God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 284. Altar Pemurnian.


__ADS_3

Chapter 284. Altar Pemurnian.


Mendengar perkataan yang memotivasi dirinya, Excel Shimo mengepalkan kedua tangan, semangat berapi-api muncul dari lubuh hatinya. Lalu, dia mengusap air matanya dan melihat ketiga istrinya yang sedang berpelukan dengan menangis.


"Selalu ada sesuatu untuk diperjuangkan!" gumam Excel Shimo yang bertekad melindungi semua orang yang selalu dia cintai, dan tidak akan lagi membuat mereka menangis sedih.


Wushh...


"Maaf!"


Excel Shimo muncul di dekat istrinya dan memeluk mereka bertiga, hanya ucap maaf yang bisa dia katakan karena keegoisan pribadi. Pelukan Excel Shimo disambut ketiga istrinya dan makin menangis tersedu-sedu.


"Aku akan selalu melindungi kalian, kalian adalah belahan jiwa dan hidupku. Seperti yang aku katakan waktu itu, biarpun aku mati, kalian akan tetap hidup di Dunia Jiwaku."


Janji Excel Shimo kepada istrinya dengan tegas dan makin membuat istrinya menangis. Keempat orang itu terdiam beberapa saat, dan melepaskan pelukan disaat sudah tenang.


"Kita akan tetap pada rencana awal. Tapi, aku akan membunuh semua pengkhianatan itu terlebih dahulu sebelum menghancurkan kedua pintu keluar mayat hidup. An Na akan selalu memberikan kabar apapun kepada kalian. Jadi, tetap waspada dan jangan lepaskan penyamaran kalian ...," kata Excel Shimo kepada istrinya dan memberikan topeng penyamaran dana botol Giok berisi pil Perubahan Wujud.


Excel Shimo mencium Zhang Rouxin dan Chu Yao dan berpamitan untuk membunuh pengkhianatan. Segera Excel Shimo bersama An Na menghilang di hadapan Zhang Rouxin dan Chu Yao.


"Terima kasih!" kata Zhang Rouxin dan Chu Yao setelah Excel Shimo pergi.


Kemudian, kedua wanita itu berpelukan dengan bahagia, beban mereka terangkat dan bisa kembali fokus pada rencana awal. Segera mereka kembali dan menunggu kabar.


-------++-----


"Suami, kemana tujuan kita sekarang?" tanya An Na yang sedang digendong suaminya dan membaringkan kepalanya di dada bidang.


"Kita bunuh dulu si Hei Shen yang mengganti namanya untuk menyamarkan nama Klannya!"


Excel Shimo berhenti di atas Akademi Pedang Surga, untuk mencari keberadaan She Shen yang memiliki dua nama. Hei adalah marga dari Klan Hei, Klan Hei adalah Ras Gagak Hitam, dan She dari Ras Ular. Entah apa tujuan She Shen menggunakan dua nama.


"Ketemu, tapi mereka berpisah!" ujar Excel Shimo saat menemukan keberadaan dua targetnya, sedangkan An Na juga melihat walaupun tidak sejelas memiliki Mata Dewa.


"Kamu lebih baik di Dunia Jiwa, aku akan buka cermin agar bisa ikut melihat dan memberikan kabar kepada keluarga kita!" pintar Excel Shimo kepada An Na.


An Na yang paham dan tidak menolak, sebab dirinya masih belum banyak memberikan bantuan apalagi tidak memiliki pengalaman dalam pembunuh tersembunyi. Setelah mencium istrinya, Excel Shimo memasukkan An Na ke dalam Dunia Jiwa.


"Aku sebenarnya berhati baik dan lembut ... Berhubung kalian berniat buruk dan berkhianat, takdir kalian adalah mati!" geram Excel Shimo melihat Hei Shen yang sedang berada di kamar pribadi untuk berkultivasi.


Swosh...


Excel Shimo muncul diluar rumah khusus yang dimiliki setiap murid akademi, dia mengetuk pintu kamar Hei Shen. Hei Shen yang terganggu membuka mata dan wajahnya menjadi suram dan marah.

__ADS_1


"Siapa sih yang mengganggu saja!" gerutunya sambil berjalan untuk membuka pintu.


(Berderit)


"Tetua Agung!" seru Hei Shen yang mengenali Huang Guang.


"Mm! Aku kira kamu melupakanku!" ucap Excel Shimo yang berpura-pura kesal.


"Maaf, Tetua Agung, Junior hanya tidak menduga jika Tetua Agung datang menemui saya!" jawab Hei Shen dengan ketakutan dan membungkukkan badannya.


Excel Shimo segera masuk dan Hei Shen menutup pintu setelah memeriksakan tidak ada orang lain yang mengetahui kedatangan orang penting dalam Istana Iblis Timur.


"Bagaimana rencana-mu, apa sudah kamu kerjakan?" tanya Excel Shimo yang menyamar menjadi Huang Guang.


Hei Shen menuangkan teh hangat di cangkir dan memberikan kepada Tetua Agung sebelum menjawab, terlihat tangannya gemetaran menahan rasa takut.


"Ma--maaf, saya jelas belum melakukannya, sebab Han Li dan pemimpin akademi masih sibuk! Pemimpin berpesan untuk menunggu dirinya yang sedang rapat di ruang rahasia bersama tetua Chi Yelu!" jawab Hei Shen yang menahan rasa takutnya.


Chi Yelu adalah pemimpin pusat di dunia bawah tanah dalam menggerakkan pasukan mayat hidup untuk membunuh kehidupan di Benua Jiu Zhou, dan dua bawahannya sudah dibunuh oleh Excel Shimo, sisanya sedang bersembunyi sambil memberikan perintah kepada mayat hidup untuk bersiap dalam serangan besar-besaran.


"Terlalu lambat!" sungut Excel Shimo, dia sebenarnya juga terkejut jika pemimpin Akademi Pedang Surga juga terlibat.


"Apa yang mereka bahas?" tanya Excel Shimo dengan nada tinggi.


Brak...


Jawaban Hei Shen yang tidak jelas membuat Excel Shimo kesal dan mengebrak meja. "Yang jelas kalau bicara denganku!" bentak Excel Shimo.


"Ma--maaf, Junior tidak tahu Tetua Agung!" jawab Hei Shen sambil berlutut di hadapan Excel Shimo.


Plak...


Excel Shimo memukul kepala Hei Shen dan menyegel kekuatannya, Excel Shimo memasukkan Hei Shen ke dalam Pagoda Penjara, karena informasi dari Hei Shen sudah cukup. Excel Shimo menyeringai kejam, sebab dia tidak perlu susah payah membunuh satu per satu musuhnya.


"Terima kasih sudah berkumpul!" ujar Excel Shimo dan menggetarkan tubuhnya lalu menghilang setelah membersihkan semua jejaknya di dalam kamar Hei Shen.


------++------


"Dua kekuatan kita sudah dihancurkan, pertama di Gunung Daiyu dibunuh oleh pria bertopeng Emas! Yang paling aneh, kenapa Huang Guang sebagai komando utama malah membunuh anggotanya?" geram Chi Yelu yang merasa jika Huang Guang berkhianat kepada Istana Iblis Timur. Sebab itu, Chi Yelu mengadakan rapat dadakan untuk membahas langkah berikutnya.


Chi Yelu mengetahui kematian anggotanya dari kristal kehidupan mereka yang pecah dan menampilkan wujud si pelaku. Chi Yelu jelas syok melihat pelakunya, yang tidak lain adalah komandan utama, Huang Guang. Chi Yelu tidak begitu perduli dengan kematian murid-murid Istana Iblis Timur, tapi kehilangan dua tetua adalah kerugian besar.


Didalam ruangan rahasia ada beberapa orang penting, yaitu Han Li, Pemimpin Akademi bernama Han Fu, Chi Yelu. Dewan Agung akademi Pedang Surga bernama Hei Jie, dan beberapa orang dari Balai Penegak Hukum, Balai Alchemist dan tiga Patriark Klan. Ketiga patriark itu dari Klan Hei Ras Gagak Hitam, Klan Huang dan Patriark dari Ras Kelelawar Penghisap Darah.

__ADS_1


Ketiga klan itu adalah klan kelas dua, dan cabang mereka berada di Benua Jiang Shan. Sayangnya, Benua Jiang Shan telah disegel dan tidak bisa lagi berkomunikasi dengan mereka. Sebab itu, Istana Iblis Timur berusaha keras untuk memusnahkan seluruh kehidupan di Benua Jiu zhou demi membangkitkan Kaisar Chi Genji alias Mogui.


Excel Shimo juga bersyukur mendapatkan semua informasi dari tetua pemimpin pintu keluar, jika tidak mendapatkan informasi penting, dirinya akan kesulitan menebak tujuan Istana Iblis Timur yang membutuhkan banyak darah kehidupan.


"Saya juga tidak tahu apa motif Huang Guang membunuh anggotanya sendiri! Apa mungkin ada masalah pribadi diantara mereka!" ujar Hei Jie yang kebingungan dengan perbuatan Tetua Agung yang membunuh anggotanya.


Sebelum Chi Yelu berbicara, muncul seseorang dari bayang-bayang dibelakangnya dan menyela pembicaraan mereka.


"Aku membunuhnya, karena dia telah menyerap kekuatan semua pasukan mayat hidup demi meningkatkan kekuatan pribadi, dengan menggunakan altar pemurnian ini!"


Swosh... Brakk..


Sontak Chi Yelu yang berada dekat dengan suara Excel Shimo langsung menjauh hingga menghancurkan meja bundar, demikian juga dengan semua orang yang hadir buru-buru berdiri dan menjauh.


Semua orang kaget karena kehadiran Excel Shimo tidak mereka rasakan, bahkan auranya juga tidak dirasakan. Semua orang mengeluarkan senjata andalan mereka dan siap bertarung dengan Excel Shimo.


Chi Yelu menatap kearah dimana Excel Shimo muncul dengan membawa altar pemurnian.


"Tetua Agung!"


Serempak semua orang mengenali wajah Huang Guang yang sorot matanya tajam melihat Chi Yelu dan semua orang. "Huff!" semua orang menghela nafas lega.


"Maafkan saya Tetua Agung! Apakah yang Anda ucapkan itu benar!" selidik Chi Yelu sambil memeriksa seluruh tubuh Excel Shimo yang menyamar, dan tidak tampak sesuatu yang mencurigakan, kecuali basis kultivasi-nya yang ditekan.


"Benar, kamu pasti tahu ini, kan!" jawab Excel Shimo dengan menyodorkan altar pemurnian.


Chi Yelu dan semua orang melihat altar pemurnian, tapi hanya Chi Yelu yang mengenalinya, sebab semua anggota penting memiliki. Chi Yelu menggelengkan kepala dan tahu maksud ucapan Excel Shimo.


"Dari awal aku sudah curiga kenapa dia begitu ngotot ingin bergabung dalam misi ini!" ucap Chi Yelu yang kecewa dengan anggotanya, "bagaimana bisa dia memiliki Altar Pemurnian!" lanjutnya yang menduga jika tetua penjaga pintu kedua telah mencuri.


Ya, semua anggota penting Istana Iblis Timur mendapatkan satu unit Altar Pemurnian untuk menjalankan misi, yang mendapatkan hanya pemimpin misi seperti Chi Yelu, Ketua Balai Pekerjaan Khusus, wakil dan termasuk Huang Guang. Sayangnya, Huang Guang tidak memiliki, sebab dirinya tidak pernah hadir.


Ketidakhadiran Huang Guang di Istana Iblis Timur, karena tubuhnya hanyalah pecahan jiwa yang tugasnya merebut tubuh orang kuat, tujuan untuk dimanfaatkan dan sekaligus menyerap kekuatan orang tersebut, seperti yang dia lakukan kepada Feng Yu.


Fungsi Altar Pemurnian adalah untuk mengekstrak darah para korbannya agar menjadi murni dan bisa meningkatkan kekuatan dan juga mampu membangkitkan seseorang yang mati suri maupun memperpanjang usia.


Setelah semua orang mempercayai alibi Excel Shimo, Excel Shimo tersenyum dan kembali pada tujuannya, mengorek semua informasi dari Chi Yelu sebanyak-banyaknya. Tanpa informasi dan mempelajari kekuatan lawan, Excel Shimo tidak akan berani bertindak dulu.


"Sudahlah, kita lupakan si pengkhianat itu, lebih baik kita fokus pada rencana sebelum utusan pusat tiba!" ucap Excel Shimo sambil menyimpan Altar Pemurnian.


Excel Shimo segera duduk ditempat Chi Yelu, tanpa ada lagi meja, semua orang juga melakukan hal yang sama, kembali serius pada rencananya. Chi Yelu mengeluarkan gulungan yang terbuat dari kulit kayu Cendana, gulungan itu adalah peta Benua Jiu Zhou, sangat lengkap seperti yang dimiliki oleh Excel Shimo.


(Author : Halo Sobatku, saya akan buatkan bab khusus bagaimana bisa tubuh Feng Yu direbut oleh Huang Guang dan juga mengendalikan Fa Zheng dan Li Kwong (tiga Wali Penjaga Benua Jiu Zhou). Mohon dukungannya dengan Vote, Like, Gift 😂 dan Komentar, agar memotivasi saya untuk terus melanjutkan kisah perjalanan Dewa Binatang. Awal bulan segera rilis untuk kisah Kaisar Api Asyura dengan judul 'Trigrams Chaos'. Salam)

__ADS_1


__ADS_2