan sekali pukulan.


"Pelayan, bawa dia menuju kamarku dan rawat! Kalian jaga dia jangan sampai kabur!" perintah Ratu Barat kepada pelayan dan prajurit wanita.


"Baik Yang Mulia."


Segera Excel Shimo dibawa ke kamar pribadi Ratu Barat, disana dia dirawat dengan baik oleh pelayan seperti seorang penguasa, dalam keadaan yang masih pingsan. Setelah malam hari, Ratu Barat masuk kedalam kamarnya dan melihat Excel Shimo telah bangun sambil menatap jendela yang terlindung jeruji besi.


"Apa tujuanmu menjadikan aku suamimu? Padahal, banyak pria yang kuat dan layak untukmu?" tanya Excel Shimo tanpa melihat Ratu Barat yang berjalan mendekatinya.


"Ya benar, banyak pria yang lebih pantas untukku! Tapi, aku tidak menyukainya, seperti aku menyukaimu! Entah, kenapa hatiku yang terbuka saat melihat kamu!" jawabnya sambil memeluk Excel Shimo dari belakang, dan berbicara di telinganya.


Telinga Excel Shimo bergerak-gerak ketika bibir Ratu Barat menyentuh daun telinga. Excel Shimo masih tidak percaya dan kembali bertanya dengan nada meremehkan dirinya.


"Aku orang yang lemah tanpa kekuatan, statusmu lebih tinggi dan juga kuat ... Lebih baik kamu pikirkan lagi keinginanmu ... Seperti yang aku katakan tadi, aku sudah beristri!"


Excel Shimo berusaha melepaskan kedua tangan Ratu Barat yang memeluknya, tapi pelukan Xu Qiaofeng semakin erat. "Kita baru bertemu, kamu tidak mengenaliku, demikian juga denganku yang tidak mengenalmu. Nyonya, ada salah pandang!" tutur Excel Shimo yang tidak berusaha lagi melepaskan pelukan Xu Qiaofeng.


"Apa cinta perlu mengenali orang yang disukai terlebih dahulu? Apa harus melihat status dan kekuatan untuk mencintai? Tidak, tidak semua wanita seperti yang kamu pikiran. Cinta datang secara spontan, entah itu tepat atau tidak, yang pasti cinta itu buta, dia tidak tahu putih dan hitam. Bagi-nya, ada rasa nyaman dan menenangkan dengan orang yang dia cintai!" jawab Ratu Barat sambil menyandarkan pipi kiri pada punggung Excel Shimo.


Excel Shimo terdiam setelah mendengar perkataan Xu Qiaofeng dengan jujur dan tulus. "Nyonya seorang praktisi beladiri ... Sedangkan aku hanya orang biasa! Apa kamu tidak sakit hati dan sedih, jika aku mati terlebih dahulu? Jangan menyiksa dirimu sendiri dengan mencintai orang lemah sepertiku," kata Excel Shimo dan memberikan arahan Ratu Barat agar tidak salah pilih.


Apa yang dimaksudkan Excel Shimo adalah usia Xu Qiaofeng sangat panjang, sedangkan dirinya tanpa berkultivasi hanya mampu hidup paling lama 150 tahun. Ratu Barat menghela nafas dan mengerti maksudnya.


"Jika kamu mati, aku juga akan mengikuti!" tekad Ratu Barat yang yakin akan pilihannya, dan sudah menyiapkan mentalnya.


Excel Shimo membalikkan badan dan menatap wajah cantik Xu Qiaofeng, dia mencium kening Xu Qiaofeng dengan lembut. Beri aku waktu untuk untuk bisa mencintaimu seperti kamu mencintaiku!"


"Mm!" Ratu Barat mengangguk dan meneteskan air mata bahagia, "aku akan membuatmu kuat dan bahagia, agar kamu tulus mencintaiku!" tekad Xu Qiaofeng.

__ADS_1


Mereka berdua berpelukan layaknya pasangan kekasih yang baru mengungkapkan perasaan masing-masing.


__ADS_2