God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 51 Siuman.


__ADS_3

Chapter 51 Siuman, membandingkan ukuran.


Xiao Qiao, Loi Annchi, Ming Mei, Ming Li Ling, dan kedua Putri Raja Han secara bergantian merawat Bu Wanmei.


Selama tiga hari ini mereka seperti seorang isteri saat merawat Bu Wanmei yang cedera serius.


Hari ini adalah hari ketiga setelah kunjungan Pemimpin Akademi. Selama 3 hari ini, Bu Wanmei masih belum sadarkan diri.


"Kenapa Bu Wanmei belum sadarkan diri?" gumam Ming Li Ling sambil memegang tangan Bu Wanmei.


Ming Li Ling menatap wajah tampan Bu Wanmei, yang terlihat seperti pahatan mahakarya para Dewa Dewi.


"Jangan kuatir, kondisinya saat ini sudah sangat bagus. 70 persen cedera itu telah pulih, saat ini dia hanya tinggal memulihkan kondisi pasca cedera serius!" ujar Xiao Qiao yang menenangkan muridnya.


Tiba-tiba jari-jari tangan Bu Wanmei bergerak. Sontak Ming Li Ling yang merasakan gerakan tangan kekasihnya segera bereaksi.


"D-dia bangun, tangannya bergerak... Hahaha."


Ming Li Ling berteriak histeris, karena dia sangat bahagia. Mendengarkan suara Ming Li Ling, keempat wanita yang berlatih di luar rumah kayu Xiao Qiao, buru-buru masuk dan di susul banyak murid wanita.


"Apa dia sudah akan sadarkan diri?" tanya Ming Mei yang segera memegang tangan Bu Wanmei.


"Iya, aku tadi merasakan jari-jarinya bergerak..." jawab Ming Li Ling yang menahan air mata bahagia.


Semua wanita melihat wajah Bu Wanmei dengan cara yang berbeda-beda, ada yang penuh pemujaan, jatuh cinta, dan sebagainya.


"Hmm..." Bu Wanmei segera siuman dengan suara teredam, suaranya bisa terdengar semua orang.


Sebenarnya Bu Wanmei benar-benar pingsan saat dirinya memasuki ember yang penuh dengan ramuan. Dia pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit saat ramuan obat itu menyembunyikan cedera yang dialami.


Secara berlahan, kedua bola matanya mulai bergerak. Berlahan-lahan matanya mulai terbuka. Pandangan pertamanya tampak buram, samar-samar terlihat wajah-wajah yang tidak dia kenali.


Semua wanita menahan nafas, karena tidak ingin mengagetkan Bu Wanmei. Wajah-wajah mereka penuh antusias, sudah tidak sabar ingin melihat pria yang kuat kembali sehat.

__ADS_1


"Sayang ... "


Terdengar suara lembut dan menenangkan hati, suara familiar yang Bu Wanmei kenali.


Dengan mengerakan kepalanya, Bu Wanmei mencari sumber suara yang dia kenali, dengan memicingkan matanya yang masih buram.


"Ling'er ... " suara lirih Bu Wanmei yang secara berlahan mengenali wajah Ming Li Ling.


"Sayang ..." Ming Li Ling segera memeluk kekasihnya, ia merasa terharu dengan panggilan akrab itu.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Ming Mei yang dan memegang tangan Bu Wanmei.


"Mei'er ... "


Ming Mei tersenyum saat dirinya dipanggil, dia juga ikut bahagia dengan panggilan nama kesayangan.


"Aoo..." suara Bu Wanmei yang kesakitan saat Ming Li Ling terlalu erat memeluk tubuh Bu Wanmei yang masih luka dalam.


Buru-buru Ming Mei menarik tubuh adiknya, agar tidak menindih tubuh Bu Wanmei yang masih belum sembuh total.


"Sudah berapa hari aku tertidur?" tanya Bu Wanmei yang tidak tahu berapa lama dia telah pingsan.


"Total 7 hari semenjak kamu bertarung dengan Raja Kera Emas itu!" jawab Loi Annchi yang ikut mendekati Bu Wanmei dan memegang pergelangan tangannya.


"Kamu wanita yang berada di Balai Pekerjaan Umum itu, kan?" tanya Bu Wanmei yang tidak menolak saat kondisinya diperiksa Loi Annchi.


Loi Annchi tersenyum saat dirinya ditanya. Melihat senyum Loi Annchi yang indah dan menawan membuat Bu Wanmei merasa tenang.


"Persepsi-mu sangat kuat, aku tidak berharap kamu mengenali diriku!" jawab Loi Annchi setelah selesai memeriksa kondisi Bu Wanmei.


Bu Wanmei menatap mata Loi Annchi yang menarik, terlihat sekali-kali kilatan kecil di bola mata-nya. Kedua mata saling memandang. Segera Loi Annchi memalingkan wajahnya karena malu.


"Bagaimana kamu sekarang?" kali ini Xiao Qiao yang bertanya.

__ADS_1


"Kamu masih berhutang pada-ku!" ujar Bu Wanmei yang ingat akan kekalahan Xiao Qiao saat bertaruh di Balai Pekerjaan Umum waktu itu.


Xiao Qiao yang ditagih masalah taruhan menjadi cemberut, jengkel sekaligus gemas ingin memukuli Bu Wanmei. Loi Annchi menahan tawa melihat Xiao Qiao yang ingin meluapkan emosi.


"Kamu curang telah menyembunyikan kekuatanmu yang sebenarnya! Seandainya aku tahu kamu di tingkat Saint, tidak mungkin aku mau bertaruh! Bocah, kamu menipu-ku!?" kelit Xiao Qiao yang tidak mau mengakui kekalahannya.


Semua wanita yang berada di kamar itu menyetujui ucapan Xiao Qiao. Bu Wanmei yang merasa dirinya kalah dukungan, tidak menyangkal. Ya, dia memang menyembunyikan kekuatannya.


"Tidak masalah jika tidak mau mengakui kekalahan. Lagian ... " ujar Bu Wanmei pada Xiao Qiao, ia berhenti bicara saat melihat Xiao Qiao dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Matanya berhenti pada belahan gunung kembarnya yang menantang itu. Merasakan tatapan mata Bu Wanmei yang berhenti didada-nya, Xiao Qiao makin membusungkan-nya, ia menjadi bangga memiliki buah kenyal yang besar.


Ming Li Ling dan Ming Mei yang tahu tatapan Bu Wanmei mendarat di dada Xiao Qiao, segera melihat dada-nya sendiri, dan menjadi iri karena miliknya lebih kecil dari milik Xiao Qiao.


Bu Wanmei juga melihat dada Loi Annchi yang sebanding dengan milik Xiao Qiao. Tatapan Bu Wanmei tak luput dari mata indah Loi Annchi, dan Loi Annchi menjadi ikut bangga memiliki buah kenyal yang menarik bagi Bu Wanmei.


"Mesum!" kata Ming Li Ling yang tidak senang Bu Wanmei menatap dada Loi Annchi dan Xiao Qiao.


"Uhuk ... Uhuk... Ternyata masih sakit...!" kilah Bu Wanmei yang ingin mengalihkan suasana yang akan menjadi panas, ia berpura-pura terbatuk-batuk.


Ming Mei yang dirinya tidak suka dibandingkan dengan pesaingnya, segera berujar kepada semua orang dengan tegas.


"Hari ini Bu Wanmei akan melakukan terapi seperti biasanya, yang tidak berkepentingan harap segera keluar!"


Sejujurnya, Ming Mei kuatir jika Bu Wanmei melihat satu per satu milik semua wanita yang hadir, karena itu ia segera ingin merawat Bu Wanmei seperti biasanya.


Semua murid wanita menjadi cemberut, karena mereka ingin dekat dengan Bu Wanmei yang tampan dan memiliki bakat tiada banding.


"Tampan, aku akan menunggumu di luar!" ucap salah satu murid wanita, ia berbicara dengan mengedipkan matanya pada Bu Wanmei.


"Iya, setelah aku berurusan dengan keenam wanita ini, aku akan menemui ... Aduh!" Bu Wanmei kesakitan saat pinggangnya dicubit Ming Li Ling, segera Bu Wanmei tidak melanjutkan ucapannya.


"Benar ya, kita akan tunggu kamu diluar." jawab murid wanita itu yang senang.

__ADS_1


Semua murid wanita segera keluar, dan yang tersisa hanya keenam wanita didalam kamar Xiao Qiao.


Han Xing dan Han Chun segera mendekati Bu Wanmei, sebab hari ini adalah tugas mereka merawat Bu Wanmei.


__ADS_2