
Chapter 135 Menginterogasi.
Jamuan sederhana diadakan di Istana Balai Kota Perdamaian untuk menyambut datangnya Wali Benua. Semua orang terutama kesembilan isteri Excel Shimo dan Ratu Han tak henti-henti melihat paras wajah tampan dan rambutnya yang indah dan unik.
Sejujurnya, Excel Shimo tidak mengetahui perubahan fisiknya, sebab saat itu ia terlalu senang dengan kekuatan baru yang dia dapatkan.
"Apa yang kamu alami di Hutan Terlarang, hingga membuat perubahan pada tubuhmu, terutama rambut dan tinggi badanmu?" tanya Ratu Han yang penasaran, setelah ia melepaskan rasa rindu kepada menantunya.
"Iya, aku juga merasakan auramu semakin kuat! Kesulitan seperti apa yang kamu alami, Suami?" tanya Ratu Jing Jiao yang sedari tadi ingin bertanya.
Semua orang ingin mengetahui tentang Hutan Terlarang, sebab tidak ada satu orang pun yang selamat setelah keluar dari hutan tersebut, bisa dikatakan tidak ada yang pernah kembali setelah masuk.
Segera Excel Shimo memutar otaknya, dia tidak mungkin menceritakan keberadaan tabu bagi banyak kekuatan. Dengan menghela nafas dan mulai mengatur bahan cerita, ia mulai berbicara secara berlahan.
"Memasuki Hutan Terlarang memiliki dua persyaratan. Pertama, harus memiliki kekuatan jiwa. Kedua, harus memiliki kekuatan fisik. Tanpa dua syarat itu dimiliki oleh orang yang ingin masuk, niscaya jangan berharap bisa kembali hidup-hidup. Didalam Hutan Terlarang itu terlahir sebuah Formasi Array alami, kemampuan formasi itu memberikan gaya medan gravitasi kepada semua kehidupan....," jawab Excel Shimo yang menceritakan pengalaman saat berada di Hutan Terlarang.
Medan gravitasi yang dimaksud oleh Excel Shimo, adalah aura kekuatan yang dibuat oleh Gurunya. Dia sengaja berbohong agar tidak membuat banyak masalah baru baginya.
Excel Shimo juga membeberkan kepada semua orang, jika Hutan itu mampu memperkuat fisik seorang kultivator. Mendengar penjelasan itu, membuat semua orang kegirangan, pasalnya memperkuat fisik sangatlah sulit, dan juga membutuhkan sumberdaya yang sangat besar. Excel Shimo tidak menceritakan perihal ke-empat isteri barunya dan juga tentang goa Ordo Kegelapan kepada mereka.
Sambil menikmati jamuan sederhana itu, Excel Shimo juga menceritakan jika ia bertarung dengan Tapir Pemakan Jiwa, seekor binatang liar yang telah banyak membunuh rakyat jelata.
"Iya, saya memang telah menerobos beberapa level berkat tekanan didalam hutan tersebut, jika bukan karena Tapir Pemakan Jiwa yang bersembunyi di dalam hutan tersebut, saya belum tentu memasuki hutan itu...." kembali Excel Shimo berbicara kepada mereka, sambil berjalan di ruang yang agak luas.
__ADS_1
Ucapan Excel Shimo membuat semua isterinya semakin bangga. Siapa saja wanitanya pasti bangga jika suaminya berprestasi di usia muda. Apalagi Ratu Han yang diam-diam telah jatuh cinta kepada menantunya ini.
Dhummm...
"Ini adalah pelakunya, binatang ini banyak membunuh rakyat jelata dengan menyerap jiwa mereka...," kata Excel Shimo setelah mengeluarkan Pagoda Penjara itu di tengah ruangan, sengaja Excel Shimo memperkecil ukuran Pagoda agar tidak merusak Istana Balai Kota Perdamaian.
Segera semua orang mengelilingi Pagoda Penjara, dan melihat Tapir Pemakan Jiwa yang sedang dirantai di lantai tujuh. Raja Long dan Pimpinan kota terlihat geram dengan perbuatan Tapir Pemakan Jiwa.
"Akhhh... Aku akan bunuh kalian semua setelah lepas nanti?!" teriak amarah Tapir Pemakan Jiwa saat Excel Shimo membuka penyegel mulutnya.
"Katakan, atas perintah siapa kamu datang kesini? Lalu apa tujuanmu setelah berada disini? Tidak mungkin kamu hanya membunuh kehidupan dan memakan jiwa mereka, apalagi binatang liar sepertimu belum pernah ada di benua ini!!" cecar Excel Shimo yang menginterogasi Tapir Pemakan Jiwa.
Semua orang juga berharap mengetahui dalang dibalik datangnya Tapir Pemakan Jiwa, sebab di Benua Jiang Shan tidak ada binatang liar seperti ini.
"Hahaha, bodoh, bodoh...!! Tidak ada yang berani memerintahkan aku, bahkan Dewan Keamanan saja takut padaku... Hahaha," jawab Tapir Pemakan Jiwa dengan membual, tawanya seakan-akan menghina Excel Shimo dan semua orang yang hadir.
Kemudian, Excel Shimo meletakkan telapak tangannya pada pagoda miliknya, secara berlahan Excel Shimo mengalirkan elemen api untuk menyiksa Tapir Pemakan Jiwa.
"Hahaha, bodoh!! Biarpun kamu membakar tubuhku, tetap tidak ada yang memerintahkan aku menuju benua miskin ini. Semua aku lakukan atas keinginanku sendiri... Akhhhh!!!" ujar Tapir Pemakan Jiwa yang tetap bungkam, tapi setelah ia berbicara, si Tapir berteriak kesakitan saat api membakar ekornya.
"Aku tidak akan membunuhmu, menyiksamu sudah pasti, sampai kamu membuka mulut!!" jawab Excel Shimo sambil mengontrol api nya untuk membakar ekor si Tapir secara berlahan.
"Akhhhh...!!! Bocah terkutukkk... Akhhhh!!" teriak si Tapir saat Api Nirwana secara berlahan membakar bulu dan kulitnya, ia mengumpat kepada Excel Shimo, teriakan si Tapir tidak membuat semua orang bersimpati.
__ADS_1
"Kalian bisa menyiksanya, buat dia menyerah dan mengakuinya," titah Excel Shimo kepada mereka semua, termasuk kesembilan isterinya.
"Biarkan saya dulu yang menyiksanya. Saya tidak terima dengan banyak rakyat jelata mati ditangannya!" pinta Pemimpin Kota Perdamaian, jelas ia yang paling marah melihat rakyatnya menjadi makanan Tapir Pemakan Jiwa.
"Ha, ha, ha... Jika kamu berani menyentuhku, mak--akhhhhh!!!" Tapir Pemakan Jiwa terengah-engah saat Excel Shimo selesai menyiksanya, dan mengancam Pemimpin Kota Perdamaian yang mendekati Pagoda Penjara.
Belum sempat si Tapir mengancam Pemimpin Kota segera mengalirkan energi Qi yang dia ubah menjadi ribuan jarum. Ribuan jarum itu melesat dan menusuk tubuh si Tapir, teriakan kesakitan tidak membuat menyurutkan Pemimpin Kota untuk menyiksanya.
"Jika kamu mau berkata jujur dan mengakui semuanya. Aku secara pribadi membawamu menuju dimana pemimpin itu berada," ujar Excel Shimo kepada si Tapir, sambil melipatkan kedua tangan dibelakang punggung.
"Hahaha, kamu seperti bayi dihadapkan pemim--"
"Hah, akhirnya kamu memang diperintah oleh seseorang, cepat katakan, siapa dia?" Excel Shimo kegirangan saat si Tapir keceplosan berbicara, sambil jari telunjuk Excel Shimo menunjuk si Tapir.
Tidak hanya Excel Shimo yang senang semua orang yang hadir berharap si Tapir mau mengakui, jika si Tapir mau mengakui siapa yang memerintah dirinya, maka para pemimpin akan melaporkan kepada Dewan Keamanan.
"Hahaha, bodoh kalian semua, jikalau aku mengakuinya, kalian akan ketakutan... Hahaha," jawab Tapir Pemakan Jiwa, tawanya menggema di seluruh ruang itu.
"Siksa dia sampai mengakuinya," perintah Excel Shimo kepada Pemimpin Kota Perdamaian.
"Kamu lebih senang disiksa daripada membuka mulut. Baiklah, rasakan ini!!" ujar Pemimpin Kota dengan mengalirkan energi Qi lebih banyak.
"Akhhhh..., bajingan tuaaaa... Akhhhh!!" teriakan si Tapir saat ribuan jarum Qi menusuk tubuhnya.
__ADS_1
Pemimpin Kota semakin meningkatkan metode penyiksaan-nya pada si Tapir, tidak hanya jarum yang menusuk tubuhnya, melainkan mata dan kepala si Tapir dihujani jarum dari energi.
"Akhhhh... Sialan kamu Pak tuaa.... Akhhhh!!" si Tapir berteriak dan menghujat Pemimpin Kota. Disaat si Tapir akan berbicara, pemimpin Kota selalu meningkatkan penyiksaan-nya.