God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 223. Taruhan.


__ADS_3

Chapter 223. Taruhan.


Mendengar jika Excel Shimo sedang berada di kolam mata air, segera Juan Rong, Tu Qingxuan, Tu Yueyin Mei dan beberapa wanita menyusul.


Berita jika Excel Shimo berada di kolam jelas dari Raja Tu, bahkan beberapa Permaisuri dan Selir menyelinap untuk menuju ke kolam mata air.


Sedangkan Excel Shimo yang dilayani seperti seorang Kaisar jelas senang, para pelayan segera menanggalkan pakaiannya secara berlahan. Melihat jika tongkat Excel Shimo begitu besar walau masih tertidur, membuat pelayan yang melihatnya menjadi berkhayal dan secara tidak sadar memegangi tongkat itu seperti harta.


"Kapan aku bisa berendam jika kalian pegang terus tongkat-ku!" goda Excel Shimo kepada pelayan.


"Ma-maaf, Tuan muda." jawab si pelayan yang sangat malu dan buru-buru melepaskan tongkat Excel Shimo.


Kemudian, Excel Shimo memasuki kolam dan melihat bebatuan hitam yang mengeluarkan air seperti disemprotkan. Segera Excel Shimo mendekati titik jatuh air tersebut dan mengeluarkan Cawan Ular Harimau. Setelah beberapa saat menunggu, cawan itu masih belum penuh, dan akhirnya Excel Shimo meletakkan di atas batu.


"Ini seperti cincin dimensi, mampu menampung banyak barang," gumam Excel Shimo sambil melihat cawan itu yang tak kunjung penuh.


Segera Excel Shimo kembali ke pinggir kolam dan bersandar, dan pelayan dengan senang hati memijat bahunya.


Tidak berselang lama, semua wanita akhirnya berdatangan, dan menghentikan aktifitas pelayan yang segera keluar setelah melihat gerakan tangan Tu Qingxuan.


"Sayang, bagaimana hasil pertukaran-nya?" tanya Juan Rong kepada Excel Shimo sambil memijat bahu kirinya, sedangkan Tu Qingxuan di bahu kanannya.


Tu Yueyin Mei dan beberapa wanita pilihan juga ikut menceburkan diri, dan mengelilingi Excel Shimo yang masih memejamkan mata sambil menikmati pijatan.


"Memuaskan, itu salah satunya!" jawab Excel Shimo sambil menunjuk ke arah cawan yang sedang menampung air.


"Haaaa!! seru semua wanita yang terkejut, saat melihat Cawan Ular Harimau mampu menampung begitu banyak air.


Buru-buru semua wanita mendekati cawan itu, dan menjulurkan kepala hanya ingin melihat di dalam cawan ada apa?

__ADS_1


Namun, tindakan Tu Yueyin Mei yang ceroboh, seketika ingin mengangkat cawan itu, tapi sekuat tenaga Tu Yueyin Mei tidak mampu menggeser cawan itu.


"Ahhhh... ! hufff! " teriakan Tu Yueyin Mei saat sekuat tenaga mengangkat cawan itu, tapi dia gagal dan mendesah kesal setelahnya


"Aneh! Berat sekali cawan ini!" kata Tu Yueyin Mei yang kesal karena gagal.


"Biar aku coba!" kata Tu Qingxuan dengan rasa penasaran.


Akhirnya Excel Shimo membuka mata dan memperhatikan tindakan semua wanitanya, dia tersenyum saat Tu Qingxuan juga gagal mengangkat Cawan Ular Harimau.


Lalu, giliran Juan Rong yang juga penasaran, sekali lagi gagal mengangkat cawan itu, bahkan bergeser pun tidak.


"Kita coba angkat bersama-sama, kalian berikan energi kepada kita bertiga!" kata Juan Rong yang belum menyerang dan berkata kepada 15 wanita pilihan untuk memberikan kekuatan kepadanya, Tu Qingxuan dan Tu Yueyin Mei.


"Baik,"


Segera delapan belas wanita itu bekerjasama mengangkat Cawan Ular Harimau, dan Excel Shimo bergerak mendekati mereka. Sayangnya, mereka juga tidak mampu mengangkat cawan itu, padahal sudah mengerahkan segala kekuatannya.


"Masih belum menyerah?" goda Excel Shimo kepada mereka.


Seketika bibir semua wanita mengerucut, tanda mereka kesal. "Coba kamu, apa bisa mengangkat cawan itu?" tantang Tu Yueyin Mei yang tidak mau dianggap lemah.


"Berani taruhan? Jika aku berhasil mengangkat cawan ini, apa hadiahnya?" Excel Shimo balik menantang Tu Yueyin Mei dan semua wanitanya.


"Sini - sini, kita berdiskusi!" ajak Tu Yueyin Mei kepada mereka, dan Excel Shimo yang masih separo tubuhnya terendam dengan sabar menunggu mereka.


Tidak berselang lama, mereka selesai berdiskusi dan Tu Qingxuan berbicara mewakili semua wanita. "Jika kamu berhasil mengangkat cawan itu, kamu bisa meminta apapun pada kita. Tapi, jika kamu gagal, kamu harus memberikan kita senjata Bintang Satu seperti milik saudari Juan Rong, bagaimana?" tantangan Tu Qingxuan dengan percaya diri.


Mereka yakin jika Excel Shimo juga gagal mengangkat cawan itu, sebab saat pertama kali diletakkan disini, sudah pasti cawan itu dalam keadaan kosong.

__ADS_1


"Setuju," kata Excel Shimo sambil mengulurkan tangannya sebagai tanda kesepakatan dan disambut oleh Tu Qingxuan, Juan Rong dan semua wanita.


Segera Excel Shimo mendekati cawan dengan berdiri tegak, seketika tongkatnya bisa dilihat oleh semua wanita. Spontan semua wanita memalingkan wajah, dan wajah mereka sudah berubah menjadi merah seperti terkena panas.


"Kenapa kalian memalingkan wajah? Nanti jika aku berhasil mengangkat cawan ini, kalian pikir aku curang!" kata Excel Shimo dengan kesal kepada semua wanita.


"Itunya ditutup dulu!" jawab semua wanita dengan kompak sambil menunjukkan tongkat Excel Shimo tanpa melihatnya.


"Haaa! Kalian malu-malu tapi mau!" sungut Excel Shimo dengan wajah polos dan segera merubah War Clock menjadi pakaiannya yang seperti biasa.


"Sudah, kalian bisa melihatnya!" ujar Excel Shimo setelah memakai pakaiannya.


Segera semua wanita kembali seperti semula, dan melihat Excel Shimo yang sudah berpakaian rapi. Excel Shimo menggosok kedua telapak tangan saat akan mengangkat cawan.


Semua wanita merasa berdebar-debar saat Excel Shimo memegang kedua ganggang cawan, dengan melihat wajah Excel Shimo yang tersenyum misterius. Melihat senyum Excel Shimo, perasaan semua wanita menjadi tidak nyaman dan tampak wajah semua wanita mulai cemas dan gelisah.


Namun, Excel Shimo mengunci kedua alisnya saat mengangkat cawan itu, tampaknya dia juga tidak bisa mengangkat cawan. Spontan semua wanita bernafas lega dan mengusap keringat diwajahnya.


"Hahahaha, kamu juga tidak bisa mengangkat itu cawan," ejek Tu Yueyin Mei yang tertawa lepas.


"Huff, gitu saja pakai memasang wajah penuh misterius, aku kira bisa dengan mudah mengangkat cawan itu," desah Tu Qingxuan yang juga bernafas lega dan berbicara mengejek Excel Shimo.


Semua ucapan terlontar di mulut semua wanita dan beberapa wanita mengelus dadanya saat merasa lega. Hanya Juan Rong yang diam sambil melihat ekspresi wajah Excel Shimo yang tampak tenang, dan instingnya mengatakan jika Excel Shimo hanya berpura-pura saja.


"Maksud kalian supaya aku mengangkat cawan seperti ini...!!" ujar Excel Shimo yang tiba-tiba mengangkat cawan itu dengan tangan kanannya.


Dengan mudah Excel Shimo mengangkat cawan itu tinggi-tinggi, sontak semua wanita tercengang dengan mulut terbuka lebar dan mata melotot. Juan Rong hanya geleng-geleng kepala telah kalah taruhan, padahal instingnya sudah berbicara.


"Mustahil!! Bagaimana dia bisa dengan mudah mengangkat cawan itu seperti cangkir saja!" seru Tu Yueyin Mei yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

__ADS_1


Excel Shimo terkekeh melihat reaksi semua wanitanya, dia senang telah berhasil menipu mereka dengan aktingnya. "Aku menang." kata Excel Shimo sambil tetap memegang cawan tinggi-tinggi layaknya seorang juara pertama.


Namun, disaat Excel Shimo ingin merayakan kemenangan-nya, tiba-tiba kesadarannya mendeteksi akan pergerakan mayat hidup yang sangat banyak, lebih banyak dari semalam.


__ADS_2