
Chapter 299. Makam Dewa Roh (1), Patung Besi
Waktu satu dupa terlewat, Excel Shimo telah membiasakan diri dengan peningkatan fisik Suci tahap menengah. Setelah terbiasa dengan fisiknya, dia mendekati kuburan yang sangat kuno, kuburan itu terlindung formasi.
"Formasi Penghalang tingkat Prajurit Surgawi!" ujar Excel Shimo saat mengetahui formasi itu lebih kuat dari goa Ordo Kegelapan di Benua Jiang Shan.
Namun, saat Excel Shimo sedang berpikir bagaimana memecahkan formasi itu, dia melihat punggung tangan kirinya yang bertato. Tato hitam itu dia dapatkan saat menerima pembaptisan dari Kitab Suci untuk memasuki Benua Jiang Shan.
"Semoga saja berfungsi untuk segala macam formasi!" harap Excel Shimo sambil mengarahkan tangan kiri untuk menyentuh formasi penghalang.
Seketika tangan menembus formasi, dan tanpa menunjukkan fluktuasi energi pada dinding formasi. Excel Shimo tersenyum dan langsung masuk kedalam formasi. Sesudah masuk Excel Shimo tertawa ternyata dugaannya benar jika tato itu bisa digunakan.
"Alam Semesta mendukung segala upayaku!" ucapan syukur terlontar dengan tulus.
"Hah!"
Excel Shimo terkejut saat kembali fokus dan melihat sekelilingnya yang berbeda ketika dilihat dari luar. Apa yang dia lihat tidak hanya ada satu kuburan, tapi ribuan kuburan, semua tampak kuno. Cahayanya didalam tidak terang seperti dilihat diluar, tapi gelap dan hanya ada cahaya berkilau yang keluar dari setiap nisan.
Didalamnya terlihat banyak patung-patung prajurit dan binatang yang jumlahnya puluhan, pemakaman itu tampak seperti Mausoleum. Mausoleum ini dibangun diatas tanah yang lebih tinggi, terletak di bawah sebuah gundukan makam setinggi 80 meter berbentuk seperti piramida terpotong.
"Apa aku masuk kedalam dunia ilusi!" gumamnya sambil membuka Mata Langit yang mampu melihat segala ilusi, "ternyata bukan dunia ilusi, ini nyata!" ujarnya sambil berjalan pelan.
Saat berjalan, Excel Shimo merasakan Tripod Keberuntungan berputar dengan sangat cepat, kali ini jarum putih yang perputaran dan berhenti untuk menunjukkan arah. Excel Shimo melihat dan tersenyum.
"Kamu memang selalu bisa diandalkan, He'er!" puji Excel Shimo kepada Xi He.
Seandainya Xi He memiliki tubuh manusia, dia pasti akan membusungkan dadanya karena pujian. "Hal sepele!" sahut Xi He yang menahan rasa bangga.
"Tuan, Hati-hati! Banyak sekali cacing Gu yang mendekati Tuan!" Lotus Bao segera memperingatkan Excel Shimo.
"Jadi cahaya berkilau itu adalah bentuk transparan dari cacing Gu!" Excel Shimo tersadar jika cahaya itu timbul karena cacing Gu yang berubah berkamuflase.
Namun, bukannya takut, Excel Shimo malah bersemangat, sebab racun baginya adalah nutrisi. Dengan segera banyak cacing Gu menempel pada pakaian Excel Shimo, dan bergerak cepat memasuki pori-pori.
Lotus Bao sempat terkejut namun segera dia menenangkan diri ketika teringat tuannya memiliki elemen racun.
"Kalian sama saja bunuh diri!" ujar Excel Shimo yang langsung menyerap cacing Gu agar memasuki dantian keduanya.
Dengan lahap galaxi elemen racun melahap semua cacing Gu. Galaxi elemen racun tidak membunuh cacing Gu tapi hanya menyerap racunnya, dia sengaja melakukan itu hanya untuk memelihara cacing Gu, setelah cacing Gu memulihkan racun galaxi elemen racun akan menyerap lagi.
Cacing Gu berusaha untuk kabur, tapi dia seakan-akan terjebak dalam tubuh Excel Shimo. Excel Shimo hanya tersenyum melihat cacing Gu yang mengeliat agar bisa keluar.
"Salahkan dirimu yang rakus!" ejek Excel Shimo yang melihat cacing Gu ketakutan.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, semua cacing Gu telah berhasil diserap dan kembali Excel Shimo berjalan sesuai petunjuk jarum Tripod Keberuntungan. Sambil berjalan, Excel Shimo memeriksa kedalam setiap kuburan dengan Mata Langit, berharap menemukan yang berharga. Tapi, semua kuburan kosong, tidak ada tulang maupun peti.
Dengan adanya Xi He, Excel Shimo segera menemukan pintu utama untuk memasuki makam Ordo Kegelapan. Excel Shimo berhenti didepan pondok, tapi itu bukan pondok, melainkan kuburan dengan nisan yang besar, pondok itu berada pada puncak piramid yang terpotong.
Kemudian, Excel Shimo memeriksa kuburan itu, untuk mencari cara membukanya, dia melihat sebuah lukisan (foto) seorang pria tua, rambut panjang putih dan berjenggot dengan seruling terselip didepan perut, didepan lukisan itu terlihat lubang sedalam 10 cm.
"Oh! Berarti kamu si Dewa Roh itu," kata Excel Shimo sambil mengeluarkan Seruling Pengendali Jiwa.
Lalu, dia memasukkan ujung seruling yang sesuai dengan bentuk lubang, saat telah masuk, kuburan Dewa Roh tidak ada reaksi. Kemudian, Excel Shimo mencoba memutar seruling nya.
Drett... Bhuzh...
Akhirnya ada rekasi, makam Dewa Roh terbelah menjadi dua dan udara pengap menyeruak keluar. Terlihat lorong berbentuk kotak dengan anak tangga menurun, tinggi lorong 3 meter dengan lebar 2 meter.
"Beruntung aku menemukan seruling ini yang ternyata adalah kunci membuka makam Dewa Roh! Pantas saja Huang Guang sangat menginginkan seruling ini ...!" gumam Excel Shimo setelah obor menyala dengan sendirinya sebagai penerangan.
"Aku juga tidak mengira seruling yang tampak biasa merupakan kunci, seandainya Tuan tidak mengambilnya, sudah pasti akan kesulitan membuka makam Dewa Roh!" sahut Xi He yang tampak malu inderanya tidak bisa mendeteksi benda berharga.
"Tidak hanya kamu, siapa saja pasti akan mengira seruling ini tidak berguna," kata Excel Shimo yang tidak menyalahkan atas ketidaktahuannya.
"Mungkin disengaja oleh Dewa Roh atau pihak lain untuk memisahkan mereka, mungkin tujuan Dewa Roh agar tidak diketemukan dengan mudah!" Lotus Bao ikut berbicara, dan hanya di anggukan saja oleh Excel Shimo.
Segera Excel Shimo memasuki lorong dengan berjalan agak cepat. Semakin turun kedalam, lorong itu semakin landai, ketika sampai pada ujungnya Excel Shimo melihat sebuah kota kecil, tampak seperti dunia bawah tanah.
Kali ini tidak seperti dunia bawah tanah milik Ras Mayat Hidup yang panas, melainkan sama seperti di daratan. Excel Shimo juga melihat banyak patung-patung prajurit dan burung Elang yang jumlahnya lebih banyak dari yang di atas, patung-patung itu berbaris rapi layaknya tentara asli dengan senjata tombak, warna semua patung keperakan.
"Dewa Roh adalah seorang ahli Smelting tingkat Jenderal Surgawi, sudah wajar jika dia selalu membuat karya yang terbaik," kata Xi He yang tampak mengenal baik Dewa Roh.
Tiba-tiba ribuan patung itu bergerak dan menatap Excel Shimo. Spontan Excel Shimo langsung waspada dengan mengeluarkan Yaolai Sword. Berlahan semua patung berjalan mendekati Excel Shimo, dan langsung menerjang dengan menghunus tombaknya, aura kekuatan patung bisa terasa ketika menyerang, kekuatan patung-patung itu setingkat Dewa Bumi.
Swosh...
"Apa-apaan ini!!" Excel Shimo kaget bukan takut karena kekuatan mereka, tapi jumlah mereka yang tidak mungkin dia tangani sendirian, Excel Shimo mundur disaat tombak prajurit patung akan mengenainya, dia membalas serangan mereka dengan menebaskan pedangnya.
Clang...
Suara benturan besi terdengar saat Yaolai Sword mengenai leher salah satu prajurit patung. Excel Shimo tercengang, saat pedangnya hanya memberikan goresan pada leher prajurit patung yang terkena pedang.
Excel Shimo mengeluarkan basis kultivasi, dan terkejut lagi saat patung-patung itu tidak terpengaruh oleh kekuatannya, padahal kekuatannya berada pada tingkat Dewa Emas level 5. Excel Shimo segera berpikir mengatasi mereka dan jika bisa mengendalikan semua patung.
"Apa mereka bisa dikendalikan?" tanya Excel Shimo kepada Lotus Bao sambil menghindari serangan senjata tombak.
"Belum mengerti Tuan, coba tangkap salah satu patung dan bawa ke dalam dunia jiwa untuk dipelajari!" saran Lotus Bao.
__ADS_1
Boom...
"Kamu benar!" jawab Excel Shimo sambil melepaskan serangannya dan hanya membuat patung itu terpental dan bangkit lagi. Namun, disaat Excel Shimo akan menangkap salah satu patung, patung yang lainnya menyerang dari segala penjuru.
Swosh...
Excel Shimo segera terbang untuk menghindari serangan mereka yang terarah. Seketika patung-patung itu terdiam saat Excel Shimo melayang, dia menghela nafas lega karena tidak diserang patung-patung itu.
"Sepertinya Tuan memicu sesuatu!" ujar Lotus Bao yang melihat patung prajurit tidak bergerak.
"Bisa jadi! Apa ada formasi di lantainya!" tebak Excel Shimo dan mengaktifkan Mata Dewa, tapi tidak ada yang apapun di lantai.
Karena penasaran, Excel Shimo mengaktifkan Mata Langit berharap menemukan pemicu patung-patung itu. "Pantas saja ... Dibawa memang banyak cacing Gu! Apa bisa patung-patung itu dikendalikan oleh cacing Gu?" gumam Excel Shimo dan segera memeriksa tubuh setiap patung.
"Ternyata begitu!" ujar Excel Shimo yang akhirnya tahu penyebab patung-patung bisa bergerak.
"Ada apa didalam tubuh mereka?" tanya Lotus Bao dengan penasaran.
"Kita pelajari saat di Dunia Jiwa!" jawab Excel Shimo yang makin membuat Lotus Bao dan Xi He penasaran.
Lalu, Excel Shimo menyelimuti salah satu patung dengan energi spiritual dan segera memasukkan kedalam dalam Dunia Jiwa.
Swosh...
"Fu'ck" Excel Shimo kaget saat dirinya diserang oleh binatang yang terbuat dari patung, beruntung indera nya memberikan sinyal bahaya sehingga dia bisa menghindari.
Clang...
Excel Shimo segera melihat banyak patung burung Elang, dan buru-buru menghindar lagi ketika dirinya diserang dan menebas salah satu burung Elang. Disaat patung burung Elang kehilangan keseimbangan, Excel Shimo langsung memasukkan kedalam Dunia Jiwa bersama dengannya.
"Huff! Akhirnya dua didapatkan!" Excel Shimo membuang nafas lega, saat sudah berada di domain pribadinya.
Di Dunia jiwa, Excel Shimo tidak kuatir apapun, sebab dia bisa mengendalikan siapapun bahkan jika itu praktisi yang memiliki kekuatan Celestial Supreme. Segera Excel Shimo memeriksa patung prajurit dan Lotus Bao mempelajari patung burung Elang.
"Mm! Jadi seperti ini!" ujar Lotus Bao yang dengan cepat memahami cara kerja patung bisa bergerak.
"Ini sedikit mirip dengan boneka wayang, hanya saja patung ini gerakannya kaku dan lambat ...!" sambung Excel Shimo yang juga sudah memahami cara kerja patung-patung.
"Tapi, patung-patung ini termasuk kemajuan teknologi terbaik jutaan tahun lalu di masa kepemimpinan Ratu Diao Chin. Luar biasa!" puji Lotus Bao yang mengagumi masa kejayaan Ordo Kegelapan.
Apa yang telah diketahui dan dipahami oleh Lotus Bao dan Excel Shimo, ternyata didalam patung itu terdapat tulang yang terbuat dari baja, serat-serat seperti otot terbuat dari perak dan tembaga yang saling terhubung. Dan pusat kendali berada di dada kiri patung prajurit, untuk patung burung Elang pusat kendali berada di kepalanya.
Didalam pusat kendali dibuatkan sebuah ruang, didalam ruang itu ada Formasi lingkaran dan bintang, ditengah lingkaran itu diam puluhan cacing Gu sebagai pengendali patung. Cacing-cacing Gu tampak kebingungan setelah berada di Dunia Jiwa.
__ADS_1
"Mereka tampak dikendalikan juga!" ungkap Lotus Bao yang melihat mereka kehilangan koneksi dengan induknya.
"Benar, kita harus tangkap pengendali semua cacing Gu, lalu mengendalikan dia!" ujar Excel Shimo yang memiliki rencana untuk menjinakkan pemimpin semua cacing Gu.