
Chapter 475. Alam Tianwu.
Tidak ada yang tahu jika Excel Shimo tidak berada didalam kamarnya, dia telah keluar dari Dunia Jiwa. Saat ini Excel Shimo berada di luar angkasa, dia sedang mencari Galaksi yang berpenghuni dengan Mata Langit.
"Fenomena seribu tahun akan berubah ... " gumam Excel Shimo.
Semenjak Benua Shen Zhou, Benua Kelahiran dan Benua Cahaya tidak ada dalam tata Surya, maka secara otomatis Fenomena Galaksi sejajar tidak terjadi, mungkin akan terjadi setelah telah menemukan penggantinya.
Excel Shimo memejamkan mata untuk merasakan keberadaan ketujuh patung emas, dia sedikit mengunci alisnya ketika tujuh patung berada di Alam Semesta Aurora.
Melalui kedua mata ketujuh patung emas, Excel Shimo melihat dan merasakan ada energi kuat yang menarik tujuh patung emas miliknya, tapi tidak ada niat buruk.
"Mungkin jalan hidup reinkarnasi yang pertama harus berada di sana ...," gumamnya saat menebak jika kehidupan awal menjalani siklus Samsara harus berada di Alam Semesta Aurora.
Kemudian Excel Shimo menyebarkan tujuh patung emas di penjuru dunia di Alam Semesta Aurora, lalu dia berpesan lagi melalui pikirannya kepada Tubuh Bayangan, "ingat, disaat reinkarnasi ku menemukan kalian, jangan berkomunikasi, biarkan aku mandiri tanpa ada ikut campur tangan dari siapapun, kecuali atas kehendak ku sendiri!"
Setelah Excel Shimo memberikan pesan kepada Tubuh Bayangan, mereka menuju benua yang tidak pernah Excel Shimo ketahui. Excel Shimo melihat setiap patung emas masuk ke dalam tanah dan diam layaknya sebuah patung.
"Yang terpenting aku sudah merencanakan semuanya untuk masa depanku, sesuai kehendak atau tidak, bukan masalah besar!" batinnya.
Disaat akan kembali ke dalam Dunia Jiwa, Excel Shimo tiba-tiba merasakan energi kuat mendekatinya, kekuatan tingkat True Resonansi level puncak.
Excel Shimo pun menjadi waspada dengan menatap sebuah sinar yang mirip meteor jatuh menuju ke arahnya. Dia segera mengeluarkan energi kunang-kunang mengelilinginya untuk berjaga-jaga jika itu adalah musuh utama, si Wei Yan.
"Tuan Muda, jangan takut! Aku utusan kitab Suci!" teriak seseorang pria tua saat masih jauh, wujudnya menyerupai meteor jatuh karena kecepatan tinggi.
Excel Shimo menghela nafas lega dan menghilang energi kunang-kunang yang menjadi andalannya saat bertarung.
Secara perlahan meteor jatuh itu menjadi kecil dan terlihat wujud seseorang pria tua berpakaian biru, dengan jenggot panjang yang telah memutih, rambutnya pendek dan penuh uban, tinggi badan 180 cm, tapi wajahnya tampak seperti usia seratus tahun.
Swosh...
"Tuan Muda, aku kesusahan mencari keberadaan mu, ternyata Tuan Muda ada disini!" sungut pria itu kepada Excel Shimo saat berada di hadapan Excel Shimo.
Excel Shimo tertawa ringan dan menangkupkan kedua tangannya. "Salam, Senior!" sapa Excel Shimo yang enggan membicarakan kenapa pria itu kesulitan mencari keberadaannya.
Pria itu tersenyum puas melihat kesopanan Excel Shimo, namun senyuman berubah terkejut saat Excel Shimo sengaja mengeluarkan basis kultivasinya yang berada di tingkat Half Gama level 20.
"Ya Dewa! Usia belum mencapai empat puluh tahun sudah mencapai tingkat Half Gama!" seruan pria tua itu dengan berjalan mundur.
Ya, Excel Shimo sengaja mengeluarkan basis kultivasinya agar tidak perlu mengikuti Konferensi Tianwu. Ximen Sying yang menjadi peserta Konferensi Tianwu telah kehilangan ingatan. Jadi, kini yang Excel Shimo pikirkan hanya perlu fokus mencari keberadaan si Wei Yan.
Namun, pria itu tertawa setelah terkejut, dia menghilang dan muncul di samping Excel Shimo yang sudah memegang pergelangan tangannya. Jelas Excel Shimo kaget dengan kecepatan pria tua itu tanpa bisa dia hindari.
"Kekuatan True Resonansi memang sangat mengerikan!" batin Excel Shimo dan menelan salivannya.
"Ayo, kita menuju ke Alam Tianwu!" kata pria tua itu dengan semangat dan langsung menghilangkan bersama Excel Shimo.
__ADS_1
Excel Shimo terkejut saat tubuhnya telah melesat sangat cepat saat bersama utusan dari Kitab Suci, matanya menjadi buram karena efek kecepatan tinggi kekuatan True Resonansi.
...----------------...
Pria tua berpakaian biru itu memperkenalkan namanya, namanya adalah Celestial Yunyou. Tugasnya saat ini untuk menjemput para peserta Konferensi Tianwu. Celestial Yunyou bercerita, saat menjemput para peserta, dia mendapatkan kabar jika banyak peserta yang telah tewas di usia muda, termasuk Ximen Sying telah dianggapnya tewas.
Awalnya Excel Shimo oleh Celestial Yunyou juga dianggap telah tewas, sebab tato Burung Merak tidak menunjukkan lokasinya, tanda jika peserta telah mati. Namun, disaat Celestial Yunyou akan kembali ke Alam Tianwu, dia merasakan keberadaan satu tato Burung Merak beresonansi dan buru-buru mengejarnya dengan sangat cepat, dan ternyata Excel Shimo belum tewas.
Selama perjalanan cepat menuju Alam Tianwu, Excel Shimo teringat akan Kitab Suci yang berdiam di Istana Dewan Keamanan, lalu dia bertanya tentang keberadaannya, siapa tahu bisa melacak keberadaan si Wei Yan.
Ternyata Kitab Suci yang berada di Benua Shen Zhou telah lama meninggalkan Alam Semesta Kelahiran, sebab itu si Wei Yan berani terang-terangan menguasai Benua Shen Zhou tanpa khawatir dengan Kitab Suci.
Semua Kitab Suci dari segala penjuru Alam Jagat Raya telah berkumpul di Alam Tianwu untuk melihat peserta pilihannya berkompetisi di Konferensi Tianwu. Tujuan mereka memilih peserta berbakat sangatlah sederhana, hanya ingin menunjukkan kepada sesama Kitab Suci seberapa besar potensi bakat di alamnya.
Excel Shimo juga bertanya tentang si Wei Yan kepada Celestial Yunyou, namun Celestial tidak tahu siapa itu si Wei Yan yang dimaksudkannya, sebab banyak orang yang bernama Wei Yan, katanya.
"... Tapi ada peserta Konferensi Tianwu yang bernama Wei Yan dari Alam Suci."
Spontan Excel Shimo menebak jika peserta itu adalah musuh utamanya. Seketika itu pula Excel Shimo teringat akan ucapan Ratu Diao Chin, jika tubuh asli Wei Yan terjebak di Black Hole.
"Lalu, siapa peserta Konferensi Tianwu yang bernama Wei Yan itu?" batin Excel Shimo yang pikirannya makin berkecamuk, seandainya dia bertemu dengan si Wei Yan yang menjadi peserta, jelas tidak tahu wajahnya, sebab selama ini si Wei Yan hanyalah tubuh kesadaran saat bertemu dengannya.
"Apakah energi kuat yang menarik patung emas adalah Wei Yan! Tapi bagaimana bisa Wei Yan yang terjebak di pusara Black Hole bisa melakukannya?" lanjutnya yang bertanya-tanya kepada diri sendiri.
"Itu Alam Tianwu," kata Celestial Yunyou kepada Excel Shimo, dia memperlambat kecepatannya.
Akhirnya Excel Shimo membuang semua pikiran yang berkecamuk di hatinya. Lalu dia melihat di kejauhan Alam Tianwu yang sangat luas, lebih luas dari Benua Shen Zhou dan Benua Kelahiran jika digabungkan.
Disaat Excel Shimo ingin menyelidiki Alam Tianwu, Celestial Yunyou kembali bergerak sangat cepat sehingga membuat kedua matanya menjadi buram.
Dengan kekuatan Celestial Yunyou, Excel Shimo telah tiba di atas kota yang sangat besar, dia melihat banyak berbagai macam jenis ras berkeliaran di sepanjang jalan. Banyak gedung menjulang tinggi, yang paling menarik perhatian Excel Shimo dan semua orang, ada lima menara yang sangat tinggi hingga melewati awan.
Excel Shimo yang melihat kota itu dari atas bisa melihat dengan jelas bentuknya, tampak seperti bintang dan lima menara itu tampak seperti mercusuar bagi Alam Tianwu, entah apa tujuan dibuat kota berbentuk binatang dan lima menara.
Lima menara itu bisa dilihat dari segala sisi penjuru Alam Tianwu. Menara satu dan yang lainnya menempati sudut kota. Lalu di kota itu dikelilingi oleh sungai, setelah sungai adalah hutan yang sangat lebat dan pepohonan menjulang tinggi. Selain itu, diluar kota banyak pulau besar melayang dan bisa dibangun sebuah kota.
Banyak binatang besar terbang dengan bebas, bahkan jenis Burung Gajah disini terbang bebas dan jumlahnya tidak terhitung, demikian juga dengan jenis yang lainnya. Yang menarik ada jenis binatang air yang juga terbang bebas, seperti ikan Pari, Kunpeng dan lain sebagainya.
"Inilah satu-satunya kota besar di Alam Tianwu dan seramai ini karena perhelatan Konferensi Tianwu. Biasanya alam ini tertutup untuk segala ras, hanya ada bintang mistik dan tumbuhan yang tetap tinggal disini," jelas Celestial Yunyou kepada Excel Shimo.
Excel Shimo mengangguk paham, karena Kitab Suci telah berbicara kepadanya waktu itu sebelum dia menerima Kesengsaraan Petir. Tujuan Alam Tianwu ditutup untuk segala macam ras agar sumberdaya alamnya selalu terjaga, kecuali binatang mistik.
Celestial Yunyou berkata, "tempat ini disebut Kota Lima Menara Bintang. Dari kota ini para pimpinan bisa memantau peserta."
Excel Shimo mengangguk, nama Lima Menara Bintang memang cocok, sebab lima menara itu menjulang tinggi dan jika dilihat dari bawah seperti mampu menggapai bintang.
__ADS_1
"Tampak seperti Formasi 12 Bintang!" celetuk Excel Shimo yang asal bicara.
Celestial Yunyou tertawa ringan saat Excel Shimo mengetahui tujuannya kota dibangun seperti bintang. Memang benar jika Alam Tianwu dilindungi Formasi 12 Bintang yang juga seperti Formasi Pentagram dan Formasi Trigonometri.
"Pengetahuan mu luas juga!" pujian Celestial Yunyou kepada Excel Shimo.
"Sedikit!" jawab Excel Shimo apa adanya, dia tidak bangga dengan pujian, sebab memang pengetahuannya masih kurang jika dibandingkan dengan kakek Tian Ba, "apa tujuannya diadakan Konferensi Tianwu?" lanjutnya dengan bertanya.
"Dulu, ada peperangan kuno yang telah memakan banyak korban jiwa, semua demi tujuan ingin diakui oleh segala kekuatan ... Karena hal itu, Konferensi ini tercetus untuk menggantikannya, dimulai dari bawah dan merangkak naik secara bertahap!' jawab Celestial Yunyou.
"Peperangan kuno! Dulu mana antara Bencana Petir Semesta dengan peperangan kuno?" tanya Excel Shimo yang tidak tahu ada kisah tentang peperangan kuno.
"Pengetahuan mu memang luas! Jarang sekali anak muda mengetahui tentang kisah Bencana bagi seluruh Alam Jagat Raya. Setelah itu!" pujian Celestial Yunyou dan menjawab dengan singkat, tapi Excel Shimo mengerti.
Bencana Petir Semesta lebih dulu terjadi, setelah beberapa ribu tahun dan semua kehidupan telah tumbuh dewasa, baru peperangan kuno terjadi dimana-mana.
Kembali Excel Shimo teringat dengan perkataan Ratu Diao Chin, dimana dia sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi peperangan besar yang melibatkan Istana Langit dan akhirnya merambah ke segala penjuru Alam Jagat Raya, Peperangan Global.
"Yaksa dan Deity!" gumam Excel Shimo dengan suara lirih, dia menebak jika peperangan kuno terjadi karena kedua orang itu.
"Hust! Jangan sembarang membicarakan kedua nama itu ... !" tegur Celestial Yunyou kepada Excel Shimo dengan melihat sekelilingnya.
Excel Shimo tersenyum tipis melihat orang yang memiliki kekuatan tingkat True Resonansi level puncak menjadi gelisah saat mendengar nama Yaksa dan Deity.
"Kita harus segera melaporkan diri ke panitia Konferensi Tianwu." Celestial Yunyou langsung memegang pergelangan tangan Excel Shimo, dia tampak khawatir jika Excel Shimo terus bertanya tentang sejarah masa lalu yang penuh dengan teka-teki.
Dua orang itu menghilang dan telah muncul di bawah salah satu menara...
Kehadiran Excel Shimo dan Celestial Yunyou yang tiba-tiba mengagetkan banyak orang yang berada disekitarnya. Semua orang buru-buru menjauhi Excel Shimo dan Celestial Yunyou karena merasakan tekanan kuat dari basis kultivasinya.
Excel Shimo dan Celestial Yunyou tidak memperdulikan semua orang yang ketakutan. Lalu, Celestial Yunyou berkata jika menara ini bernama Menara Angin. Tinggi Menara Angin mencapai lima ribu mil lebih, demikian juga dengan keempat menara lainnya, keempat nama menara itu sesuai unsur alam, api, air, tanah dan roh.
Sebelum Excel Shimo bertanya, kembali Celestial Yunyou memegangnya, sekali lagi menghilang dan telah muncul di dalam Menara Angin. Excel Shimo geleng-geleng melihat reaksi Celestial Yunyou yang jelas terlihat khawatir setelah dia bergumam lirih dan menyebutkan nama Yaksa dan Deity.
"Aku sudah menebak siapa penyebab terjadinya peperangan kuno!" batin Excel Shimo dan berjalan saat pergelangan tangannya ditarik oleh Celestial Yunyou.
Celestial Yunyou berjalan menuju ke tempat pendataan ulang peserta Konferensi Tianwu. Sedangkan Excel Shimo melihat sekeliling Menara Angin yang sangat besar, ada anak tangga berputar yang dibangun di dinding menara untuk menuju ke puncak.
"Yusan, dia adalah peserta dari Kitab Suci Kelahiran, namanya ... " kata Celestial Yunyou kepada wanita muda yang bernama Yusan, dan melihat Excel Shimo agar mendaftarkan namanya sendiri kepada Yusan.
Excel Shimo melihat wanita itu. Demikian juga dengan Yusan yang melihat Excel Shimo. Celestial Yunyou melihat Excel Shimo dan Yusan yang saling berpandangan.
"Hei!" tegur Celestial Yunyou sambil melambaikan tangan di antara mata mereka.
Yusan tersipu malu telah ditegur oleh Celestial Yunyou, dia terpesona dengan ketampanan Excel Shimo, ia menunduk untuk mengambil sebuah piring yang terbuat dari kayu Cendana yang diukir. Lalu meletakkan piring kayu itu di meja bundar mengelilinginya.
"Silakan Tuan Muda letakkan telapak tangan di piring sambil mengalirkan energi spiritual!" pinta Yusan kepada Excel Shimo.
__ADS_1
Piring kayu itu adalah alat identifikasi, dengan meletakkan telapak tangan di atas piring kayu, maka akan menampilkan semua informasi; basis kultivasi, kemampuan profesi, usia dan golongan darah.
Excel Shimo membuka Mata Langit untuk menyelidiki piring kayu, dia khawatir jika piring itu bisa mengetahui rahasianya. Setelah tidak ada sesuatu di dalam piring kayu, Excel Shimo meletakkan telapak tangan di atas piring...