God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 379.


__ADS_3

Chapter 379. Mahkota Maharaja.


Semua orang yang berada di Dunia Jiwa juga melihat apa yang Excel Shimo lihat, dan reaksinya juga sama seperti Excel Shimo, kagum, selalu memuji, tapi berganti dengan wajah kengerian dimana peperangan terjadi.


"Senjata mereka lebih mengerikan daripada kekuatan energi kita!" kata Kaisar Yang Dang yang bergidik ngeri melihat bom nuklir menghujani dunia manusia.


"Mereka lemah tapi memiliki kecerdasan tinggi, namun kecerdasan mereka banyak yang disalahgunakan untuk kejahatan dan ambisi kekuasaan!" sahut ayah Seng Huaran.


Saat semua orang di Dunia Jiwa sedang berbicara membahas pengelihatan masa depan, Excel Shimo melihat didalam gubuk seseorang pria yang dia lihat, buru-buru dia menghampirinya untuk bertanya tentang ujian terakhir yang dinyatakan telah lulus.


Disaat masuk, Excel Shimo melihat pria itu menunduk dengan memainkan sebuah papan, papan yang aneh dengan warna hitam dan putih. Pria itu melihat Excel Shimo dan memerintahkan untuk duduk di depannya.


Segera Excel Shimo duduk.


"Ini adalah papan catur dunia modern yang kamu lihat. Kamu pasti bingung ... Apa yang kamu lihat adalah era energi dan teknologi, pengelihatan masa depan...," kata pria itu yang memberitahukan nama papan yang dia mainkan, dia sedikit juga mengungkapkan apa yang barusan dilihat.


Excel Shimo merenung dengan ucapan pria itu, sebelum bertanya tentang banyak hal, dia menanyakan namanya. "Kalau boleh tahu, siapa nama Saudara?"


"Aku yang kamu cari...!"


Spontan Excel Shimo terbelalak kaget, dia tidak menyangka jika pria muda berambut pendek adalah Mahkota Maharaja. Excel Shimo mengira bentuk Mahkota Maharaja seperti yang dia bayangkan, kenyataannya wujudnya asli manusia dan bukan berbentuk mahkota pada umumnya.


Mahkota Maharaja tersenyum dan kembali berbicara. "Anggap saja seluruh Alam Jagat Raya seperti papan catur ini, dan kita berada disini... Dan kamu menjadi pion, berada dibarisan depan, lemah dan memiliki langkah yang pendek ... Apa langkahmu agar pion ini berada di barisan terdepan dan menjadi seorang ratu? Sedangkan apa yang kamu hadapi memiliki langkah yang panjang!"


Jelas Excel Shimo kebingungan dengan ucapan Mahkota Maharaja, dia kuatir ini masih dalam ujian. Dia melihat pion putih berhadapan dengan banyak lawan hitam yang masih berdiri pada posisi aslinya, sedangkan pion putih tanpa ada dukungan dan berada berada tepat baris keempat di tengah (e4).


"Aku tidak tahu bagaimana cara mainnya ...!" jawab Excel Shimo yang memang tidak mengetahuinya.


Segera Mahkota Maharaja mulai menjelaskan cara mainnya dengan memasang buah catur pada tempatnya. Excel Shimo mendengar dengan antusias, termasuk semua orang yang berada di Dunia Jiwa, bahkan Kaisar Yang Dang dan ayah Seng Huaran mengeluarkan kulit binatang untuk mencatatnya.


Bagi Excel Shimo dan semua orang, papan catur sangat menarik, sebuah permainan mengasah otak untuk mengatur strategi, serangan tak terduga, memberikan umpan untuk mendapatkan hasil maksimal.


"Setelah kamu mengerti permainan ini ... Sekali lagi apa yang kamu lakukan jika pion ini ingin menjadi ratu...?" tanya Mahkota Maharaja dengan menyingkirkan buah catur putih dan menyisakan pion pada tempat semula.


"Tidak mungkin, tidak mungkin satu pion menghadapi lawan yang sempurna, walaupun memiliki beberapa pendukung!" jawab Excel Shimo dengan yakin, "kecuali ... " lanjutnya, yang kembali berpikir sebelum meneruskan ucapannya.


"Kecuali apa?" tanya Mahkota Maharaja dengan penasaran akan jawaban Excel Shimo.


"Kecuali kolom persegi tidak ada, dalam arti hidup tidak dalam kurungan, maka siapapun termasuk pion dan lawannya tidak bisa mengetahui langkah mereka, bergerak secara naluri dan hanya mengandalkan peruntungan!" jawab Excel Shimo, yang menganggap dirinya berada pada posisi pion.


Spontan Mahkota Maharaja tertawa terbahak-bahak mendengar jawabannya. Setelah berhenti tertawa, Mahkota Maharaja memanggil Pedang Semesta.

__ADS_1


Excel Shimo tidak kaget melihat Mahkota Maharaja mampu memanggil pedangnya tanpa dia perintahkan, dan Pedang Semesta merubah wujudnya seperti anak usia 15 tahun, seperti adik dari Mahkota Maharaja.


"Keluar dari kotak (Out Of The Box) menunjukkan seseorang memiliki potensi tak terbatas, dia tidak akan berkembang jika hanya berkutat pada satu kotak ke kotak lainnya. Hidup memang permainan jika berada di dalam kotak. Di luar kotak, kehidupan berada di tangan sendiri. Tuan, Anda layak memiliki Mahkota Maharaja. Ujian terakhir yang tadi Anda alami hanya untuk menyelamatkan nyawa, dan Anda berhasil memiliki Mahkota Maharaja setelah memahami potensi diri, yaitu keluar dari kotak. Selamat!" ungkap Pedang Semesta kepada Excel Shimo.


Excel Shimo sontak kaget jika lima ujian hanya untuk menyelamatkan nyawa dan bukan berarti memiliki Mahkota Maharaja, benar-benar tidak terduga dan sekaligus mengerikan jika dia gagal dalam satu ujian.


Melihat tuannya yang diam dan tampak kebingungan, Pedang Semesta menjelaskan apa yang sudah Excel Shimo lewati. Intinya, jika Excel Shimo ingin memiliki Mahkota Maharaja, dia harus memiliki karakter lapang hati (sabar), mengerti situasi yang dihadapi (cerdas), tidak memihak (berbuat baik tampak pamrih), mengetahui baik dan buruk (bijak), tidak berdiam diri walaupun sudah berhasil (penuh kreasi) dan semua itu dengan tujuan terbebas dari doktrin (membuka potensi diri/jalan hidup tanpa batas/Out Of The Box).


Akhirnya Excel Shimo mengerti apa yang menjadi syarat untuk memiliki Mahkota Maharaja, dia tidak tidak tahu harus berkata apa setelah mengetahuinya, dia merasa ingin segera keluar dari sini dan menghirup udara segar untuk menikmati hidup.


"Sudah saatnya kita bergabung! Tuan, lepaskan jubah perang Anda dan juga keluarkan Tombak Semesta. ..," pinta Mahkota Maharaja yang telah mengakui Excel Shimo sebagai tuannya.


Tanpa banyak bicara Excel Shimo melepaskan jubah perangnya dan meletakkan di tanah karena ukurannya besar dan berat, berat untuk ukuran manusia normal, dan setelah itu mengeluarkan Tombak Semesta dan menyodorkan kepada Mahkota Maharaja.


Pedang Semesta yang wujudnya seperti anak usia 15 tahun juga kembali seperti semula dan dipegang oleh Mahkota Maharaja. Mahkota Maharaja melihat Excel Shimo dan berbicara. "Ini akan menjadi jirah perang Dewa Binatang...."


Segera Mahkota Maharaja berubah menjadi cahaya keemasan dan menyatu ke dalam jubah perang bersama dua senjata alami. Cahaya menyilaukan membuat Excel Shimo mundur sambil memicingkan mata.


Semua orang yang berada di Dunia Jiwa pun menutup mata.


Setelah beberapa saat cahaya keemasan melesat kearah Excel Shimo sangat cepat dan menyatu didalam tubuhnya. Excel Shimo merasakan tubuhnya menjadi kuat, mendapatkan banyak pengetahuan.


Dua dantian nya juga mulai men-sinkronisasi dan membuat Excel Shimo menerobos.


Energi terobosan basis kultivasi mengguncang Formasi Array, Excel Shimo secara eksplosif meningkat drastis hingga mencapai puncak Celestial Supreme, kini dengan terhubungnya dua dantian dan mengaktifkan garis darah, maka dia mampu menerobos ke Alam Half Alfa.


Jubah perang telah berganti menjadi Jirah Perang Dewa Binatang, penggantian nama serta bentuk karena penggabungan tiga artefak alami. Bentuknya juga telah berubah total menyesuaikan nama Ke-Dewa-an, yaitu God Of Beast.


Jirah Perang kini memiliki ekor menyerupai Ular dan Naga, penutup wajah menyerupai Singa, di atas kepala yang merupakan mahkota berbentuk perpaduan Naga dan Macan. Tetap memiliki sayap, namun sayapnya lebih indah dan kokoh. Pelindung dada menyerupai tempurung kura-kura. Bisa dikatakan seluruh bentuk Jirah Perang Dewa Binatang mengambil bentuk semua binatang.


Jirah Perang Dewa Binatang.





Dunia air juga ikut bergetar hebat dan Laut Selatan bergejolak. Putri Shui dan Zhu Nuwa tersenyum saat tahu jika fenomena ini adalah akibat keberhasilan Excel Shimo mendapatkan Mahkota Maharaja.


Mereka berdua segera berlutut untuk menyambut kehadiran penguasa baru, dan diikuti oleh semua rakyat Suku Mermaid.

__ADS_1


Excel Shimo melayang secara berlahan dan keluar dari Formasi Array, dia terus melayang hingga keluar dari perairan Laut Selatan.


Putri Shui, Zhu Nuwa dan semua mermaid juga mengikuti Excel Shimo.


Di menara pengawas perairan segera melihat cahaya keemasan, bahkan cahaya itu menerangi Benua Kelahiran. Istri Excel Shimo yang berada di istana utama juga melihat dan buru-buru naik ke dalam Empress Spaceship.


Segera Empress Spaceship melesat menuju Laut Selatan dan diikuti banyak kapal angkasa, pasukan binatang, seluruh pimpinan dan banyak kultivator yang terbang menuju Laut Selatan.


Saat semua orang mendekati di pesisir Laut Selatan mendengar suara dengungan halus, suara itu mampu membuat alam bawah sadar mereka beresonansi dan tubuh mereka seketika menjadi terdiam.


Excel Shimo membuka mata dan melihat Suku Mermaid, Empress Spaceship dan semua orang yang berada di pesisir pantai. Lalu Excel Shimo kembali melihat Putri Shui dan Zhu Nuwa.


Buru-buru kedua wanita itu terbang untuk menghampiri Excel Shimo. "Selamat, Yang Mulia!" mereka berdua mengucapkan selamat dengan badan sedikit membungkuk dan diikuti oleh Suku mermaid, panggilan dan sikap hormat telah berubah.


"Bangkit!" perintah Excel Shimo yang melihat Putri Shui dan Zhu Nuwa beserta Suku mermaid tidak segera kembali berdiri tegak.


Lalu Excel Shimo melihat Empress Spaceship dan semua orang. "Kalian sekarang bebas melintasi Laut Selatan," kata Excel Shimo kepada istrinya yang berada di Empress Spaceship dan semua orang yang berada di pesisir pantai.


Kemudian Excel Shimo mengeluarkan semua orang yang berada di Dunia Jiwa.


Berkumpul lah semua orang mengelilingi Excel Shimo. Liu Hualien segera dicegah oleh Yang Hua sebelum melompat untuk memeluk Excel Shimo, sebab sekarang berada di tempat umum dan tidak pantas.


"Setelah Mahkota Maharaja telah bersatu denganku, apa langkah kalian selanjutnya?" tanya Excel Shimo kepada Putri Shui.


Mahkota Maharaja merupakan pemimpin tertinggi di seluruh lautan, dan Laut Selatan merupakan pusatnya. Peningkatan kekuatan Suku Mermaid juga karena dukungan dari Mahkota Maharaja.


"Kami mengikuti Yang Mulia Dewa Binatang!" jawab Putri Shui mewakili Suku Mermaid.


"Bagus...!" Excel Shimo segera mengeluarkan kulit kayu cendana dan Kuas Surgawi untuk membuat dekrit Kekaisaran.


Putri Shui dan Zhu Nuwa yang tahu segera berlutut dan menunggu titah Dewa Binatang. Setelah selesai membuat dekrit Kekaisaran, Excel Shimo memberikan kepada Yang Hua untuk mewartakan titahnya.


"Mulai saat ini, Zhu Shui dan Zhu Nuwa, kaisar Shimo - Dewa Binatang, mengangkat kalian menjadi Menteri Pertahanan Maritim dan melindungi seluruh perairan di Benua Kelahiran, dengan gelar Shangshu (Menteri)..!" Yang Hua segera membaca isi dekrit Kekaisaran kepada semua orang.


Gelar Shangshu setingkat posisi para permaisuri yang bergelar Liu Bu. Selain gelar Shangshu, mereka berdua juga mendapat julukan, Zhu Shui si Peri Laut dan Zhu Nuwa si Peri Samudera.


Tempat kerja mereka berdua berada di Istana utama, Istana Ordo Kegelapan. Dengan Zhu Shui (Putri Shui) dan Zhu Nuwa sebagai penguasa perairan, maka Excel Shimo tidak lagi dipusingkan untuk mencari ahli berpengetahuan dalam kelautan.


Setelah selesai mengangkat Zhu Shui dan Zhu Nuwa, semua Suku Mermaid bersorak-sorai dan diikuti tepuk tangan semua orang yang mengelilingi Excel Shimo.


Excel Shimo juga memberikan sumberdaya besar dan banyak kapal angkasa sebagai Armada Laut, kapal angkasa yang didapatkan dari jenderal Kekaisaran Wei.

__ADS_1


Dan sesuai janji Zhu Nuwa, Excel Shimo mendapatkan Es Hati Laut dan diterimanya dengan senang hati tanpa menolak lagi.


__ADS_2