
Chapter 439. Jari Surgawi Beraksi.
Setelah selesai memeriksa tubuh semua orang, Excel Shimo berdiri dan akan menangani Moon Qiang terlebih dahulu.
"Hei! Kenapa kamu tidak memeriksa tubuh ku? " protes Jing Ehuang yang kesal, dia sejak tadi sudah berharap diperiksa juga.
"Oh!! Dari semua orang, kamu yang sebenarnya paling parah! Dan hidupmu...!" jawab Excel Shimo dan menghela nafas tak berdaya.
"Apa!! Aku ... Aku akan mati! " pekik Jing Ehuang dan berpura-pura akan pingsan, dengan wajah sedih dan pasrah, "tolong! Selamatkan aku! " lanjutnya dengan memelas.
Semua orang yang mendengar jadi merasa kasihan, merasa tidak menyangka seekor burung hantu akan menjadi hantu nyata.
"Gampang! " jawab Excel Shimo dan tersenyum setelahnya.
Seketika Jing Ehuang bersemangat lagi dan semua orang juga merasa lega. 'Masih ada harapan untuk hidup lama, apalagi masih muda dan cantik', pikir Jing Ehuang.
"Lalu apa yang harus aku lakukan? " tanya Jing Ehuang dengan semangat.
"Cukup kamu persiapan diri untuk dipanggang! " jawab Excel Shimo dan tertawa setelahnya.
Mendengar Excel Shimo telah mempermainkan Jing Ehuang jelas semua orang ikut tertawa, mereka tidak menduga jika telah terbawa arus ekspresi wajah mereka berdua.
Excel Shimo langsung lari memasuki kamar Moon Qiang, sebab Jing Ehuang menjadi marah telah dia goda, apalagi musuh bebuyutannya tertawa terbahak-bahak.
Moon Qiang dengan gelisah berjalan mondar-mandir, dia kebingungan harus melakukan apa saat akan diobati oleh kekasihnya. Hatinya langsung bergetar saat kekasihnya masuk ke dalam kamar.
Excel Shimo terkekeh dan berjalan menghampiri Moon Qiang, dia memeluknya dari belakang, lalu berbisik hingga bibir menempel di telinga, "jangan canggung! Santai saja, ini tidak menyakitkan, "
Moon Qiang kebingungan harus berkata apa, mulutnya terbuka dan menutup lagi, jantungnya makin berpacu, ingin rasanya dia menyembunyikan wajahnya
"Kamu segera berbaring dengan punggung di atas, " pinta Excel Shimo sambil melepaskan pelukannya.
Moon Qiang bernafas lega sekaligus merasakan kehilangan setelah kekasihnya melepaskan pelukan, dia segera berbaring.
Excel Shimo duduk di sampingnya dan mengamati tubuh Moon Qiang, dia menarik nafas dalam-dalam saat sifat kebinatangan muncul, apalagi dia sudah lama tidak berhubungan intim dengan wanita dan terpengaruh oleh tubuh bawaan Succubus.
Detak jantung Moon Qiang makin berpacu dan gelisah, nafasnya tak beraturan. Dia sedikit tersentak ketika Excel Shimo menyentuh telapak kakinya dan merasakan jari telunjuk menekan titik-titik akupuntur.
"Hmm! " suara Moon Qiang yang merasakan sensasi menikmati, dia tidak menyangka hanya dengan sentuhan menjadi enak, dia pikir akan merasakan sakit.
Setiap kali Excel Shimo menekan telapak kakinya, Moon Qiang selalu mengeluarkan suara indahnya dan membuat Excel Shimo hampir terpengaruhi, namun dia berusaha seprofesional mungkin dalam menangani pasiennya.
Jari-jari tangan kanan Excel Shimo berlahan mulai naik dari telapak kaki ke betis, setelah sirkulasi meridian yang tersumbat bagian betis lancar terus naik ke paha...
Setiap kali jari-jari kekasihnya menyentuh kulit dan makin naik, membuat Moon Qiang semakin keras bersuara merdu, hingga suaranya terdengar keluar kamar.
__ADS_1
Semua wanita yang berada di luar kamar saling bertukar pandangan, terlihat wajah-wajah mereka memerah karena sudah berpikiran hal yang dewasa hanya dengan mendengar suara ******* saja.
Namun tidak berselang lama suara Moon Qiang tidak terdengar lagi dan makin membuat semua wanita penasaran. Dewi Lou yang penasaran ingin mengintip, tapi pintu kamar tiba-tiba terbuka dan melihat wajah tampan Excel Shimo.
"Siapa selanjutnya? " tanya Excel Shimo dengan wajah yang tampak biasa.
"Apakah Qiang sudah selesai? " tanya balik Dewi Lou sambil melirik kedalam kamar dan terkejut melihat rambut Moon Qiang sudah acak-acakan, saat beranjak dari tempat tidur tubuhnya sempoyongan dengan wajah yang terlihat puas dan bahagia.
Semua wanita juga melihat Moon Qiang dan melihat pakaian bawahnya telah basah, "baru sebentar sudah selesai dan Moon Qiang terlihat bahagia... Apa yang dilakukan Shimo?" gumam semua wanita di dalam hatinya.
Mereka makin penasaran dengan metode pengobatan Excel Shimo yang mampu membuat Moon Qiang bersuara merdu dan tampak jelas terpuaskan.
"Sudah. Siapa selanjutnya? " jawab Excel Shimo dan sekali lagi bertanya.
"Aku saja." jawab Dewi Lou yang langsung masuk ke kamar dan melihat nafas Moon Qiang terengah-engah sambil terduduk di lantai.
"Kamu sudah keluar sebanyak ini? " tanya Dewi Lou kepada Moon Qiang sambil menunjukkan cair surgawi yang membasahi pakaian bawah dan kasur.
Moon Qiang mengangguk pelan dan terlihat sangat malu, dia juga tidak menyangka dengan sentuhan jari-jari saja bisa mencapai puncak, padahal tidak sedikitpun kekasihnya menyentuh bagian yang paling sensitif.
Dewi Lou membantu Moon Qiang untuk berdiri karena melihatnya masih lemas.
Moon Qiang duduk di kursi, sengaja dia tidak keluar hanya ingin melihat apakah reaksi Dewi Lou sama seperti dirinya.
"Kenapa kamu tidak keluar? " tanya Dewi Lou kepada Moon Qiang.
Excel Shimo menutup pintu kamar dan melihat Dewi Lou sedang berbisik-bisik.
"Segera berbaring dengan punggung ke atas!" sela Excel Shimo sebelum Dewi Lou berbicara lagi dengan Moon Qiang.
Dewi Lou menarik nafas dalam-dalam agar tidak mengalami hal yang telah dialami oleh Moon Qiang, dia berkata, " bagian Meridian Ren ku baik-baik saja. "
Dewi Lou kuatir kekasihnya menyentuh bagian yang paling sensitif, dia tidak mau seperti yang dialami oleh Moon Qiang, apalagi dia seorang pemimpin bagi timnya.
Titik Meridian Ren berada di bagian kelamin dan terhubung lurus hingga ke dagu, titik utama ini sangatlah penting untuk keseimbangan energi.
Excel Shimo tersenyum lalu mengangguk paham. Segera Dewi Lou membaringkan dirinya dengan punggung ke atas.
Kemudian disusul oleh Excel Shimo yang berdiri saja di samping bawah kaki Dewi Lou, dia menekan telapak kakinya...
"Oh! " suara merdu Dewi Lou yang spontan keluar saat merasakan sensasi nikmat yang tidak pernah dia rasakan, dia merasakan kekasihnya hanya menekan telapak kaki, dan seketika energi aneh tapi menyenangkan menjalar ke bagian sensitif-nya.
Dewi Lou langsung membenamkan wajah ke bantal karena malu. Moon Qiang tersenyum melihat reaksi Dewi Lou lebih liar darinya, dimana setelah Excel Shimo menekan telapak kakinya seketika itu pula pinggul Dewi Lou terangkat.
"Hmm! " tak kuasa Dewi Lou menahan rasa nikmat setiap kali Excel Shimo menekan kulitnya, sehingga secara spontan mengeluarkan alunan suara merdunya.
__ADS_1
Dengan mata kepalanya, akhirnya Moon Qiang menyadari jika reaksinya sangat memalukan di hadapan kekasihnya, dimana dia melihat Dewi Lou telah mengeluarkan banyak cairan surgawi dan lebih banyak darinya.
Energi Yin murni yang keluar dari Dewi Lou dan Moon Qiang jelas tidak mungkin di sia-siakan oleh Excel Shimo, dia segera menyerapnya, walaupun tidak banyak memberikan peningkatan pada kekuatannya.
Rambut pendek Dewi Lou sudah acak-acakan demikian juga dengan pakaiannya, air surganya tidak mampu dia bendungan, dia tidak menyangka hanya dengan sentuhan mampu membuatnya mencapai puncak berkali-kali seperti air terjun, apalagi jika lembah surganya...
Dewi Lou merasakan kekasihnya telah selesai, tampak dia bernafas lega, tapi reaksinya lebih memalukan daripada Moon Qiang. Moon Qiang menghampiri sahabatnya dan membantunya untuk berdiri.
"Pemimpin yang liar! " bisik Moon Qiang sambil melihat bagian bawah Dewi Lou yang sudah banjir.
Jelas Dewi Lou malu dengan sengaja enggan beranjak dari tempat tidur, dia membenamkan wajah di bantal, setelah melihat kekasihnya tersenyum sambil menuangkan teh hangat.
Di luar kamar makin ribut dengan suara bisik-bisik, mereka tidak menyangka suara pemimpin tim lebih liar daripada Moon Qiang. Lin Sichuan yang juga mendengar makin gelisah dengan posisi duduk yang selalu bergerak-gerak, dia kuatir reaksinya nanti lebih liar dari Dewi Lou.
Setelah minum teh hangat, Excel Shimo kembali membuka pintu kamar dan melihat wajah-wajah wanitanya yang gelisah, ingin rasanya dia tertawa namun ditahan.
"Siapa selanjutnya? " sekali lagi Excel Shimo bertanya kepada mereka yang ingin mendapatkan sentuhan Surgawi.
Semua wanita menjulurkan lehernya untuk melihat ke dalam kamar dan terkejut melihat pemimpin tim yang acak-acakan, terlihat wajahnya mengeluarkan aura kecantikan wanita dewasa seperti telah selesai berhubungan intim.
"Aku dulu. "
Salah satu anggota Tim Dewi Lou ingin merasakan apa yang dialami oleh Dewi Lou dan Moon Qiang, dia segera masuk dan Excel Shimo menutup pintu kamar.
Sekali lagi suara merdu lebih keras keluar dari kamar dan makin membuat semua wanita yang mengantri penasaran.
Jin Shou dan Tsai Li-Liang geleng-geleng tak berdaya, mereka berdua tidak mungkin bisa mengikuti jejak Dewa Binatang yang mampu menaklukkan wanita hanya dengan sentuhan saja selain hal lainnya.
"Sepertinya kita benar-benar harus berhenti mengikuti yang muda!" ujar Tsai Li-Liang kepada Jin Shou, dia tampak malu selalu mengikuti Dewa Binatang dan Tim Dewi Lou.
"Kamu benar, tapi mengikuti dia banyak manfaat yang kita terima! " sahut Jin Shou.
Selama mereka berdua mengikuti Excel Shimo, selalu mendapatkan banyak pengetahuan baru dan juga manfaat lainnya, karena itu mereka memutuskan untuk mengikuti Excel Shimo dengan alasan mendampingi Tim Dewi Lou.
Tsai Li-Liang mengangguk setuju sambil memakan daging Banteng Api yang dipanggang, mereka berdua terus mendengar suara-suara indah gadis muda, dan membuat mereka ingin sekali mengulangi masa mudanya dulu.
"Itulah hebatnya saudara ipar-ku! " kata Ximen sying yang sejak tadi selalu mengobrol sendiri dengan Ximen Kai, mereka berdua tidak ada rasa cemburu melihat Excel Shimo dikerumuni banyak wanita dan bahkan memuaskan adiknya Ximen Fengying.
Jin Shou melihat putrinya yang mengeluarkan aura positif dengan wajah bahagia, dia juga ikut tersenyum bahagia.
Tidak berselang lama, Ximen Fengying seorang putri Kerajaan Cahaya keluar dari kamar dengan sempoyongan, tapi wajahnya sangat bahagia dan mengeluarkan aura positif wanita dewasa.
Tersisa Lin Sichuan yang paling terakhir, dia selalu diam dan hanya melihat wajah-wajah bahagia rekan-rekannya, di dalam hatinya selalu bertanya-tanya tentang rasa yang di alami oleh rekannya tapi dia malu bertanya.
"Terakhir kamu, apakah kamu sudah siap? "
__ADS_1
Tiba-tiba suara Excel Shimo membuyarkan lamunan Lin Sichuan hingga dia gemetaran. Reaksinya membuat semua rekannya tertawa. Lin Sichuan kebingungan harus berkata apa, dia kuatir jika lebih brutal berteriak daripada semua rekannya.