
Chapter 440. Peperangan Binatang Mistik (1).
Lin Sichuan yang tidak segera beranjak dari tempat duduknya, diseret oleh rekan-rekannya untuk masuk ke dalam kamar. Semua wanita ingin Lin Sichuan merasakan apa yang mereka alami saat disentuh oleh Excel Shimo.
"Tu... Tunggu! A... Aku belum siap!" alasan Lin Sichuan sambil menahan tubuhnya agar tidak masuk ke kamar.
"Tenang saja! Setelah kamu merasakannya, pasti tidak ingin enggan untuk berhenti!" bujuk Moon Qiang sambil mendorong punggung Lin Sichuan, sedangkan duo Dewi menarik tangannya.
Setelah masuk ke dalam kamar dan sebelum dekat dengan tempat tidur, Excel Shimo menekan pinggang kiri Lin Sichuan, hingga suara "ohh! " terdengar keras, tubuhnya bergetar hebat saat merasakan sensasi nikmat hanya dengan sentuhan.
Semua wanita tertawa melihat reaksi Lin Sichuan yang mengalahkan mereka. Sekali lagi Excel Shimo menekan pinggang Lin Sichuan dan lenguhannya semakin indah didengar. Excel Shimo terus menekan titik meridian Ren dan membuat Lin Sichuan mencapai puncak dan air surganya keluar dengan deras.
Lin Sichuan seketika lemas dan nafas terengah-engah, lalu oleh dua Dewi dibaringkan di tempat tidur. Dengan posisi tubuh terlentang wajah merah Lin Sichuan terlihat jelas di mata Excel Shimo. Lin Sichuan memalingkan wajahnya karena malu, dan...
"Ohh!! "
Lin Sichuan kembali melenguh ketika telapak kakinya ditekan oleh Excel Shimo, tubuhnya menggeliat dengan pinggul naik ke atas dan air surganya kembali menyembur deras. Buru-buru Lin Sichuan menutupi tubuh bagian bawahnya yang menyembur dan semakin malu dilihat oleh Excel Shimo.
Moon Qiang, Ximen Fengying dan duo Dewi tertawa melihat Lin Sichuan, mereka tidak menyangka dibalik sikap brutal Lin Sichuan memendam hasratnya sangat dalam.
Excel Shimo sebenarnya sejak tadi menahan gejolak sebagai pria, karena di luar ada dua ketua dan Ximen bersaudara. Seandainya tidak ada pria lain, Excel Shimo sudah menghajar semua wanitanya sampai lemas.
Setelah selesai membuka titik meridian di tubuh Lin Sichuan, Excel Shimo keluar kamar dan meninggalkan Lin Sichuan yang lemas dan nafas terengah-engah.
Lin Sichuan sendiri sudah menduga jika nanti reaksinya akan memalukan, tapi dia merasakan tubuhnya sangat nyaman dan sirkulasi jaringan meridian menjadi lancar.
"Segera kalian lanjut berkultivasi, agar besok kita bisa mulai berburu. Dan kalian jangan keluar dulu sebelum aku selesai mengobati mereka!" pesan Excel Shimo sebelum keluar dari rumah miniatur dan di anggukan semua wanitanya.
Excel Shimo tidak mau semua wanita melihat reaksi Jin Shou, Tsai Li-Liang dan Ximen bersaudara saat dia mengobatinya, semua wanita memahaminya dengan buru-buru masuk ke dalam rumahnya masing-masing.
Selanjutnya, Excel Shimo segera mengobati Tsai Li-Liang, Jin Shou dan Ximen bersaudara, ia memerintahkan mereka untuk berdiri dan membalikkan badan, untuk mereka berempat Excel Shimo akan menggunakan metode yang berbeda.
Setelah keempat orang itu membalikkan badan, Excel Shimo mengaktifkan Mata Langit dan melihat titik meridian mereka yang tersumbat, lalu mengunci titik meridian mereka. Kemudian Excel Shimo menggerakkan tangan kanannya ke depan dan bermunculan banyak jarum energi.
Dengan lambaian tangan kanan, jarum-jarum itu melesat pada titik-titik meridian yang tersumbat. "Ahh... Ohh! " suara keempat pria itu ternyata lebih keras dari semua wanita saat jarum energi menusuk titik meridian mereka.
Keempat pria itu menggelepar di tanah dan Excel Shimo melihat tubuh bagian bawah mereka yang menyemburkan air surganya, dia membalikkan badan dan buru-buru masuk ke dalam rumah Moon Qiang.
__ADS_1
"Menjijikkan! " batin Excel Shimo yang bergidik melihat tongkat kecil mereka dibalik pakaian menyembur berulang-ulang, dia segera membuka dan menutup dengan tergesa-gesa.
Untung saja semua wanita berada di dalam rumah, seandainya mereka melihat, jelas reaksinya akan sama seperti Excel Shimo. Walaupun tidak melihat keempat pria itu melenguh kenikmatan, suaranya masih saja terdengar dengan jelas.
Disaat masuk rumah, Excel Shimo melihat kamar kekasihnya telah ditutup, dan dia masuk ke dalam kamar pribadinya. Namun, dia melihat Lin Sichuan yang duduk di kasur.
"Apa kamu sudah baikan? " tanya Excel Shimo sembari menghampiri Lin Sichuan dan duduk di sebelahnya.
"Terimakasih! Aku sudah merasa sangat baik!" jawabnya sambil menunduk.
"Aku minta maaf! " lanjutnya sebelum Excel Shimo berbicara.
Excel Shimo melirik Lin Sichuan dan tersenyum setelahnya, dia bertanya, "minta maaf dalam hal apa, apakah kamu ada kesalahan?"
Dengan memberanikan diri, Lin Sichuan memiringkan wajahnya untuk melihat Excel Shimo. "Karena... Karena aku telah menantang mu dan sesuai perjanjian ... Aku akan menempatinya! " jawab Lin Sichuan dan menghela nafas lega setelah berhasil mengungkapkan isi hatinya yang selalu mengganjal dan kembali menunduk.
"Kamu bebas dan waktu itupun aku hanya menggoda-mu!" ungkap Excel Shimo dengan membelai rambut pendek Lin Sichuan.
Bukannya senang, Lin Sichuan terlihat meneteskan air mata setelah dirinya ditolak. Melihat air mata Lin Sichuan jatuh, Excel Shimo keheranan dan langsung membaca pikiran serta ingatan Lin Sichuan.
Excel Shimo menghela nafas tak berdaya, ternyata Lin Sichuan telah jatuh cinta kepadanya sejak dikalahkan olehnya.
Lin Sichuan langsung membalas pelukan dan membenamkan wajahnya di dada Excel Shimo. Setelah beberapa saat menikmati momen terindah, Excel Shimo berbicara, "segera sesuaikan kondisimu dengan seperti yang lainnya. "
Excel Shimo memegang dagu Lin Sichuan dan kedua wajah saling berpandangan. Excel Shimo mencium bibir Lin Sichuan. Lin Sichuan sedikit kaget tapi tidak menolaknya, dia malah menyambut ciuman kekasihnya.
Buru-buru Lin Sichuan melepaskan diri dan berlarian dari kamar dengan wajah memerah, dia sangat bahagia telah menjadi kekasih Dewa Binatang. Excel Shimo terkekeh melihat reaksi Lin Sichuan seperti seorang remaja yang baru merasakan cinta.
"Orang tidak mendapatkan kebahagiaan karena mereka terjebak dalam pandangannya. Begitu kita melepaskan pandangan tersebut, kita bebas dan bahagia!" gumam Excel Shimo di dalam hati dan membaringkan tubuhnya.
Excel Shimo bahagia melihat semua orang yang dia cintai tertawa, tapi dia juga tahu kebahagiaan juga butuh perjuangan untuk meraihnya.
Seperti halnya Lin Sichuan, setelah kalah bertarung dengan Dewa Binatang, dia yang terbiasa dipuja dan dikagumi tidak bisa menerima kekalahan, apalagi setiap orang menjadi mengidolakan Dewa Binatang.
Dia selalu mengumpat kesal saat wajah Dewa Binatang selalu menghantui pikirannya. Lambat laun kebenciannya pun menjadi cinta...
Siang hari berlalu berganti malam, Excel Shimo yang tertidur, tiba-tiba membuka matanya, ketika merasakan Formasi Pendeteksian mengirimkan tanda bahaya.
__ADS_1
Excel Shimo segera keluar dari rumah miniatur dan melihat Raja Singa, Jin Shou dan Tsai Li-Liang melihat keluar Formasi dengan tatapan waspada.
"Roar... Roar... Roar...! "
Suara meraung-raung banyak binatang mistik berdatangan di wilayah pusat titik pertemuan Formasi Trigonometri. Setelah suara raungan, terdengar suara pekikan burung yang jumlahnya fantastis.
Semua wanita segera keluar dari rumahnya masing-masing dan berkumpul bersama Excel Shimo. Semua orang syok melihat banyaknya binatang mistik berdatangan dari segala penjuru.
"Jangan takut, mereka tidak akan mengetahui keberadaan kita! Tempat ini merupakan medan pertempuran antar binatang mistik, dan hari ini kebetulan adalah waktu bagi semua binatang mistik menunjukkan dominasinya! " ungkap Excel Shimo kepada semua orang.
Ya, Excel Shimo sudah mengetahuinya dari ingatan Banteng Api, sebab itu dia membuat tiga macam Formasi untuk melindungi semua orang, dan tujuan utamanya untuk menjebak sebanyak mungkin binatang mistik dengan menggunakan Formasi Ilusi, jika binatang mistik lolos dari ilusi, maka Formasi Pembunuhan yang akan mengeksekusinya.
Seandainya binatang mistik lolos dari Formasi Pembunuhan, mereka juga tidak akan menemukan keberadaan Excel Shimo dan timnya, sebab masih ada Formasi Perlindungan, kecuali jika binatang mistik memiliki kekuatan di atas True Alfa yang tidak terpengaruh oleh Formasi.
Peperangan binatang mistik sudah sering terjadi setiap sepuluh tahun sekali, tujuan peperangan ini untuk menjadi penguasa tunggal yang membawahi semua binatang mistik. Saat ini penguasa darat di Benua Giok dipegang oleh Four Holy Beast, si Naga Azure, Chaos Beast sebagai penguasa udara, Basalt sebagai penguasa air dan Kunpeng penguasa lautan. Selain keempat penguasa itu, ada beberapa binatang mistik yang hidup melepaskan diri dari pertempuran, padahal bisa saja mereka menjadi salah satu penguasa.
Semua orang bernafas lega setelah Excel Shimo berbicara dengan meyakinkan dan menenangkan rasa takut. Lalu Excel Shimo melihat ke arah Tenggara, saat mendengar suara binatang mistik jenis kera.
"Santai saja dan siapkan hidangan untuk menemani kita melihat pertunjukan," kata Excel Shimo yang ingin merasakan masakan Lin Sichuan, Dewi Xuan dan lima wanitanya, sambil melihat wajah mereka, "masakan kalian enak! Buatkan lagi, jika kurang bahan bilang saja. " lanjutnya dan kembali melihat ke arah Tenggara, tanpa melihat reaksi ketujuh wanita yang tersipu malu setelah dipuji.
"Dagingnya habis." kata Lin Sichuan sambil melirik Ximen bersaudara yang telah menghabiskan daging Ular Piton dan Banteng Api.
Spontan Ximen bersaudara terbatuk dan berpura-pura tak melihat lirikan sadis Lin Sichuan. Excel Shimo yang melihat Ximen bersaudara hanya tersenyum dan mengeluarkan empat Banteng Api yang pingsan setelah taklukkan oleh Raja Singa.
"Khusus Raja Singa, dia minta daging setengah matang!" pesan Excel Shimo kepada Lin Sichuan.
Raja Singa dengan bangga membusungkan dada dan berjalan mendekati Dewa Binatang, lalu dia membaringkan tubuhnya untuk dijadikan bantal oleh Dewa Binatang.
"Roar! "
Titik pusat Benua Giok semakin ramai dengan suara raungan dan pekikan burung yang saling menyahut, tapi anehnya tidak ada yang segera menyerang, hanya melingkari wilayah titik pusat daratan. Binatang mistik berkumpul menurut jenisnya, demikian juga dengan burung yang terbang berputar-putar bersama kelompoknya.
Semua orang yang melihat dari dalam Formasi seakan-akan melihat parade binatang mistik yang mempertunjukkan kelebihan mereka dalam hal penampilan, terutama jenis burung Phoenix Api dan Es, Angsa Surgawi, Suzaku, Thunderbird, Blue Magpie, Bifang, mereka dengan anggun memamerkan kecantikannya dengan mengepakkan sayap berwarna-warni.
Binatang mistik spesialis darat juga tidak mau kalah, juga menampilkan kebolehan mereka, terutama jenis Kuda Surgawi, Nine Tail Fox, Jade Rabbit, Shirasawa, Gu Eagle, Beast Iron Eater, Fairy Deer dan lain sebagainya.
Excel Shimo membaringkan tubuhnya dengan kepala bertumpu pada paha Moon Qiang, sedangkan Moon Qiang sendiri bersandar pada punggung Raja Singa. Melihat burung Phoenix, Thunderbird dan Angsa Surgawi, Excel Shimo teringat dengan istrinya, yaitu Loi Annchi, Fang Yin, Jing Jiao dan Sun Xiangyi.
__ADS_1
Kemudian kedua mata Excel Shimo melihat Nine Tail Fox dan Jade Rabbit, dia juga teringat dengan istrinya, Bao Yu, Tu Qingxuan dan Tu Yueyin Mei. Rasa rindu menghinggapi hatinya, rasanya ingin segera kembali, apalagi beberapa istrinya sedang hamil.
"Setelah berburu ini, aku akan kembali ke Benua Kelahiran. Aku sangat merindukan mereka! " batin Excel Shimo dan memejamkan matanya.