
Chapter 106 Berkultivasi Ganda dengan Loi Annchi dan Xiao Qiao.
Setelah Excel Shimo memberikan waktu wanitanya, hari telah menjelang malam. Di Dunia Jiwa, juga memiliki matahari sebagai tata surya. Sedangkan Excel Shimo berada dikamar pribadinya.
Pintu kamar milik Excel Shimo terbuka, dan masuk dua wanita yang cantik, terlihat kedua wanita itu baru saja mandi. Mereka adalah Loi Annchi dan Xiao Qiao, kali ini mereka memakai gaun yang tidak terlalu tebal, bisa dikatakan tipis dan memperlihatkan lekukan tubuhnya.
Excel Shimo melihat kedua isterinya, ia tersenyum. Kemudian, Excel Shimo berdiri dan memeluk kedua isterinya, lalu ia mencium kening mereka bergantian.
"Apa kalian sudah siap?" tanya Excel Shimo.
"Sudah," jawab Xiao Qiao malu-malu dan menundukkan kepalanya.
"Ini pertama kali buat kita, yang lembut, ya. Walau kami sudah pernah melihatmu dengan saudari kita," ujar Loi Annchi yang lebih agresif daripada Xiao Qiao.
"Tentu," kata Excel Shimo sembari menarik mereka menuju tempat tidur.
Setelah mereka bertiga duduk, Excel Shimo segera mencium bibir Xiao Qiao. Awalnya Xiao Qiao kaget, tapi ia berusaha tenang dan menyambut ciuman suaminya.
Sedangkan Loi Annchi menanggalkan pakaian suaminya, dan berlanjut membuka pakaiannya sendiri.
Tongkat naga sakti milik Excel Shimo sudah siap tempur. Loi Annchi terkesima dengan besar dan panjang tongkat itu, secara berlahan ia memegangnya setelah berjongkok.
Excel Shimo sambil berciuman, ia melepaskan pakaian Xiao Qiao, dan ternyata isterinya tidak memakai pelindung buah kenyal dan lembah surga.
Lalu, Excel Shimo membelai buah kenyal Xiao Qiao, sedangkan Loi Annchi menjulurkan lidahnya pada tongkat itu.
"Ah... Pelan sayang...," dessahan Xiao Qiao saat buah kenyalnya dilahap suaminya, dan tangannya melingkari leher Excel Shimo.
Loi Annchi makin bergairah saat merasakan tongkat itu, apalagi Excel Shimo mengeluarkan feromon.
Kedua wanita itu sudah tidak mampu menahan gejolak birrahi.
Lalu, Excel Shimo membalikkan badan, kini ia berada dibawah, sedangkan Xiao Qiao berada di atasnya. Excel Shimo menarik leher Xiao Qiao dan mencium bibirnya. Melihat posisinya berganti, Loi Annchi segera duduk dipaha suaminya, dengan tetap memegang tongkat itu.
Karena sudah tidak bisa menahan lagi, Loi Annchi segera menempatkan lembah surganya di atas tongkat, dan secara berlahan ia menurunkan pinggangnya.
"Ohhh... Terlalu besar," erangann Loi Annchi saat kepala naga membelah lembah surganya.
__ADS_1
Berhubung lembah surganya telah basah kuyup, Loi Annchi segera menekan pinggangnya, dan tongkat itu secara berlahan memasuki lembah surga.
"Ahh...," Loi Annchi menahan rasa sakit, saat tongkat itu ingin merusak segel lembah surganya. Namun, Loi Annchi sekali hentak memaksakan pinggangnya melahap tongkat naga, dan desiran darah segera ia rasakan.
Dengan mengigit bibir, Loi Annchi menahan rasa sakitnya. Ia berhenti sejenak agar rasa sakit itu menghilang, setelah dirasa tidak sakit lagi, ia semakin membenamkan tongkat itu hingga memenuhi rahimnya. Terlihat perut Loi Annchi sampai menonjol karena besar dan panjangnya tongkat suaminya.
Sedangkan Excel Shimo terus berciuman dengan Xiao Qiao, sambil merremas buah kenyalnya. Loi Annchi segera menaikan turun pinggangnya, kali ini dia sangat menikmati sensasi yang belum dia rasakan. Gerakannya semakin cepat saat ia akan mencapai puncak, benturan paha dan pantatnyaa sangat jelas terdengar.
"Ohh... Aku sampai...," erangann Loi Annchi saat mencapai puncak kesenangan duniawi. Excel Shimo juga merasakan tongkatnya tersiram air surga milik Loi Annchi, dan secara tiba-tiba, ia menghentak pinggulnya keatas.
"Ahhh...," Loi Annchi tersentak, saat tongkat suaminya terbenam makin dalam, seketika Loi Annchi mencapai puncak untuk kedua kalinya dalam waktu singkat. Tubuh Loi Annchi langsung ambruk disamping suaminya, dan tersenyum penuh kepuasaan.
Excel kembali membalikkan badan, dan menindiih Xiao Qiao. Kembali ia melahap buah kenyal Xiao Qiao, dan tangan kanannya meremass buah kenyal yang kiri.
"Masukan, aku tak tahan," pinta Xiao Qiao saat merasakan tongkat suaminya menyentuh bibir lembah surga.
"Dengan senang hati," jawab Excel Shimo.
Xiao Qiao segera membuka lebar kakinya, dan terlihat lembah surga tanpa ditumbuhi rambut. Dengan segera Excel Shimo menggesekkan tongkatnya pada bibir lembah surga Xiao Qiao.
"Ahhh... jangan dipermainkan, Sayang." mohon Xiao Qiao yang sudah tidak mampu menahan birahinyaa.
Xiao Qiao menahan rasa sakitnya, dan berusaha diam sembari merasakan sensasi yang tidak akan dia rasakan lagi. Excel Shimo diam setelah menghancurkan segel itu.
Sengaja diam agar Xiao Qiao tidak merasakan sakit lagi.
"Lanjutkan, Suami. Sudah tidak terasa sakit lagi," pinta Xiao Qiao.
Tanpa menjawab, Excel Shimo segera mendorong pinggulnya secara berlahan, dia berhenti lagi saat tongkatnya memenuhi rahim Xiao Qiao.
"Ahhh...enak sekali...," erangann Xiao Qiao saat merasakan kenikmatan yang tidak pernah ia alami.
Loi Annchi yang melihat mereka berdua, kembali hasratnya naik, dan bangun untuk mencium bibir suaminya. Sambil berciuman, Excel Shimo menggerakkan pinggulnya, dan suara benturan menambah sensasi nikmat duniawi.
Kepala Xiao Qiao bergerak liar, dengan kedua tangan meraih apapun. Xiao Qiao selalu mengerangg dan mendesahh, saat suaminya menghajar lembah surganya.
"Aku... Keluarrrr...," teriakan indah Xiao Qiao saat dia mencapai puncak.
__ADS_1
"Aktifkan Teknik kultivasi ganda, aku juga akan keluar," pinta Excel Shimo saat dirinya akan mencapai puncak. Segera Xiao Qiao mengaktifkan tekniknya.
"Akhhh...," hentak Excel Shimo saat dia mencapai puncak dengan membenamkan tongkatnya hingga mentok didalam rahim Xiao Qiao.
Rahim Xiao Qiao segera dipenuhi air surga milik Excel Shimo, dan disaat suaminya mencapai puncak, ia juga mencapai puncak untuk kedua kalinya.
"Ahhh... keluar lagii, Sayang," desahann Xiao Qiao ketika ia mencapai puncak saat merasakan air surga hangat milik suaminya.
Secara berlahan Excel Shimo menarik tongkatnya yang masih berdiri dengan gagah, padahal sudah mencapai puncak. Melihat itu, Loi Annchi segera membaringkan tubuhnya, dengan membuka lebar kedua kaki.
Kemudian, Excel Shimo segera pindah dan menggesek tongkatnya pada lembah surga Loi Annchi yang masih ada darah kesuciannya.
Dengan sekali hentak, Excel Shimo membenamkan seluruh tongkatnya.
"Ohhh, pelan sayang...," Loi Annchi mendesaah saat dia kaget merasakan suaminya yang tiba-tiba memasukkan seluruh tongkat besar dan panjang.
Tanpa menjawab, Excel Shimo segera bergerak dengan cepat, hingga membuat Loi Annchi kewalahan.
Excel Shimo menindiih Loi Annchi dan mencium bibirnya, pinggulnya tetap terus bergerak maju mundur dengan cepat.
Setelah berkultivasi ganda selama waktu 6 dupa, Excel Shimo berhenti, sebab kedua isterinya tidak mampu lagi menerima air surganya. Seluruh tubuh mereka basah dengan air keringat, dan perut membuncit karena dipenuhi air surga suaminya.
Mereka berdua tersenyum bahagia, dengan kedua kaki mereka masih terbuka lebar. Melihat itu, segera Excel Shimo menempatkan tongkatnya pada lembah surga milik Xiao Qiao.
"Tunggu, aku sudah tidak kuat lagi, Sayang," cegah Xiao Qiao dengan menutup lembah surga dengan kedua tangan.
"Aku, juga tidak sanggup, Suami," ujar Loi Annchi yang juga menutupi lembah surganya saat Excel Shimo melihat.
"Baiklah, kalian segera menyerap energi Yang ku," jawab Excel Shimo dengan kecewa, sebab ia masih belum puas.
Excel Shimo hanya keluar 5 kali, Xiao Qiao menerima tiga kali semburan air surganya, dan Loi Annchi hanya dua kali. Sedangkan kedua isterinya sudah lebih dari sepuluh kali mencapai puncak.
"Maaf, Sayang," kata mereka serempak saat melihat kekecewaan suaminya.
"Tidak apa-apa, masih ada saudari kalian," jawab Excel Shimo dan tersenyum. Lalu ia melangkah keluar tanpa memakai sehelai kain di tubuhnya.
"Terlalu kuat," kata Xiao Qiao setelah Excel Shimo menghilang.
__ADS_1
"Apa saudari kita mampu memuaskan dia?" tanya Loi Annchi dengan mengelus perutnya yang penuh.