God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 77 Dewan Agung.


__ADS_3

Chapter 77 Dewan Agung


Bao Xue sangat marah kepada Loi Annchi yang selalu menghalanginya.


"Kenapa kamu selalu menghalagiku? Minggir, atau kamu juga akan menjadi musuh ku!" hardik Bao Xue yang kali ini sudah tidak bisa menahan kebencian terhadap Ras Thunderbird, termasuk Loi Annchi.


"Tunggu dulu, tidak semua Ras Thunderbird melakukan kejahatan! Berikan aku kesempatan berbicara kepada mereka." pinta Loi Annchi yang berusaha meredam kemarahan Bao Xue.


Dengan dada naik turun karena menahan amarah, Bao Xue memalingkan wajah, "bicaralah, jika mereka tidak memberikan jawaban yang tepat, maka jangan salahkan aku membuat Ras Thunderbird menerima mimpi buruk!" kata Bao Xue sambil mencari keberadaan Excel Shimo.


"Hahmmm..." Loi Annchi merasa lega bisa meredam emosi Bao Xue, lalu ia membalikkan badan menghadap tetua pertama, "sebenarnya kita bertiga telah diracuni dengan racun pelumpuh tulang, entah siapa dalangnya yang memerintahkan si pelayan yang melayani kami. Kekasih kami juga dibawa oleh mereka..." lanjut Loi Annchi, yang menceritakan penyebab dia dan Bao Xue menjadi marah.


Para tetua saling bertukar pandang, mereka menerka-nerka siapa pelaku itu.


"Apakah Kepala Suku dan Tetua pertama yang ... tidak mungkin mereka ... tetapi kemana mereka disaat seperti ini?" gumam Tetua kedua yang berusaha berpikir keras. Lalu, tetua itu memandang Loi Annchi.


"Nona Muda, berikan kita waktu untuk menyelidiki masalah ini. Jujur, kami bertujuh tidak mengetahui kejadian yang menimpa kalian bertiga," ujar tetua kedua kepada Loi Annchi, "kami juga tidak bodoh melawan Tuan Muda Shimo dengan kekuatan kita saat ini, sama saja kami menghantarkan nyawa." lanjut tetua kedua dengan geleng-geleng kepala.


"Ak--"


"Sudah jangan banyak bicara, kemana suamiku kalian bawa? Hah." sela Bao Xue sebelum Loi Annchi akan bicara.


"Maaf, Nona Muda Xue, kami benar-benar tidak tahu. Beri kami waktu sebentar untuk mencari Tuan Muda Shimo dan sekaligus menyelidiki masalah ini, tolong!" jawab tetua kedua hingga dia sampai berkata 'tolong' untuk diberikan kesempatan.


"Kami sudah memberikan kesempatan kalian untuk berdiskusi, tapi kesempatan itu kalian pergunakan untuk meracuni kami. Lalu, berapa kali aku harus memberikan kesempatan? Hah, Jangan-jangan kalian akan merencanakan sesuatu pada kami lagi?" bentak Bao Xue yang mencecar Tetua kedua. Suaranya menggelegar seperti petir saat marah.


Tetua kedua hanya geleng-geleng kepala, karena tidak tahu harus perkataan apa.


"Saudari--"


"Diam kamu?!" bentak Bao Xue pada Loi Annchi. Loi Annchi sampai kaget dengan suara Bao Xue yang penuh amarah. Loi Annchi seketika terdiam dengan menghela nafas, "aku beri kalian waktu 1 dupa, jika waktu kalian habis ... maka, aku akan musnahkan Ras Thunderbird... " lanjut Bao Xue, yang seperti orang kesurupan saat marah.


"Siapa yang ingin memusnahkan bangsaku?"

__ADS_1


"Kurang ajar, berani berkata begitu di wilayah Ras Thunderbird...! Siapa kamu?"


Tiba-tiba, dua suara yang berbeda juga menggelegar seperti petir setelah Bao Xue mengancam memusnahkan Ras Thunderbird. Kedua orang itu juga mengeluarkan basis kultivasinya, sehingga menekan tubuh Bao Xue dan Loi Annchi.


"Sialan, kuat sekali..." batin Bao Xue yang mulai ketakutan dengan kedua orang itu.


"Mimpi buruk!" gumam Loi Annchi yang menahan tubuhnya agar tidak berlutut.


Kedua wanita itu mencari keberadaan suara pria tua itu, tapi tidak menemukan kedua orang yang berbicara.


"Dewan Agung..."


"Akhirnya Beliau keluar dari pengasingan... Hahaha."


Sontak semua orang dari Ras Thunderbird kegirangan saat mendengar suara yang mereka kenal. Hanya Ketujuh Tetua yang geleng-geleng kepala, mereka tahu masalah ini makin pelik jika ada kedua Dewan Agung itu.


Wushhhh... Wushhhh...


Desiran angin kencang disekitar Bao Xue dan Loi Annchi. Lalu muncul dua pria tua yang juga setengah burung dan setengah manusia. Sorot mata mereka menatap tajam ke arah kedua wanita yang telah membuat kerusuhan diwilayahnya.


"Berani-beraninya kalian membunuh anggota ku disini, mencari kematian... Hah," bentak Dewan yang terlihat lebih tua dengan memakai mahkota bersusun tiga, dia juga melihat beberapa anggotanya telah mati, "jika begitu, lebih baik kalian mati..." lanjutnya dengan mengarahkan tangan kanan yang mengeluarkan petir.


Dewan Agung pertama tidak perduli dengan status Loi Annchi dari Kasta Raja, sebab dia tahu jika Kasta Raja di Benua Jiang Shan pasti orang buangan.


"Dewan Agung, tolong bersabar, ini hanya kesalahpahaman..." Tetua kedua segera berbicara, karena ia tidak mau keadaan ini semakin parah.


Kedua Dewan Agung itu melirik kearah Tetua kedua, dan makin marah saat melihat kondisinya baik-baik saja.


"Diam kamu?!" bentak Dewan Agung pertama pada Tetua kedua, "kamu sebagai Tetua hanya bisa melihat banyak anggota yang mati seperti ini, apa kamu pengecut... Hah," lanjut Dewan Agung pertama pada Tetua kedua dengan membentaknya, lalu kembali melihat kearah kedua wanita itu.


Bukkk... Bukkk


Bao Xue dan Loi Annchi langsung berlutut saat aura kekuatan tingkat Peri Benua level 2 menekan mereka. Mereka berdua sampai tidak mampu berbicara.

__ADS_1


Wushhhh... Wushhhh


"Sialan.... "


Boommmm 💥 Boommmm 💥


Umpat Dewan Agung pertama, dengan sigap meledakkan sesuatu yang mengarahkan kearah dia dan Dewan Agung kedua. Seketika yang terlempar itu meledak, dan menyisakan kepala dan separuh tubuh yang sudah hancur.


"Bangsatttt... " teriakan amarah Dewan Agung pertama saat tahu siapa yang baru saja dia ledakan hingga separuh tubuh itu.


"Ahhhh... " Dewan Agung kedua pun berteriak penuh amarah.


Mereka berdua melihat 4 orang yang mereka kenal, tubuh mereka berdua bergetar hebat. Mereka tidak menyangka jika yang mereka serangan itu adalah bangsanya sendiri.


Boommm 💥


Ledakan energi dahsyat saat keluar dari ruang bawah tanah. Ledakan itu menghancurkan apapun. Setelah ledakan muncul seseorang pria yang melayang secara berlahan naik ke langit.


"Siapa yang berani menyentuh kekasihku...?!" suaranya menggelegar penuh kekuatan.


"Suami... "


"Shimo... "


Serentak Bao Xue dan Loi Annchi memanggil orang yang berbicara dengan penuh amarah. Kedua Dewan Agung Ras Thunderbird dan semua anggotnya segera berlutut ditanah, karena tekanan aura kekuatan tingkat Peri Benua level 8.


"Tuan Muda... " ucap Tetua kedua saat tahu siapa orang itu.


"Si.... Siapa dia..." gumam Dewan Agung pertama yang juga melihat kemunculan pria itu.


"Ku-kuat, sangat kuat..." ujar Dewan Agung kedua yang air kering mulai keluar dari tubuhnya.


Semua orang menatap pria itu yang sudah berada diatas kepala mereka. Sorot mata pria itu menatap tajam kearah kedua Dewan Agung.

__ADS_1


"Kamu dua orang tua, ingin membunuh kedua kekasihku...! Nyalimu memang berani. Hebat, sangat hebat. Tanpa menyelidiki permasalahan, kalian segera bertindak tanpa tahu kebenarannya," suara pria itu sangat mendominasi ketika berbicara.


(Author : Maaf sobat ku semua, karena tidak sempat membalas komentar sobat satu per satu. tapi, saya akan selalu membalas komentar sobat disaat sempat. Terima kasih atas dukungan sobat ku semua. Sehat selalu. Salam)


__ADS_2