
Chapter 185. Membunuh Monster Air Peringkat 4.
"Penatua Agung, Wali Benua!" sapa Ketua Balai Penegak Hukum saat Excel Shimo dan Jing Yimin mendarat di depan Altar.
"Ada berapa monster yang keluar?" tanya Jing Yimin setelah menganggukkan kepala.
"5 monster. 3 jenis yang sama seperti yang kita lawan saat ini dan 2 jenis yang sama tapi berbeda dengan monster itu. Kami tidak tahu binatang apa mereka. Menurutku mereka seperti bermutasi!" jawab Ketua Penegak Hukum dengan nada serius dan juga cemas.
"Kemana keempat binatang itu dan bagaimana ciri-ciri kedua binatang itu?" tanya Excel Shimo yang semakin bersemangat.
"Mereka semua masuk kedalam Hutan Bambu. Ciri-ciri kedua jenis yang berbeda, di kepalanya mirip musang, memiliki sepasang tanduk kerbau, warnanya merah api. Tubuhnya mirip binatang Ras Macan, kakinya seperti kuda. Panjangnya mencapai 20 meter, gesit dan cepat gerakannya...," jawab Ketua Penegak Hukum yang mendeskripsikan secara detail.
Boommm...
"Grorrr...?!"
Monster Air itu meraung marah saat merasakan tubuhnya terkena serangan angin tornado yang bercampur racun. Walaupun kekuatannya setara dengan Dewa Bumi, jika diserang racun tetap saja akan memberikan dampak.
Binatang Monster Air masuk peringkat 4 yang memiliki kekuatan Tingkat Dewa Bumi, fisik Tingkat Baja tahap rendah.
"Semuanya menjauh, jangan sampai terkena racun!" perintah Ratu Jing Jiao kepada semua orang yang menonton.
Segera semua orang menjauh saat tahu jika ada racun.
"Paman Fung serang dengan Angin Tornado, adik Peiyu berikan racun seperti tadi!" Dewi Naga segera mengatur lagi serangan kedua.
Semua tim memberikan energinya kepada Raja Fung seperti sebelumnya.
"Grorrr...!?" raungan amarah si Monster Air sambil melihat keatas. Jelas ia marah sebab tidak bisa terbang, merupakan salah satu kelemahan terbesarnya.
Swosh... Swosh...
"Kwakkk... Angin Racun Tornado!?" pekik Raja Fung sambil mengucapkan Formasi menyerang Battle Will, ia mengepakkan sayapnya hingga menciptakan pusaran angin kencang.
Monster Air juga tidak tinggal diam seperti sebelumnya, ia membuka mulut. Dari dalam mulutnya keluar bola air.
"Grorrr...,"
Monster Air meludahkan energi bola air berkali-kali kearah Raja Fung dan melesat sangat cepat. Demikian juga dengan Raja Fung, ia melepaskan Angin Racun Tornado yang besar kearah target.
(Gemuruh)
Suara gemuruh angin tornado terdengar kencang dan membuat porak-poranda Hutan Bambu wilayah luar. Banyak pohon bambu tercabut, selain itu energi bola air membuat wilayah lembab dan dingin hingga menusuk tulang.
__ADS_1
Blarrr.. Blarrr...
Energi bola air terbelah dan terserap kedalam pusaran, sedangkan angin tornado masih melesat kearah Monster Air. Melihat serangan bola air kalah, Monster Air itu segera menghindari.
Namun, angin tornado besar itu menariknya tubuhnya.
"Grorrr...!?" Monster Air meraung-raung dengan ke-enam kaki menggaruk-garuk tanah agar menahan tubuhnya.
Dengan gabungan kekuatan, dampak angin tornado menjadi lebih kuat dari kekuatan Monster Air.
Crazh... Crazh...
"Grorrr...." Monster Air meraung kesakitan saat kulit luarnya sedikit demi sedikit tercabik, saat tercabik racun memasuki tubuhnya.
Wushhh...
Tubuh Monster Air terlempar secara acak setelah berputar-putar berkali-kali. Kebetulan tubuh Monster Air terlempar kearah Wali Benua dan Jing Yimin.
"Kampret?!" umpat Excel Shimo saat tahu tubuh besar Monster Air terlempar kearahnya, "Tombak Semesta!" panggil Excel Shimo kepada Artefak Alami. Segera tombak itu keluar dari Dunia Jiwa.
Swosh...
Merasakan aura menindas dan mengerikan, Jing Yimin, Ketua Penegak Hukum dan semua orang yang disekitarnya menjauh, wajah mereka lebih takut daripada melawan Monster.
Wushhh...
Swosh... Swosh... Swosh
Excel Shimo menusuk seluruh tubuh Monster Air berkali-kali hingga tembus dan menciptakan aftermages spiral di udara. Aksi Wali Benua membuat semua orang melongo, termasuk semua wanitanya yang terpesona.
Bangg... Wushhh...
Excel Shimo memukul tubuh Monster Air hingga melesat kebawah makin cepat. Excel Shimo terdiam membelakangi Monster Air sambil tombak masih menghunus kedepannya. Tombaknya tampak gembira setelah membunuh musuhnya, tombak itu bergetar sambil meneteskan darah musuhnya.
Boommm...
Ledakan hebat hingga membuat tanah berguncang saat tubuh Monster Air menghantam tanah. Suasana menjadi hening dan hanya ada suara desiran angin hutan. Debu-debu berterbangan.
"Keren," seru Ming Li Ling yang mengagumi suaminya yang beraksi.
"Hebat...,"
"Hore...,"
__ADS_1
Semua orang seketika tersadar dan bersorak-sorai sambil memuji aksi Wali Benua. Hanya keempat Dewi-dewi yang terdiam sambil melihat senjata suaminya yang masih mengeluarkan aura kuat.
"Artefak yang hebat!!" seru keempat Dewi-dewi yang terlihat menginginkan Tombak Semesta suaminya.
Tidak sembarangan orang bisa memiliki Artefak. Kebanyakan orang memiliki senjata tapi bukan artefak. Hanya Excel Shimo yang menganggap artefak sebagai senjata biasa, ia hanya menggunakan Artefak alami seperti Tombak Semesta.
Segera Excel Shimo menyimpan Tombak Semesta disaat semua wanitanya mendekat. Ia membalikkan badan dan melihat tubuh Monster Air sudah tidak bernyawa, seluruh tubuh Monster Air penuh lubang dan darah segar mengalir.
"Suami ... Kamu hebat!" puji Bao Xue sambil memeluk suaminya.
Akhirnya semua wanita bergantian memeluk Excel Shimo, hanya 7 wanita yang tidak ikut memeluk Excel Shimo. Mereka adalah keempat Dewi-dewi, Ratu dan ketiga isteri barunya yang masih malu-malu untuk ikut memeluk.
"Enaknya punya isteri banyak, cantik-cantik, hebat dan terkenal!" gumam seorang kultivator bebas yang iri kepada Wali Benua.
"Layak. Masih muda, tampan, berprestasi, kuat dan seorang Alkimia. Siapapun wanitanya pasti bertekuk lutut untuk menjadi pasangannya. Tanpa harus susah payah." sahut rekannya yang mengagumi prestasi Wali Benua.
Tidak hanya mereka berdua yang iri dan kagum, banyak suara bisik-bisik yang membicarakan Wali Benua. Semenjak Excel Shimo mengalahkan Raja Huang Dan Raja Yue Hu, namanya sudah tersebar di seluruh Benua Jiang Shan.
"Kita periksa mayat Monster Air." kata Excel Shimo setelah selesai membalas pelukan isterinya.
Wushhh...
Excel Shimo melambaikan tangan untuk menyerap racun yang masih tersebar disekitar tubuh Monster Air. Tindakannya sekali lagi membuat semua isterinya bengong, hanya Shui Peiyu yang tahu jika Excel Shimo juga memiliki element racun, selain element yang lainnya.
Excel Shimo mengeluarkan Inti binatang monster peringkat 4 dan memiliki energi yang murni. Excel Shimo tersenyum sebab ia tidak memiliki inti monster.
"Suami...," panggil semua isterinya saat melihat Excel Shimo yang akan menyimpan inti tersebut.
Melihat mata semua wanitanya mulai menyihir, Excel Shimo menghela nafas pelan.
"Apa yang kalian inginkan?" tanya Excel Shimo yang tahu keinginan mereka.
"Pil Regenerasi Sel garis tujuh!" serempak semua wanitanya menjawab dan tersenyum dengan mata berkedip-kedip.
"Mm! Bukannya masih banyak milik kalian," kata Excel Shimo dengan cemberut.
"Bukan garis tujuh,"
Setelah berdebat sengit dengan semua isterinya, akhirnya Excel Shimo menyanggupi keinginan mereka asal memburu monster yang tersisa, ditambah mereka harus menerima dua kali lipat hukuman tongkatnya.
"Paman Yimin, bagikan tubuh monster ini kepada semua orang secara merata. Daging monster ini mampu meningkatkan basis kultivasi!" perintah Excel Shimo.
Daging binatang yang memiliki basis kultivasi tinggi memang mampu meningkatkan kekuatan bagi yang memakannya, walaupun tidak langsung meningkat, butuh proses pencernaan yang lama. 12 waktu dupa untuk mencerna daging menjadi energi.
__ADS_1
"Dengan senang hati Wali Benua!" jawab Jing Yimin yang senang jika Wali Benua tidak serakah seperti para pimpinan maupun bangsawan.