
Chapter 418. Teringat Masa Kecil.
Setelah melewati beberapa tembok pertahanan, akhirnya Excel Shimo dan semua orang masuk ke wilayah Ibukota Tanah Cahaya, semua penduduk sudah menunggu. Ada yang berjajar di pinggir jalan dan ada pula yang berdiri di atas atap, antusiasme mereka hanya untuk melihat manusia, manusia yang pernah ada di Benua Roh jutaan tahun lalu.
Excel Shimo sekali lagi berdecak kagum, begitu modern infrastruktur di Kerajaan Cahaya, banyak gedung penting dibangun di atas pulau melayang, di bawahnya, rumah penduduk dan tempat usaha berbagai jenis kebutuhan.
Banyak patung-patung legenda Ras Malaikat di setiap pulau melayang, selain itu Excel Shimo melihat banyak armada udara berbentuk balon mengerucut.
Melihatnya, Excel Shimo terkagum dengan Benua Cahaya, Peri Xu Hualing dan Peri Shan Hee terlihat bangga. Siapa saja tinggal di Benua Cahaya pasti bahagia dan betah.
"Benua Cahaya terbagi menjadi dua wilayah, sisi barat miliki Malaikat sayap hitam dan sebelah Timur milik Malaikat sayap putih, disinilah tempat pusat perindustrian dan perdagangan. Biarpun Ras Malaikat terbagi dua, pimpinan utama tetap satu, yaitu Yang Mulia Ximen Yu." kembali Ximen Fengying menceritakan tentang Kerajaan Cahaya.
Walaupun satu pimpinan, pergolakan internalnya cukup intens dimana setiap kali masa jabatan sepuluh ribu tahun akan berlalu, selalu memicu persaingan ketat, dukungan kedua belah pihak saling mengunggulkan calon pengganti raja bagi Ras Malaikat.
Di salah satu pulau melayang, terlihat satu orang wanita bersayap hitam melihat kedatangan Excel Shimo, tidak hanya wanita itu saja yang melihat Excel Shimo, banyak pria bersayap hitam melihat juga, ada sebagian dengan senyuman menghina.
"Tampaknya akan ada sedikit halangan!" kata Ximen Sying yang melihat pesaingnya sedang terbang.
Excel Shimo segera mencari penghalang tersebut, dia melihat dua pria bersayap hitam terbang sangat cepat kearahnya. Semua rombongan juga melihat dan mengenalinya.
"Mereka adalah peserta Konferensi Tianwu, Sima Deng dan Song Cheung," kata Ximen Kaisar yang memperkenalkan mereka.
Swosh... Swosh...
"Wow! Inikah manusia yang bikin sensasi dan banyak dibicarakan orang!"
Salah satu dari kedua pria bersayap hitam yang bernama Song Cheung menghadang jalan Excel Shimo dan rombongannya. Dari nada bicara Song Cheung tampak tidak senang dan iri kepada Excel Shimo.
"Kalian lebih baik segera minggir, Yang Mulia Ximen Yu sedang menunggu Dewa Binatang," pinta Ximen Sying dengan nada tidak senang, dia dengan sengaja menggunakan nama Dewa Binatang untuk membuat mereka malu.
Siapapun mengenal nama Dewa Binatang yang merupakan peserta Konferensi Tianwu paling muda dan berbakat, dan banyak membuat peserta lain pesimis.
Walaupun Ximen Sying sudah memberitahukan nama ke-dewa-an Excel Shimo, mereka berdua tidak segera memberikan jalan. Sebelum Sima Deng berbicara...
"Roar...! "
__ADS_1
Auman Raja Singa menggema di seluruh Ibukota Tanah Cahaya. Seketika Sima Deng dan Jian Cheung terjatuh dengan tubuh gemetaran, mereka baru menyadari ada binatang mistik cincin hitam level 68.
Jelas mereka berdua ketakutan, hanya memiliki kekuatan Half Alfa level 5, bagaimana mungkin mereka bisa menahan auman Raja Singa.
Semua penduduk juga ketakutan dan buru-buru menjauh dan sebagian bersembunyi. Excel Shimo menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, pikirnya; 'selalu saja ada pembuat onar'.
Perwira menengah segera bertindak dan menyingkirkan dua pembuat onar itu untuk minggir, daripada dipinggirkan oleh Dewa Binatang. Kemudian, perwira menengah berjalan di depan untuk memimpin bersama beberapa tentara Malaikat untuk mengamankan perjalanannya.
Kembali mereka melanjutkan perjalanan, kali ini sudah tidak ada lagi hambatan, hanya beberapa anak kecil dan bayi yang beterbangan di sekitar Excel Shimo.
Melihat bayi dan anak-anak bisa terbang bebas, membuat Excel Shimo teringat akan dirinya dulu; keluar dari goa dan muncul di udara, waktu itu dia panik dan buru-buru mempelajari Teknik Dao Terbang. Walaupun bisa terbang, tetap saja dia terlambat dan menabrak banyak pepohonan. Akhirnya dia diketemukan oleh ayah angkatnya.
Mengingat masa kecilnya dulu, Excel Shimo menjadi merindukan Desa Bunga dan istrinya, di dalam hatinya, dia berjanji:
"Setelah kembali, aku akan bangun kembali Desa Bunga, sebagai tempat pengingat dan domain pribadiku. Aku juga akan buat monumen bagi keluargaku."
Melihat antusiasnya bayi dan anak-anak, Excel Shimo mengeluarkan banyak buah dari Dunia Jiwa-nya, dan membagikan kepada mereka.
"Paman terimakasih, kamu sangat tampan!"
Excel Shimo tertawa ringan dan melihat semakin banyak anak-anak dan bayi terbang mengerumuninya, dia pun membagikan Buah Persik kepada mereka. Anak-anak dan bayi tertawa gembira dan sebagian memberikan ciuman tanpa takut dengan Raja Singa.
Berbeda dengan mereka yang tahu, reaksi mereka sudah melongo dan sebagian orang geleng-geleng melihat begitu kayanya Excel Shimo.
Pemberian Excel Shimo adalah Buah Roh Persik yang tergolong mahal dan juga mampu meningkatkan kekuatan di bawah setingkat Grand Master.
"Tampan, aku minta! " tanpa sungkan Jing Ehuang tergiur Buah Persik, dia kini selalu bertengger di bahu karena popularitas.
"Tidak tahu malu, sudah hitam, jelek lagi!" ejek Peri Shan Hee kepada Jing Ehuang, "aku juga minta!" lanjutnya, dan membuat gelak tawa semua orang.
Akhirnya dua Peri dan Jing Ehuang kembali bertengkar, saling mengejek dan sambil memakan Buah Persik, karena buahnya banyak kandungan air, saat berbicara air liur beterbangan kemana-mana.
Excel Shimo yang berada di samping mereka, terlihat sudah basah kuyup sebabkan air liur tiga wanita pembuat onar.
"Roar! " Raja Singa mengaum dan seketika tiga wanita itu terdiam.
__ADS_1
Semua wanita menahan tawa, merasa kasihan melihat korban bencana air liur yang menjadi cemberut.
Segera Moon Qiang pindah duduk, dia duduk dibelakang Excel Shimo, lalu membersihkan air liur tiga wanita pembuat onar.
Tidak terasa sudah dekat dengan Istana Cahaya, sekali lagi Excel Shimo berdecak kagum melihat istana melayang seperti miliknya yang dia dapatkan dari Ordo Kegelapan, bedanya Istana Cahaya lebih kecil, tapi infrastruktur begitu indah.
Istana Cahaya terlihat memiliki sayap berlapis, dibangun di atas pulau, berdiri banyak menara dan juga banyak armada udara balon mengelilinginya. Untuk masuk ke dalam istana, harus melalui tugu yang menghubungkan istana dengan daratan.
Istana Cahaya.
"Dari sini kita harus berjalan," kata Ximen Sying kepada Excel Shimo.
Segera Excel Shimo segera turun dari punggung Raja Singa dan memasukkannya ke dalam Dunia Jiwa untuk beristirahat.
Lalu diikuti banyak rombongan.
Ximen Fengying mengajak semua wanita beristirahat di Istana Putri, sambil menunggu Excel Shimo selesai berbicara kepada Raja Malaikat.
"Dewa Binatang, terimakasih banyak telah banyak membantu kita selama di Hutan Mistik. Jika perlu bantuan, kita semua siap membantu, cukup perintahkan kami!"
Salah satu Tim Dewi Lou berbicara kepada Excel Shimo mewakili rekan-rekannya. Selama perburuan hingga kembali, semua orang dibuat kagum dan juga telah mendapatkan cincin roh melebihi ekspektasi mereka.
Tapi, terlihat wajah-wajah para wanita enggan berpisah dengan Excel Shimo.
"Pasti aku akan membutuhkan kalian. Disaat itu tiba, kalian harus banyak peningkatan!" jawab Excel Shimo dengan nada ramah.
"Kalian bicara apa, selama kita tim akan selalu mendukung Dewa Binatang. Setelah kalian kembali, segera menuju ke Istana Putri, kita buat rencana untuk mendukung Dewa Binatang!" sela Dewi Lou sebagai pemimpin tim, dia tidak ingin membuat timnya tidak memiliki tujuan setelah perburuan.
Seketika semua anggota Dewi Lou kegirangan dan segera kembali untuk mengabarkan kepada keluarganya masing-masing, dan setelah itu mereka menuju ke Istana Putri.
Kemudian, Excel Shimo menuju Istana Cahaya bersama Bunga Wangi, Dong Jingying dan dua putra Raja Malaikat.
Mengajak Bunga Wangi dan Dong Jingying untuk ikut membantu Excel Shimo saat berbicara dengan Raja Malaikat, dan berharap akan mendapatkan dukungan.
__ADS_1