
Chapter 210. Dibuang Seperti Sampah.
Semua orang akhirnya bisa beristirahat dengan tenang di Istana Peri, sedangkan semua murid juga bisa beristirahat dengan nyaman dan tidak kuatir lagi dengan adanya perlindungan Istana Peri dan Excel Shimo.
Di lantai 2 Istana Peri, Excel Shimo, Juan Rong, Tu Gui, Wang Chong dan She Shen sedang duduk sambil berbicara, membicarakan berbagai hal.
Excel Shimo teringat dengan orang yang bernama Cheng Zan, Tetua kedua dari Balai Penegak Disiplin Akademi Pedang Surga.
"Apa kalian mengenal orang yang bernama Cheng Zan?" tanya Excel Shimo kepada mereka berempat.
"Apa Tuan Muda mengenalnya?" Juan Rong bertanya balik.
"Iya, dia pernah berada di Benua Jiang Shan dan berniat ingin menguasainya...," jawab Excel Shimo.
"Aneh, apa yang Senior Shimo katakan itu benar?" tanya Tu Gui yang sedikit skeptis, "tetua Cheng Zan sudah sekitar 2 tahun ini berada di Benua Sihai, ia sangat sibuk dan tidak mungkin berada di Benua Jiang Shan." lanjutnya.
Excel Shimo mengerutkan kedua alisnya saat mendengar ucapan Tu Gui, ia sedang berpikir tujuan Cheng Zan berada di Benua Jiang Shan, waktu itu saat Excel Shimo membaca ingatannya tidak menemukan apapun hal yang penting.
"Benar, fisik orangnya gemuk, tingginya mencapai 167 cm, usianya 1.500 tahun lebih, dengan basis kultivasi Tingkat Peri Langit level 5," ujar Excel Shimo yang mendeskripsikan ciri-ciri tetua Cheng Zan, "Cheng Zan bersama beberapa anggota Penegak Disiplin dan didukung 3 Leluhur Ras Phoenix ingin menguasai Benua Jiang Shan. Tapi kami berkerjasama dengan beberapa pemimpin melawan Cheng Zan dan kelompoknya, dan akhirnya kami berhasil mengalahkannya." lanjutnya dengan sedikit berbohong.
Mendengar ciri-ciri tetua Cheng Zan yang tepat dari Excel Shimo, keempat murid akademi saling bertukar pandangan.
"Aneh, bagaimana mungkin tetua Cheng Zan menginginkan benua yang dianggapnya miskin, pasti ada alasan lain yang membuat hatinya tergerak untuk menguasainya!" kata Juan Rong setelah berpikir.
__ADS_1
"Sudahlah, yang terpenting Benua Jiang Shan sudah tidak lagi bisa dimasuki oleh pihak luar, dan itu aman bagi sanak-saudaraku yang berada disana," sahut Excel Shimo yang tidak menemukan sesuatu perihal tujuan Cheng Zan di setiap ingatan keempat murid akademi.
"Oh iya, berarti cahaya besar kemarin itu ditujukan untuk memblokir Benua Jiang Shan agar tidak bisa masuk dan keluar, apakah benar, Tuan Muda?" tanya Juan Rong yang teringat peristiwa besar dan semua orang menatap Excel Shimo.
Excel Shimo menahan amarahnya yang teringat tindakan para Dewan Keamanan, ia sudah berjanji pada diri sendiri akan membalas perlakuan mereka.
"Benar, mereka sengaja ingin memusnahkan Benua Jiang Shan, beruntung guruku masih mampu menahan serangan gabungan para pemimpin Dewan Keamanan, walaupun harus dibayar dengan harga yang mahal. Efek benturan kedua kekuatan yang akhirnya menyegel Benua Jiang Shan," jawab Excel Shimo yang kembali mengarang cerita, "kini guruku terluka, sebab itu aku kesini untuk mencari saudara guruku untuk membantunya." lanjutnya dengan raut wajah yang sedih.
Juan Rong dan ketiga juniornya juga ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh Excel Shimo. Namun, mereka juga merasa tindakan Dewan Keamanan terlalu ceroboh sebagai pengayom alam semesta ini.
"Apa tujuan Dewan Keamanan ingin memusnahkan Benua Jiang Shan, pasti ada alasan yang logis?" gumam Tu Gui yang sedang berpikir alasan Dewan Keamanan.
"Siapa nama saudara gurumu itu, mungkin kita bisa ikut membantu mencari keberadaannya?" tanya Juan Rong yang ingin membantu mencari.
"Guruku tidak sempat memberitahukan namanya, sebab dia terluka parah waktu itu, Beliau hanya bilang dia berada di tempat 'keras membawa nikmat dan membuat lembab'," jawab Excel Shimo dengan wajah polos.
Spontan Tu Gui, Wang Chong dan She Shen tertawa terbahak-bahak hingga suara tawa bisa didengar dari lantai 1, Juan Rong menahan tawa juga dan matanya mengeluarkan air mata, Excel Shimo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia sebenarnya sangat malu.
"Tempat sialan, pasti otaknya cabul!!" batin Excel Shimo yang memaki orang yang membuat peta tersebut.
"Baiklah, besok kita lanjutnya mengobrol, lebih baik kita pulihkan mental kita setelah melawan mayat hidup," ujar Excel Shimo yang menghindari rasa malu, sambil berdiri dan berjalan menuju lantai 3, meninggalkan ketiga murid akademi yang masih tertawa.
Juan Rong buru-buru mengikuti Excel Shimo dari belakang, sebenarnya dia ada sesuatu yang ingin ditanyakan secara pribadi. Excel Shimo yang mengetahui Juan Rong ikut, ia tidak mencegahnya.
__ADS_1
"Dimana-mana banyak serangan mayat hidup saat dimalam hari," gumam Excel Shimo saat indera nya menangkap pergerakan mayat hidup di Benua Jiu Zhao.
"Benar, saat malam hari kita seperti berada antara hidup dan mati, anggap saja kita sedang bersiap-siap untuk disembelih," sahut Juan Rong yang mendengar suara lirih Excel Shimo, dari nada suaranya tampak ketakutan.
"Harus dicari sumber mereka keluar, jika tidak, ini akan terus berlanjut," kata Excel Shimo yang sudah memiliki rencananya.
"Jika mudah sudah pasti para pemimpin lakukan sejak awal, gerbang bawah tanah menuju wilayah Ras Mayat Hidup dijaga oleh mayat hidup jenis Fei Zong, mayat yang bisa terbang. Pintu gerbang itu tepat di wilayah pusat Sekte Racun Darah," sahut Juan Rong dan menjelaskan sulitnya menutup jalur keluar mayat hidup.
Wilayah Sekte Racun Darah berada di titik tengah Benua Jiu Zhao dekat dengan tempat kedua akademi. Kedua akademi itu merupakan pertahanan pertama, jika kedua pertahanan akademi itu sampai jebol, sudah dipastikan Benua Jiu Zhao tidak akan bertahan lama.
Para pemimpin Benua Jiu Zhao sudah berusaha menutup pintu gerbang menuju tersebut, tapi selalu gagal, sebab mayat hidup jenis Fei Zong sangat kuat dan kekuatannya berada pada Tingkat Peri Langit tahap puncak.
"Apa Wali Penjaga Benua Jiu Zhao tidak pernah ikut campur?" tanya Excel Shimo sambil duduk dikursi utama di lantai 3.
Juan Rong menghela nafas berat sambil berdiri disamping Excel Shimo. "Itu hanya rumor, tidak ada wali penjaga di benua ini, para pemimpin juga sudah melaporkan masalah ini kepada pimpinan di Benua Sihai dan Dewan Keamanan, sayangnya ... respon mereka ...!" jawab Juan Rong dengan sedikit malas membicarakan para pemimpin di atas Benua Jiu Zhao, ia terlihat menahan amarahnya.
"Dibuang layaknya sampah!" celetuk Excel Shimo yang ikut geraman, sebab ia sudah menjadi Dewan Keamanan musuh.
"Benar, para pimpinan juga sudah tidak lagi memberikan upeti kepada Benua Sihai, karena kami punya masalah yang membutuhkan biaya besar," kata Juan Rong yang melihat keluar jendela didepan kursi utama.
"Jangan lagi beri upeti, mereka juga lepas tangan dengan masalah ini. Baiklah, aku janji akan membantu Benua Sihai...," ujar Excel Shimo yang memiliki rencana untuk mempermalukan pihak Dewan Keamanan.
Sejak Dewan Keamanan yang ingin memusnahkan Benua Jiang Shan, Excel Shimo sudah mencatatnya dalam daftar hitam, yang artinya menjadi musuh utama.
__ADS_1
"Sesuai yang diramalkan Gadis Takdir," ucap Juan Rong yang senang dengan janji Excel Shimo yang akan menyelamatkan Benua Jiu Zhao.
Seketika Excel Shimo terdiam, karena telah keceplosan berbicara, matanya berkedip-kedip dengan sudut bibir kedutan. "Ini gara-gara Gadis Takdir, sebelum aku menampar pantatnya, aku tidak akan pernah bisa tidur nyenyak."