
Chapter 312. Empat Fragmen Peta Kuno.
Mendengar jawaban Dewa Roh, Excel Shimo juga ikut ketakutan, bisa dibayangkan seandainya saja eksistensi seperti itu marah, bisa-bisa dengan hembusan nafas mampu membuat tubuhnya menjadi abu tanpa jejak.
Excel Shimo menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya secara kasar, tanda dia tidak ingin memikirkan lagi perihal keluarganya. Sekarang Excel Shimo kembali fokus pada tujuannya, yaitu mencari peta kuno menuju makam kuno. Sedangkan Dewa Roh menjadi waspada dengan memeriksa sekelilingnya, perasaannya sangat tidak nyaman setelah membicarakan kedua marga tersebut.
"Senior Dewa Roh, apa boleh perkamen ini saya simpan?" tanya Excel Shimo dengan sopan dan berharap memiliki perkamen tersebut, entah buat apa, hanya saja Excel Shimo merasakan aura familiar yang keluar dari perkamen tersebut.
Dewa Roh segera tersadar dan memulihkan kondisinya dari rasa takut, ia menatap dalam-dalam wajah Excel Shimo dan tersenyum bahagia. "Ambil saja, itu sudah tidak berguna lagi! Waktuku sudah tidak banyak lagi setelah keluar dari hibernasi hanya untuk menunggu kamu!" jawab Dewa Roh dan membuat Excel Shimo kebingungan, sebab dia melihat tubuh asli dan bukan tubuh kesadaran seperti gurunya, Qin Bo.
"Ini tubuh sudah seharusnya menjadi abu! Karena keinginan terakhirku, energi-ku melindunginya hanya untuk bertahan sampai pewaris dan orang yang diramalkan datang!" ujar Dewa Roh yang seakan-akan tahu apa yang dibingungkan oleh Excel Shimo.
Excel Shimo mengerti dan menyimpan perkamen tersebut, dan berbicara dengan topik utama. "Senior Dewa Roh, sejujurnya saya telah mendapatkan 2 fragmen peta, satu dari Dewa Seni dan yang satu dari orang yang sangat kuat yang bersembunyi di Benua Jiang Shan. Tujuan saya kesini untuk menemukan peta ketiga dan yang lainnya. Tapi sebelum itu, apa Senior tahu perihal orang kuat yang bersembunyi di Benua Jiang Shan?" tanya Excel Shimo dengan serius.
Dewa Roh tersenyum dan jelas mengetahuinya. "Ya aku tahu, untuk masalah kelima peta kamu jangan kuatir ... Aku membawa 4 fragmen peta, dan yang satunya lagi masih tersimpan di makam Dewa Pill Surga ketua Alchemist di Benua Zhong Hua...," jawab Dewa Roh dan kembali bercerita.
Dewa Roh dan keempat orang kepercayaan Ratu Diao Chin, telah menipu Dewan Keamanan dengan teror tujuh peti mati yang melayang tanpa tujuan selama 100 tahun, tujuannya jelas untuk membuat ketakutan jajaran Dewan Keamanan, dan menyebarkan semua peti mati di benua yang berbeda-beda, agar Dewan Keamanan tidak sewenang-wenang terhadap Klan Qin.
Dewan Keamanan jelas kuatir dengan kebangkitan Ordo Kegelapan, oleh sebab itu mereka menjaga ketat makam Ordo Kegelapan yang terdapat peta mati, dan melarang siapapun untuk memasuki tujuh makam Ordo Kegelapan.
Dewa Roh juga berkata, jika orang yang berada di Benua Jiang Shan adalah guru dari Ratu Diao Chin dan Fairy Lianshi, tapi dia tidak pernah bertemu dengannya. Ratu Diao Chin hanya berkata, 'guruku adalah orang terakhir melindungi pewaris Ordo Kegelapan yang memiliki tubuh unik, yaitu tubuh lima elemen, disaat segala rencana-ku gagal!'.
Excel Shimo yang mendengarnya bergidik ngeri, sebab dia beruntung tidak hancur lebur ketika ditendang oleh gurunya Ratu Diao Chin. Excel Shimo yakin orang yang memberikan misi mengambil Pedang Semesta sangatlah kuat daripada Ratu Diao Chin, Excel Shimo juga tidak tahu tujuannya mendapatkan Pedang Semesta.
Pikiran Excel Shimo semakin bercabang dengan banyaknya misteri baru, satu telah terpecahkan, tapi datang yang baru dan berkaitan. Namun, ada satu pertanyaan dipikiran Excel Shimo.
"Senior Dewa Roh, kenapa Ratu Diao Chin dan gurunya tidak membuka makan kuno tersebut, kan mereka sangat kuat?" pertanyaan penting Excel Shimo dari semua pikiran yang mengganjal hatinya.
__ADS_1
"Hahaha! Pertanyaan yang bagus! Memang mereka kuat, tapi mereka tidak memiliki kualifikasi untuk memasuki makam ... Seharusnya kamu bisa menebak, kenapa beliau dan gurunya tidak bisa memasuki makam kuno, padahal mereka tahu dan tinggal selangkah lagi untuk masuk, apalagi kekuatan mereka tidak perlu diragukan ...!" tawa renyah Dewa Roh yang tampaknya sudah menunggu pertanyaan ini.
Excel Shimo mengerutkan keningnya untuk berpikir sejenak. "Apa hanya orang yang memiliki Tubuh Lima Element yang bisa masuk?" tebak Excel Shimo setelah tahu maksud perkataan Dewa Roh.
"Tepat. Dan itu sudah takdirmu!" jawab Dewa Roh dengan tegas dan melepaskan cincin dimensinya dan melemparkan kepada Excel Shimo, Excel Shimo buru-buru menangkap cincin dimensi itu dan melihat cincin dimensi yang merupakan Artefak Bintang Empat.
Warnanya hitam seperti milik Excel Shimo, tapi masih jauh berbeda kualitas dan tingkatannya. Luas cincin dimensi pemberian Dewa Roh seluas 1 kilometer persegi, banyak tersimpan bahan material langka untuk membuat banyak persenjataan. Excel Shimo juga melihat banyak senjata dan segala teknik Smelting, beberapa botol Giok berisi pill, Batu Roh, Batu Mistik, dan lain sebagainya.
"Keempat fragmen peta ada didalamnya termasuk semua hartaku yang akan berguna untuk melawan musuh-musuh-mu. Junior Shimo, aku mohon balaskan dendam kami dan selamatkan Ratu Diao Chin dan Fairy Lianshi! Aku mohon kabulkan permintaanku dan keinginan kami!" ujar Dewa Roh sambil bersujud didepan Excel Shimo diatas peti mati miliknya.
Spontan Excel Shimo berdiri dan menahan kedua tangan Dewa Roh. "Tolong Senior, saya tidak layak diperlakukan seperti ini! Tanpa senior minta, dalam hatiku, saya pasti akan membunuh monster itu, dan akan menyelamatkan siapa saja yang bisa diselamatkan! Tolong! Bangkit Senior!" ujar Excel Shimo dengan memohon agar Dewa Roh tidak bersujud kepadanya.
Namun, Dewa Roh tetap bersujud dan merasakan kedua tangan Excel Shimo bergetar, tanda ucapan pewaris Ordo Kegelapan tulus dan benar. "Terima kasih telah mewujudkan keinginan terakhirku dan yang lainnya. Temukan tempat persembunyian Ordo Kegelapan dan kamu akan menemukan peta makam kuno! Selamat jalan!" ucapan terakhir Dewa Roh dan tubuhnya seketika menjadi partikel seperti cahaya kunang-kunang.
Excel Shimo akan meneteskan air mata, entah kenapa dia merasakan kepedihan Dewa Roh dan seluruh anggota Ordo Kegelapan, dia merasakan kesedihan yang mendalam dan mendengar teriakan mereka yang terbunuh oleh Five Elemental Beast.
"Dari tanah kembali ketanah, jiwa-jiwa pergilah dalam damai, lahirlah kembali dengan tubuh baru dan kembalilah setelah lelah.
Udara berhembus membelai jiwa, jiwa luka akan kembali pulih ... Pulanglah dalam damai!" ucap Excel Shimo dengan menaburkan sisa-sisa jejak debu yang dipijak oleh Dewa Roh.
"Hahaha! Terima Kasih, Dewa telah melepaskan jiwaku dari roda samsara!" suara tawa Dewa Roh yang sangat bahagia dibenak Excel Shimo.
Excel Shimo tetap berdiri, dia memejamkan mata sambil mendongak dan kedua tangan dibelakang punggung. Ya, Excel Shimo butuh waktu untuk menstabilkan mentalnya, setelah semua hal yang dia alami semenjak terlahir.
Semilir angin menerpa wajah tampan Excel Shimo, entah dari mana angin berhembus, apa yang dia rasakan adalah ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan. Secara berlahan Excel Shimo membuka mata dan melihat peti mati berwarna biru milik Dewa Roh.
"Satu misteri telah terjawab, walau tidak secara keseluruhan! Aku merasa dibalik semua kejadian dimasa lalu ada dalangnya, dan akan terjadi dimasa-ku!" gumamnya sambil mempelajari peti mati agar dia bisa membukanya.
__ADS_1
"Dewan Keamanan memang kejam!" teriak Xi He yang akhirnya berani bersuara, dia benar-benar marah mengetahui cerita yang sebenarnya.
"Iya, mereka benar-benar keterlaluan ... Membuat statement palsu untuk menjelekkan kebaikan Ratu Diao Chin dan semua anggota Ordo Kegelapan!" sahut Lotus Bao yang juga berani berbicara setelah tidak ada Dewa Roh.
"Mereka hanya menginginkan semua tunduk kepadanya ... Disaat menghadapi yang kuat, mereka hanya bisa menjilat dan disaat kekuatan itu tidak ada, mereka membuat isu yang menghancurkan kepercayaan semua kehidupan!" sambung Xi He yang geram akan tindakan Dewan Keamanan.
"Itulah jika merasa benar dan merasa paling kuat, tapi mereka tidak menyadari ada yang lebih kuat dari mereka! Walaupun tahu ada yang kuat, mereka tidak akan pernah merubah perilakunya dan itu akan terus berlanjut hingga turun-temurun ... Sebelum mereka di titik keputusasaan setelah pukulan keras!" ujar Excel Shimo yang menutup pembicaraan Lotus Bao dan Xi He, "sekarang kita buat rencana baru! Menurut kalian dengan semua yang telah didengar, langkah apa yang harus kita lakukan selain mencari peta terakhir?" lanjutnya dengan bertanya kepada Lotus Bao dan Xi He, dan mengeluarkan empat peta dari cincin dimensi yang diberikan oleh Dewa Roh.
Kemudian, Excel Shimo merangkai enam fragmen peta diatas peti mati Dewa Roh, dan menyisakan satu peta yang Excel Shimo belum dapatkan, posisinya berada tepat di tengah ke-enam peta tersebut.
Sedangkan Lotus Bao dan Xi He terdiam sejenak untuk berpikir sesuai keinginan tuannya, dan Lotus Bao yang pertama kali menjawab.
"Ada dua pilihan untuk langkah pertama, yaitu menuju Benua Zhong Hua terlebih dahulu, atau menghentikan rencana kebangkitan Kaisar Iblis ...!" Lotus Bao berhenti untuk menunggu pilihan tuannya.
Setelah Excel Shimo terdiam sejenak sambil mempelajari keenam fragmen peta, dia memilih hal untuk menghancurkan kebangkitan Kaisar Iblis, sebab adanya Huang Taiji yang merupakan sosok Kaisar Iblis itu sendiri dengan mengambil tubuh orang lain.
Jika Excel Shimo memilih untuk menemukan peta terakhir, dia kuatir jika kebangkitan Kaisar Iblis segera terwujud dan menghambat tujuannya, selain itu batas waktu untuk mendapatkan Pedang semesta masih lama.
"Kalau begitu langkah pertama menuju Benua Sihai. Langkah kedua, menuju Benua Zhong Hua dan menghancurkan Istana Iblis Timur, dengan hancurnya Kekaisaran Iblis Timur rencana Huang Taiji akan berkurang 50 persen. Langkah ketiga, baru menemukan peta terakhir yang kebetulan satu tujuan. Saya harap Tuan menyelesaikan masalah ini lebih cepat sebelum Konferensi Tianwu," kata Lotus Bao yang rencananya sama dengan apa yang dipikirkan oleh Excel Shimo.
"Suami!!"
"Suami, dimana kamu?"
"Apa yang sedang kamu lakukan?"
"Suami, biarkan kami keluar!"
__ADS_1
Tiba-tiba suara Gongsun Ling, Tu Yueyin Mei, Juan Rong, She Jingyi dan semua istrinya terdengar dibenak Excel Shimo, dan dia menepuk jidatnya. "Masalah!" ujar Excel Shimo dan membuat Lotus Bao dan Xi He tertawa, padahal sebelumnya sangat serius.