God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 170. Kesengsaraan Pil Garis Tujuh(1).


__ADS_3

Chapter 170. Kesengsaraan Pil Garis Tujuh(1).


Namun, sekali lagi Xiao Qiao mencegah Seng Huaran untuk tidak bicara maupun menganggu Excel Shimo. Dengan menenangkan dirinya, Seng Huaran hanya melihat dan kembali memperhatikan cara Excel Shimo meningkatkan kualitas Pil Penyegar indera.


Danggg... Danggg...


Suara dentangan tungku terbentur tujuh butir pil, saat pil akan ditingkatkan menjadi garis satu.


Sontak semua orang terkaget, dan hampir berteriak, karena mereka kuatir pil yang susah payah dibuat akan hancur.


Secara berlahan tujuh butir pil mulai terlihat garis warnanya, tanda kualitas telah berhasil ditingkatkan. Seng Huaran segera menahan dadanya, karena tidak kuat dibuat kaget oleh suaminya.


Tapi, saat melihat tujuh butir pil bergerak sangat liar didalam tungku telah berubah memiliki satu garis, semua orang menjadi lega dan ikut senang.


"Ayo naik menjadi garis kedua," kata Excel Shimo yang memberikan semangat pada diri sendiri.


Segera Api Surgawi dinaikkan menjadi 20 persen kekuatan panasnya. Seng Huaran, Xiao Qiao, Ming Mei, Long Wenhua, Raja Long dan Ketua Balai Alchemist segera menjauh, sebab mereka tidak tahan dengan panas Api Surgawi.


Berkat bantuan Lotus Bao, tidak ada orang tahu jika api yang dimiliki Wali Benua adalah Api Surgawi jenis Xuan Yellow Flame, hingga saat ini mereka hanya mengira itu Api Nirwana.


Danggg... Danggg... Danggg...


Sekali lagi suara tungku berdentangan saat tujuh butir pil tersebut ingin keluar dari tungku. Namun, dengan kanan kiri Excel Shimo, ia meningkatkan energi spiritualnya agar mengendalikan tujuh butir pil, dan tangan kanan terus mengendalikan api-nya.


Sekali lagi semua orang kaget, saat tungku berbunyi makin keras karena benturan. Tapi, semua orang kembali lega saat melihat tujuh butir pil baik-baik saja, malahan muncul garis kedua pada ketujuh butir pil tersebut.


"Naik lagi, 30 persen...," teriak Excel Shimo dengan meningkatkan suhu panas api-nya.


Seketika tujuh butir pil tersebut bergerak makin liar saat akan ditingkatkan. Semua orang menahan nafas dan ikut tegang melihat Wali Benua belum berhenti meningkatkan kualitas pil ciptaannya.


Seng Huaran hanya bisa geleng-geleng, ia tidak bisa mencegah jika Excel Shimo ingin membuktikan ucapan waktu itu. Tapi, Seng Huaran juga ingin belajar dari pengalaman ini.


Tidak hanya Seng Huaran, tapi semua orang yang hadir ingin mempelajari cara Wali Benua meramu pil.

__ADS_1


Tujuh butir pil mengelilingi besarnya didalam ruang tungku, bergerak liar saat Api Surgawi menempa mereka. Tujuh butir pil tersebut seakan-akan memiliki pemikiran sendiri.


Tujuh butir pil itu seukuran ibu jari, tapi setelah ditingkatkan ukurannya sedikit menyusut.


Danggg... Danggg... Danggg...


Sekali lagi bunyi benturan terdengar makin keras saat tujuh butir pil tersebut ingin keluar dari dalam tungku, mereka seakan-akan tidak mau ditingkatkan lagi.


Tapi Excel Shimo tidak membiarkan tujuh butir pil itu memiliki kehendak sendiri, ia terus mengendalikan mereka. Semua ahli Alchemist selalu bergumam liar tanpa henti, bagi mereka sudah berhasil meramu pil tingkat standar saja sudah menjadi kebanggaan tersendiri, apalagi meningkatkan menjadi satu garis.


Berbeda dengan Raja Long, ia terlihat sangat senang jika mendapatkan pil terbaik kualitas tertinggi, terlihat bibirnya selalu tersenyum bahagia.


"Wali Benua benar-benar gila, bagaimana dia tidak puas setelah meningkatkan satu garis ... " gerutu salah satu Alchemist yang tidak tahu jalan pikiran Wali Benua.


"Bukan gila, tapi Beliau memiliki standar sendiri dalam meramu pil. jika aku berada di posisinya, pasti akan melakukan hal yang sama, apalagi semua syarat menunjang standarnya," sahut salah satu Alchemist yang berada disebelahnya.


Waktu bergulir dengan cepat. Sudah berkali-kali Excel Shimo meningkatkan kualitas Pil Penyegar Indera, hingga saatnya meningkatkan menjadi Pil Penyegar Indera garis tujuh.


Wajah Tampan telah bercucuran keringat, sangat serius dan tegang. Semua wanitanya ingin mengusap keringatnya, tapi mereka tidak mau mengganggu pada saat-saat genting seperti ini.


Danggg... Danggg...


Suara intensitas dentangan semakin keras, tujuh butir pil bergerak hebat dengan sekuat tenaga ingin keluar dari tungku.


Semua orang sudah menjauhi Arena Tarung Satria, karena tidak kuat menahan panas Api Surgawi. Banyak orang yang memiliki kekuatan diatas Grand Master melayang diudara, mereka masih tidak ingin melewatkan sejarah baru yang akan terukir di Benua Jiang Shan.


Sebagai orang menggunakan artefak pedang terbang maupun Kapal Angkasa untuk melihat Wali Benua meningkatkan Pil Penyegar Indera.


(Gemuruh)


Suara gemuruh terdengar, semua kepala mendongak. Awan hitam mulai berkumpul di Arena Tarung Satria. Seketika wajah cemas, takut dan kuatir terlihat di setiap orang.


"Semuanya menjauh, Kesengsaraan Pil sudah datang...," teriak Excel Shimo yang memberikan peringatan kepada semua orang, "Chi'er mendekat padaku!" lanjutnya dengan memanggil nama kesayangan Loi Annchi.

__ADS_1


"Aku tidak tahan panasnya, Suamiku!" jawab Loi Annchi yang wajahnya sudah mengeluarkan keringat saat terkena panas.


Tujuan Excel Shimo memanggil Loi Annchi untuk menyerap kekuatan petir, agar mampu meningkatkan efektivitas elemen petirnya, walau Excel Shimo sendiri mampu menyerap kekuatan petir.


Wushhhh...


Excel Shimo melemparkan jubah perlindungan kepada Loi Annchi. Loi Annchi dengan cepat memakai jubah perlindungan, dan buru-buru mendekati suaminya.


Zrettt... Cedarrrr...


Kilatan petir mulai menyambar-nyambar disekitar Couldron Dragon Phoenix Celestial. Semua orang sudah menjauhi Arena Tarung Satria, dan hanya bisa melihat dari kejauhan.


"Bersiaplah, ini petir tujuh warna. Serap-lah sekuat dan semampunya," ujar Excel Shimo kepada isterinya.


"Aku akan melakukannya yang terbaik!" jawab Loi Annchi sambil melihat keatas.


Zrettt... Cedarrrr...


"Bagus. Disaat aku membuka penutup tungku, segera sambut petir yang ingin menghancurkan Pil Penyerap Indera. Aku juga akan melindungimu termasuk ketujuh pil ini," rencana Excel Shimo, wajahnya sangat serius, sebab ini adalah hal pertama dia mengalami Kesengsaraan Pill.


Tidak hanya Excel Shimo, tapi seluruh kehidupan di Benua Jiang Shan juga belum pernah melihat, apalagi mengalami Kesengsaraan petir seperti yang sedang terjadi, kecuali keempat Dewi-dewi.


Sudah banyak kultivator merekam kejadian awal Wali Benua meramu pil hingga kesengsaraan petir muncul. Mereka ingin mengabadikan momen yang akan menjadi sejarah baru.


"Satu...," gumam Excel Shimo saat melihat awan hitam mengeluarkan petir.


"Dua...," giliran Loi Annchi yang berhitung saat awan hitam mulai membentuk pusara yang mengerucut kebawah tetap diatas kepala Loi Annchi dan Excel Shimo.


"Sekarang...," teriak Excel Shimo sambil membuka penutup tungku.


Sushhhh... Wushhhh... Wushhhh...


Segera Loi Annchi terbang ke langit dan disusul ketujuh Pil Penyegar Indera yang mengikutinya. Excel Shimo juga tidak ketinggalan, ia segera melindungi Loi Annchi dan pil ciptaannya.

__ADS_1


"Aku musuhmu...," kata Excel Shimo kepada Kesengsaraan Petir, ucapannya menantang kehendak alam semesta. Suara Wali Benua terdengar oleh semua orang.


Kehadiran Kesengsaraan petir adalah untuk menghancurkan sesuatu yang melewati batas kemampuan, apapun jenis kehidupan tersebut, tidak terkecuali Pil Penyegar Indera garis tujuh, yang sudah menyalahi aturan alam semesta.


__ADS_2