God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 39 Wanita Kotor.


__ADS_3

Chapter 39 Wanita Kotor.


Di dalam cincin dimensinya, Bu Wanmei mengawasi boneka wayang yang dia kendalikan. Bu Wanmei sengaja menjatuhkan dirinya dari langit, dan segera Penatua Agung menyelamatkan tubuhnya yang akan menghantam tanah.


Bu Wanmei juga selalu mengawasi tindakan semua orang melalu boneka wayang, dan dia tahu tubuh tiruannya di bawah tempat kediaman Xiao Qiao.


"Tuan, keempat orang itu sangat mencurigakan daripada kedua orang yang berlainan jenis itu! Aku merasa mereka berniat buruk di Benua Jiangshan ini!" ujar Earth Core Flame kepada Bu Wanmei.


"Ayo kita dekati mereka...!"


Segera Bu Wanmei mendekati keempat orang itu. Cincin dimensi bergerak sesuai keinginan Bu Wanmei, dan berhenti tepat disebelahnya orang yang diberikan tugas oleh Ketua itu untuk menemui Ming Lai.


Dengan buru-buru, Bu Wanmei menempelkan cincin dimensi di pakaian orang yang memiliki kekuatan tingkat Peri Benua level 5.


Orang itu melesat dengan sangat cepat menuju wilayah Klan Ming. Tapi, tiba-tiba orang itu berhenti saat merasa ada yang membuntutinya. Dia memeriksa sekelilingnya dengan teliti.


"Tuan, segera jauhi orang itu, dia tampaknya merasakan aura kita...!" desak Earth Core Flame kepada Bu Wanmei.


Segera Bu Wanmei mengendalikan cincin dimensinya dan menjauhi orang yang berasal dari Benua Zhong Hua.


"Aneh, kenapa tiba-tiba menghilang? Mungkin hanya perasaanku!" gumamnya yang tidak merasakan energi yang aneh di dekatnya.


Kemudian, orang itu terbang lagi dengan kecepatan tinggi menuju wilayah Klan Ming.


"Huff... Hampir saja ketahuan!" ujar Bu Wanmei dengan menghela nafas lega saat orang itu tidak menemukan dirinya.


"Walau dia tidak mengetahui keberadaan cincin dimensi yang mampu berkamuflase, bukan berarti dia tidak merasakan fluktuasi energi Qi kita Tuan!," sahut Earth Core Flame yang juga merasa lega.


"Ayo kita ikuti dia, mungkin kita bisa mengetahui alasan Ming Lai membunuh semua orang di Desa Bunga, Tuan Muda!" lanjut Earth Core Flame berbicara kepada Bu Wanmei.


"Hmm..."


Segera Bu Wanmei mengejar lagi orang itu dengan mengendalikan cincin dimensinya. Namun, cincin dimensi tidak mampu mengikuti kecepatan orang itu.


Bhuzhh...


Bu Wanmei keluar dari cincin dimensi saat gagal mengikuti orang itu. Bu Wanmei hanya menggelengkan kepalanya, karena dia tahu tidak mungkin mengejar orang itu disaat berada di dalam cincin dimensi.


Bu Wanmei sekali lagi menggunakan topengnya, dan terbang dengan kecepatan penuh sambil menghafal wilayah barat.


Dengan kecepatan setingkat Saint dan di tambah Sayap Dao Qi, Bu Wanmei telah melewati Sekte Awan Berkabut tanpa hambatan.


Kini dirinya berada dekat dengan kota utama milik Klan Ming.


"Ada penjaganya di gerbang pintu masuk kota itu...!" di langit Bu Wanmei membaca papan nama kota milik Klan Ming.


"Kota Ming..." gumam Bu Wanmei yang membaca papan nama yang menempel di atas pintu gerbang.

__ADS_1


"Lebih baik Tuan Muda selidiki dulu sebelum berurusan dengan Klan Ming, lebih baik mengetahui kekuatan lawan daripada buta saat bertarung nanti!" saran Earth Core Flame kepada Bu Wanmei.


"Dimana aku harus mencari informasi?" tanya Bu Wanmei yang tidak tahu apa-apa.


Maklum saja karena Bu Wanmei masih usia muda dan belum banyak berinteraksi dengan banyak orang, dan lagi dirinya juga minim dengan pengalaman.


"Jika Tuan ingin mendapatkan informasi, Tuan bisa datangi di tempat-tempat yang ramai, misalkan di kedai kecil atau rumah makan. Disana Tuan akan mendengar banyak informasi melalui obrolan setiap pengunjung." saran Earth Core Flame.


"Baik..."


Segera Bu Wanmei melihat seluruh tempat kota Ming dengan Mata Langit-nya, dan sorot matanya berhenti tepat disebuah rumah makan yang banyak pengunjungnya.


"Kita kesana saja...!" gumam Bu Wanmei yang sudah menentukan tempat yang akan memberikan banyak informasi.


Segera Bu Wanmei menutup kepalanya dengan tudung kepala, dan melesat menuju tempat yang tidak ada orang yang melewatinya.


Segera Bu Wanmei berjalan melewati banyak pertokoan dan rumah penduduk, sambil melihat sekelilingnya. Saat Bu Wanmei berjalan, banyak tatapan curiga dari setiap orang yang melihat dirinya.


Wajah Bu Wanmei dan kepala yang tertutup, membuat semua orang yang dekat dengannya segera menjauhinya.


Mereka kuatir jika Bu Wanmei berniat jahat terhadap mereka, sebab sosoknya yang sangat misterius.


Bu Wanmei tidak perduli dengan ketakutan semua orang, dia terus berjalan menuju tempat makan yang menjadi tujuannya.


Tidak berselang lama, Bu Wanmei telah sampai di depan pintu masuk rumah makan itu, ia segera masuk dan mencari tempat duduk yang berada di sudut ruang.


Bu Wanmei tetap cuek dan berjalan kearah yang sudah dia tentukan.


Setelah Bu Wanmei duduk, datang seorang pelayan, terlihat pelayan wanita itu sedikit takut dengan sikap Bu Wanmei yang tidak menunjukkan wajahnya dan kepalanya.


"T-tuan, maaf, Tuan ingin memesan apa?" tanya pelayan wanita itu yang sedikit gemetar saat berbicara.


Dengan suara yang sedikit serak, Bu Wanmei menjawabnya, "Berikan makanan terbaik dan juga teh hangat, total berapa semuanya? Dan ini tips untukmu."


Bu Wanmei memberikan 1 keping emas kepada pelayan wanita itu, agar dirinya tidak membuat pelayan wanita itu curiga maupun ketakutan.


"Terima kasih, Tuan. Total semua makan yang terbaik di rumah makan ini yang akan disajikan ... 100 keping emas, Tuan!" jawab pelayan wanita sambil menerima tips yang diberikan Bu Wanmei, dia juga menghitung pesanan Bu Wanmei.


Segera Bu Wanmei mengeluarkan 100 keping emas dan memberikan kepada pelayan wanita itu tanpa banyak bicara.


"Tolong tunggu sebentar, Tuan."


Seperti dugaan Bu Wanmei, wanita itu menjadi tidak takut, terlihat wajahnya berseri-seri menerima 1 keping emas dan 100 keping emas sebagai pembayaran makanan yang akan dia makan.


Pelayan wanita itu buru-buru menuju dapur dan menyiapkan semua pesanan Bu Wanmei. Sembari menunggu pesanan datang, Bu Wanmei mendengarkan percakapan semua pengunjung.


Mengetahui jika Bu Wanmei sudah membayar makanan yang belum dia makan, semua orang tidak lagi mencurigai Bu Wanmei, dan kembali bercakap-cakap dengan rekannya.

__ADS_1


"Putri Klan Ming telah kembali ke Akademi Langit Abadi, sayang sekali aku tidak sempat memberikan hadiah untuknya...!"


"Hahaha, kamu terlalu lambat dalam bertindak, kenapa tidak menemui Patriack Ming saja? Dia pasti akan mewakili Putrinya untuk menerima hadiah darimu."


Bu Wanmei hanya mendesah saat mendengar obrolan yang tidak penting. Disaat Bu Wanmei melihat jalannya sembari mendengarkan percakapan semua orang, pelayan wanita itu datang bersama rekannya, dengan membawa banyak hidangan terbaik yang Bu Wanmei pesan.


"Silakan menikmati, Tuan."


"Terima kasih."


Segera Bu Wanmei melahap makanan itu, dan menikmatinya.


"Wah, banyak sekali... Apa aku boleh minta?"


Tiba-tiba datang seorang wanita yang wajahnya sangat kotor, dengan tubuhnya yang mengeluarkan bau menyengat hidung semua orang.


Wanita berwajah kotor itu melihat meja makan Bu Wanmei yang penuh dengan hidangan, dia buru-buru menghampiri dan duduk, tanpa perduli dengan semua orang yang sudah terganggu dengan kehadirannya.


Pelayan buru-buru menghentikan wanita itu, tapi Bu Wanmei mencegah pelayan itu agar tidak mengusir wanita di depannya.


"Hei, apa aku boleh mencicipi makan ini?" tanya wanita itu dengan menunjuk ayam panggang di depannya.


"Makan sepuas kamu, jika kurang aku akan pesankan lagi." jawab Bu Wanmei sambil meminum teh hangat.


"Hahaha, kamu orang yang baik..."


Wanita itu tertawa bahagia dan tanpa basa-basi lagi, segera dia mengambil 1 ekor ayam panggang itu.


"Aku dengar Ketua Ming mencalonkan dirinya untuk menjadi Patriack Ming, kira-kira siapa yang kamu pilih?" tanya wanita itu sambil mengunyah daging ayam.


Bu Wanmei yang diajak bicara, segera tertarik dan menambah cangkir teh yang telah kosong.


"Memangnya kamu tahu semua perihal Klan Ming?" tanya Bu Wanmei yang seakan-akan tidak perduli dengan urusan Klan Ming.


"Hahaha, tentu tahu lah semua informasi Klan Ming, tapi... Boleh kah aku pesan arak?" wanita itu lagi-lagi tertawa sembari banyak makanan yang dia kunyah hampir membasahi cangkir teh milik Bu Wanmei.


Bu Wanmei melihat kearah pelayan wanita itu, dengan mengangguk kan kepala agar memenuhi permintaan wanita berwajah kotor ini.


Tidak berselang lama, pelayan itu membawa 1 kendi besar arak dan meletakkannya di atas meja, pelayan itu menahan nafas saat dekat dengan wanita yang bau ini.


Bu Wanmei hanya tersenyum dan memberikan beberapa keping emas kepada pelayan itu.


"Hahaha, kamu sangat dermawan, Tuan." ujar wanita itu dengan mengangkat kaki kanannya di atas kursi, dia segera meminum arak tanpa menuangkannya ke dalam cangkir.


"Haa... Nikmatnya arak ini...!," ucap wanita itu setelah meneguk arak dan mengusap mulutnya dengan lengan bajunya yang sudah kotor.


"Sudah 12 tahun anggota Klan Ming selalu berebut posisi sebagai Patriack, terutama Ketua Ming Lai yang tampak berambisi..." kata wanita itu kepada Bu Wanmei dan memakan lagi daging ayam yang dia pegang di tangan kirinya.

__ADS_1


__ADS_2