God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 43 Bing Fu.


__ADS_3

Chapter 43 Bing Fu.


Bu Wanmei tersenyum di atap gedung berlantai 4, sambil melihat kemarahan Pria arogan itu, dengan kedua tangan terlipat di dadanya.


Patriack Klan Ming, Ming Kong segera merasakan aura kekuatan Pria arogan itu, tidak hanya dia saja, tapi seluruh wilayah Klan Ming juga merasakan kekuatan dari Pria arogan itu.


Segera Patriack Klan Ming bergegas menuju ke arah sumber kekuatan Pria arogan, bersama para Tetua beserta seluruh prajurit Klan Ming.


"Di mana kamu bajingann...?!" teriak Pria arogan itu yang mencari keberadaan Bu Wanmei di sekitarnya.


Kemudian, Pria arogan itu menutup matanya untuk mencari keberadaan Bu Wanmei dengan kesadarannya.


Segera Bu Wanmei merentangkan tangan kanan kedepan untuk menggunakan elemen tanah dan kayu.


Di bawah kaki Pria arogan itu, tanah mulai bergerak. Merasakan tanah di bawah kakinya yang bergetar, Pria arogan itu segera menghindari dengan melompat beberapa meter.


"Sial, apa-apaan ini?!" gumam Pria arogan itu sambil melihat ke dalam tanah.


Wushhhh... Wushhhh


Ribuan akar pohon segera keluar dan menyerang Pria arogan itu. Pria arogan itu di serang dari berbagai penjuru.


"Cih, trik murahan?!" Pria arogan itu meludah dan meremehkan akar-akar pohon yang menyerangnya.


Boom... Boom


Dengan pukulan berenergi Qi, Pria arogan itu menghancurkan akar-akar pohon dengan mudah. Ledakan demi ledakan saat pukulan itu segera mengema di kota Ming. Banyak orang yang melihat dari kejauhan, tidak ada satu pun yang berani mendekati Pria arogan itu.


Di saat Pria arogan disibukan dengan serangan akar-akar pohon, Ming Lai, Ming Li, Ming Kwong dan ketiga pendukungnya segera bangkit dan menjauhi Pria arogan itu.


Boom... Boom


"Keluar kamu pengecut?!" teriak Pria arogan itu sambil terus menerus meledakan banyak akar pohon.


Tempat rumah makan kini telah menjadi medan kemarahan Pria arogan itu.


Pria itu dengan brutal menghancurkan apapun tanpa peduli dengan lingkungan, saat akar-akar pohon terus keluar dari dalam tanah dan menyerangnya.


Kemudian, Bu Wanmei mengeluarkan panah dan segera membidik sasarannya.


"Triple Cross Bow ... " gumam Bu Wanmei saat sudah mengunci targetnya.


Triple Cross Bow adalah skill ketiga dari teknik Panah Bayangan, mampu menembak 3 target tanpa terlihat. Mengkonsumsi 5 persen energi saat digunakan.

__ADS_1


Bu Wanmei menarik tali panah, sehingga panah itu melengkung, segera Bu Wanmei melepaskan tali panahnya.


Xiu ... Xiu ... Xiu ...


Di saat Pria arogan itu sibuk menghancurkan akar pohon, 3 anak panah melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi tanpa terlihat.


Namun, memiliki kekuatan tingkat Peri Benua level 5 tidak bisa di remehkan, segera insting memberikan sinyal marabahaya di belakangnya.


"Bangsattt...!?" umpat Pria itu sambil membalikkan badannya, tapi dia tidak melihat serangan itu.


Pria itu lengah, akar-akar pohon segera menjerat kedua kaki dan sebagian akar melilit tubuhnya.


Jlebb... Jlebb... Jlebb


"Ahhh....!?" Pria arogan itu berteriak marah saat dadanya terkena anak panah, padahal dirinya sudah membuat perisai energi Qi.


Boom....


Pria itu meningkat aura kekuatannya agar menghancurkan akar-akar pohon yang melilit tubuhnya.


"Bukan namanya teknik puncak jika bisa dengan mudah di hindari!" batin Bu Wanmei yang berhasil melukai musuhnya, walau tidak berhasil membunuhnya, karena tingkat kultivasi Bu Wanmei lebih rendah dari Pria itu.


Sorot matanya menatap Bu Wanmei dengan tajam, niat membunuh sudah meluap-luap.


Bu Wanmei hanya tersenyum tanpa berniat melarikan diri.


Patriack Klan Ming beserta bawahannya akhirnya tiba dan melihat kota Ming sudah berantakan.


"Peri Benua ... Jadi ini ... " Patriack Klan Ming terkejut melihat seseorang yang memiliki kekuatan yang tidak seharusnya ada di Benua Jiangshan, dan dia juga menduga jika orang itu adalah pendukung Ming Lai.


Patriack Klan Ming melihat Ming Lai bersama pendukungnya yang pakaiannya kotor dan terlihat darah yang masih segar. Lalu melihat lagi ke arah Pria arogan itu dan Bu Wanmei yang berada di atap gedung berlantai 4.


Ming Lai yang tahu kehadiran Patriack Klan Ming segera menghampiri bersama kelima pendukungnya.


"Patriack."


"Jelaskan apa yang terjadi, dan siapa kedua pria itu?" tanya Ming Kong dengan nada kesal, ia tidak membalas sapaan bawahannya yang masih saudara kandung.


"Bajingannn!? Kamu tidak akan bisa hidup sampai hari esok?!" bentak Pria arogan itu kepada Bu Wanmei.


Pria itu menghentakkan kakinya dan melayang di udara, hingga ketinggian yang sejajar dengan Bu Wanmei.


"Jika kamu punya kemampuan!" jawab Bu Wanmei dengan nada dingin, dan terlihat sedikit meremehkan musuhnya.

__ADS_1


"Hahaha, walau aku tidak bisa melihat kemampuanmu, aku perkiraan kamu hanya setingkat Kaisar! Bagiku kamu hanyalah semut!" ucap pria itu yang tertawa dan balik meremehkan Bu Wanmei.


"Biarpun semut jika mengigit seekor gajah, gajah itu juga akan kesakitan!" balas Bu Wanmei yang mengejek musuhnya.


"Hahaha, ya ya ya... Apa yang kamu katakan itu benar, jika semut itu punya kemampuan!" balas Pria arogan itu yang tidak mau kalah omongan.


"Jelas punya kemampuan, jika tidak ... Lihat dirimu ...!"


Pria arogan itu langsung sadar, bahwa dirinya memang sudah terluka walau tidak membahayakan dirinya. Dia menjadi malu dan semakin marah.


"Sebelum aku membunuhmu, ingat namaku baik-baik! Aku adalah Bing Fu." kata Pria itu yang bernama Bing Fu.


Zlappp...


Bing Fu langsung menghilang dan muncul di belakang Bu Wanmei, dengan kepalan tangan yang akan memukul kepala Bu Wanmei.


Zlappp...


Tetapi Bu Wanmei juga menghilang saat kepalan tangan Bing Fu akan mengenainya. Bu Wanmei muncul lagi dengan sejauh 50 meter dari Bing Fu.


"Sialan, cepat sekali dia!?" umpat Bing Fu yang terkejut jika Bu Wanmei memiliki kecepatan yang sama seperti dirinya, padahal Bu Wanmei menggunakan teknik Teleportasi-nya.


Dengan segera, Bing Fu membalikkan badannya dan langsung menyerang Bu Wanmei dengan pukulan berenergi.


Wushhhh... Boom


Ledakan hebat memekikkan telinga dan menciptakan kepulan asap yang tebal di tempat Bu Wanmei berada.


"Uhu--"


Tiba-tiba Bu Wanmei muncul di belakang pelayan wanita yang bekerja di rumah makan, dan membekap mulutnya agar tidak bersuara.


"Pergi sejauh mungkin dari wilayah Ming ..." bisik Bu Wanmei di telinga pelayan wanita itu, sambil memberikan kantung emas yang berjumlah 100 ribu keping emas di tangannya.


"Terima kasih, Tuan." jawab pelayan itu dengan suara lirih.


"Pergi cepat, Klan Ming akan hancur!" perintah Bu Wanmei kepada pelayan wanita itu, setelah membungkuk pelayan wanita itu segera berlari sangat cepat.


Kemudian Bu Wanmei menghilang lagi dan muncul di belakang Bing Fu yang masih mencari keberadaan musuhnya.


"Sialan..." Bing Fu kaget dan langsung memutar tubuhnya dengan kaki terangkat untuk menendang musuh yang menyelinap di belakang.


Bang...

__ADS_1


Tendangan dan pukulan berbenturan dan menciptakan suara ledakan teredam.


(Author : Terima kasih saya untuk semua sobat pembaca, yang telah mendukung saya dengan Like, Vote, komentar. Tanpa semangat dari kalian saya mungkin sudah tumbang karena flu, melihat jika sahabat ku semua begitu semangat, saya juga menjadi termotivasi untuk menulis. Semoga kalian semua kesehatan dan kebahagiaan. Salam)


__ADS_2