
Chapter 419. Raja Malaikat, Ximen Yu.
Ximen Sying dan Ximen Kai berjalan di depan diikuti oleh Excel Shimo bersama tiga wanitanya. Mereka menuju akses jalan yang sudah ada di pilar penghubung daratan dan Istana Cahaya.
Setelah mereka masuk pintu segera tertutup secara otomatis dan merasakan sedikit getaran saat berada di dalam ruangan, lalu pintu terbuka lagi.
Seketika Excel Shimo dan tiga wanitanya terkejut telah berada di ruangan lain, banyak budayawan menggunakan pakaian layaknya seorang penyihir dengan ciri khas topi mengerucut, selain itu mereka membawa tongkat dan sebuah buku tebal.
"Mereka adalah peramal, ahli perbintangan dan juga ilmuwan kita. Selama juta tahun, leluhur kita menganjurkan keturunannya untuk terus menerus belajar dan belajar daripada berperang..., " kata Ximen Sying dan memperkenalkan tugas dan fungsi setiap orang yang berada di Aula Perbintangan.
Ya, saat ini Excel Shimo berada di Aula Perbintangan, banyak bola kristal di setiap meja yang digunakan oleh para peramal dan bekerjasama dengan ahli perbintangan. Mereka mempelajari ruang angkasa, bintang-bintang dan juga fenomena yang akan datang, yaitu 10 Galaksi sejajar.
Selain itu, mereka juga mempelajari berbagai elemen alam yang kaya-raya akan sumber energinya; terlihat dua orang memiliki elemen air dan angin saling menyatukan untuk menciptakan penemuan baru, ada juga dua orang yang saling mengeluarkan elemen kayu dan tanah untuk bereksperimen.
Disaat melihat para ahli, Excel Shimo hanya tersenyum, bukan senyum karena sombong, tapi dia bisa membuat banyak elemen evolusi dari dua unsur yang berbeda.
Dua putra Raja Malaikat terus berjalan sambil mengenalkan semuanya kepada Excel Shimo dan ketiga wanitanya. Setelah itu, mereka mendaki anak tangga, semakin naik suasana semakin sepi, hanya ada patung-patung pendahulu bangsa Malaikat di kiri dan kanan jalur anak tangga.
Excel Shimo tiba-tiba berhenti dan memejamkan mata, membuat dua putra Raja Malaikat membalikkan badan dan ketiga wanita menatap wajah Excel Shimo.
"Ada apa?" tanya Yun Shuang yang ingin tahu.
Excel Shimo membuka mata dan tersenyum setelahnya, dia mendapatkan resonansi dari setiap patung pendahulu bangsa Malaikat. Selain itu, banyak pasukan bayangan yang bersembunyi di setiap patung.
Ternyata setiap patung bukan hanya sekedar pengingat maupun hiasan, tapi di dalam patung berdiam jiwa-jiwa pendahulu bangsa Malaikat, tugas mereka untuk melindungi Benua Cahaya disaat genting.
Ini seperti boneka wayang, perbedaannya; boneka wayang tidak memiliki emosi, sedangkan patung-patung itu bisa bergerak layaknya kehidupan tapi tidak bertahan lama.
"Tidak apa-apa, aku merasa jika patung-patung ini sedang berbicara kepadaku, tapi aku bingung karena suara mereka tidak jelas!" jawab Excel Shimo yang tidak ingin mengungkapkan rahasia bangsa Malaikat.
Kedua putra Raja Malaikat jelas terkejut saat Excel Shimo bisa berkomunikasi dengan patung-patung pendahulunya, mereka saling bertukar pandangan.
Mereka tidak menyangka jika Excel Shimo seperti ahli Roh, seorang ahli yang mampu berkomunikasi dengan jiwa-jiwa.
"Apakah kamu seorang ahli Roh?" tanya Ximen Sying dengan antusias.
"Apa itu? " tanya balik Excel Shimo yang memang tidak tahu.
__ADS_1
"Seorang ahli Roh memiliki kemampuan bawaan sejak lahir, mampu berkomunikasi dengan orang yang telah mati, terkadang memberikan informasi penting tapi adakalanya palsu. Jika kemampuannya terus diasah hingga tingkat tertinggi, itu seperti kemampuanmu yang mampu membangkitkan mayat maupun tulang!" jelas Ximen Sying dan Excel Shimo mengangguk paham.
Kembali mereka melanjutkan menaiki anak tangga menuju Istana Cahaya, kali ini Ximen Sying dan adiknya tidak berbicara lagi, tampaknya sudah merupakan aturan istana tidak diperbolehkan bersuara.
Tidak berselang lama, akhirnya tiba di pintu masuk Istana Cahaya, di depan ada dua prajurit Malaikat membawa senjata tombak, berdiri tegak tanpa bergerak layaknya patung.
Ximen Sying dan Ximen Kai berjalan dan berhenti saat terpaut jarak dengan pintu istana, pintu istana terbuka dengan sendirinya. Bunga Wangi dan Dong Jingying merasa gelisah dan juga gugup, sebab ini baru pertama kali mereka memasuki Istana Cahaya. Sedangkan Excel Shimo tampak biasa dan tidak gugup sama sekali, justru dia memeriksa semua ruang yang memiliki senjata pertahanan tersembunyi.
Kembali pandangan Excel Shimo ke depan, dia melihat banyak jajaran petinggi bangsa Malaikat duduk tenang dan sedang melihat kedatangannya bersama dua putra Raja Malaikat.
Yang mengejutkan, Jin Shou dan Tsai Li-Liang sudah berada di salah satu kursi petinggi.
"Sejak kapan dua orang tua itu sudah di sana!" batin Excel Shimo, "hmm! Mungkin ada jalan lain yang lebih cepat, atau Ximen bersaudara ini sengaja tidak segera mengantarkan ku menemui Raja Malaikat!" lanjutnya setelah menebak-nebak.
Dan, tebakan Excel Shimo memang benar, Jin Shou dan Tsai Li-Liang melewati pintu lain yang lebih cepat, dan sengaja Ximen bersaudara mengajak Excel Shimo untuk berkeliling, dengan tujuan; agar Jin Shou dan Tsai Li-Liang segera menemui Raja Malaikat untuk melaporkan apapun yang terkait dengan Excel Shimo, bahkan aksinya melawan Fiend Spirit dan membuat banyak pil mereka ceritakan.
Segera Ximen bersaudara masuk diikuti oleh Excel Shimo dan ketiga wanitanya, semua orang terfokus kepada Excel Shimo; banyak tatapan menyelidiki, membandingkan manusia masa lalu dan saat ini, ada juga kekaguman dengan penampilannya.
Justru berbeda dengan Excel Shimo, di dalam pikirannya; kenapa tidak ada suara kasim yang mewartakan setiap kedatangan seseorang? Suasana istana benar-benar hening, banyak orang tanpa ada suara!
Excel Shimo segera menepis pikiran yang tidak berguna, dia melihat seorang pria tua tinggi besar, kedua mata mengeluarkan sinar putih, rambut panjang sepinggang berwarna putih, jenggot panjang yang juga berwarna putih.
Kemudian, Excel Shimo segera mengaktifkan Mata Langit, dia melihat kekuatan Raja Malaikat, sontak Excel Shimo sedikit terkejut, dia tidak menyangka Raja Malaikat memiliki kekuatan True Alfa level 10.
Raja Malaikat.
Seandainya, Excel Shimo bertarung dengan Raja Malaikat dan menggunakan segala kemampuannya, dia tidak mungkin mengalahkannya, sebab jarak basis kultivasi terpaut sangat jauh, Half Alfa level 41 melawan True Alfa level 10... Tidak bisa dibayangkan... Mungkin hanya Ratu Diao Chin yang bisa menandingi Raja Malaikat.
"Aku harus sesegera mungkin meningkatkan kekuatan ... Aku bisa mengalahkan Half Alfa level puncak, tapi hanya untuk satu kali serangan dan itu pun harus tepat, jika gagal sama saja bunuh diri! " batin Excel Shimo menganalisa kekuatannya saat mengetahui kekuatan Raja Malaikat.
Memang, saat Excel Shimo melawan Raja Mayat Hidup harus menggunakan trik untuk serangan satu kali dan harus tepat sasaran, sebab itu dia selalu menggunakan skill teleportasi berulang-ulang untuk mempersiapkan diri dan membuat lawan kehilangan kendali emosinya.
Setelah menyerang dia benar-benar kelelahan. Seandainya gagal menyerang dan Excel Shimo yang sudah kelelahan, sama saja memberikan kepalanya dengan mudah.
"Melawan True Alfa ... Terlalu berlebihan jika bisa menandinginya! " lanjutnya dengan membatin, dia untuk saat ini tidak ingin mencari masalah dengan orang yang memiliki kekuatan True Alfa.
__ADS_1
"Salam, Yang Mulia!"
Ximen Sying memberikan hormat dan di anggukan oleh Raja Malaikat, kemudian diikuti oleh Ximen Kai yang juga memberikan hormat. Kemudian, Ximen bersaudara berjalan menuju tempat duduknya.
Kini Excel Shimo dan ketiga wanitanya yang berdiri di tengah istana. Excel Shimo segera maju dan berhenti tepat dimana Ximen Sying berdiri. Dengan menangkupkan kedua tangan ke depan dan sedikit menunduk, dia berkata:
"Salam Yang Mulia. Perkenalkan saya Excel Shimo dari Alam Semesta Kelahiran."
"Ya, aku sudah mengetahui semuanya tentang Junior Shimo! Aku merasa terbantu jika Junior Shimo berhasil menghancurkan Fiend Spirit yang selalu menjadi momok bagi banyak kehidupan di Benua Roh. Tapi, menghadapi kekuatan setingkat Half Alfa, tidak mudah untuk mengalahkannya! Apakah Junior Shimo yakin mampu mengatasinya? Perkiraan ku, kekuatan Fiend Spirit King tidak jauh berbeda denganku. " kata Raja Malaikat tanpa basa-basi dan langsung pada intinya kedatangan Excel Shimo, dia mengungkapkan kekuatan penguasa Fiend Spirit.
Sebagai pemimpin bangsa Malaikat, Ximen Yu dalam mengambil tindakan sangat tegas. Dalam perkataannya, dia ingin Excel Shimo mempertimbangkan lagi tujuannya, sebab Excel Shimo belum mengenal sepenuhnya siapa yang akan dia hadapi.
Tanpa keraguan setelah mengetahui kekuatan lawannya, Excel Shimo, berkata;
"Saya yakin mampu menghadapinya, Yang Mulia. Saya hanya membutuhkan dukungan agar Raja Asyura tidak ikuti campur dalam perselisihan antara saya dengan Wei Yan. Tujuan saya datang ke Benua Roh karena terkait dengan Wei Yan. "
Raja Asyura melihat kedua mata Excel Shimo untuk beberapa saat, dan mengangguk pelan, lalu dia berkata:
"Tidak sesederhana itu untuk mendukung tujuanmu! Seandainya, aku mendukung Junior Shimo, dan mengakibatkan masalah semakin pelik bagi bangsa Malaikat, siapa yang dirugikan? Saat ini Benua Roh damai karena perjanjian, walaupun ada sedikit perselisihan antar generasi muda itu sudah wajar...," Raja Malaikat berhenti sejenak agar perkataannya bisa dimengerti oleh Excel Shimo.
Mendengar perkataan Raja Malaikat, secara garis besarnya Excel Shimo memahami; memang bangsa Malaikat tidak ada sangkut pautnya dengan semua masalah yang dia alami. Selain itu, Fiend Spirit juga tidak pernah menganggu wilayah Benua Cahaya, mayat hidup tidak memasuki perbatasan, mereka hanya akan memburu kehidupan saat keluar dari wilayahnya masing-masing.
"Junior Shimo, kami sudah pernah membantu Alam Semesta Kelahiran waktu itu, dan mengakibatkan peperangan diantara bangsa Malaikat dan bangsa Asyura. Jujur saja, kami semua yang ada disini tidak ingin mengulangi peristiwa waktu itu. Niat membantu, tapi kami lebih dirugikan oleh pendahulu Istana Sembilan Surga, mereka lepas tangan setelah kami membantu menghentikan bangsa Asyura menginvasi tempat mu. Apa Junior Shimo memahami perkataan ku?" lanjut Raja Malaikat dan bertanya balik.
Waktu itu; setelah jajaran petinggi Dewan Keamanan dan Istana Sembilan Surga dibantu oleh bangsa Malaikat, peperangan tidak berhenti, dua bangsa terus berlanjut berperang, korban berjatuhan dimana-mana, dan yang mengalami kerugian besar jelas di pihak bangsa malaikat.
Sedangkan, pihak yang dibantu hanya memblokir pintu portal dimensi hingga wafat dan tidak ada bantuan apapun dari pihak mereka. Sampai akhirnya, dua bangsa mengikat berjanji damai daripada korban terus berjatuhan. Ini ibarat membantu tapi merugikan dirinya... Itu yang tidak ingin dialami bangsa Malaikat.
Perkataan Raja Malaikat dengan jelas Excel Shimo mengerti, dia juga tidak menuntut terlalu banyak. Dia juga memposisikan dirinya di tempat Raja Malaikat, dan jelas akan bersikap sama; lebih baik melindungi bangsa sendiri daripada mendukung bangsa lainnya yang mengakibatkan melemahnya pondasi.
"Saya paham Yang Mulia. Terimakasih telah menerima kunjungan saya. Namun, saya akan tetap sesuai pada tujuan, dengan ataupun tanpa ada dukungan! Sama seperti keinginan Yang Mulai Raja Malaikat dan Yang Mulia sekalian, saya melakukan ini demi keluarga dan juga rakyatku!' jawab Excel Shimo dan tetap bertekad melawan Wei Yan beserta pendukungnya.
Walaupun Excel Shimo tidak bisa mengalahkan semua musuhnya, setidaknya memberikan dampak buruk bagi pendukung Wei Yan, dan mengakibatkan pendukung Wei Yan melemah dan mengurungkan niat mereka untuk menginvasi tempat tinggalnya...
"Bagus, aku sangat mengagumi sikapmu. Silakan Junior Shimo beristirahat dulu, aku ingin berbicara kepada putri pemimpin Perguruan Api Asyura dan juga putri Raja Asyura."
Raja Malaikat menutup pembicaraan antara dirinya dan Excel Shimo, dia ingin berbicara kepada Bunga Wangi dan Dong Jingying tanpa kehadiran Excel Shimo.
__ADS_1
Segera Excel Shimo undur diri dan kembali bersama Ximen bersaudara. Disaat membalikkan badan, Excel Shimo dan ketiga wanitanya saling mengangguk, mereka mengerti satu sama lainnya.