God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 412.


__ADS_3

Chapter 412. Tentara Malaikat.


.....


Benua Cahaya merupakan domain bagi Bangsa Malaikat berbeda jauh dengan Benua Api, yang mana suasananya lebih damai dan menyejukkan hati.


Sama seperti Benua Api, Benua Cahaya dikelilingi tembok setinggi dua puluh meter dengan ketebalan sepuluh meter dan juga dibangun banyak menara turret.


Diluar tembok adalah sungai besar, oleh Raja Malaikat dimanfaatkan sebagai kanal bagi Armada Angkatan Laut, sebab air musuh dari api. Selain sebagai kanal, sungai besar juga menghalangi serangan Ras Mayat Hidup yang lebih unggul saat berada di daratan.


Penghubung antara Benua Cahaya dengan sudut segitiga dibuatkan sebuah jembatan besar, lebar mencapai tiga puluh meter dengan panjang jembatan mencapai delapan kilometer. Jembatan itu dibagi menjadi tiga dan setiap bagian terhubung dengan rantai, bagian tengah sebagai pusat mengendalikan jembatan yang bisa diangkat dan turunkan.


Jembatan ini dikenal dengan nama Tiga Saudara, dan juga memiliki arti, yaitu 'biarpun saudara bisa terputus tetap ingat satu asal'.


Disaat masuk ke dalam tembok perlindungan, kita akan melihat banyak bangun berbentuk kincir angin, fungsi dari kincir angin untuk mengendalikan perairan bagi ladang pertanian dan peternakan. Tapi, jangan melihat itu sebagai lahan pertanian dan peternakan biasa, setiap kincir angin terhubung dengan yang lainnya, dan dibawa tanah tersembunyi banyak anak panah besi. Bisa dikatakan kincir angin adalah menara untuk mendeteksi keberadaan Fiend Spirit.


Setelah melewati wilayah kincir angin kita akan melihat tembok setinggi sepuluh meter dan tebal lima meter, banyak di bangun pintu masuk, pintu masuk antara dengan yang lainnya berjarak lima meter.


Namun, jangan tertipu dengan banyak pintu, itu merupakan Formasi ilusi yang digunakan untuk memperlambat pergerakan lawan.


Setelah melewati tembok perlindungan atau pertahanan kedua, kita akan terkejut melihat banyak pohon cemara putih yang besar, ketebalan pohon mencapai enam meter, tinggi mencapai di atas lima belas meter, saat kita mendongak akan melihat banyak rumah tempat tinggal Peri Kupu-kupu.


Peri Kupu-kupu jenis pria dan wanita tampak mirip, bisa dikatakan mereka sangat cantik, tubuh manusia ukuran sekecil telapak tangan orang dewasa, sayap berwarna-warni, gerakan mereka sangat cepat dan lincah.


Tapi sekali lagi jangan tertipu betapa uniknya mereka, ukuran mereka bisa berubah layaknya manusia, mampu berkamuflase, dan mereka adalah pasukan khusus mengalihkan perhatian musuh, dan sasaran Peri Kupu-kupu adalah bola mata, bola mata bagi mereka akan dijadikan koleksi dan manik-manik, kesukaan mereka adalah madu hutan.



Bisa dikatakan Benua Cahaya memiliki pertahanan tingkat tinggi, semua itu dilakukan demi keselamatan penduduk dan juga lawan mereka sangat banyak, terutama yang paling merepotkan adalah Ras Mayat Hidup, sudah banyak, lemah tapi menggemaskan.


Di dalam Istana Cahaya.


Raja Malaikat setelah mendapatkan laporan dari Jin Shou dan Tsai Li-Liang, langsung memerintahkan untuk menjemput Dewa Binatang dengan kereta khusus dan juga mengirimkan sepuluh ribu tentara Malaikat untuk mengawalnya.


Raja Malaikat yang sudah lama tidak melihat manusia jelas ingin sekali bertemu, dia ingin melihat manusia telah berevolusi menjadi apa, apalagi setelah Jin Shou menceritakan keunikan Dewa Binatang.


Jin Shou, Tsai Li-Liang dan perwira menengah memimpin sepuluh ribu Malaikat dalam misi menjemput Dewa Binatang.


Iring-iringan tentara Malaikat yang keluar dari markas utama jelas mengundang banyak perhatian penduduk, bahkan putri Raja Malaikat yang bernama Ximen Fengying melihat dari istananya menjadi tertarik.


Tidak hanya putri Ximen Fengying saja yang tertarik, tapi dua putra Raja Malaikat juga sama, mereka bertiga segera keluar dan bertanya-tanya kepada abdi istana.

__ADS_1


Setelah mengetahui ada manusia, jelas mereka tampak bersemangat dan buru-buru mengikuti Jin Shou dan Tsai Li-Liang.


Reaksi Bangsa Malaikat yang berlebihan mudah dimengerti, karena manusia masih dalam satu garis keturunan dari Deity, dan Ras Manusia juga telah lama eksodus dari Benua Roh.


Ini seperti kerinduan akan saudara yang sudah lama tidak bertemu.


Banyak anak-anak dan bayi usia satu tahun segera terbang mengikuti tentara, tapi oleh orangtuanya dan para prajurit kota dihentikan. Di Benua Cahaya, bayi dari Ras Malaikat yang baru lahir sudah memiliki sayap, dan bisa terbang saat usianya baru enam bulan.


Umur 1 tahun diharuskan ikut lomba terbang, umur 3 tahun diharuskan masuk akademi, umur 8 tahun sudah mengikuti kompetisi beladiri, umur 12 tahun sudah berburu di Hutan Mistik untuk mendapatkan cincin roh.


Dan, karena Benua Cahaya begitu indah dan unik, akhirnya membuat Ras Asyura menginginkannya, padahal jika hanya berkunjung dan membuat kerjasama Raja Malaikat tidak mempermasalahkannya, tapi jika ingin menguasai, jelas akan di lawan.


Benua Api sebenarnya juga indah, tapi Raja Asyura kurang begitu memperhatikan masalah kenyamanan maupun kebutuhan dalam ketenangan jiwa, dia lebih fokus dalam mencari sumberdaya untuk memperkaya diri.


Jin Shou dan tentara Malaikat telah melewati jembatan Tiga Saudara dan ada dua Peri Kupu-kupu mengikuti dengan berkamuflase dan masuk di gerbong kereta kuda terbang.


Di dalam gerbong kereta kuda terbang sangat luas, dua tempat duduk memanjang yang muat diduduki empat orang, ada tempat tidurnya. Kedua Peri Kupu-kupu segera menuju tempat tidur. Namun, kedua Peri Kupu-kupu diketahui oleh putri Ximen Fengying yang berada di dalam bersama kedua kakaknya, Ximen Sying dan Ximen Kai.


"Aiyoh! Biarkan aku ikut, tenang saja aku tidak akan menggangu, hanya penasaran ingin melihat manusia, apakah lebih cantik dari para Peri atau tidak! " gerutu Peri Kupu-kupu betina dengan memohon setelah ketahuan.


Ximen Sying dan Ximen Kai hanya tersenyum dan tidak marah dengan perbuatan kedua Peri Kupu-kupu, sebab hal seperti ini sudah biasa mereka lakukan, selain itu ayah kedua Peri Kupu-kupu adalah petinggi Bangsa Malaikat.


Ximen Sying adalah salah satu dari peserta Konferensi Tianwu.


"Oke, cantik! " puji kedua Peri Kupu-kupu setelah diijinkan, mereka segera duduk di bahu kanan kiri Ximen Fengying dengan menyilangkan kaki untuk dijadikan tumpuan sikunya.


Ximen Fengying hanya tersenyum dan berbicara kepada kakaknya perihal manusia yang telah mereka ketahuan bernama Excel Shimo si Dewa Binatang...


.....


Di rumah miniatur, Excel Shimo telah terbangun dan melihat Jing Ehuang tidur di perutnya dengan meneteskan air liur, dia tersenyum dan melihat Moon Qiang menyadarkan kepala di sampingnya, lalu melihat Dong Jingying meletakkan kepala di dekat paha kanannya.


"Benar-benar melelahkan telah menggunakan kemampuan Third Eye Stone, untung saja aku dibantu oleh Galaksi Elemen. Jika tidak... (Menghela nafas) jiwaku akan terluka! " sesal Excel Shimo yang dengan paksa menggunakan kemampuan Batu Keabadian.


Tapi, dia tersenyum walaupun telah bertindak ceroboh, karena dengan begini dia tahu batasan diri sendiri, kemampuan Third Eye Stone dan juga kemampuan galaksi-nya setelah berevolusi.


"Pantas saja jika kakek menyarankan aku hanya berfokus tentang pemahaman daripada mencari sumberdaya... Jadi ini maksudnya!" gumam Excel Shimo.


Ya, setelah Excel Shimo menggunakan kemampuan Third Eye Stone, dia hampir merusak jiwa-nya, karena terlalu memaksakan diri lebih dari batas toleransi ketahan kekuatan jiwa-nya. Beruntung Galaksi Elemen memulihkan jiwa-nya dengan segera, dan Excel Shimo mengetahui juga jika Galaksi Elemen bisa terus memberikan kekuatan jiwa.


Excel Shimo memainkan paruh Jing Ehuang dan membuatnya terbangun. Tapi, Excel Shimo segera berpura-pura masih tidur, dan membuat Jing Ehuang kembali memejamkan matanya.

__ADS_1


Kembali Excel Shimo menarik paruh Jing Ehuang dan kembali ia membuka mata.


Jing Ehuang menyempitkan matanya dengan melihat Excel Shimo, dia curiga jika Excel Shimo berpura-pura tidur, sebab kedua wanita tertidur lelap.


Karena jengkel, Jing Ehuang bangun, dia menggoyangkan ekornya dan berniat mengeluarkan Buah Yang Melegakan di perut Excel Shimo...


"Aduh... !! " teriakan kesakitan Jing Ehuang ketika Excel Shimo menyentil-nya, dia langsung tertawa saat melihat orang yang ditunggu-tunggu akhirnya bangun.


Teriakan Jing Ehuang jelas membangunkan Moon Qiang dan Dong Jingying, mereka melihat Excel Shimo terkekeh setelah menyentil Jing Ehuang dan meraih ekornya.


Mendengar kegaduhan di dalam kamar, duo Dewi segera masuk dan melihat Excel Shimo membanting Jing Ehuang di kasur, mereka melihat Moon Qiang dan Dong Jingying yang sedang tertawa.


"Apakah kamu sudah sembuh! " tanya Dewi Lou kepada Excel Shimo.


Akhirnya Excel Shimo berhenti membanting dan melepaskan ekor Jing Ehuang, dia melihat Dewi Lou dan Dewi Xuan, tapi tidak melihat Bunga Wangi.


"Aku baik-baik saja, waktu itu hanya sedikit kelelahan! " jawab Excel Shimo dengan berbohong.


Semua wanita jelas tahu Excel Shimo berbohong, sebab tanda-tanda kerusakan jiwa bisa terlihat, apalagi Jin Shou telah memeriksanya, semua wanita menghela nafas dan mengerti jika Excel Shimo tidak ingin dikuatirkan.


"Syukurlah jika kamu sudah baikan, tiga hari kamu tertidur, " kata Dewi Xuan dan duduk di samping Excel Shimo.


"Tiga hari...! " Excel Shimo jelas terkejut jika dia telah lama tidak sadarkan diri, dia merasa baru sebentar tertidur.


"Apa karena jiwaku yang hampir saja terluka hingga membutuhkan pemulihan total! " batin Excel Shimo sambil kembali membaringkan tubuhnya, "aku tidak boleh terusan seperti ini." lanjutnya dan menghela nafas.


Excel Shimo jelas tidak ingin seperti ini, keadaan yang membahayakan baginya jika diketahui musuh. Semua wanita tidak menganggu Dewa Binatang yang tampak berpikir, dan Jing Ehuang yang tidak dibanting lagi bertengger di bahu Moon Qiang dengan wajah cemberut.


"Baiklah, ayo kita temui Yang Mulia!" aja Excel Shimo dan segera beranjak dari tempat tidur.


Segera mereka semua keluar dari kamar dan melihat salah satu orang datang, dia mengabarkan jika ada tentara Malaikat menuju kearah ini. Dua Dewi segera keluar terlebih dahulu dan melihat kedatangan Jin Shou bersama tentara Malaikat.


"Mereka sudah datang, " kata Dewi Xuan saat Excel Shimo berhenti di sebelahnya, semua orang melihat iring-iringan tentara Malaikat dengan menunggangi kuda terbang.


Raja Singa menghampirnya, dia juga ikut cemas dengan keadaan tuannya, Excel Shimo memberikan lima butir Pil Sky Soul dan juga kepada semua binatang sebagai bentuk hadiah telah berkontribusi selama dia tidur.


"Dimana Bunga Wangi?" tanya Excel Shimo.


Segera Moon Qiang yang menjawab:


"Mereka telah kembali untuk membantu meyakinkan pemimpin Perguruan Api Asyura."

__ADS_1


Excel Shimo mengangguk paham, dia memang berharap agar pemimpin Perguruan Api Asyura mendukungnya dalam menghentikan Wei Yan dan Raja Asyura.


__ADS_2