
Chapter 127 Fragmen Peta Pertama, Artefak Jiwa, Kuas Tingkat Surgawi.
Sretttt... Dhumm
(Suara gesekan dan dentuman penutup peti)
Akhirnya pintu peti terbuka, setelah Excel Shimo melakukan penghormatan pada makam Qin Bo. Segera Excel Shimo berdiri dan mendekati peti itu.
Excel Shimo melihat kedalam peti, matanya langsung berbinar-binar saat melihat banyak benda berharga. Xi He dan Lotus Bao juga ikut melihat, jelas mereka juga ikut senang.
"Itu tingkat Surgawi, Kuas Surgawi. Tuan, peninggalan Qin Bo telah menjadi milikmu, harap bijak dalam menggunakannya," seru Xi He yang senang mendapatkan harta berharga, dan juga memperingatkan Tuannya.
"Aku mengerti." jawab Excel Shimo.
Excel Shimo segera mengambil Kuas Surgawi, Kuas yang merupakan kesayangan Gurunya selain kuas yang tadi Excel Shimo buat melukis.
"Kuas Surgawi sangat diinginkan oleh Dewan Keamanan, salah satu artefak yang dibuat secara pribadi oleh Qin Bo," jelas Xi He yang memperkenalkan kepada Tuannya, "selain untuk melukis dan menulis, kuas itu juga seringkali digunakan sebagai senjata oleh Qin Bo." lanjutnya yang ingin memperjelas kegunaan Kuas Surgawi itu.
Excel Shimo membelai ganggang Kuas yang diukir dengan tulisan sastra kuno. Kuas Surgawi mengeluarkan aura kedamaian dan ketenangan. Bulu-bulu kuas itu terbuat dari bulu angsa yang berkwalitas tinggi, sambil mendengar apa yang dijelaskan Xi He.
"Tuan, coba masukan kesadaran Tuan kedalam kuas itu," pinta Xi He, padahal Excel Shimo akan melakukan seperti yang dikatakannya.
Segera Excel Shimo memejamkan mata, dan kesadarannya memasuki Kuas Surgawi. Saat berada didalam kuas, Excel Shimo melihat pegunungan dan banyak perbukitan, di tengah-tengah nya ada sebuah pondok bambu yang sederhana. Di depan pondok itu ada seorang pria muda sedang duduk bersila dengan mata terpejam.
"Aku sudah menunggumu, Muridku." kata orang itu dengan membuka matanya.
Wushhhh...
"Murid menyapa Guru." sapa Excel Shimo setelah ia buru-buru melesat dan berhenti di depan Qin Bo.
"Aku sudah memperhatikan dirimu saat diluar. Aku tahu banyak pertanyaan dipikiranmu. Apa yang kamu lihat adalah wujud masa mudaku dulu, dan yang diluar itu adalah wujud masa tuaku," kata orang itu yang ternyata adalah Qin Bo masa muda dulu, ia tersenyum sebelum kembali berbicara kepada muridnya.
"Berikan setetes darahmu pada kuas nanti, agar menggantikan kepemilikan Kuas Surgawi. Ini bukan sekedar kuas biasa, ini kuas memiliki jiwanya sendiri. Selain digunakan sebagai alat melukis dan menulis, kuas bisa digunakan untuk membela diri," pinta Qin Bo dan menjelaskan kepada Excel Shimo, "ini juga disebut artefak jiwa tingkat Surgawi, hanya dengan menggunakan pikiran, kuas ini bisa melakukan apa yang kita inginkan. Artefak ini hampir sama dengan artefak alami, Sebab itu banyak orang yang ingin merebutnya." lanjutnya yang ingin memberikan sedikit pengetahuan kepada muridnya.
__ADS_1
"Murid mengerti, Guru." jawab Excel Shimo yang dengan mudah memahami ucapan Gurunya, sambil akan memberikan setetes darah.
"Jangan sembarangan menggunakan Kuas Surgawi ini, saat dirimu masih belum mampu menjaganya, demi keselamatanmu," Qin Bo mewanti-wanti muridnya agar tidak ceroboh.
"Murid memahami, Guru."
"Bagus, aku senang akhirnya memiliki murid yang jenius, hahaha." puji Qin Bo dan setelah itu ia menjadi asap dan berbaur dengan udara, suara tawanya mengema di dalam kuas.
"Semoga tenang di Alam Jiwa, Guru." harap Excel Shimo dengan membungkuk sebagai penghormatan terakhir bagi Gurunya. Kali ini Qin Bo menghilang untuk selamanya.
Seperti biasa, Excel Shimo melakukan ritual Penghormatan, dengan menaburkan tanah. Setelah selesai, ia segera kembali ke tubuh aslinya.
Dengan mengigit ujung jari telunjuk, Excel Shimo meneteskan darah pada kuas itu. Kuas Surgawi bergetar hebat, dan berusaha melepaskan diri dari genggaman Excel Shimo.
"Jangan kuatir dia kabur Tuan, itu reaksi biasa untuk membutuhkan waktu sebagai kepemilikan baru," kata Lotus Bao yang tahu kekuatiran Excel Shimo.
Wushhhh...
Excel Shimo juga merasakan kegembiraan Kuas Surgawi, dan juga bisa terkoneksi dengannya.
"Luar biasa. Mulai sekarang kita akan berpetualang bersama-sama untuk membunuh orang yang telah menewaskan Guru," ujar Excel Shimo kepada Kuas Surgawi.
Seakan mengerti ucapan Tuan barunya, kuas itu menganggukkan bulu kuasnya, dan segera melesat ke tangan kanan Excel Shimo. Dengan lembut Excel Shimo membelai kuasnya, dan menyimpan kedalam Balai Persenjataan Khusus.
Excel Shimo berlanjut memeriksa kedalam peti. Didalam peti terdapat kotak kayu yang sangat tua, dengan ukiran yang aneh. Dengan rasa penasaran Excel Shimo mengambilnya, dan segera membuka kotak itu.
Clakk...
"Menjijikkan!!" seru Excel Shimo saat melihat isi dalam kotak itu, ia sedikit menjauhkan kotak itu dari hidungnya.
"Itu petanya Tuan," ujar Xi He dengan segera, kuatir Excel Shimo akan membuangnya.
Wajar jika Excel Shimo jijik melihat itu, sebab isi kotak itu adalah kulit punggung manusia. Mendengar ucapan Xi He, sekali lagi Excel Shimo mendekatkan kotak itu dan mengamatinya.
__ADS_1
"Ini kulit manusia yang memiliki kekuatan Celestial Supreme! Tapi kenapa tidak ada gambar peta?" seru Excel Shimo setelah merasakan aura kekuatan yang samar-samar, tapi kulit itu tidak terlihat seperti peta yang dikatakan oleh Xi He.
"Gambar peta akan muncul saat Tuan telah menyatukan ke-enam peta lainnya," jawab Xi He agar Tuannya tidak salah paham.
"Wajar si pembuatan peta melakukan hal yang lebih aman, mereka sengaja membuat secara terpisah. Jika saya pribadi memiliki sesuatu yang berharga, maka akan melakukan hal yang sama agar tidak jatuh ditangan orang lain," kini Lotus Bao berbicara agar Excel Shimo juga mengerti.
"Aku paham. Yang jadi pertanyaan ku, itu pemakaman siapa? Apa makam Ratu Diao Chin atau bukan?" tanya Excel Shimo setelah memahami ucapan mereka berdua.
"Saya tidak tahu Tuan, hanya saja waktu itu Ratu Diao Chin pernah sedikit berbicara mengenai pemakaman kuno dengan adiknya, Qin Liangshi. Setelah itu mereka berdua tampak sibuk dan sedikit panik saat mengetahui adanya artefak alami. Dan setelah itu saya dititipkan di keluarga Bing," jawab Xi He yang semakin membuat Excel Shimo penasaran.
"Apa karena Ratu Diao Chin mengetahuinya keberadaan artefak alami hingga membuat mahluk itu menghilangkan Ordo Kegelapan?" gumam Lotus Bao yang juga selalu berpikir mengenai misteri ini.
"Tidak ada yang tahu, bisa saja Dewan Keamanan bekerja sama dengan mahluk itu, atau ... ahhh, sudahlah, semakin membuatku pusing saja!" kata Excel Shimo dengan menutup kotak itu, dan menyimpannya di Balai Persenjataan Khusus yang berada di Dunia Jiwanya.
Xi He dan Lotus Bao tersenyum melihat kekesalan Tuannya yang belum mampu menemukan jawaban dari misteri ini. Lalu, Excel Shimo melihat sebuah kotak lagi dan membukanya.
Clakkk...
"Lah ini baru peta!" seru Excel Shimo saat melihat isi didalam kotak.
Didalam kotak itu terlipat sebuah peta dari kulit binatang, walau terlipat Excel Shimo masih bisa melihat beberapa gambar suatu tempat.
Kemudian, setelah meletakkan kotak itu, Excel Shimo membuka peta itu.
"Apa ini peta lokasi ke-enam tempat peti kuno berada?" tanya Excel Shimo yang melihat peta Benua Jiang Shan, dan tempat dia berada sekarang dilingkari dengan tanda merah.
"Tuan, Anda sangat beruntung menemukan peta lokasi ke-enam peti berikutnya," seru Xi He yang kegirangan, dia sekarang tidak perlu susah-susah menemukan lokasi berikutnya, sebab setiap kali memberikan petunjuk arah dia pasti mengeluarkan banyak energi.
"Benar, Tuan." Lotus Bao juga senang dengan keberuntungan Excel Shimo.
"Hahaha, beginilah jika takdir pemuas isteri orang, keberuntungan selalu menghampiri ku," tawa Excel Shimo yang tanpa sadar mengucapkan sesuatu yang membuat Xi He dan Lotus Bao geleng-geleng kepala jika memiliki wujud.
"Cabul!" kata Lotus Bao secara spontan.
__ADS_1