God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 136. Pengkhianat Benua Jiang Shan.


__ADS_3

Chapter 136 Penghianat Benua Jiang Shan.


Excel Shimo selalu mengawasi si Tapir yang disiksa, dia juga tidak ingin si Tapir mati sebelum mengungkapkan siapa dalang dibalik semua ini.


"Hentikan, Pemimpin Kota," perintah Excel Shimo.


"Ha, ha, ha... Kamu ... " si Tapir terengah-engah sambil menahan rasa sakit, ia menatap penuh kebencian kepada Pemimpin Kota.


Entah kenapa si Tapir sangat membenci Pemimpin Kota, padahal yang memberikan perintah adalah Wali Benua.


"Katakan, siapa yang memberikan perintah padamu?" tanya Excel Shimo sekali lagi.


"Bocah, lihat saja nanti, tubuhmu akan mati mengenaskan tanpa bisa dimakamkan," jawab Tapir Pemakan Jiwa yang mengutuk Excel Shimo.


"Kurang ajar...!!"


"Akhhhh...,"


Bao Xue sangat marah saat suaminya dikutuk oleh si Tapir. Tidak hanya Bao Xue saja yang marah, Loi Annchi juga ikut menyiksa si Tapir.


"Tidak pantas kamu mengucapkan kata itu untuk suamiku?!" ujar Ratu Jing Jiao yang marah dengan ucapan si Tapir.


Semua isterinya Excel Shimo secara bersamaan menyiksa si Tapir, sedangkan Pemimpin Kota terpaksa mundur saat melihat kemarahan para wanita itu.


"Akhhhh... Am-ampunnnn, akhhhh,"


Teriakan si Tapir yang sudah tidak sanggup menahan penyiksaan dari semua wanita itu, bahkan Ratu Han juga ikut menyiksanya.


"Hentikan. Biarkan dia bicara, jika masih mengucapkan perkataan buruk padaku, kalian bisa menyiksa dia hingga tewas," pinta Excel Shimo saat tahu si Tapir sudah berada dibatas ketahanan fisiknya.


Segera kesepuluh wanita itu menghentikan aksinya, dan memberikan ruang untuk Excel Shimo menginterogasi si Tapir. Seluruh tubuh Tapir Pemakan Jiwa sudah berlumuran darah, dan terlihat ia akan pingsan.

__ADS_1


"Katakan, siapa orang itu?" tanya Excel Shimo.


"Ha, ha, ha...," si Tapir mengangkat kepalanya dengan nafas terputus-putus, ia melihat Excel Shimo dan juga melihat Pemimpin Kota yang selalu menatap tajam kepadanya.


"Hahaha, takdir memang kejam, disaat aku bekerja demi ambisi mereka, mereka justru berdiam diri dan menikmati hidupnya...," si Tapir menertawakan dirinya sendiri, sebab ia hanya sebagai alat bagi para penguasa.


Saat berbicara, si Tapir selalu melirik Pemimpin Kota Perdamaian. Lirikan si Tapir jelas diketahui oleh Excel Shimo. Namun, Excel Shimo tidak terlalu memperhatikan tindakan si Tapir secara berlebihan, karena Pemimpin Kota yang telah melaporkan perbuatan si Tapir.


Excel Shimo dan semua orang menunggu si Tapir untuk membuka mulutnya. "Ya, ya, ya, walau kekuatan ku pada tingkat Prajurit Surgawi, tetap saja aku budak mereka yang duduk di singgasana... Hahaha," terlihat jika si Tapir tidak bisa menolak tugas yang diberikan oleh para penguasa, ia selalu menertawakan dirinya yang lemah.


"Inilah Benua Kelahiran, tanpa dukungan kuat berada dibelakang, sehebat apapun bakatnya, tetap saja menjadi permainan para penguasa kejam dan serakah," sahut Long Wenhua yang memahami penderitaan si Tapir.


"Hahaha, kamu benar, Pak Tua," si Tapir menyetujui ucapan Long Wenhua, "Bocah, jika aku mati, tolong sebarkan abuku di Laut Selatan, dari dulu aku ingin menemui Mahkota Maha Raja, tapi hingga saat ini, aku tidak sempat menguji kehebatannya." lanjutnya dengan harapan jika Excel Shimo mengabulkan permintaan terakhirnya.


"Tentu, aku 'kan kabulkan permintaan terakhirmu," jawab Excel Shimo, katakan saja, dan jangan kuatir tentang para penguasa itu." lanjutnya yang menjamin keselamatan si Tapir.


"Hehehe, aku percaya ucapan-mu. Bocah, aku lihat masa depanmu sangat cerah, dan kamu juga penuh bakat. Namun, kejeniusan-mu juga musibah yang tersembunyi. Berhati-hatilah dengan rayuan para penguasa diatas sana," puji si Tapir kepada Excel Shimo, dan memberikan peringatan tentang kelicikan para penguasa.


"Sebenarnya, aku enggan menuju Benua Jiang Shan yang miskin energi, tapi apalah daya bagiku dihadapan mereka. Seandainya, aku tidak di materai jiwaku oleh Kaisar bajingan itu, pasti aku tidak akan mau menuruti kemauan mereka," kata si Tapir dengan raut wajah kesedihan, "sebenarnya mereka merencanakan untuk membunuh semua kehidupan di Benua Jiang Shan untuk diambil darahnya. Tujuan mereka unt--"


Wushhhh... Boommm


"Bangsattt...." umpat Excel Shimo.


Sebelum si Tapir menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba energi tingkat Peri Langit menyerang dari belakang Excel Shimo. Sontak Excel Shimo memblokir serangan itu, jika ia terlambat sedikit, tidak hanya orang-orang disekitarnya yang mati, tapi isterinya juga akan terluka parah, bahkan mungkin akan mati.


Boommm...


Tubuh si Tapir meledak saat Excel Shimo lengah, lengah karena Excel Shimo melihat pelakunya.


"Kamuuu...,"

__ADS_1


Semua orang berseru dengan terkejut, saat melihat pelakunya yang tidak berusaha kabur setelah berniat membungkam si Tapir. Walau pada akhirnya si Tapir mati didalam Pagoda Penjara.


"Hahaha, iya, dan kenapa jika aku yang membawanya kemari. Di Benua ini aku adalah yang terkuat... Hahaha," jawab si pembunuh Tapir yang begitu yakin dan sombongnya saat mengakuinya.


"Aku tidak menyangka jika kamu adalah penghianat Benua Jiang Shan, Pemimpin Kota yang terhormat," pekik Ratu Han yang sangat marah.


"Pantas saja kamu tidak segera mengambil tindakan saat banyak rakyat jelata meregang nyawa, berarti ini semua adalah rencana-mu, hah?!" bentak Raja Long yang geram dengan tindakan berkhianat yang dilakukan oleh Pemimpin Kota.


"Yakin jika kamu yang terkuat di benua ini?" sela Excel Shimo sebelum Pemimpin Kota berbicara, "aku tidak mengira kenapa kamu begitu berlebihan saat menyiksa si Tapir. Kecerobohan ku yang tidak melihat tindakanmu, yang sengaja menanam energi spiritual pada otaknya, itu bertujuan agar si Tapir tidak membocorkan kebenaran, kan!" lanjutnya yang mengungkapkan perbuatan Pemimpin Kota Perdamaian kepada semua orang.


"Hehehe, bocah yang cerdas. Ya, awalnya aku yang terkuat sebelum kehadiranmu. Tapi, Berhubung kamu kuat, aku juga tidak sendirian dalam membuat rencana ini. Dengan rekanku ini, kita bisa mengalahkan-mu...," jawab Pemimpin Kota setelah terkekeh, ia segera mengungkapkan kehadiran rekannya yang selalu bersembunyi.


Sontak semua orang saling bertukar pandangan, dan mencari keberadaan rekan pemimpin Kota Perdamaian.


"Ckckck, begitu ramai disini!!"


Suara terdengar dari pintu masuk Istana Kota Perdamaian. Spontan semua orang membalikkan tubuhnya, dan melihat sosok pria tua memakai pakaian hitam.


Mereka yang mengenali langsung terkejut sebab dia adalah orang pendiri Organisasi Pembunuh Gagak Hitam.


"Jadi kamu masih hidup dan menjadi pengkhianatan benua ini?!" pekik Penatua Agung, Long Wenhua, ia sangat marah dengan pria tua itu.


Ya, orang itu adalah Leluhur dari Hei Wuya, pemimpin Sekte Tangan Dewa, yang konon dikabarkan telah meninggal ribuan tahun lalu. Leluhur itu bernama Hei Suyin, usianya mencapai 7.000 tahun lebih. Saat mengeluarkan basis kultivasinya, ia berada pada tingkat Peri Langit level 6.


Untungnya Excel Shimo memblokir kedua aura dari Pemimpin Kota Perdamaian dan Leluhur Hei Suyin. Jika tidak semua orang sudah bertekuk lutut.


"Hehehe, kamu saja masih hidup, Wenhua kecil. Demi kekuatan semuanya akan aku lakukan, dan juga demi umur panjang," jawab Leluhur Hei Suyin.


"Bahkan mengorbankan kehidupan di benua ini, tetap kamu lakukan, hah?! Tidak pantas kamu sebagai pemimpin bijak," bentak Long Wenhua.


Leluhur Hei Suyin jauh usianya dibandingkan Long Wenhua yang hanya berusia ratusan tahun, sebab itu Hei Suyin memanggil Long Wenhua dengan sebutan 'Wenhua kecil'.

__ADS_1


__ADS_2