
Chapter 214. Keinginan Juan Rong.
Excel Shimo berdiri setelah berendam, dan tidak menemukan jawaban yang pasti akan rencana Istana Iblis Timur. Dengan wajah yang masih penuh pertanyaan, ia keluar dari kamar mandi tanpa kain menutup tubuhnya.
Setelah keluar, Excel Shimo terkejut dengan apa yang dia lihat di kasurnya, ia melihat seorang wanita cantik yang hanya memakai pakaian tidur jenis Duduo berwarna merah. Matanya melihat jenjang kaki yang ramping, lalu naik ke pahanya yang putih dan mulus.
"Gluk!!"
Excel Shimo menelan salivanya saat melihat celah diantara kedua paha wanita itu. Wanita itu adalah Juan Rong yang sedang berpura-pura tertidur, dengan lutut kiri di tekuk dan kaki kanan sedikit dibuka lebar. Jelaslah lembah surga yang masih tertutupi, tembem dan memanjakan mata.
Pandangan Excel Shimo kembali bergerak ke atas, ia melihat perutnya yang rata dan sedikit terbentuk sixpack, halus tanpa cacat. Kembali matanya naik dan berhenti di buah kenyal yang masih terbalut kain, buah kenyalnya itu berukuran 36B.
"Gluk!!"
Sekali lagi Excel Shimo menelan salivanya, dan secara tidak sadar feromon-nya keluar secara maksimal yang terfokus pada Juan Rong yang sedang berpura-pura tidur.
Juan Rong makin gelisah saat tahu orang yang ditunggu-tunggu telah datang dan melihatnya, ia juga mencium bau feromon yang wangi dan memicu hasratnya.
Keringat keluar dari lehernya, nafas tak beraturan naik turun, kedua kakinya bergerak-gerak memancing lawan jenisnya. Secara naluri Excel Shimo berjalan mendekat tempat tidur.
Merasa jika pria yang telah menaklukkan hatinya mendekat, Juan Rong sedikit gemetaran, dengan kelopak mata bergerak ke kanan dan kiri, dan dada semakin naik turun. Juan Rong merasakan Excel Shimo naik ketempat tidur.
"Cantik!!" puji Excel Shimo dan menelan salivanya sekali lagi, tangan kirinya me-raba wajah Juan Rong yang sedang berpura-pura tidur.
"Dia mendekat ... dekat ... dan dekat sekali!!" batin Juan Rong yang sudah tidak karuan saat merasakan bibirnya dicium Excel Shimo.
Secara naluri wanita yang sudah siap dibuahi, ia melingkari leher Excel Shimo dan tangan kiri me-raba dada-nya, lidah mereka saling beradu berusaha menjadi yang paling mendominasi.
Tangan Excel Shimo tidak tinggal diam, ia me-remas da-da kanan milik Juan Rong.
__ADS_1
"Ahhh...!!" desah-han teredam, saat Juan Rong merasakan perbedaan tangan sendiri dan tangan kekasihnya yang me-remas dada-nya.
Tangan kiri Excel Shimo melepaskan tali yang terikat di leher Juan Rong dan setelah lepas, Excel Shimo juga melepaskan tali di punggung dan Juan Rong sedikit mengangkat tubuhnya agar kekasihnya bebas melepaskan tali Dudou.
Kemudian, Excel Shimo menarik pakaian Dudou dan terlihatlah seluruh tubuh Juan Rong, dada-nya menyembul keluar, lembah surga yang memiliki rambut tipis dan halus, dan sudah menjadi basah.
"Ohhh!!" desah-an Juan Rong yang tiba-tiba saat dada-nya dilahap Excel Shimo dan biji buah kenyalnya sudah besar sedari tadi, sebab ia sudah sangat terang-sang.
Tangan kanan Excel Shimo turun dan menyentuh lembah surganya, dengan lembut memijat biji lembah surga. "Ahhh!!" desah-han semakin keras saat mulutnya terbebas dari ciuman.
Excel Shimo turun dan membuka kedua kaki Juan Rong dan menekuk-nya, lalu wajah Excel Shimo mendekati lembah surga milik Juan Rong. Excel Shimo menjulurkan lidahnya pada lembah surga.
"Harum ...!!" puji Excel Shimo saat mencium bau wangi pada lembah surga yang terawat dengan sangat baik.
"Ahhh...!!" Tubuh Juan Rong tersentak ke atas, saat merasakan sensasi nikmat yang tidak pernah dia bayangkan, kedua paha-nya menjepit wajah Excel Shimo.
"Ahhh... keluar ...!!" desah-han Juan Rong saat dirinya sudah mencapai puncak hanya dengan permainan lidah.
"Tu-tunggu... Ahhh!!" cegah Juan Rong yang masih terengah-engah saat merasakan sensasi menikmati puncak, tapi ia terlambat saat tongkat itu menyeruak masuk dan membelah lembah surganya.
Segera Excel Shimo menindih tubuh Juan Rong dan mencium bibirnya, agar Juan Rong melepaskan ketegangan dan tidak merasakan sakit saat kesuciannya telah dibobol tongkat naga sakti.
Air mata keluar saat apa yang dia jaga untuk suaminya kelak telah dirusak. "Kamu sekarang adalah wanita-ku, siapapun yang menyentuhmu akan aku buat menyesal." ucap Excel Shimo setelah mencium dan menatap wajah cantik Juan Rong.
"Jadikan aku pasangan Dao-mu," jawab Juan Rong sambil memeluk leher kekasihnya dan air mata semakin deras.
"Kamu adalah permaisuri di hatiku," bisik Excel Shimo dan mulai menggerakkan pinggulnya, Juan Rong sangat bahagia dan semakin memeluk erat kekasihnya.
"Ahh...!!" erang-gan Juan Rong ketika ia mendapatkan rasa yang lebih nikmati dari permainan lidah, ia juga sudah tidak merasakan rasa sakit.
__ADS_1
Juan Rong juga tidak percaya tongkat sebesar itu bisa memasuki lembah surganya, dan kini ia baru tahu jika hubungan badan bisa seindah ini. Tubuh Juan Rong bergetar hebat dengan tubuh membengkok dan kepala kebelakang.
"Ohh.. aku keluar lagi ... Sayang!!" kata Juan Rong saat kepala tongkat memenuhi rahimnya, Excel Shimo tersenyum dan membenamkan lagi tongkatnya hingga memenuhi rahim Juan Rong.
"Ohhh..." desah-han Juan Rong saat mencapai puncak lagi, padahal lembah surganya masih menyemburkan air surga dan kembali lagi menyembur lebih deras
Excel Shimo segera menyerap energi Yin kekasihnya dengan gila-gilaan, apalagi mendapatkan kesucian Juan Rong, walaupun tidak memenuhi ruang dantian pertamanya, itu sudah membuat Excel Shimo senang.
Excel Shimo diam lagi, agar Juan Rong bisa menikmati indahnya mencapai puncak. Lalu, Excel Shimo membaringkan tubuhnya disamping dengan posisi miring, tanpa melepaskan tongkatnya di rahim Juan Rong, sambil mengangkat kaki kiri kekasihnya dan meletakkan di paha.
Setiap gesekan tongkat kekasihnya, tubuh Juan Rong selalu bergetar karena nikmati.
"Plak...!"
"Ohh...!"
Excel Shimo menghentakkan pinggulnya hingga membuat Juan Rong men-desah keenakan dengan posisi miring, apalagi kekasihnya menjilati telinga, titik dimana kelemahan berada.
Suara benturan semakin keras di dalam kamar, dan Juan Rong tidak bisa diam, suaranya semakin membuat Excel Shimo bersemangat untuk menghajar lembah surga Juan Rong tanpa ampun.
Yang tidak Juan Rong sadari karena merasakan surganya dunia, ia telah berpindah tempat, pindah di dunia jiwa. Dengan berada di dunia jiwa, Excel Shimo bebas berhubungan intim tanpa kuatir waktu yang terus berjalan.
"Kamu diatas, Sayang!" pinta Excel Shimo.
Walau Juan Rong kelelahan setelah dihajar dan mencapai puncak berkali-kali, ia tetap menuruti, sebab kekasihnya belum mencapai puncak sama sekali.
"Ohhh!!" teriakan Juan Rong saat dia dengan tergesa-gesa membenamkan tongkat besar dan panjang kekasihnya, ia kembali mencapai puncak, apalagi posisi saat ini membuatnya pegang kendali.
Mereka berdua berkultivasi ganda selama seharian, Excel Shimo juga memberikan segel keluarga besar, teknik Dual Cultivation dan lain sebagainya. Juan Rong juga meningkatkan kekuatannya hingga mencapai Tingkat Saint level 8.
__ADS_1
Excel Shimo juga memperkenalkan An Na kepada Juan Rong, dan akhirnya mereka bertiga berkultivasi ganda bersama-sama, hingga kekuatan Juan Rong menerobos ke Tingkat Peri Benua, sedangkan An Na berada pada Tingkat Kaisar level 4.