
Chapter 228. Seruling Pengendali Jiwa.
Tujuan Chi Mo yang menunjukkan batang hidungnya karena merasakan seruling Pengendali jiwa sedang digunakan, dan tujuan utamanya berada di Benua Jiu Zhao untuk menemukan seruling Pengendali jiwa. Flute Control Soul adalah milik salah satu Ketua ahli pandai besi yang dikenal dengan julukan Dewa Roh.
Dewa Roh adalah anggota dari Ordo Kegelapan yang bernama Chu Feng, dari Klan Chu, salah satu Klan Kuno yang spesialisasinya dalam membuat banyak senjata aneh dan unik, bahkan mampu membuat Artefak Bintang 4.
Setelah Excel Shimo membaca sebagian ingatan Chi Mo, dia sangat senang dengan seruling yang sedang dicari utusan Istana Iblis Timur, sebab seruling Pengendali jiwa telah berada ditangannya, apalagi cara menggunakannya telah Excel Shimo ketahui dari ingatan Chi Mo.
Seruling Pengendali jiwa adalah Armament Grade God tahan Atas, sudah pasti akan menjadi perburuan banyak kekuatan, jika hanya Armament grade Fairy tidak mungkin Istana Iblis Timur mau mencarinya.
Kemampuan seruling Pengendali jiwa bisa mengendalikan banyak binatang buas dibawah tingkat Dewa Emas, bahkan mampu mengendalikan mayat hidup.
"Kamu jangan ikut campur urusan kami, pergi jika tidak ingin berurusan dengan Istana Iblis Timur?!" ancaman Chi Mo kepada Excel Shimo yang melayang mendekatinya.
Excel Shimo tersenyum jijik mendengar ancaman Chi Mo, dan membalas perkataannya. "Semenjak Bing Bing membunuh kedua orang tua angkat-ku, aku sudah bersumpah untuk memusnahkan Istana Iblis Timur termasuk seluruh Ras Iblis dan Ras Mayat Hidup."
Spontan semua orang yang mendengar ucapan Excel Shimo langsung terkejut, terutama Chi Mo dan pemimpin mayat hidup yang berada disampingnya.
"Hahahaha! Bodoh, jika kamu memusnahkan Istana Iblis Timur termasuk Ras Iblis, kamu juga akan menjadi musuh dari Dewan Keamanan Benua Kelahiran. Bajingan, tahu tempat untuk membual dan jangan sembarangan berbicara, kamu sangat lemah untuk membual...!" tawa mengejek Chi Mo saat dia pikir Excel Shimo hanya menggertak saja.
Excel Shimo semakin jijik mendengar ucapan Chi Mo. "Dewan Keamanan...! Aku tidak takut sama sekali!" jawab Excel Shimo dan menghilang setelahnya.
"Sialan!? Serangan, bunuh semuanya tanpa ampun!!" umpat Chi Mo sambil bergerak mundur dan memberikan perintah kepada pemimpin mayat hidup.
Chi Mo langsung menggunakan token teleportasinya dan muncul dengan jarak 10 km dari posisi awalnya, Excel Shimo hanya menyeringai sinis mengetahui musuhnya menggunakan teleportasi.
"Serang!!" perintah Fei Zong kepada pasukannya.
__ADS_1
"Ayah, perintahkan pasukan untuk bertarung dibelakang boneka wayang, biar boneka wayang menjadi tameng sambil membunuh mayat hidup!" ujar Tu Qingxuan kepada Raja Tu dan kedua Leluhurnya dan di anggukan saja sambil melihat para jenderalnya.
"Boneka wayang, serang mereka!!" perintah An Na dan segera 10 boneka wayang melesat kebawah.
Boom💥... Boom💥...
10 boneka wayang langung memukul mayat hidup hingga tubuhnya meledak, dan disusul semua wanita yang berada dibelakang. Sedangkan pemimpin mayat hidup tidak berani mendekati boneka wayang, dia hanya berlindung di belakang pasukannya.
"Pasukan serang mereka!!" perintah Raja Tu kepada seluruh Jendral, semua pemimpin dan pasukannya.
"Hahahaha! Hari pembalasan telah tiba!!" tawa Tu Huang Shang yang ikut menyerang mayat hidup yang lolos dari serangan boneka wayang.
Kali ini semua orang pertarungan dengan penuh semangat dengan bantuan 10 boneka wayang, bahkan rakyat jelata yang bisa bertarung tidak ketinggalan.
Sedangkan Excel Shimo mengejar Chi Mo yang ingin kembali ke Gunung Daiyu. Sayangnya, Excel Shimo selalu memblokir jalannya walaupun menggunakan harta teleportasinya.
"Hahahaha! Mau lari kemana kampret!!" ejek Excel Shimo dengan ketawa dan menghina Chi Mo.
Chi Mo dengan panik kabur untuk menyelamatkan dirinya sambil mengumpat Excel Shimo dengan kata-kata kotor. Seumur hidupnya baru kali ini Chi Mo mengalami penghinaan, berlarian seperti seorang buronan.
"Bangsat! Jika kamu membunuhku, semua temanku yang berada disini pasti akan memburu kamu dan semua wanitamu!?" ancam Chi Mo sekali lagi.
Chi Mo tidak mengerti bagaimana Excel Shimo bisa mengetahui posisinya setelah berpindah secara instan, dia terus menerus menggunakan alat teleportasinya.
"Justru kamu mengancam-ku, maka sekarang aku akhiri hidupmu!!" jawab Excel Shimo yang muncul kembali dibelakang Chi Mo, "Time Stop!" lanjutnya dengan mengaktifkan skill penghenti waktu agar Chi Mo tidak menggunakan token teleportasinya.
Seketika Chi Mo berhenti diudara seperti patung, dan Excel Shimo segera menyerap kekuatan Chi Mo. Tubuh Chi Mo hanya gemetaran saat Excel Shimo menyerap seluruh kekuatannya.
__ADS_1
"Hahahaha! Aku akan menyerap juga jiwamu agar tidak bisa bereinkarnasi lagi!" tawa Excel Shimo saat dantian pertamanya segera penuh, walaupun tidak memberikan peningkatan dalam sekejap.
Xi He segera aktif dan menyerap jiwa Chi Mo, tubuhnya semakin gemetaran ketika tidak mampu berteriak keras karena kesakitan.
Secara berlahan tubuh Chi Mo mengecil dan menjadi sangat tua, hanya kulit yang menempel di tubuhnya. Walau Chi Mo tidak bisa bergerak, kesadarannya masih bisa mengetahui apa yang diperbuat musuhnya.
"Akhhhhh!!!" teriakan Chi Mo saat Excel Shimo menghentikan skill penghenti waktu dan Excel Shimo memegang kepalanya dengan rambut yang sudah memutih.
"Berisik!? Mati!!" bentak Excel Shimo dengan meremas kepala Chi Mo.
Boom💥...
Kepala Chi Mo langsung diledakkan oleh Excel Shimo dan hanya menyisakan tubuhnya saja. Lalu, Excel Shimo membakar tubuh Chi Mo dan melakukan ritual seperti biasanya.
"Hartamu lumayan juga!" gumam Excel Shimo sambil memeriksa cincin dimensi milik Chi Mo.
Setelah memeriksa cincin dimens, Excel Shimo terlihat kecewa tidak menemukan sesuatu yang menarik. "Tidak ada yang penting, biarkan An Na yang mengolahnya." gumam Excel Shimo sambil menyimpan cincin dimensi dan melihat kearah Benteng Pertahanan Kerajaan Tu.
"He'er, apakah kamu mengetahui semua tujuan utama Chi Mo berada disini selain mencari Seruling Pengendali Jiwa?" tanya Excel Shimo kepada Xi He sambil matanya melihat boneka wayang memporak-porandakan pasukan mayat hidup dengan mudah.
"Sebagian telah dia hapus, terutama informasi tentang Istana Iblis Timur," jawab Xi He, dan membuat Excel Shimo menghela nafas kecewa, namun Xi He kembali berbicara, "tetapi informasi tentang Ras Mayat Hidup saya telah mengetahuinya, Tuan."
"Bagus, itu juga penting untuk saat ini. Cepat ceritakan!" ujar Excel Shimo dengan tidak sabar ingin mengetahui tentang mayat hidup.
"Tunggu setelah saya selesai mengasimilasikan ingatan Chi Mo, Tuan." jawab Xi He yang sedang menyesuaikan ingatan Chi Mo.
"Aku mengerti," ucap Excel Shimo yang paham apa yang sedang dilakukan Xi He, sebab membutuhkan waktu untuk menyesuaikan semua ingatan Chi Mo yang belum sempat dihapus.
__ADS_1
"Mau melarikan diri ...!" ujar Excel Shimo melihat gelagat pemimpin mayat hidup yang memakai pasukannya untuk melindungi dirinya.
Buru-buru Excel Shimo kembali ke tempat Benteng pertahanan Kerajaan Tu, dan hanya meninggalkan sisa abu dari tubuh Chi Mo.