God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 437.


__ADS_3

Chapter 437. Banteng Api.


Setelah kembali ke tempat prasasti besi bertulis, Excel Shimo mencerna pembicaraan dengan wanita itu. Dia memikirkan tentang Formasi Trigonometri, menurutnya, pasti ada pemicu energi Asal Muasal bisa tercipta dengan cepat.


"Benua Giok... Iya semua karena kandungan mineral yang dimiliki oleh batu giok, sehingga mampu mempercepat terciptanya energi Asal Muasal. Aku perkiraan benua ini memiliki sumber alam batu giok lebih dari 50℅...! " gumam Excel Shimo dengan senyum tipis, saat dirinya mulai memahami tentang Benua Giok yang dihuni binatang buas.


Banyak orang yang mengetahui, jika kandungan mineral dan ion positif yang ada dalam batu giok banyak manfaatnya.


Oleh orang misterius itu, karena keunikan Benua Giok, dia manfaatkan untuk mengembangbiakan binatang buas, dengan menggunakan media Formasi Trigonometri, batu giok dan dua bulan.


Dengan Benua Giok memiliki energi Asal Muasal, maka, masa panen binatang buas akan lebih cepat.


"Hmm! Sayangnya, wanita itu terburu menghilang! " desah Excel Shimo yang tidak bisa mengobrol lebih lama.


Lalu, Excel Shimo meletakkan telapak tangan kanannya di atas prasasti, berharap bisa melihat perkembangan Benua Giok. Sekali lagi Excel Shimo menghela nafas saat prasasti besi bertulis tidak lagi bereaksi.


Excel Shimo menyunggingkan sudut bibirnya, saat ada bayangan besar yang mendekatinya, dia membalikkan badan dan melihat mulut ular besar sepanjang dua puluh merah telah membuka rahangnya...


Swosh...


Excel Shimo langsung menghilang dan muncul di atas ular besar jenis piton, dan suara "bang" terdengar ketika Excel Shimo memukul kepala ular sangat keras.


Seketika ular piton itu tersungkur, dan oleh Excel Shimo langsung diekstrak untuk diambil cincin rohnya yang berwarna ungu.


"Hasil pertama. Maaf, aku akan memanen-nya terlebih dahulu sebelum kamu tiba! " ujar Excel Shimo sambil melempar-lemparkan Orb Esensi Beast berwarna merah ke atas, seakan-akan dia berbicara kepada orang misterius yang membuat Formasi Trigonometri.


Kemudian, Excel Shimo menarik mayat ular piton untuk dijadikan makam siang bersama timnya. Yang tidak Excel Shimo ketahui, karena suara gaduh ketika Excel Shimo membunuh ular piton, binatang buas lainnya segera mendengar dan mencium bau darah.


Disaat Excel Shimo berjalan sambil menyeret mayat ular piton, dia merasakan pergerakan dari sisi kanannya, namun Excel Shimo berpura-pura tidak mengetahuinya dan malah mengeluarkan Raja Singa dari Dunia Jiwa.


Raja Singa yang keluar segera melihat banyak mangsa alaminya yang sedang bergerak ke arah. Binatang Mistik yang datang adalah jenis Banteng Api bercincin roh warna ungu.


"Pura-pura tidak tahu dan meraung lah agar menarik perhatian binatang lainnya! " perintah Excel Shimo kepada Raja Singa, sebelum Raja Singa akan berburu.


Dengan senang hati Raja singa mengaum keras, hingga pepohonan sampai bergoyang-goyang, sebagai Raja padang rumput dan hutan Raja Singa harus menunjukkan dominasinya di tempat baru, apalagi dia bersama Dewa Binatang.


"Roar...!!"


Sekali lagi, Raja Singa mengaum sangat nyaring, dia tidak mau malu dihadapan Dewa Binatang, dan membuat Banteng Api berhenti seketika dan melihat Raja Singa berjalan dengan manusia.


Karena menang jumlah, para Banteng Api kembali berjalan, kali ini mulai berlari.


Excel Shimo segera mengeluarkan seratus boneka wayang bersayap yang telah dia perbaiki dan juga telah ditingkatkan kekuatannya, kini kekuatannya berada di tingkat Half Alfa level 50.


"Raja Singa, lumpuhkan mereka! " perintah Excel Shimo kepada Raja Singa dan boneka wayang.

__ADS_1


Excel Shimo malas berhadapan dengan lawan yang lemah, seperti Banteng Api yang rata-rata memiliki kekuatan Half Alfa level 43. Sedangkan Raja Singa telah meningkat pesat selama tinggal di Dunia Jiwa, kekuatannya kini berada di level 70 dan sebentar lagi akan memiliki cincin roh berwarna emas.


Dengan semangat berapi-api, Raja Singa langsung mengepakkan sayapnya dan diikuti oleh seratus boneka wayang bersayap. Melihat musuh bebuyutannya dan seratus boneka, Banteng Api juga meningkatkan kecepatannya.


Bang... Bang...


Pertarungan antara Banteng Api dan Raja Singa bersama seratus boneka wayang bersayap sangat sengit.


Tapi tidak berselang lama Raja Singa menumbangkan satu per satu Banteng Api, sedangkan boneka wayang bersayap juga melakukan hal yang sama.


Sedangkan Excel Shimo hanya duduk di atas kepala mayat ular piton sambil melihat pertarungan mereka, dia sedang berpikir tentang orang misterius itu.


"True Delta... Jauh dari kekuatan ku! Hmm!" gumam Excel Shimo dan menghela nafas berat setelahnya, "semakin kuat apa yang akan aku hadapi. " lanjutnya.


Excel Shimo geleng-geleng tak berdaya saat langkahnya mencapai puncak semakin berat. Kekuatan True Delta bukanlah lawan yang mudah dihadapi, seseorang yang mampu membuat bulan merupakan keberadaan yang bisa dengan mudah melenyapkan benua.


Mengingat perjalanannya dari kecil hingga saat ini, dia selalu menghadapi musuh yang lebih kekuatan darinya, tapi semuanya bisa dia dihadapi dengan mudah, bahkan dirinya yang terkena pukulan bisa dihitung dengan jari, dan yang terparah saat serangan mendadak yang dilakukan oleh Bing Bing sewaktu di Klan Ming.


Namun, kali ini sangat jauh berbeda, apa yang akan dia hadapi bisa dengan mudah menghancurkan tubuhnya, walaupun memiliki Jirah Perang Dewa Binatang.


"Kata wanita itu, orang misterius akan tiba sebentar lagi. Semoga saja setelah aku memburu semua binatang di sini! " harapan Excel Shimo yang tidak ingin menghadapi kekuatan enam tingkat di atasnya.


Walaupun Excel Shimo memiliki banyak metode untuk menyelamatkan dirinya, dia tidak luput dari lengahnya kewaspadaan diri terhadap serangan mendadak.


Di kejauhan seseorang terbang sangat cepat, saat mendengar suara pertarungan. Orang tersebut langsung menyerang dengan pukulan jarak jauh, ketika melihat Raja Singa dan seratus boneka wayang bersayap menumbangkan banyak Banteng Api.


Swosh...


Excel Shimo sedikit terkejut saat melihat pria bertanduk Banteng ada di Benua Giok, dia berpikir, "apakah binatang mistik telah berevolusi menjadi setengah manusia seperti di Benua Kelahiran! "


Excel Shimo berpikir seperti ini, karena melihat penduduk asli Benua Giok adalah murni manusia, sebab itu dia sedikit terkejut ada binatang setengah manusia


Sedangkan pria bertanduk Banteng juga sama, dia bahkan lebih terkejut ada manusia di Benua Giok, apalagi mampu dengan mudah memblokir serangan terkuatnya, yang mengejutkan lagi, pria di depannya tampak lemah.


"Manusia, karena kamu sudah banyak menumbangkan anggota ku, maka sebagai gantinya aku akan memakan mu! " kata pria bertanduk Banteng itu kepada Excel Shimo, setelah yakin lawannya lemah dan melirik Raja Singa yang mundur bersama boneka wayang bersayap.


Excel Shimo menggelengkan kepalanya, karena lawannya masih memiliki kecerdasan rendah, sudah tahu serangan tadi mudah diblokir masih saja berharap memakannya.


Tapi, Excel Shimo juga memahaminya, karena semua binatang memiliki naluri untuk bertahan hidup, memangsa lawan yang lemah dan takut pada yang kuat, ini sama seperti manusia pada umumnya di dunia kultivasi.


Pria bertanduk Banteng itu percaya diri dengan kekuatannya yang berada di tingkat Half Alfa level 86, dan Raja Singa yang paling kuat dengan mudah dikalahkannya setelah membereskan manusia di depannya.


"Cincin roh berwarna emas, aku memang sedang mencarinya. Apakah banyak cincin roh emas di Benua Giok? " tanya Excel Shimo saat melihat kedua bola mata pria bertanduk Banteng mengeluarkan warna emas.


Pria bertanduk Banteng itu tertawa, dia mengira manusia ini tidak tahu tingginya langit, dia menjawab, "cincin roh ... Kamu berniat memburu kita? Dengan ku saja kamu seperti ranting kering, apalagi dengan sesumbarnya ingin berburu... Hei, manusia jelek, di sini banyak cincin roh berwarna berlian, ada juga yang telah berevolusi memiliki cincin roh ganda. Untuk membunuhmu cukup dengan tiupan saja! "

__ADS_1


Pria bertanduk Banteng itu mulutnya memperagakan seolah-olah meniup Excel Shimo dan tertawa keras setelahnya.


Sedangkan Excel Shimo jelas tidak takut, dia malah tersenyum saat mengetahui ada banyak cincin roh berwarna berlian.


"Bagaimana kamu mau mati? Katakan saja aku sedang berbaik hati! " tanya Excel Shimo yang hatinya sedikit senang dengan informasi darinya.


Pria bertanduk Banteng tertawa dengan tubuhnya bergetar, seketika dia berubah menjadi wujud aslinya, dengan dia menjadi wujud Banteng Api, tubuhnya juga makin kuat dan gerakannya lebih lincah, dia langsung menyerang dengan tanduk sebagai senjata.


Swosh...


Excel Shimo hanya diam melihat kekonyolan Banteng Api ini. Disaat si Banteng dekat Excel Shimo menggeser tubuhnya, ketika si Banteng melewatinya, Excel Shimo mengangkat kaki kiri dan menendang perut si Banteng Api dengan keras hingga terdengar suara "Dhumm..."


Suara dentuman ketika Si Banteng Api ditendang hingga terpental dengan melolong kesakitan, tidak berhenti hanya menendang, Excel Shimo terbang sangat cepat melebihi si Banteng Api yang terpental.


Saat dibelakang si Banteng Api, Excel Shimo kembali menendangnya.


Jin Shou dan semua orang yang berada di Formasi perlindungan mendengar suara dentuman keras, mereka terkejut melihat Dewa Binatang menghajar Banteng Api.


Semua orang melihat kecepatan Dewa Binatang susah diikuti mata dan suara dentuman membuat telinga berdengung.


"Dia telah berburu duluan, padahal aku ingin menunjukkan kehebatan ku! " sungut Jing Ehuang, padahal dia membual.


"Tubuh kecilmu akan menjadi kripik terinjak-injak Banteng! " sahut Peri Kupu-kupu yang bernama Peri Shan Hee dengan raut wajah jijik melihat musuh bebuyutannya.


"Eh! Siapa yang bilang tadi! Ayo maju sini! " geram Jing Ehuang yang tidak terima sambil mencari Peri Shen Hee ke kanan dan ke kiri, yang seakan-akan tidak terlihat orangnya, padahal Peri Shan Hee di bahu Dewi Lou dan duduk bersebelahan dengan Moon Qiang.


Kembali suasana menjadi hening ketika Excel Shimo dengan mudah menjadikan Banteng Api latihan menendang.


Tidak berselang lama, semua orang melihat Dewa Binatang menyeret ular piton dan memikul Banteng Api yang sudah mati.


Moon Qiang dan semua orang buru-buru keluar dari Formasi Perlindungan berniat ikut membantu membawa ular piton dan Banteng Api. Jing Ehuang dan dua Peri Kupu-kupu segera berlomba-lomba duduk di bahu Dewa Binatang.


Excel Shimo tersenyum, lalu berkata, "olah dua binatang ini untuk makanan kita." Lalu meletakkan Ular Piton dan Banteng Api di tanah.


Walaupun setingkat kekuatan mereka saat ini tidak perlu makan, tetap saja membutuhkan asupan nutrisi dari luar, apalagi binatang yang memiliki kekuatan setingkat Banteng Api, dimana dagingnya mampu meningkatkan kekuatan mereka secara berlahan.


"Serahkan padaku! " sahut Lin Sichuan.


Excel Shimo melihat Lin Sichuan sedikit heran dengan perubahan sikapnya, dari galak menjadi lembut, selama ini dia tidak terlalu memperhatikan Lin Sichuan yang selalu mengikutinya dengan bergabung bersama Tim Dewi Lou.


"Biar aku bantu, " ujar Dewi Xuan.


"Dewa Binatang, sudah dapat berapa? " tanya Jin Shou yang penasaran.


"Sekitar... Selain dua binatang ini, aku telah menjinakkan 100 ekor lebih Banteng Api yang memiliki cincin roh berwarna ungu! " jawab Excel Shimo dengan santainya.

__ADS_1


Lin Sichuan geleng-geleng mendengar Dewa Binatang dengan mudahnya menaklukkan banyak cincin roh berwarna ungu, dia bersyukur Dewa Binatang tidak membencinya.


__ADS_2