God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 139. Nenek Excel Shimo.


__ADS_3

Chapter 139. Nenek Excel Shimo.


Drerttt...


Setelah menunggu beberapa saat terdengar dibelakang lemari suara getaran, secara berlahan lemari empat susun yang berada di dinding mulai terbelah menjadi dua.


Dengan rasa penasaran, Excel Shimo mendekati, ia melihat sebuah ruang kecil dibelakang lemari ukurannya 2 meter kali 3 meter. Segera Excel Shimo masuk kedalam ruang itu dengan sedikit menunduk, sebab pintunya lebih pendek dari tinggi badan.


Didalam ruang itu ada satu meja dan satu tempat duduk. Diatas meja terlihat sebuah peti berukuran sedang. Warnanya keemasan disetiap sudutnya, dan berpadu dengan warna hitam.


Segera Excel Shimo duduk, dan menarik peti itu agar lebih dekat. Setelah beberapa saat, Excel Shimo tidak tahu bagaimana caranya membuka peti itu.


"Bagaimana cara membukanya?" gumam Excel Shimo sambil memutar peti tersebut, lalu matanya melihat sebuah cekungan kecil seukuran jari kelingking.


Setelah meraba dan memastikan itu tidak berlubang, Excel Shimo semakin bingung. "Coba aku gunakan kesadaran untuk memasuki ruang dalam peti." gumamnya dengan segera melepaskan kesadarannya.


"Gagal!!" ujarnya yang tidak bisa masuk, "coba dengan energi!!" sekali lagi Excel Shimo mencoba dengan cara lain, sambil mengalirkan energinya kedalam peti.


Namun, usahanya sekali lagi gagal dan membuat Excel Shimo menghela kecewa.


"Coba gunakan darah Tuan dan teteskan pada cekungan kecil itu," ujar Xi He yang juga ikut penasaran dan memberikan sarannya.


"Oh iya, cara itu belum aku coba." jawab Excel Shimo yang segera mengigit ujung jari telunjuk, disaat darahnya keluar, ia segera meneteskan pada cekungan itu.


Tesss...


Darah menetes di atas peti tepat pada cekungan kecil tersebut. Segera terlihat guratan bercahaya pada seluruh dinding peti. Excel Shimo tersenyum saat peti itu bisa merespon dengan darahnya.


Clakkk...


"Yes... Akhirnya terbuka...," kata Excel Shimo dengan gembira.


Secara berlahan Excel Shimo membuka pintu peti, dan melihat tulisan pada belakang pintu peti, dengan segera Excel Shimo membaca tulisan tersebut.


'Jika kamu bisa membuka ini dengan darahmu, berarti kamu adalah keturunan ku. Didalam peti ini adalah teknik tabu, dan aku menyebutnya Kitab Emas. Cucuku, Nenek Harap kamu bijak dalam menggunakan teknik ini, dan jangan terlalu berlebihan dalam menggunakan kemampuan teknik tabu tersebut.'

__ADS_1


"Hahaha, ternyata aku juga punya Nenek...," Excel Shimo tertawa bahagia saat tulisan itu dari neneknya sendiri.


"Luar biasa, aku tidak berharap ada Kitab Emas di alam semesta ini. Tuan, Nenekmu memang sangat hebat bisa menciptakan Kitab Emas," puji Lotus Bao yang makin kagum dengan keluarga besar Excel.


Segera Excel Shimo melihat kedalam peti tersebut, dan melihat sebuah berlian hitam. Dengan hati-hati, ia mengambil berlian hitam tersebut dan memeriksanya secara detail.


Tanpa bicara, Excel Shimo segera mengalirkan energinya untuk memasuki kedalam berlian hitam seukuran kepalan tangan, tapi ia tidak mendapatkan respon dari berlian hitam tersebut.


Sekali lagi Excel Shimo menggunakan metode lain, dengan darahnya ia meneteskan pada berlian hitam.


Namun, Excel Shimo sekali lagi gagal, bahkan dengan melepaskan kesadarannya. Sebelum dirinya kesal, Excel Shimo melihat tempat berlian hitam itu diletakkan, dan tertulis 'Anda belum beruntung, coba metode lain'.


"Kamprett, Nenek sialan?!" umpat Excel Shimo yang memaki-maki neneknya sendiri karena merasa dipermainkan.


Lotus Bao dan Xi He manahan tawa saat melihat Tuannya sedang dikerjain oleh neneknya sendiri. Jika mereka berdua memiliki tubuh, sudah pasti akan memegang perut dan berguling-guling.


Karena kesal dan marah pada neneknya, Excel Shimo dengan tidak sengaja meremass berlian hitam itu hingga hancur berkeping-keping.


Pyarrr... Bhuzhhh...


Setelah berlian hitam itu hancur, sebuah sinar melesat menuju dahi tengah Excel Shimo, tanpa bisa Excel Shimo hindari.


Excel Shimo kesakitan saat sinar itu memberikan sebuah informasi tentang Kitab Emas. Excel Shimo memegang kepalanya karena tidak mampu menahan sakitnya.


Setelah beberapa saat merasakan sakit, akhirnya Excel Shimo bernafas lega, sebab rasa sakit itu mereda. Tapi saat ia tersadar, Excel Shimo terkejut karena sudah berada di tempat lain. Excel Shimo memeriksa sekelilingnya dan hanya ada hamparan salju tanpa ada kehidupan.


"Dimana ini!!" gumam Excel Shimo sambil merasakan butiran salju yang lembut menempel di kulitnya.


"Apa ada orang...," teriak Excel Shimo yang suaranya menggema, berharap ada seseorang di tempat ini.


"Tampan juga Cucuku... Hahaha," tiba-tiba ada suara seorang wanita, diperkirakan suara itu berusia 30 tahunan, "tidak seperti orang tua narsis itu, hanya bisa membual saja di manapun dia berada." lanjutnya, disaat Excel Shimo terkejut dan waspada.


Excel Shimo segera memeriksa sekelilingnya dengan menggunakan Mata Dewa. Dengan kekuatan tingkat Dewa Bumi, Excel Shimo mampu memiliki Mata Dewa untuk melihat jarak jauh, tapi masih terbatas. Karena tidak menemukan sosok wanita tersebut, ia mengaktifkan Mata Langitnya dengan Glabela-nya terbelah atau mata ketiga.


Sekali lagi Excel Shimo tidak menemukan orang tersebut. Bahkan pandangan yang seharusnya mampu melihat jarak yang sangat jauh, yang tetap bisa ia lihat hanyalah hamparan salju tak berujung.

__ADS_1


"Cucu!! Apakah Anda adalah Nenekku?" tanya Excel Shimo yang sudah menebak siapa suara wanita itu.


"Benar." jawab Neneknya dengan singkat.


Di kejauhan Excel Shimo melihat cahaya benderang keemasan mendekati dirinya, saat berjalan setiap langkahnya mampu mencapai ribuan kilometer.


Segera Excel Shimo bersiap-siap melawan jika cahaya itu berniat buruk, sebab cahaya itu mendekatinya dengan sangat cepat.


"Jangan takut Cucuku, aku Nenekmu,"


Wushhhh...


Nenek Excel Shimo segera tiba di depannya, spontan Excel Shimo kaget dengan terhuyung-huyung kebelakang. Segera Neneknya menangkap pergelangan tangan Excel Shimo agar tidak jatuh, dan menarik kedalam pelukannya. Kepala Excel Shimo yang terbenam dicela gunung kembar Neneknya yang besar, jika diperkirakan ukurannya 38B. Tanpa sengaja Excel Shimo memegang buah kenyal sebelah kiri Neneknya, dan sedikit meremassnya.


Nenek Excel Shimo tinggi badan mencapai 220 cm, badannya proporsional, padat dan berisi, tidak kalah dengan semua isterinya.


Rambutnya panjang berwarna putih kebiruan, sama seperti rambut Excel Shimo. Wajahnya berbentuk oval, dahi terlihat sedikit lebar dari dagu.


Elegan dan cantik. Pakaiannya serba warna putih, seirama dengan kulit dan warna rambutnya. Walau menyebut dirinya sebagai Nenek, usianya tampak seperti wanita dewasa usia 30 tahun.


"Nenek...," panggil Excel Shimo yang merasakan kasih sayang dari keluarga dekat disaat neneknya memeluk.


"Aku tahu kamu merindukan Ibu dan Nenekmu ini. Nenekmu juga tahu kamu sudah bertemu dengan Kakek narsis itu," jawab Neneknya sambil membelai rambutnya cucunya, "Nenek sangat bangga memiliki cucu yang hebat, usia 12 tahun sudah mencapai tingkat Dewa Bumi." lanjutnya tanpa perduli saat Excel Shimo menikmati buah kenyalnya.


"Iya, Kakek Excel sudah menemuiku, dan juga memberikan Dunia Jiwa," kata Excel Shimo sambil memeluk Neneknya, "dan kekuatan ini juga karena keberuntungan, Nek." lanjutnya sambil si Nenek memeluknya dengan erat.


"Huff, Kakek-mu sudah melanggar kesepakatan, tidak seharusnya dia menemui kamu sebelum usia 17 tahun. Jika Ibumu tahu, ia pasti akan dihajar!" geram si Nenek dan makin memeluk Excel Shimo. Kepala Excel Shimo semakin terbenam di gunung kembar, dan jelas Excel Shimo menikmatinya.


Sebelum Excel Shimo berbicara, Neneknya sekali lagi mendahuluinya.


"Kamu kali ini beruntung, karena amarahmu tadi pasti menghancurkan berlian hitam itu. Cucuku, bijaklah dalam menggunakan Kitab Emas, jika berlebihan, maka kamu akan terbebani secara psikologis. Teknik ini aku beri nama teknik pasif Tidak Tersembunyi. Hanya aku dan kamu yang memiliki teknik ini. Teknik ini mampu membaca isi hati dan pikiran orang lain, tidak seperti teknik lainnya yang hanya mampu membaca pikiran saja." jelas si Nenek sambil terus memeluk Excel Shimo, padahal Excel Shimo ingin melepaskan pelukannya.


"Aku mengerti, Nek. Teknik yang hebat, dan memang saat ini aku membutuhkannya, Nek." puji Excel Shimo yang kegirangan saat mengetahui teknik Kitab Emas.


"Tentu aku hebat, bahkan Kakek-mu saja ketakutan dengan Nenekmu ini, apalagi Ayahmu!! Hanya Ibumu dan Nenek yang ditakuti di Alam Kudus," si Nenek sangat senang dipuji Cucunya dan makin berbangga diri dengan memeluk Excel Shimo makin erat.

__ADS_1


"Ya sudah, Nenek tidak bisa menemui-mu lebih lama. Segeralah kembali, dan pelajari teknik Tidak Tersembunyi secara berlahan. Ingat, jangan berlebihan menggunakannya." kata si Nenek sambil melepaskan pelukannya, dan memberikan peringatan lagi.


"Aku ingat pesan Nenek," jawab Excel Shimo dan tersenyum setelahnya.


__ADS_2