God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 187. Istana Sembilan Surgawi(2).


__ADS_3

Chapter 187. Istana Sembilan Surgawi(2).


Dewa Kenakalan tersenyum dan mengerucutkan bibirnya saat melihat musuh bebuyutan yang segera bereaksi dengan amarah meluap-luap.


"Tidak masalah jika kalian tidak terima saran-ku, terserah keputusan kalian. Yang terpenting aku tidak mau masa kelam terulang lagi. Sekaligus kita bisa ujicoba lagi senjata kita yang baru...," jawab Dewa Kenakalan dengan mengangkat kedua bahunya, tanda dia tidak perduli dengan kehidupan di Benua Jiang Shan. Tapi disaat dia mengatakan perihal senjata baru, membuat wajah Dewa Kenakalan penuh kesenangan.


"Kam--"


"Sudah berhenti," Dewa Timur segera melerai Dewa Barat dan Dewa Kenakalan yang akan beradu mulut, "apa yang dikatakan bocah tua nakal itu ada benarnya. Jelas kita tidak mau masa kelam terulang lagi. Apa kalian mau mengorbankan sanak-saudara kalian hanya untuk menghentikan invasi Ras Asura? Apa kalian akan menyia-nyiakan pengorbanan pendahulu kita, yang mengorbankan sisa hidupnya untuk memblokir dari dalam? Jika kalian memiliki solusi yang lebih baik, katakan, aku sangat berharap, jangan hanya marah dan beradu argumen saja!" lanjut Dewa Timur dengan nada tinggi dan banyak pertanyaan terlontar, ia menyindir semua orang dan bukan tertuju kepada Dewa Barat.


"Hahaha, lihat, lihat, saran-ku brilian, kan! Kucing besar, otakku ternyata tokcer, daripada otakmu yang terlalu lembut... lembut dan lembut...," tawa Dewa kenakalan yang bangga sarannya diterima Dewa Timur, dan kembali memprovokasi Dewa Barat dengan gaya seorang pria setengah wanita, dengan tangan kanan melambai-lambai.


Dewa Barat kali ini tidak terpancing emosinya dengan ejekan Dewa Kenakalan, ia menutup mata untuk mencari solusi yang lebih baik daripada menggunakan senjata baru.


Demikian juga dengan semua orang, mereka berpikir keras untuk mencari solusi yang tepat tanpa harus mengorbankan Benua Jiang Shan.


Wushhh...(desiran angin)


"Maaf, para Pimpinan Tertinggi yang terhormat."


Tiba-tiba muncul seseorang ditengah Istana Sembilan Surgawi sambil berlutut dihadapkan sembilan pimpinan tertinggi, dengan lutut kanan menyentuh lantai, kepala menunduk sambil menangkupkan kedua tangan didepan kepalanya.


"Katakan, ada apa?" tanya Dewa Timur kepada orang yang baru muncul.


"Altar Divisi Reinkarnasi telah kebobolan. Beberapa monster telah keluar. Situasi genting. Harap memberikan instruktur." jawab orang itu tanpa bertele-tele.


"Apa!!!"

__ADS_1


Semua orang berseru kaget sambil berdiri dari tempat duduknya, sebab di masa lalu binatang monster tidak sampai keluar dari Altar Divisi Reinkarnasi.


Jelas ini situasi gawat darurat dan sangat membahayakan jika Ras Asura sampai keluar... Lebih berbahaya daripada jaman Ordo Kegelapan.


"Hahmmm...," Dewa Timur menghela nafas berat, tidak hanya dia tapi kedelapan pimpinan tertinggi, "terpaksa, terpaksa kita gunakan senjata baru kita. Kehilangan satu untuk menyelamatkan miliaran kehidupan. Jika kalian tidak setuju, berikan solusi segera?" ujar Dewa Timur setelah menghela nafas berat dan meminta persetujuan kepada semua orang yang hadir.


"Saya setuju. Tidak ada waktu dan solusi yang tepat," jawab pemimpin tertinggi dari Ras Basalt. Julukannya Dewa Utara, namanya Xuan Wuyan dari marga Xuan.


Dewa Utara terbilang Dewa paling pendek. Tinggi badan 150 cm, fisiknya kekar dan lengannya besar, senjata andalannya adalah Palu. Kumisnya panjang seperti ular, kedua matanya mengeluarkan sinar berwarna kuning. Usianya jutaan tahun. Sifatnya pendiam, menyendiri, tapi cepat tanggap dalam menghadapi situasi genting.


Ras Basalt merupakan Ras unik. Jika dalam bentuk wujud aslinya, kepalanya seperti Naga dengan rambut berwarna putih, ekornya seperti ekor ular, dan punggungnya terlindung tempurung kura-kura yang berduri tajam. Keempat kakinya seperti kaki badak.


Salah satu dari sembilan pimpinan tertinggi, ada satu wanita tua yang akhirnya angkat bicara. "Saya juga setuju. Seandainya ada waktu lebih, saya pribadi yang akan menyelamatkan kehidupan di Benua Jiang Shan!" suaranya sangat lembut walau sedikit serak tapi menenangkan.


Wanita itu adalah Dewi Selatan dari Ras Rubah ekor Sembilan dan Ras Ular. Telinganya telinga rubah dan kedua bola matanya seperti mata ular. Usianya mencapai jutaan tahun. Rambut putih bercampur warna hitam. Walaupun usianya jutaan, wajahnya masih nampak muda seperti usia 90 tahunan. Dari kedua matanya mengeluarkan sinar hijau muda. Sifatnya lembut, tenang dan berwibawa, tegas dan kharismatik.


"Bagaimana denganmu, Saudara?" tanya Dewa Api Tenang kepada Dewa Barat.


"Baiklah aku setuju. Biarkan aku yang memimpin ...," jawabannya dan hanya di anggukkan kepala semua pemimpin.


"Oiii, tunggu!" teriakan Dewa kenakalan yang langsung berdiri dan mencegah Dewa Barat, "biarkan aku yang memimpin. Dulu saat ujicoba pertama dipimpin Dewa Timur. Sekarang aku." lanjutnya yang ingin memimpin senjata baru Istana Sembilan Surgawi.


"Tidak, biar aku saja, kamu terlalu ceroboh!" tolak Dewa Barat yang tidak mengizinkan Dewa Kenakalan untuk memimpin, sebab Dewa Kenakalan selalu saja membuat kesalahan.


"Sudah cukup!" lerai pemimpin tertinggi dari Ras Phoniex disaat Dewa Barat dan Dewa Kenakalan saling berdebat, "biarkan aku saja yang kali ini memimpin. Selanjutnya kalian. Kali ini bukan ujicoba lagi. Ingat, ini demi kepentingan banyak kehidupan." lanjutnya yang memutuskan dirinya untuk memimpin, nadanya tegas hingga membuat kedua Dewa itu diam.


Pria tua dari Ras Phoniex bernama Huang Taiji dari Marga Huang, julukannya Dewa Api. Kedua matanya mengeluarkan sinar kemerahan, rambutnya berwarna merah api.

__ADS_1


"Baik kita segera bertindak." Dewa Timur langsung menghilang dan menuju ke suatu tempat, kedelapan Dewa Dewi segera menyusulnya.


Di suatu tempat khusus jika dilihat dari langit, ada 9 titik dan satu titik berada ditengah. Setiap titik berbentuk seperti piramida. Disetiap puncak piramida itu terlihat cermin bulat logam kuningan.


Kesembilan Dewan Keamanan sudah berada pada posisinya masing-masing. Dewa Api berada di piramida paling tengah dengan dikelilingi delapan cermin.


Semua orang banyak menyaksikan para pemimpin Dewan Keamanan yang akan menggunakan senjata baru Istana Sembilan Surgawi. Baru kali ini kesembilan Kaisar dan yang lainnya mengetahui senjata baru itu.


"Bersiap!" teriak Dewa Api kepada ketujuh Dewa dan satu Dewi.


Segera kedelapan Dewan Keamanan mengalirkan semua energinya untuk memasuki cermin dihadapkan mereka. Seketika delapan cermin bercahaya dan diarahkan kepada cermin pusat yang dipimpin Dewa Api. Melihat itu Dewa Api tersenyum misterius.


Jantung semua orang yang melihat berdebar-debar. Wajah mereka penuh antisipasi. Mereka ingin melihat apa kehebatan senjata itu. Apakah bisa menghancurkan Benua Jiang Shan beserta Altar Divisi Reinkarnasi? Ataukah hal hebat yang lain, yang tidak diketahui semua orang.


Di Benua Zhong Hua juga melihat cahaya pada cermin. Semua kekuatan sudah keluar dari tempatnya masing-masing dan ingin tahu apa yang diperbuat oleh para Dewan Keamanan


Para pimpinan Istana Iblis Timur juga melihat tindakan Dewan Keamanan.


"Sudah waktunya. Lakukan rencana kedua, setelah mereka melepaskan senjata hebat mereka!" perintah Raja Chi Yong kepada bawahannya, ia tersenyum melihat cahaya di Benua Shen Zhou.


Walau Benua Shen Zhou sangat jauh, bagi kekuatan Setingkat Dewa Emas masih bisa dilihat seperti cahaya dimalam hari, apalagi Setingkat Surgawi.


"Laksanakan, Yang Mulia."


Wushhh...


Segera bawahannya menghilang dan Raja Chi Yong masih menunggu Dewan Keamanan melepaskan serangan senjata hebat Istana Sembilan Surgawi.

__ADS_1


__ADS_2