God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 137. Keberuntungan adalah Bencana.


__ADS_3

Chapter 137 Keberuntungan adalah Bencana.


Suasana semakin tegang dimana di dalam Istana Kota Perdamaian menjadi dua kelompok. Pemimpin Kota Perdamaian bergabung dengan Leluhur Hei Suyin, sedangkan dibelakang Excel Shimo berdiri isterinya dan para pemimpin wilayah Selatan.


Selain Hei Suyin, ada juga beberapa orang tua yang mendukung rencana mereka. Jumlah mereka mencapai 25 orang, rata-rata berada pada tingkat Peri Benua, Saint, Kaisar dan Raja. Mereka adalah anggota Pembunuh Gagak Hitam.


Excel Shimo tersenyum dan tampak tidak takut dengan jajaran mereka. Bagi Excel Shimo, mereka hanya sekelas anak-anak. Sengaja Excel Shimo tidak segera bertindak, sebab dia yakin jika mereka juga boneka bagi para penguasa atas.


"Sangat aneh, setelah kematian Guang Ru kalian tiba-tiba muncul..!" ucapan Excel Shimo jelas mengejutkan Leluhur Hei Suyin, Pemimpin Kota dan anggotanya.


"Hahaha, dia tidak ada sangkut pautnya dengan kami!," Hei Suyin tertawa saat memahami ucapannya, ia menampik arah ucapan Excel Shimo.


"Ohh, benarkah?" kata Excel Shimo sembari berjalan mendekati Hei Suyin, "Kaisar diatas ... Memanen kehidupan di benua ini untuk diambil darahnya ... Kekuatan setingkat Prajurit Surgawi hanya boneka ... !" lanjutnya dengan mengulangi ucapan si Tapir sebelum ia terbunuh.


Excel Shimo sedang menganalisa ucapan si Tapir dengan hubungan Pemimpin Kota, Hei Suyin dan penguasa atas.


Tidak hanya Excel Shimo yang sedang menganalisis ucapan si Tapir, tapi semua orang yang berada di dalam Istana.


"Jangan-jangan ada sesuatu tujuan besar dibalik ini semua...!! Ujar Excel Shimo sambil memperhatikan ekspresi Hei Suyin dan Pemimpin Kota.


Excel Shimo mampu menganalisa ucapan dan kejadian ini berkat komunikasi antara dia, Xi He dan Lotus Bao, dan Excel Shimo yang masih belum menemukan jawaban, ia hanya bisa menebak-nebak rencana mereka.


Justru ucapan Excel Shimo yang seperti mengetahui rencana mereka, membuat Hei Suyin dan Pemimpin Kota menjadi gelisah. Namun, kedua orang itu masih berpura-pura tidak panik, dan selalu melihat tindakan Excel Shimo.


"Hahaha, bocah. Kamu masih belum mendapatkan banyak pengalaman! Tidak perlu kamu menerka-nerka rencana kami. Yang jelas tujuan kami hanya ingin menguasai Benua Jiang Shan. Berhubung kamu menghambat rencana kami, mau tidak mau akhirnya kami keluar dari tempat persembunyian kita," sanggah Hei Suyin yang sengaja mengalihkan pemikiran Excel Shimo.


"Begitu-kah! Bahkan setelah aku membunuh Hei Wuya, kamu baru muncul disaat si Tapir beraksi! Anehnya lagi, si Tapir lebih kuat dari kalian, jelas tidak mungkin dia menjadi boneka kalian ... !" ungkap Excel Shimo semakin menyudutkan Hei Suyin dan kelompoknya.


Ucapan Excel Shimo di anggukkan oleh para pemimpin wilayah Selatan, jelas mereka tidak mempercayai ucapan Hei Suyin. Hei Suyin yang sudah tidak bisa mengelak ucapan Excel Shimo, segera membuat rencana.


"Kalian tangkap para wanitanya. Aku dan Pemimpin Kota akan mengalihkan perhatian bocah sialan ini." perintah Hei Suyin kepada anggota pembunuh Gagak Hitam, ia berbicara melalui telepatinya.


Segera para pembunuh Gagak Hitam mencari targetnya masing-masing, sesuai basis kultivasinya. Namun, mereka kebingungan saat tidak bisa melihat kekuatan kesembilan wanita itu.

__ADS_1


"Hati-hati," bisik Long Wenhua yang tahu gerak gerik anggota pembunuh Gagak Hitam, semua orang segera waspada.


"Kenapa diam? Apa perlu kalian aku masukan disini agar berbicara!" tanya Excel Shimo sembari menepuk Pagoda Penjara miliknya.


"Hahaha, dengan kami berdua, kamu bukan lawan kita, apalagi berniat memenjarakan kita semua," tawa Hei Suyin yang merasakan Excel Shimo hanya menggertak dirinya, dan anggotanya juga ikut tertawa.


"Hanya Peri Langit level 6 dan level 5 ... !" balas Excel Shimo yang meremehkan Hei Suyin dan Pemimpin Kota, "kalian bunuh anggotanya, biar kedua boneka ini aku tangkap." lanjutnya dengan memberikan perintah kepada isterinya, Raja Fung dan kepada yang lainnya.


"Hahaha, sudah lama aku tidak bermain-main," tawa Raja Fung yang sedari tadi hanya menyaksikan Rajanya mempermainkan mereka.


Boommm... Boommm


Basis kultivasi setiap wanita, dan semua orang meletus dari tubuh mereka. Sontak Hei Suyin dan Pemimpin Kota tercengang melihat kekuatan para wanita itu, apalagi Raja Fung berada pada tingkat Peri Benua level puncak.


Boommm....


"Astagaaa...," seru semua orang saat Excel Shimo mengeluarkan basis kultivasinya pada tingkat Peri Langit level puncak.


Crack... Crack...


Dengan kekuatan yang akan mencapai tingkat Dewa, membuat dinding-dinding Istana Balai Kota Perdamaian menjadi retak seperti jaring Laba-laba.


Aura kekuatan itu menekan kelompok Hei Suyin, sehingga membuat mereka gemetaran. Secara berlahan Excel Shimo meningkatkan aura kekuatannya.


Bruk... Bruk...


Anggota pembunuh Gagak Hitam langsung berlutut, sedangkan Hei Suyin dan Pimpinan Kota masih berusaha kuat agar tidak berlutut.


"Masuk!!" gumam Excel Shimo sembari menepuk Pagoda Penjara.


Plakkk... Dhummm...


Pagoda Penjara segera membuka kedua pintunya, dan menarik Hei Suyin dan seluruh pendukungnya.

__ADS_1


"Akhhhh... Bajingannn... Lepaskannn?!" teriakan Hei Suyin saat dirinya meronta-ronta agar lepas dari tarikan Pagoda Penjara.


Bhuzhhh... Dhummm


Dentuman pintu Pagoda Penjara yang menutup, saat Hei Suyin dan pendukungnya telah tersedot. Mereka terbagi menjadi beberapa kelompok, dan masuk disetiap lantai yang berbeda.


Khusus Hei Suyin, Pemimpin Kota dan beberapa anggotanya, mereka berada di lantai empat, sebab kekuatan mereka berada pada tahap Peri Benua dan Peri Langit. Segera mereka semua terikat rantai yang bergerak secara otomatis.


"Akhhhh... Lepaskan akuuu!?" teriakan Hei Suyin yang berusaha melepaskan diri, demikian juga dengan Pemimpin Kota dan anggotanya.


"Kalian akan tahu akibatnya jika menangkap kami!?" ancam Pemimpin Kota kepada Excel Shimo.


"Selama ada Dewan Keamanan, Kaisar kalian tidak akan bisa berkutik. Ingat, disini masih ada Wali Benua yang lama," jawab Excel Shimo yang tidak takut dengan ancaman mereka.


Sengaja Excel Shimo menggertak mereka, jika mereka tahu Wali Benua yang lama telah melemah dan gagal mengemban misi menjaga goa Ordo Kegelapan, jelas Excel Shimo tidak berani mengancam balik.


"Kalian bisa menginterogasi mereka, saya sudah memblokir setiap lantai agar setiap pengakuan mereka tidak didengar oleh rekannya," titah Excel Shimo kepada semua orang.


"Keberuntungan apa yang kamu dapatkan, Sayang!!" ujar Ming Mei yang kagum akan kehebatan suaminya, disaat Long Wenhua berjalan mendekati Pagoda Penjara.


"Iya, aku hanya beruntung saat memasuki Hutan Terlarang. Walaupun berbakat, tanpa keberuntungan semuanya berjalan sangat lambat," jawab Excel Shimo yang mengakuinya.


Seandainya Excel Shimo tidak menyelidiki Hutan Terlarang, ia tidak mungkin mencapai ketinggian seperti saat ini.


"Keberuntungan juga bagian dari kemampuan kamu juga, Suami," ujar Ming Li Ling sambil manja memeluk lengan suaminya.


"Tidak. Keberuntungan bukan bagian dari kemampuan seseorang, melainkan suatu berkah dibalik bencana yang akan datang maupun yang sudah di alami. Keberuntungan muncul manakala orang itu membutuhkan, ataupun mempersiapkan seseorang tersebut untuk bertindak bijak...," tutur Excel Shimo kepada isteri kecilnya, sambil membelai dengan kasih sayang.


"Kamu sangat cerdas, Menantuku." puji Ratu Han yang makin mencintai Excel Shimo, ia kagum dengan ucapannya.


Roda Keberuntungan hanya berlaku pada mereka yang membutuhkan, entah untuk masalah yang mendesak, maupun masalah yang akan datang.


Jika seseorang merasa berbangga diri mendapatkan keberuntungan, sudah dipastikan dia akan terjerumus dalam kesombongan dan bencana akan menghampiri nya. Bijaklah jika seseorang mendapatkan keberuntungan.

__ADS_1


__ADS_2