God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 322. Dunia Ilusi (2), Fairy Shu.


__ADS_3

Chapter 322. Dunia Ilusi (2) .Fairy Shu.


Akhirnya Xu Qiaofeng menikah dengan Excel Shimo, mereka bahagia, memiliki anak putra dan putri. Dengan Excel Shimo menjadi Raja, Xu Qiaofeng menguasai banyak wilayah dan menjadi penguasa tunggal, dan kedua anaknya menjadi pemimpin setelah Excel Shimo mengundurkan diri sebagai Raja.


Sayangnya, waktu kebahagiaan mereka sangat singkat, Excel Shimo menjadi tua, sedangkan Xu Qiaofeng masih seperti pertama kali bertemu, masih cantik dan abadi. Excel Shimo meninggal saat usianya 800 tahun, mampu memiliki umur panjang karena telah menjadi seorang kultivator.


Xu Qiaofeng yang sangat mencintai suaminya, akhirnya ikut mati dengan bunuh diri, mati berpelukan tidak akan terpisah untuk selamanya. Seperti yang Xu Qiaofeng katakan 'Jika kamu mati, aku juga akan mengikuti'.


Excel Shimo tiba-tiba terbangun setelah Xu Qiaofeng bunuh diri, dia geleng-geleng kepala melihat begitu setia Ratu Barat. Lalu, Excel Shimo memberikan segel keluarga besar Excel karena kesetiaannya.


"Karena kamu tulus, aku akan selalu melindungi mu!" janji Excel Shimo setelah membaringkan Xu Qiaofeng yang tidak sadar.


Ya, Xu Qiaofeng tidak sadar, jika dirinya telah masuk kedalam Dunia Ilusi nya sendiri, sebab Excel Shimo sejak awal telah mengendalikan Formasi Ilusi tanpa Xu Qiaofeng ketahui.


Excel Shimo sudah menilai jika Ratu Barat memang tulus mencintainya walaupun masuk ke dalam ilusi, sebab itu dia memberikan segel keluarga besar.


"Senjata makan tuan ... Tapi hatimu jujur dan tulus tanpa aku manipulasi-nya!" gumam Excel Shimo dan mencium kening istrinya.


Kemudian, Excel Shimo keluar dari Istana dalam keadaan linglung, melihat sekitarnya dan entah mau pergi kemana. Di dunia ilusi Excel Shimo dan Xu Qiaofeng telah menjalani ratusan tahun, tapi pada kenyataannya hanya sebentar, 2 waktu dupa yang telah mereka jalani.


Mu Yu Huang tertawa bahagia, dia sudah menebak jika Ratu Barat pasti gagal menaklukkan Dewa Binatang. Jika Ratu Barat berhasil, Excel Shimo pasti tidak akan keluar Istana sendirian.


Setelah menenangkan dirinya karena senang, Mu Yu Huang berbicara. "Siapa selanjutnya?"


"Biarkan aku duluan, aku tidak seperti Xu Qiaofeng ... Walaupun dia tegas dalam kehidupan sehari-hari, dia lemah dalam bertindak kejam!" jawab Fairy Shu yang percaya diri mampu menaklukkan Dewa Binatang dan berhasil merubah pikiran untuk menuruti kemauannya.


"Semoga berhasil!" ujar Mu Yu Huang yang memberikan semangat.


Ketiga wanita itu tidak tahu, jika Ratu Barat masih pingsan di Istana pribadinya, mereka mengira jika Xu Qiaofeng sedang marah dan malu untuk keluar mansion.


Seperti sebelumnya, Fairy Shu menuju ke tempat pribadinya dan mengendalikan pikiran Dewa Binatang. Kali ini, Excel Shimo muncul di hutan, dan diburu banyak binatang buas. Sebagai orang yang lemah, Excel Shimo setengah mati berlari dari kejaran binatang buas. Disaat Excel Shimo dalam hidup diujung tanduk, muncul Fairy Shu dan menyelamatkannya.


"Terima kasih, Nona muda!" ucap Excel Shimo dengan meringis kesakitan, tubuhnya banyak mengeluarkan darah akibat cakaran binatang.


"Konsumsi pill ini agar kamu bisa pulih! Dan jangan sekali-kali kembali ke hutan belantara dengan tubuh lemah!" ujar Fairy Shu sambil melemparkan pill penyembuh, nadanya ketus dan tampak meremehkan siapapun.


Memiliki garis darah Naga selalu bersikap sombong dengan harga diri yang tinggi, mereka menganggap derajatnya lebih tinggi dari siapapun. Excel Shimo tidak bisa berbuat apa-apa dengan kesombongan Ras Naga, dia memasukkan pill penyembuh ke dalam mulut.

__ADS_1


"Sekali lagi terima kasih, kalau boleh tahu, siapa nama Nona muda? Tidak pantas bagi saya tidak mengenali nama dermawan?" tanya Excel Shimo dengan sopan sambil menangkupkan kedua tangannya.


"Apa kamu benar-benar melupakan ku?" tanya Fairy Shu sebelum menjawabnya.


Excel Shimo terdiam untuk mengingat sosok yang menyelamatkannya, dan geleng-geleng karena memang tidak kenal. Fairy Shu tersenyum senang dan mulai dia mengendalikan pikiran Dewa Binatang.


"Kamu adalah suamiku! Entah kenapa alasannya kamu kabur dari rumah!" ungkap Fairy Shu dengan wajah sedih.


Sontak Excel Shimo kaget dengan mulut terbuka dan perasaannya berganti heran karena tidak percayanya. Setelah itu Excel Shimo tertawa karena heran akan ucapan Fairy Shu.


"Nona Shu jangan bercanda, saya tidak merasa memiliki istri secantik Anda, bahkan saya tidak pernah bermimpi menikahi wanita seperti Anda, yang cantik, baik hati dan ... Pokoknya Anda ... Sempurna!" Excel Shimo memuji Fairy Shu.


Hati Fairy Shu yang dipuji sedemikian rupa merasa tersanjung, seakan-akan nyawanya melayang karena bangga dan bahagia. Wajahnya berubah memerah dan menatap Excel Shimo dengan kasih sayang.


Melihat reaksi orang yang telah menyelamatkannya, kembali Excel Shimo memujinya. "Semoga saja ini bukan mimpi! Seorang peri cantik rupawan menjadi istriku! Tolong bangunkan aku dari mimpi ini, agar akal sehat ku pulih! Tolong, Nona Shu, tampar aku!!" pinta Excel Shimo sambil meraih tangan kanan Fairy Shu dan menampar-kan pada wajahnya.


Fairy Shu menahan tangannya, agar tidak menampar wajah Dewa Binatang dan buru-buru memeluknya. "Kamu tidak bermimpi, ini nyata ... Kamu memang suamiku!" jelasnya dengan tegas dan tersenyum bahagia dengan terus memeluk Excel Shimo.


"Mimpi indah benar-benar menyakitkan! Dewa, jika ini mimpi ... Tolong, biarkan aku hidup dan mati di dalam mimpi indah ini bersama bidadari-ku!" sambil menatap langit, Excel Shimo berdoa.


Mendengar ucapan Dewa Binatang membuat Fairy Shu sangat bahagia, hatinya berbunga-bunga, dan semakin memeluk dengan erat, terlihat air mata bahagia menetes membasahi pakaian suaminya.


Fairy Shu meninggal dalam satu peti dengan Excel Shimo yang tinggal tulang, dan semua anaknya melindungi makam kedua orang tua mereka. Setelah peti mati ditutup oleh anak-anaknya, secara berlahan tulang Excel Shimo muncul cairan darah, dan membentuk daging baru dan seger. Excel Shimo bangkit lagi dan membuka pintu peti mati.


Excel Shimo melihat wajah Fairy Shu yang kembali muda nan cantik, dan mencium keningnya. "Kesetiaan seorang wanita memang tidak perlu diragukan, tapi itu semua tergantung si pria. Dan sebaliknya dengan pria, dia akan setia jika pasangannya yang selalu sabar dan tidak terlalu banyak menuntut!" gumam Excel Shimo sambil membelai wajah Fairy Shu, "walaupun di dalam dunia ilusi, kamu tulus mencintaiku. Mulai detik ini, kamu adalah pasangan Dao ku untuk selamanya." lanjutnya dengan memberikan segel keluarga besar.


Kemudian, Excel Shimo keluar dari domain pribadi Fairy Shu dalam keadaan kebingungan. Kembali Mu Yu Huang tertawa, saat tahu Fairy Shu gagal menaklukkan Dewa Binatang, lalu dia melihat Yang Xiaoping.


"Aku atau kamu yang mulai?" tanya Mu Yu Huang.


"Aku belum siap, kakak saja yang duluan!" jawab Yang Xiaoping.


Yang Xiaoping memang ragu, karena sekelas Ratu Barat dan Fairy Shu saja gagal apalagi dirinya. Mu Yu Huang langsung berdiri, dia menuju Istana pribadi di dalam dunia ilusi.


Kemudian, Mu Yu Huang mengendalikan Formasi Ilusi, dimana dia menjadikan Excel Shimo sebagai rakyat jelata dan mengikuti ujian sebagai calon prajurit Kerajaan Mu. Sedangkan Mu Yu Huang menjadi seorang Ratu dan suaminya asli menjadi seorang Raja.


Di dalam pintu gerbang ibukota Kerajaan Mu, banyak antrian panjang untuk mendaftarkan diri menjadi prajurit, di dalam antrian itu juga ada Excel Shimo dengan pakaian yang tidak layak, compang-camping, kotor dan bau.

__ADS_1


Lalu, diatas tembok pertahanan, berdiri seorang perwira dan menatap tajam kearah antrian. Tatapannya seakan-akan ingin melahap siapapun, banyak luka diwajahnya, dan aura niat membunuh bisa dirasakan.


"Perhatian!" teriakan perwira untuk mencari perhatian semua orang yang mengantri.


"Siapa saja bisa menjadi prajurit Kerajaan Mu dan kalian tidak perlu membayar biaya apapun, kami akan memfasilitasi kebutuhanmu dan keluarga kalian...!" lanjutnya dengan memberikan kata sambutan yang membangkitkan semangat.


Semua orang yang mengantri bersorak-sorai, mereka tidak menyangka begitu mudahnya menjadi seorang prajurit, apalagi kehidupan mereka dijamin. Namun, kegembiraan itu hanya sesaat.


"Saat ini kita tahu, jika Kerajaan Mu sedang dalam masa perang dengan dua Kerajaan. Jadi, yang kalian harus tahu, saya tidak bisa menjamin kalian pulang dengan nyawa masih menempel pada tubuh! Pikirkan dengan baik!


Jika kalian pria dan wanita pengecut dan hanya bersembunyi dibalik ketiak orang tua, pulang ... Saya tidak butuh kalian. Tapi, jika kalian mencintai ibu Pertiwi ... Ayo, kita bertarung bersama-sama melawan mereka, berjuang melawan ketidakadilan. Tanah kita adalah tumpah darah, sejengkal tanah dipijak musuh, nyawa adalah taruhannya! Maju jika kalian memiliki jiwa pejuang!"


"Huuu! Hancurkan musuh, lindungi tanah airku!"


Ucapan perwira begitu memotivasi siapapun, dan semua prajurit dan calon prajurit begitu menggema. Sang perwira tersenyum senang melihat tidak ada satupun yang kembali, walaupun peperangan merenggut nyawanya.


Kemudian, semua orang mulai berlatih, termasuk Excel Shimo. Dalam satu minggu kedepan mereka akan melawan invasi dari Kerajaan Song, yang membawa 100 ribu pasukan untuk merebut pertahanan pertama Kerajaan Mu.


Setelah hari itu tiba, Excel Shimo berjuang bersama rekan-rekan melawan penjajah, dia seorang diri maju di garis depan dengan senjata pedang, menerjang, menebas siapapun yang dia lihat. Aksinya ternyata dilihat oleh Raja Mu dan Ratu Mu.


"Siapa pria muda itu? Hebat sekali dia! " tanya Raja Mu dan mengagumi Excel Shimo yang digaris depan melawan Kerajaan Song.


Seorang jenderal buru-buru membuka dokumen dan mencari catatan.


"Dia bernama Shimo dari Desa Juan, Yang Mulia."


"Jika dia masih hidup, naikan pangkatnya menjadi Perwira Muda!" perintah Raja Mu.


"Sesuai kehendak Yang Mulia."


Akhirnya, Excel Shimo mengalahkan 100 ribu pasukan Kerajaan Song bersama-sama rekannya yang berjumlah 25 ribu pasukan. Tubuhnya berlumuran darah, darah musuh dan darahnya sendiri, demikian juga dengan rekan-rekan yang tinggal 5 ribu orang.


Pedang Excel Shimo menancapkan di tubuh musuh yang menumpuk dibawah kakinya, dan tatapan bengis pada sisa-sisa prajurit musuh yang tubuhnya gemetaran melihat dirinya.


"Letakkan senjata kalian dan semua yang menempel pada tubuhmu! Jika kalian tidak mau ... Pedang ku masih sanggup memenggal leher kalian!" teriakan Excel Shimo kepada musuhnya yang hanya tersisa 10 ribuan prajurit.


Tanpa banyak bicara, semua musuhnya menanggalkan perlengkapan perang dan kabur dengan tubuh telanjang. Setelah pasukan musuh kabur, sorak-sorai kemenangan terdengar keras.

__ADS_1


Dan Sang Jenderal yang diperintahkan oleh Raja Mu mengangkat Excel Shimo menjadi Perwira Muda dan membawahi 20 ribu pasukan. Tidak berhenti dengan prestasi sebagian perwira muda, Excel Shimo terus-menerus mengalahkan pasukan Kerajaan Song. Hingga dirinya mendapatkan jabatan sebagai Jenderal Muda Shimo dengan membawahi 250 ribu pasukan, jabatan itu diberikan secara langsung oleh Raja Mu, karena berhasil membunuh 500 ribu pasukan dan merebut salah satu kota besar Kerajaan Song.


__ADS_2