God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 323. Mu Yu Huang.


__ADS_3

Chapter 323. Mu Yu Huang.


Selama menjadi Jenderal Muda, Excel Shimo menjadi jarang bertempur digaris depan, dia hanya mengatur strategi untuk pasukannya. Dikarenakan jarang berada digaris depan, Excel Shimo lebih dekat dengan keluarga Kerajaan Mu, dan sering beradu strategi dengan Raja Mu dan semua pejabat.


"Kita tinggal selangkah lagi meruntuhkan Kerajaan Song, lebih baik segera kita bikin gebrakan terfokus," kata Raja Mu sambil melihat peta besar yang mirip dengan geografi Kerajaan Song.


Excel Shimo dengan kedua tangan dibelakang, dia mempelajari pergerakan kedua Kerajaan, sambil memikirkan rencana Raja Mu. Semua pejabat dan Jenderal menyetujui rencana Raja Mu, sebab Kerajaan Song sudah tersudut, hanya menyisakan ibukota sebagai pertahanan terakhir.


"Maaf, Saya tidak sependapat dengan rencana Yang Mulia Paduka, sebab Kerajaan Ling sedang menunggu kita lengah!" tolak Excel Shimo yang tidak menyetujui rencana Raja Mu.


Namun, Excel Shimo malah ditentang oleh semua orang yang berada di ruang pusat militer. Mereka beralasan jika ini rencana terbaik agar Kerajaan Song tidak memulihkan situasi dan mengumpulkan kekuatan.


Setelah perdebatan sengit, akhirnya Excel Shimo pasrah, asal pasukannya tidak berada di garis depan. Mereka semua tidak tahu, jika selama dia berperang, selalu mempelajari geografi wilayah Kerajaan Song, dan menemukan sebuah jalur rahasia yang menghubungkan antara Kerajaan Ling dan Kerajaan Song.


Raja Mu tertawa dengan Excel Shimo menyetujui rencananya, jelas Raja Mu tidak ingin Excel Shimo terus berprestasi dan membahayakan posisinya sebagai Raja, sebab semua pasukan dan rakyat mendukung Excel Shimo menjadi pemimpinnya.


Raja Mu melupakan jasa Excel Shimo telah menaklukkan 60 persen wilayah Kerajaan Song, dia juga ingin membuat prestasi sendiri untuk menaklukkan Kerajaan Song, dengan tujuan untuk mendapatkan kepercayaan pasukan dan rakyatnya lagi.


Mu Yu Huang sebagai Ratu Mu juga hadir dan selalu mengamati perkembangan Excel Shimo, dia tampak mengagumi kehebatan Excel Shimo selama berperang, cerdas dalam mengatur strategi dan juga pawai dalam menebak pergerakan lawan.


"Yang Mulia, apa yang dikatakan Jenderal Muda Shimo ada benarnya, jangan membawa lebih dari 50 persen pasukan, sebab Kerajaan Ling sedang menatap kita!" Ratu Mu juga sependapat dengan Excel Shimo.


"Jangan kuatir, aku sudah berkomunikasi dengan Raja Ling, dia berkata tidak akan menyerang karena takut dengan Jenderal hebat kita! Hahaha!" jawab Raja Mu yang bangga memiliki pejuang seperti Excel Shimo, tapi ucapannya tidak tertuju pada Excel Shimo.


Raja Mu segera keluar dari ruang pusat militer dan bergerak menuju Kerajaan Song dengan membawa pasukannya, dan menyisakan 500 ribu pasukan, dan itupun pasukan milik Jenderal Muda Shimo. Excel Shimo hanya tinggal di Kerajaan Mu, tapi dia telah memprediksi jika Kerajaan Ling akan menyerang dari belakang.


Di Istana milik Excel Shimo, dia sendirian dan mempelajari pergerakan lawan, dimana Raja Mu mengepung Kerajaan Song, dia geleng-geleng melihat Kerajaan Ling mulai bergerak. Excel Shimo mengetahui semua pergerakan dua Kerajaan dari mata-matanya.


"Yang Mulia Ratu, tiba!"


Teriakan seorang kasim yang mewartakan kehadiran Ratu Mu di Istana milik Excel Shimo. Segera Excel Shimo menyambut Mu Yu Huang.


"Yang Mulia."


"Tidak perlu sopan, aku hanya ingin berdiskusi denganmu," kata Mu Yu Huang, dia berjalan mendekati peta besar di meja khusus.

__ADS_1


Excel Shimo pun mengikutinya dan ikut memantau pergerakan lawan.


"Kenapa kamu tidak segera menikah? Banyak wanita yang mendambakan mu!" tanya Ratu Mu sambil melirik Excel Shimo, pertanyaannya membuat Excel Shimo heran.


"Bagaimana bisa saya memikirkan hal itu, jika tiga Kerajaan terus berperang! Tidak terpikir olehku, apalagi melihat pasukan ku berjuang di depan mengorbankan nyawa demi perintah!" jawab Excel Shimo sambil melihat Ratu Mu dan berjalan di jendela melihat kearah Kerajaan Song.


Mu Yu Huang menghela nafas dan mengubah topik pembicaraan. "Seandainya, jika prediksi-mu tepat, apa yang akan kamu lakukan dengan Kerajaan Mu yang dalam situasi rentan diserang?" tanya Mu Yu Huang sambil berjalan mendekati Excel Shimo dan berhenti disebelahnya untuk melihat kearah yang sama.


"Bertahan jelas tidak berhasil, kabur pun bukan solusi ...!" ujar Excel Shimo sambil melihat Mu Yu Huang dan tatapan saling bertemu, "hanya ada satu jalan ...," lanjutnya dan kembali melihat kearah Kerajaan Song.


Karena penasaran, Mu Yu Huang segera bertanya. "Jalan apa itu?"


"Raja Mu mundur dengan segera dan menikahi putri Kerajaan Ling, agar Kerajaan Ling tidak menyerang kita!" saran Excel Shimo dan mengejutkan Mu Yu Huang sebagai istri pertama Raja Mu.


"Tidak, Raja Mu jelas tidak akan mau mundur disaat kemenangan di depan mata!"


Excel Shimo tersenyum sinis dan membalikkan badan untuk menghadap Mu Yu Huang yang berada disebelahnya. "Jika begitu, evakuasi keluarga Yang Mulia dengan segera, perkiraan ku, dalam 15 hari Raja Mu dan pasukannya akan disergap oleh Kerajaan Ling. Maaf, saya mau istirahat!" saran Excel Shimo dan berpamitan untuk pergi kedalam kamarnya.


Mu Yu Huang terlihat linglung sambil melihat punggung Excel Shimo, buru-buru dia mengejar dan menarik lengannya. Excel Shimo yang tidak waspada ketika lengannya ditarik, dia menabrak tubuh Mu Yu Huang hingga terjatuh dan meni-ndih tubuhnya.


Kedua mata saling menatap, entah siapa yang memulai, mereka telah beradu bibir, hingga saling berhubungan layaknya suami istri. Untung saja di Istana milik Excel Shimo tidak ada siapapun, sebab Excel Shimo suka menyendiri. Mereka terus memadu kasih hingga pagi tiba dan membuat Mu Yu Huang merasakan bahagia, apa yang dirasakan tidak pernah dia dapatkan dari Raja Mu.


Akhirnya prediksi Excel Shimo terjadi, dimana Raja Mu disergap Kerajaan Ling, disaat mereka sibuk berperang dengan Kerajaan Song. Raja Mu terpenggal beserta semua pasukannya, dan ada sebagian menyerah. Para Jenderal dieksekusi bersama semua pejabat.


Kerajaan Mu jelas panik dengan kekalahan Raja Mu ... Berhubung ada Jenderal Muda Shimo, mereka menaruh harapan besar bisa menahan serangan dua Kerajaan.


"Sayang, lebih baik kita kabur saja dan hidup terpencil!" saran Mu Yu Huang saat mereka berdua di dalam kamar setelah berhubungan intim.


"Percuma kita kabur, kita sudah terkepung! Dalam 3 hari, kedua pasukan Kerajaan akan tiba ... Tidak ada tempat bagi kita melarikan diri. Lebih baik kamu segera evakuasi keluarga kerajaan dan rakyat melalui lorong rahasia! Biarkan aku dan pasukan menahan mereka." tolak Excel Shimo yang tidak mau menjadi pengecut.


Mu Yu Huang meneteskan air mata dan memeluk erat sambil memegang perutnya yang hamil anak Excel Shimo, tapi dia tidak memberitahu jika dirinya hamil.


"Jika begitu, kita bertarung bersama-sama, dan biarkan keluarga Kerajaan dan rakyat yang kita evakuasi!" tekad Mu Yu Huang, dia tidak mau berpisah dengan Excel Shimo.


Hari kedatangan pasukan dua Kerajaan pun tiba, hanya dengan 500 ribu pasukan, Excel Shimo melawan dua Kerajaan yang memiliki 8 juta pasukan, dan Mu Yu Huang selalu berada disini kekasih gelapnya. Dan jelas tidak mungkin 500 ribu pasukan melawan 8 juta musuh, apalagi dua Kerajaan membawa berbagai peralatan perang yang mampu menghancurkan tembok pertahanan.

__ADS_1


"Semoga kita bertemu lagi di kehidupan yang lain dengan kisah yang lebih baik!" ujar Excel Shimo yang kelelahan telah membunuh banyak pasukan dan Jenderal musuh, sorot mata tajam melihat semua musuhnya, lalu dia menarik nafas dalam-dalam untuk terakhir kalinya.


"Tentu, kita akan bertemu lagi di kehidupan yang lebih bahagia!" jawab Mu Yu Huang sambil memegang tangan Excel Shimo, dan menutup mata saat ribuan anak panah sudah dekat.


Akhirnya ribuan anak panah jatuh menghujani tubuh mereka berdua, Excel Shimo dan Mu Yu Huang mati dengan tubuh tertancap puluhan anak panah, dengan kedua tangan saling bergandengan.


Karena kehebatan Jenderal Muda Shimo dan Ratu Mu yang masih berhasil mengalahkan separuh pasukan, kedua Raja sepakat membuat monumen bagi Excel Shimo dan Ratu Mu.


Dan monumen-nya diberi nama Pejuang Tangguh. Mayat Excel Shimo dan Ratu Mu dibuatkan makam tepat dibawah Istana Jenderal Muda Shimo. Dan setiap hari banyak dikunjungi orang untuk menghormati kehebatan dua Pejuang Tangguh.


Setelah berada di dalam peti mati, Excel Shimo bangkit, ia menatap wajah Mu Yu Huang yang lebih cantik dari Ratu Barat dan Fairy Shu. Dia memberikan segel keluarga besarnya tepat di lubang lembah surga milik Mu Yu Huang, agar Mu Yu Huang tidak berhubungan dengan pria lain. Tanpa banyak bicara, Excel Shimo keluar dari peri mati.


Lalu, seperti sebelumnya, Excel Shimo keluar dari Istana dengan wajah kebingungan, setelah berhasil menaklukkan Mu Yu Huang, tanpa Mu Yu Huang sadari telah terbawa arus ilusi.


Yang Xiaoping menghela nafas berat, saat tahu sekelas Mu Yu Huang juga telah gagal menaklukkan Dewa Binatang, dan memakan waktu lebih lama, 4 waktu dupa.


"Apa aku harus mengikuti mereka!" gumam Yang Xiaoping, dia kebingungan, mengikuti apa seperti yang dilakukan ketiga utusan atau tidak, "aku menyerah, aku tidak pandai berbohong."


Akhirnya Yang Xiaoping menghancurkan Batu Formasi yang merupakan pengendali pikiran. Excel Shimo yang tahu tersenyum, dan menghentakkan kakinya di tanah untuk menghancurkan Formasi Ilusi.


Yang Xiaoping tercengang, saat tersadar jika Dewa Binatang telah mengetahuinya.


"Pantas mereka bertiga gagal menaklukkan kamu! Jadi kamu sudah tahu sejak awal!" protes Yang Xiaoping.


Keadaan kembali seperti semula, berada di goa makam Dewa Roh, Yang Xiaoping melihat Mu Yu Huang, Fairy Shu dan Ratu Barat tampak sedang tertidur bersebelahan, dia geleng-geleng kepala.


"Salahkan mereka yang berniat mengendalikan pikiran dan merubahku. Beruntung aku memiliki jiwa yang kuat, jika tidak aku sudah menjadi seperti boneka wayang!" jawab Excel Shimo dan tersenyum setelahnya, dia tidak marah sebab selama di dalam dunia ilusi, dia juga menikmati permainan pikiran ketiga wanita itu.


Yang Xiaoping menghela nafas dan melihat Excel Shimo. "Apa mereka baik-baik saja?" tanya yang Xiaoping, dia sedikit kuatir jika terjadi sesuatu dengan ketiga utusan.


"Sebentar lagi mereka bangun, sebab Formasi Ilusi sudah ku hancurkan!" jawab Excel Shimo sambil menutup pintu peti mati Dewa Roh, lalu dia menyimpan peti mati, dia letakan disisi peti mati gurunya yang berada di dunia jiwa.


"Seharusnya kalian tidak perlu melakukan ini," keluh Excel Shimo kepada Yang Xiaoping sambil menunggu ketiga wanita itu siuman.


Yang Xiaoping geleng-geleng dan mengungkapkan tujuan mereka melakukan hal ini. "Setelah menghilangnya 8 orang penting, apa kita tidak dalam bahaya? Kembali tanpa kamu? Jujur saja, kami ketakutan ... Kamu tahu kan maksudku?"

__ADS_1


Excel Shimo mengangguk tanda mengerti maksudnya. Dengan menghilangnya 8 utusan, jelas mereka akan dituduh dan mungkin juga dihukum oleh pimpinannya, belum lagi Excel Shimo tidak bergabung dengan salah satu kekuatan. Selain mereka berempat yang memiliki kekuatan Jenderal Surgawi, kekuatan di Benua Jiu Zhou tidak mungkin membunuh delapan kekuatan Jenderal Surgawi, dan siapa lagi yang akan dituduh...


__ADS_2