
Chapter 49 Musnahnya Klan Ming.
Penatua Agung terdiam melihat Klan Ming yang sudah porak-poranda. Lalu Penatua Agung terkejut saat mengenali Api Surgawi yang membakar Klan Ming.
"Ini Api Surgawi, jenis api apa ini!," gumam Penatua Agung sembari memeriksa sekitarnya.
"Api Surgawi? Sejak kapan ada orang yang memiliki Api Surgawi?" tanya Raja Han yang kebingungan dengan ucapan Penatua Agung.
"Ya Dewa, aura kekuatan di atas Peri Benua!" lanjut Penatua Agung yang bergumam sendiri tanpa menjawab keinginantahuan Raja Han.
"Di atas kekuatan Peri Benua!!"
Semua orang kaget mendengar ucapan Penatua Agung. Mereka tidak menyangka jika Klan Ming telah hancur karena kekuatan itu.
"Lebih baik kita menyebar, siapa tahu masih ada yang hidup." titah Raja Han kepada semua orang.
Di antara mereka ada Patriark Klan Wang, Patriark Klan Shu, Patriark Klan Li dan beberapa Tetua dari Sekte Awan Berkabut. Mereka segera berpencar untuk mencari siapa saja yang masih bisa diselamatkan.
"Penatua Agung, kira-kira perbuatan siapa ini?" tanya Raja Han.
Raja Han terlihat menahan amarah, saat melihat salah satu pendukung kekuatan wilayah barat telah dihancurkan.
Penatua Agung berjongkok, dan merasakan api yang membakar salah satu Tetua Klan Ming. Lalu ia kembali berdiri dan mengambil nafas dalam-dalam dan hembuskan secara berlahan.
"Apa mungkin dia? Tidak, aku rasa tidak! Mungkin dari Alam atas sana!" jawab Penatua Agung yang terlihat tangannya sedikit bergetar, dia segera meralat ucapannya, karena dia hampir berpikiran jika pelakunya adalah Bu Wanmei.
Raja Han dan Pemimpin Akademi juga menganggukkan kepalanya, mereka berdua setuju jika pelakunya dari Alam atas.
Han Shao dan Wang Kaibo juga tidak berpikir jika pelakunya Bu Wanmei, apalagi Bu Wanmei masih pingsan setelah bertarung ketat dengan Raja Kera Emas.
"Siapa yang telah Klan Ming singgung? Tapi aneh juga jika alam atas turun ke Benua Jiangshan yang mereka anggap miskin ini!" sekali lagi Raja Han bertanya-tanya.
"Hahmmm... Semua kejadian hari ini benar-benar membingungkan. Setelah Bu Wanmei bertarung, tidak berselang lama Klan Ming mendapatkan bencana ini!" ujar Pemimpin Akademi sambil memadamkan api dengan energi Qi-nya.
"Patriark Ming Kong masih hidup ... "
__ADS_1
Tiba-tiba salah satu orang berteriak kepada semua orang, saat menemukan Ming Kong yang mengalami cedera yang mengenaskan.
Buru-buru semua orang menghampiri Patriark Klan Ming. Pemimpin akademi segera memeriksa kondisi Ming Kong yang pingsan. Sekujur tubuhnya mengalami cedera bakar, kulit melepuh, rambut telah habis terbakar.
"Benar-benar tidak manusiawi ..." kecam Raja Han terhadap si pelaku, ia berjongkok di samping Ming Kong.
Pemimpin Akademi geleng-geleng kepala saat selesai mendiagnosis kondisi Ming Kong yang terluka sangat parah.
Wang Kaibo adalah seorang tabib handal, selain dirinya juga sebagai Pemimpin Akademi Langit Abadi.
"Berapa persen Patriark Klan Ming bisa diselamatkan?" tanya Penatua Agung yang kuatir dengan keselamatan Ming Kong.
"Dengan cedera seperti ini ... Merupakan suatu keajaiban ... " jawab Pemimpin Akademi kepada semua orang yang mengerumuni Ming Kong.
Klotak...
Dari tangan kirinya Ming Kong menggelinding token perekam suara. Segera Penatua Agung yang dekat dengan token itu, mengambilnya.
"Ini token perekam suara, semoga saja ada informasi penting...!" ujar Penatua Agung dengan mengalirkan energi Qi ke dalam token itu.
Seketika semua orang yang mendengarkan suara didalam token perekam suara itu, menjadi ketakutan. Mereka mendengar suara pertempuran yang mengerikan, suara Ming Kong juga terputus-putus akibat menghindari efek pertempuran.
"Biadab ... Benar-benar biadab ... " umpat Raja Han yang marah dengan si pelaku.
"Segera buat tenda sementara, kita harus segera merawat Patriark Ming Kong!" perintah Penatua Agung kepada bawahannya.
Segera beberapa Guru akademi membuat tenda sementara. Dan beberapa orang masih mencari penduduk yang masih bisa diselamatkan.
"Ketua kamar dagang Ming ada disini ...!"
Sekali lagi ada orang yang berteriak kepada semua orang. Kembali Raja Han dan Penatua Agung melesat mendekati Ming Lai yang telah tewas dengan sekujur tubuh hampir hancur.
"Ya Dewa ... Benar-benar terkutuk ... " sekali lagi Raja Han mengumpat marah.
Penatua Agung segera memeriksa mayat Ming Lai, ia juga menemukan token perekam suara. Kembali Penatua Agung mengalirkan energi Qi ke dalam token itu.
__ADS_1
( "Ling'er, maafkan Ayahmu, Nak. Kejadian 11 tahun lalu, aku adalah penyebabnya. Maafkan Ayah yang telah membohongimu selama ini ... Bayi ajaib itu tidak mati, Ayah dan dia sempat bertukar pukulan waktu itu ... Tapi dia menghilang ... Sejak itu ... Kamu harus berhati-hati Ling'er ... Ini semua karena Ayah ... Menjadi Patriack Klan Ming ... Boom .... " )
Setelah mendengar suara itu, semua orang terdiam dan saling berpandangan. Terlihat mereka menggelengkan kepalanya, tanda sedikit memahami ucapan Ming Lai yang juga terputus-putus. Walau suara tidak jelas, semua orang menganggap jika Ming Lai telah memprovokasi orang yang tidak seharusnya di singgung.
"Bayi ajaib...! Siapa dia?" gumam Penatua Agung yang sedang mengingat kembali julukan si bayi ajaib yang disebutkan oleh Ming Lai.
"Mungkin Ming Li Ling tahu siapa itu si bayi ajaib!" kata Raja Han sambil menahan amarahnya.
"Hahmm... Anda benar, Yang Mulia!," desah Penatua Agung dan berbicara setelahnya, ia menyimpan kedua token itu untuk diberikan kepada Ming Mei dan Ming Li Ling nanti.
Penatua Agung mengeluarkan kain bersih, dan menutupi mayat Ming Lai. Lalu ia berdiri dan kembali melihat sekelilingnya. Dengan ******* nafas, Penatua Agung kembali mencari bukti.
Raja Han juga mengikuti Penatua Agung, sambil membantu membongkar reruntuhan bangunan, ia berharap dapat menemukan informasi yang lebih akurat.
"Klan Ming benar-benar musnah, beruntung masih menyisakan keturunannya di akademi!," ujar Raja Han dengan mengusap peluh di wajahnya.
Raja Han tidak perduli jika tubuhnya kotor, ia prihatin dengan keadaan Klan Ming yang telah salah memprovokasi orang yang kuat.
Beberapa tenda terlihat telah berdiri, segera Pemimpin Akademi membawa Patriark Klan Ming untuk di obati secara intensif. Dengan bantuan tabib Istana Han, Wang Kaibo merasa terbantu kan.
Setelah menghabiskan 10 waktu dupa, Wang Kaibo beserta tim medis Istana Han, berhasil menyetabilkan kondisi Ming Kong.
Wang Kaibo segera keluar dari tenda, dan menghirup nafas panjang.
(1 dupa \= 30 menit)
Di luar tenda banyak mayat-mayat yang dikumpulkan, rencananya mayat-mayat itu akan dikremasi (dibakar untuk disimpan abunya)
Bau mayat yang terbakar jelas tercium di wilayah Klan Ming. Terlihat beberapa penduduk yang masih selamat dari bencana Api Surgawi.
Mereka yang selamat karena sejak awal sudah menjauhi pertempuran itu.
Di antara mereka ada si wanita kotor dan si pelayan wanita.
Satu per satu setiap orang yang selamat dimintai keterangan oleh para pimpinan. Setiap keterangan mereka yang selamat tidak memberikan informasi yang penting. Banyak versi dari setiap orang.
__ADS_1
Bahkan wanita kotor dan pelayan wanita itu juga tidak mengenali sosok bertudung itu. Keterangan kedua wanita itu tampak sama, dan terlihat ucapan mereka menyembunyikan sesuatu.