
Chapter 97 Pil 7 Garis tahap Puncak.
Secara berlahan, cairan itu mulai terbentuk bulat, jumlahnya mencapai 100 butir pil. Semua orang saling bertukar pandang, pasalnya, mereka tidak pernah melihat seorang alchemist mampu membuat puluhan pil dalam sekali jalan.
Umumnya setiap satu set ramuan jenis ini, hanya bisa menjadi 1 pil, jika dibuat oleh ahli yang sudah setingkat dengan Raja pil Han. Raja Pil Han saja hanya mampu membuat hingga 3 pil, dengan catatan jika tidak ada kendala saat meramu pil.
"Aku kira 10 set ramuan itu hanya bisa jadi 10 atau 15 butir, aku tidak menyangka jika Wali Benua mampu memaksimalkan semua ramuan itu dengan sempurna," ujar Raja Pil Han sambil geleng-geleng.
"Apa perlu bertanding meramu pil jiwa dengan Wali Benua?" goda Raja Han kepada Saudaranya.
"Huff, sama saja memalukan diri sendiri dihadapkan ahlinya," dengus Han Heng yang tidak ingin melawan Excel Shimo.
"Luar biasa tingkat fokusnya, jika aku yang membuatnya di tempat terbuka seperti ini, sudah pasti akan meledakkan tungku berkali-kali," puji Xiao Qiao yang mengagumi kekasihnya yang mampu fokus dalam keadaan di tempat terbuka.
Biasanya seorang alchemist membutuhkan tempat tenang dan sepi saat akan meramu pil. Terkadang banyak alchemist harus bermeditasi terlebih dahulu untuk memenangkan pikiran, agar bisa fokus dan tidak mudah terpengaruh apapun.
"Proses akhir! Perhatikan ini, tapi sebelumnya, aku jelaskan dulu bagaimana caranya agar cairan esensi tanaman tidak saling bentrok...," kata Excel Shimo kepada mereka semua, dia berhenti bicara saat Ming Li Ling mengusap keringat diwajahnya.
Sontak perbuatan Ming Li Ling membuat semua orang kaget. Sayangnya terlambat untuk mencegah Ming Li Ling, agar tidak menganggu proses tahap akhirnya yang menentukan seberapa besar tingkat kesuksesan meramu pil.
Tahap akhir, apakah pil itu menjadi Dawan atau pil tingkat rendah. Dawan adalah jenis pil yang tidak berguna, jika dikonsumsi itu seperti racun bagi tubuh.
"Ling'er, gila kamu, jika gagal dengan ganggu tadi, pil itu bisa hancur," panggil Xiao Qiao pada Ming Li Ling, sambil akan menariknya.
"Maaf, saya tidak tahu," sesal Ming Li Ling yang memang tidak tahu jika perbuatan itu berakibat fatal bagi seorang alchemist manapun.
"Tidak masalah, lihat tidak terjadi apa - apa," sela Excel Shimo sembari membelai kepala Ming Li Ling dengan tangan kirinya.
Seketika Ming Li Ling tersenyum, padahal dirinya ingin menangis akan kecerobohan ini. Semua orang menghela nafas lega saat melihat jika proses terbentuknya cairan menjadi pil tidak terganggu.
"Seperti yang kalian lihat, disaat kita ingin mengekstrak banyaknya ramuan secara bersamaan, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah memisahkan tanaman yang memiliki ketahanan rendah terhadap api," jelas Excel Shimo kepada semua orang, "dengan begitu kita bisa mengontrol api dengan daya panas yang berbeda. Aku rasa kalian semua sudah memahami ini." lanjut Excel Shimo.
Semua orang menganggukkan kepala, tanda mereka memahami ucapan Wali Benua. Namun, setelah itu mereka geleng-geleng, sebab mengontrol api secara terpisah sangat - sangat sulit.
__ADS_1
(Author : kayak kebo saja 😂)
"Ya, saya mengerti tidak mudah mengendalikan api disaat bersama, apalagi membagi fokus kita. Saya belajar sangat lama untuk membagi fokus dan mengontrol api secara bersamaan, enam tahun sejak usia satu tahun," kata Excel Shimo seperti orang yang sudah hidup ribuan tahun.
Brukkk... Brukkk
Seketika semua alchemist terduduk di tanah, dan juga sebagian yang bukan alchemist. Terlihat mereka malu hingga meneteskan air mata, sepertinya hidup selama ini adalah sia - sia di hadapan Excel Shimo.
"Enam tahun dari usia satu tahun. Bocah bunuh saja aku. Aku sudah hidup ratusan tahun, tapi masih begini - begini saja. Dan kamu bilang sudah belajar sangat lama, heiii, usiamu saja baru 12 tahun, tahuuu," gerutu mereka di dalam hati.
Mereka sangat gemas, ingin rasanya menjejalkan tungku itu kedalam mulut Excel Shimo yang tampak tidak berdosa.
Sun Yao, Raja Fung dan yang sudah mengenal Excel Shimo menahan tawa melihat ekspresi mereka yang putus asa. Ucapan Excel Shimo seperti menusuk hati, meremukkan tulang, dan setelah itu di banting dengan keras.
"Kenapa kalian seperti itu, sebenarnya saya iri kepada kalian, karena sudah mengetahui banyak hal. Daripada saya yang masih belum mengerti," kata Excel Shimo kepada mereka, segera mereka berdiri dan terlihat senang dengan semangat yang diberikan oleh Excel Shimo, "saya kecewa pada diri sendiri, sebab saya tidak mampu membuat pil tingkat tingkat Peri Benua." lanjut Excel Shimo berbicara dengan nada kecewa berat.
Brukkk... Brukkk
Lagi - lagi mereka terduduk lemas saat mendengar ucapan Excel Shimo dibagian terakhir. Kali ini ucapan Excel Shimo seperti gunung menghantam tubuh mereka. Awalnya mereka diangkat setinggi langit, tapi tidak lama setelah itu dibanting ke tanah dengan sangat keras.
Terlihat air mata mengalir deras. Mereka sudah tidak sanggup lagi mendengar ocehan si bayi ajaib. Jika terus mengikuti Excel Shimo dalam hitungan hari, mungkin mereka akan bunuh diri dengan mengantung leher di tanaman jamur.
"Ya, waktu itu saya gagal karena basis kultivasi masih berada tingkat Kaisar," ujar Excel Shimo sembari mengontrol api dengan menambah panas agar pil itu segera menjadi sempurna.
Danggg... Danggg...
Suara dentangan tungku saat pil telah terbentuk sempurna, terlihat 7 garis berwarna-warni di pil itu. Pil tingkat Kaisar tahap puncak seperti memiliki kehidupan sendiri, dan semua orang mengetahui hal itu.
Klik... Bhuzhhh...
Excel Shimo menjentikkan jari tangan kiri, dan tercipta sebuah formasi melindungi tungku, agar pil 7 garis tahap puncak tidak melarikan diri.
Lagi - lagi mereka terkejut dengan berbagai ekspresi. Mereka tidak mampu lagi menahan jantung yang ingin melompati keluar dihadapan si bayi ajaib.
__ADS_1
Excel Shimo yang berada didalam formasi bersama tungku terlihat serius, sebab ini adalah tahap akhir meramu pil tingkat Raja tahap puncak.
Dentang... Dentang...
Crackkk... Crackkk...
Suara benturan semakin keras disaat Api Nirwana membakar lebih panas. Tungku juga mulai retak seperti jaring Laba-laba saat terkena benturan. Semua orang juga ikut serius, hingga tidak berani bernafas dengan bebas.
Bommmm 💥
Akhirnya tungku meledak dan menciptakan asap putih yang menutupi Excel Shimo. Semua orang kaget dan bergerak ingin menyelamatkan Excel Shimo. Namun, mereka terblokir formasi array yang dibuat Excel Shimo.
"Suami...,"
"Shimo...,"
"Wali Benua...,"
Semua orang berteriak memanggil nama Excel Shimo. Jelas mereka panik, sebab ledakan tungku juga berbahaya bagi siapapun. Mereka beruntung dilindungi formasi array, jika tidak, pasti akan terluka walau tidak membahayakan jiwa.
"Tenang saja, saya tidak apa - apa," suara Excel Shimo didalam kepulan asap.
Mereka menjadi lega dan bernafas secara normal. Tidak berselang lama, kepulan asap menghilang, dan terlihat Excel Shimo tidak terluka sama sekali, bahkan pakaiannya saja tidak ada yang robek. Mereka juga melihat 100 pil melayang di udara, memutari tubuh Excel Shimo. 100 pil itu bersinar terang dengan 7 garis yang semakin indah, aroma khas pil tingkat Raja tahap puncak segera tercium oleh semua orang.
"Berikan botol giok kalian," pinta Excel Shimo kepada mereka.
Segera mereka memberikan 1 botol giok kepada Excel Shimo, termasuk kesembilan kekasihnya. Raja Fung, Sun Yao Hei Bao, Ma Xiniu, Lei Jieru dan pengikutnya juga ikut memberikan botol giok kosong.
Segera Excel Shimo memasukan 3 butir disetiap botol, dan segera menutupnya. Lalu, semua botol itu ia kembalikan kepada pemiliknya.
Wushhhh... Wushhhh
Mereka menangkap botol giok itu dengan cekatan, dan memegang erat botol Giok mereka. Mereka menggangap pil tingkat Raja tahap puncak sangat berharga.
__ADS_1
Lagi - lagi Excel Shimo memakan 1 butir pil itu seperti permen saja, tanpa peduli dengan kegembiraan mereka. Melihat itu, Bao Xue segera mengulurkan tangannya, dengan ekspresi masam, bahkan kedelapan kekasihnya juga sama.