
Chapter 173. Gurun Tak Bertuan.
Setelah pembicaraan antar pria, Raja Long dan Excel Shimo kembali ke Kerajaan Long.
Terlihat jelas wajah Raja Long kini berseri-seri. Tampaknya dia telah mendapatkan solusi untuk menangani masalah internal dalam Kerajaannya dan masalah pribadi.
Namun, Excel Shimo tidak ikut serta ke perjamuan, ia berhenti di sisi selatan Kerajaan Long.
"Yang Mulia, hari ini kunjungan saya berakhir di Kerajaan Long. Sampaikan permintaan maaf saya kepada semua orang yang tidak bisa menghadiri perjamuan," ujar Excel Shimo dengan menangkupkan kedua tangan kepada Raja Long.
"Hahmmm, kita akan bertemu lagi dalam beberapa hari kedepan. Terima kasih atas solusi dan bantuannya dan akan saya sampaikan kepada semua orang ...," jawab Raja Long setelah menghela nafas berat, sambil membalas menangkupkan kedua tangan.
"Kita akan bertemu lagi beberapa hari kedepan, Salam."
Tubuh Excel Shimo bergetar dan menghilang setelahnya dari hadapan Raja Long seperti tersapu angin.
"Pola pikirnya melebihi orang dewasa ...," gumam Raja Long sambil melihat tempat dimana Wali Benua menghilang. Tiba-tiba Raja Long membungkuk kan badan dimana tempat Excel Shimo terakhir berdiri.
Kemudian, Raja Long segera terbang menuju ke Istana Kerajaan Long. Sesampainya di ruang perjamuan, semua isteri Wali Benua, Ratu Han, Raja Fung, dan Shui Peiyu sudah tidak ada di ruang perjamuan.
(Kunjungan di Kerajaan Long telah berakhir)
Lima ratus kilometer dari Istana Kerajaan Long, menunggu seorang pria muda di atas puncak bukit. Sorot matanya melihat kearah Utara, dimana Kerajaan Huang berada.
"Aku harus segera menyelesaikan semua hal di Benua Jiang Shan dan kembali menyelesaikan masalah yang belum aku selesaikan. Kematian Ju Hua, istriku Xiu Zha, Mu Jin, Chu Ju, Xiu Zan dan penduduk Desa Bunga. Belum lagi mencari sisa ke-enam Peta Kuno Ordo Kegelapan. Menaklukkan Mahkota Maha Raja, Istana Iblis Timur dan terakhir menuju ke Alam Kudus," gumam Excel Shimo sambil terus menatap kearah Utara, "Ibu, Ayah, Nenek, Kakek, tunggu aku. Aku akan segera pulang." lanjutnya sambil mendongak melihat jauhnya Alam Kudus yang tidak ia ketahui.
"Tapi aku terlalu lemah untuk bisa kembali ke Alam Kudus. Harus berada pada tingkat yang masih jauh dari jangkauanku. Ranah Tanpa Batas ...." Excel Shimo berhenti bergumam saat merasa beberapa orang mendekatinya.
Ranah Tanpa Batas berada 20 tingkat dari kekuatan Excel Shimo saat ini. Setiap tingkat harus melewati ratusan level. Setingkat True Alfa ibarat bumi dan Ranah Tanpa Batas adalah langitnya. Setelah Ranah Tanpa Batas ada 10 tingkat lagi, bahkan setiap tingkat harus melewati ribuan level.
__ADS_1
Zlapp... Zlapp...
Tiba-tiba bermunculan 16 wanita dan 1 pria dibelakang Excel Shimo. Segera Excel Shimo membalikkan badan dan tersenyum melihat mereka semua.
"Kenapa kita tidak menyelesaikan acara jamuan terlebih dahulu?" tanya Jing Jiao penuh dengan rasa penasaran.
Excel Shimo memang memanggil mereka dengan telepatinya untuk tidak mengikuti perjamuan untuk kesuksesan Wali Benua membuat Pil Penyegar Indera garis tujuh.
"Akan ada pergolakan internal di Kerajaan Long. jadi kita tidak bisa ikut campur dalam urusan mereka. Lebih baik kita lanjutkan kunjungan ke Utara, lagian jadwal kita di Kerajaan Long telah usai," jawab Excel Shimo yang mengejutkan semua wanitanya, "tapi sebelum kita kesana, aku akan mengobati Shui Peiyu terlebih dahulu. Selama aku mengobatinya, kalian bisa berkultivasi didalam Dunia Jiwa." lanjutnya tanpa memberikan kesempatan kepada isterinya untuk bertanya.
"Apa ini ada kaitannya dengan kedua Ratu dan Permaisuri Kerajaan Long?" tanya Ratu Hanya yang rasa penasaran tidak bisa dia tahan, apalagi masalah setiap Kerajaan.
"Nanti kalian akan tahu. Baiklah kalian masuk sekarang." perkataan Excel Shimo semakin membuat semua wanita makin penasaran.
Dengan segera Excel Shimo menyelimuti semua wanita dan Raja Fung dengan energi spiritual, kecuali Shui Peiyu. Seketika semua orang menghilang dan membuat Shui Peiyu melongo.
Shui Peiyu tersadar dan segera menunduk. Wajahnya menjadi merah dan nafas mulai memburu. Detak jantungnya berdebar dan perasaan hati tidak karuan.
'Rasa apa ini, kenapa aku jadi begini!' batin Shui Peiyu dengan memainkan jari-jarinya.
"Kamu seharusnya bersyukur, karena memiliki konsitusi tubuh yang unik. Memang selalu menyakiti kamu, sebab kamu membutuhkan perawatan intensif untuk mengendalikan keunikan tubuhmu," ujar Excel Shimo sambil membelai rambut Shui Peiyu, "karena tidak mendapatkan perawat ekstra dan penanganan yang tepat, akhirnya kamu merasakan derita ini." lanjutnya dengan belaian mesra.
"A-apa a-aku bisa sembuh dan apa itu konstitusi tubuh unik?" tanya Shui Peiyu dengan tergagap sambil sedikit mendongak untuk melihat suaminya.
"Bisa. Percayalah aku akan menyembuhkan-mu. Tapi kamu harus mematuhi setiap tindakan yang akan aku lakukan. Tubuhmu sama seperti Bao Xue dan Loi Annchi. Bao Xue memiliki tubuh bawaan Yin, Loi Annchi memiliki tubuh bawaan petir dan kamu tubuh bawaan racun...," jawab Excel Shimo dan menjelaskan sedikit perihal keunikan tubuhnya.
Awalnya Shui Peiyu panik setelah mengetahui tubuhnya mampu menghasilkan racun yang sangat berbahaya. Namun, Excel Shimo dengan sabar menenangkan dan menjelaskannya.
"Iya aku percaya dan selalu mengikuti perintah Wali Benua!" jawab Shui Peiyu sambil memainkan jari-jarinya karena masih gugup.
__ADS_1
"Sekarang aku suamimu, jangan panggil Wali Benua lagi!" pinta Excel Shimo yang tiba-tiba memeluk Shui Peiyu.
Shui Peiyu jelas kaget dengan tindakan suaminya, tapi ia tidak berusaha melepaskan diri. Ia senang akhirnya ada orang yang menerima dirinya apa adanya.
Secara berlahan Excel Shimo mengangkat dagu Shui Peiyu dan berlahan mendekatkan wajahnya untuk mencium. Shui Peiyu memejamkan mata dengan dada berdebar-debar. Sedikit tersentak saat merasakan bibir suaminya yang menyentuh bibirnya.
Shui Peiyu balik memeluk erat suaminya, saat lidah memasuki rongga mulutnya. Secara berlahan Shui Peiyu mengikuti gerakan lidah Excel Shimo dan saling menikmati ciuman pertamanya.
Setelah beberapa saat, Excel Shimo menghentikan ciuman disaat Shui Peiyu terhanyut dalam asmara. Dengan malu-malu Shui Peiyu membenamkan wajah didada bidang suaminya.
"Kita cari tempat yang jauh dari kehidupan disaat menyembuhkan-mu." ujar Excel Shimo dan dengan gerakan cepat menggendong isterinya.
Shui Peiyu sekali lagi dibuat kaget dan semakin malu dengan wajah dia sembunyikan di lengan suaminya.
Wushh...
Mereka berdua menghilang dan muncul lagi jauh dari wilayah Selatan, tepatnya di-wilayah tak bertuan. Mereka berada di gurun dan tempat yang sengaja Excel Shimo pilih untuk pengobatan Shui Peiyu.
Sesuai tempatnya, gurun mereka berdua berada disebut Gurun Tak Bertuan. Cuacanya sangat panas, saat melihat kejauhan akan melihat fatamorgana, seperti melihat air berkilauan. Tidak ada kehidupan, hanya ada serangga gurun.
Segera Excel Shimo mengeluarkan Istana Peri dan meletakkan ditengah padang gurun. kemudian ia bersama isterinya segera masuk, sebab Shui Peiyu tidak tahan dengan panasnya.
Byurrr...
Melihat ada air, Shui Peiyu langsung melompat ke kolam renang dibelakang Istana Peri. Shui Peiyu sebagai Ras Ikan Duyung jelas tidak tahan cuaca panas.
Excel Shimo tersenyum saat melihat isterinya berenang dengan lincah apalagi kedua kalinya telah berubah menjadi sirip ikan, bisa dikatakan setengah manusia setengah ikan.
Excel Shimo duduk ditepi kolam dengan kaki ia masukan kedalam air dan menunggu Shui Peiyu puas membasahi tubuhnya.
__ADS_1