
Chapter 125 Mendapatkan Kekuatan Tingkat Peri Langit level Puncak.
Excel Shimo kegirangan saat akan diberikan kekuatan oleh Gurunya.
"Murid akan berusaha sekuat tenaga untuk mengabulkan keinginan Guru," jawab Excel Shimo dengan tegas.
"Balikan badanmu," titahnya.
Segera Excel Shimo membalikkan badan dengan duduk tetap bersila. Lalu tangan kanan Qin Bo menyentuh punggung Excel Shimo, dan segera mengalirkan sisa kekuatan yang dia miliki.
Disaat energi murni memasuki tubuhnya, Excel Shimo segera mengaktifkan dua teknik budidayanya, dan muncul gambar Yin Yang dibawah dan lingkaran cincin keemasan di punggung.
Sontak Qin Bo terkejut, sebab muridnya sudah memiliki teknik budidaya Kitab Hitam, apalagi digunakan secara bersamaan.
'Memang keturunan asli Kakek Excel... Hahaha, keberuntungan membalas budi pada keturunannya di saat akhir masaku.' batinnya yang senang bisa membalas kebaikan orang yang telah menyelamatkan alam jagat raya ini.
Dengan segera Qin Bo meningkatkan kecepatan energinya untuk memasuki tubuh muridnya, dan dengan lahap Excel Shimo menampung energi itu di dantian nya. Dantian seluas alam semesta, dengan cepat terisi penuh, dan dantian langsung bergejolak.
Boommm...
Segera Excel Shimo menerobos ke tingkat Peti Alam Level 8 dalam sekejap. Namun, dantian yang akan kosong segera terisi lagi. Kembali dantian bergejolak, tanda-tanda nya akan menerobos lagi. Dengan cepat Excel Shimo menyetabilkan fondasinya.
Boommm...
Kembali energi terobosan keluar dari tubuhnya, energi lembut itu menyebar di seluruh goa. Kini Excel Shimo sudah berada pada tingkat Peri Alam puncak.
Melihat kejeniusan muridnya, Qin Bo tersenyum dan kembali mengalirkan energinya semakin cepat. Mendapatkan energi yang melimpah, membuat Excel Shimo dan Lotus Bao kegirangan. Mereka berdua dengan lahap menyerap energi milik Qin Bo.
'Luar biasa kecepatan Kitab Hitam. Aku perkiraan dia mampu menerobos hingga tingkat Dewa Alam,' batin Qin Bo yang memperkirakan sisa energinya untuk terobosan muridnya.
Namun, Qin Bo tidak tahu luasnya dantian Excel Shimo, apalagi ada Lotus Bao didalam tubuh Excel Shimo. Seandainya Qin Bo masih hidup, dia pasti dengan mudah menyelidiki seluruh tubuh muridnya, berhubung dia hanya kesadaran terakhir dan didukung energi untuk mempertahankan keinginannya, ia tidak bisa menyelidiki tubuh muridnya.
__ADS_1
Boommm...
Sekali lagi Excel Shimo menerobos ke tingkat berikutnya, yaitu tingkat Peri Langit level 1, sedangkan Lotus Bao semakin terang warna apinya, tapi belum mampu meningkatkan tingkat Api Surgawi, sebab ia membutuhkan unsur api. Sedangkan Qin Bo, energinya berunsur elemen air.
Lotus Bao menghela nafas, dan menghentikan kultivasinya, dia membiarkan Tuannya memaksimalkan sisa energi milik Qin Bo.
'Aneh, kenapa kekuatan ku masih belum membuat muridku menerobos lagi?' batin Qin Bo setelah mengalirkan energinya selama kurang dari satu dupa, dan membuatnya berpikir.
'Jangan-jangan, muridku memiliki tubuh 5 elemen dasar!!' sekali lagi Qin Bo membatin, terlihat dia sangat senang mendapatkan murid yang langka.
Jika Qin Bo tahu bahwa muridnya memiliki 12 unsur elemen, dia pasti lebih kegirangan dan bahkan tidak ingin mati, sebab memiliki 12 elemen mampu menciptakan tubuh baru baginya, walau hanya kesadarannya saja yang tersisa.
Boommm...
Kembali Excel Shimo menerobos, setelah menghabiskan waktu satu dupa. Kini dia berada pada tingkat Peri Langit level 2.
-------
Mereka semua terlihat cemas, sebab selama dua hari ini Wali Benua masih belum kembali. Bahkan, empat wanita yang tidak lain adalah Wali sebelumnya, juga ikut menunggu kehadiran Excel Shimo di Altar Penghormatan.
Namun, semua isteri Excel Shimo masih percaya jika suaminya baik-baik saja, sebab segel keluarga besar tidak menghilang. Walaupun begitu mereka tetap kuatir dan selalu menatap kearah Hutan Terlarang.
"Aneh, kenapa medan gravitasinya menjadi berkurang, apa yang dilakukan bocah itu?" kata Chang'e saat merasakan tekanan di Hutan Terlarang berkurang.
Mereka berempat memanggil Excel Shimo dengan sebutan 'bocah' karena usia mereka telah mencapai 1.000 tahun lebih. Walau usia mereka mencapai ribuan, wajah mereka tidak menua dan tampak usia duapuluh tahunan.
"Kita tidak tahu, ayo kita masuk dan akan tahu setelahnya." ajak Dewi Fang Yin dengan melesat kedalam Hutan Terlarang, dan diikuti ketiga rekannya.
"Bagaimana mungkin bocah itu mampu bertahan hidup di Hutan ini?" gumam Dewi Chang'e yang heran dengan kemampuan bertahan hidup si Excel.
"Mungkin saja ia juga memiliki alat yang mampu melawan medan gravitasi di hutan ini," jawab Dewi Angsa sambil mereka melesat kearah goa.
__ADS_1
"Jangan-jangan bocah itu menemukan keberadaan goa itu, sampai itu terjadi, kita dalam masalah besar!" sahut Dewi Rubah Bulan yang terlihat sangat kuatir.
"Tidak mungkin dia bisa memasuki Formasi Pelindung goa," Dewi Naga ikut berbicara, ia yakin jika Excel Shimo tidak bisa memasuki goa itu.
"Bocah ini tidak sesederhana itu. Ayo kita tingkatkan kecepatan," Dewi Angsa juga kuatir, dan ia meningkatkan kecepatan.
Wushhhh... Wushhhh
Mereka berempat segera melesat dengan sangat cepat menuju goa tempat peti kuno berada. Terlihat wajah mereka muram dan gelisah.
---------
Excel Shimo terus menerus menyerap kekuatan Gurunya yang tersisa, energi murni selalu memenuhi dantian nya. Berkali-kali ia menerobos hingga berhenti pada tingkat Peri Langit tahap Puncak.
"Tidak kusangka sisa kekuatan hanya bisa meningkatkan hingga Peri Langit tahap Puncak," sesal Qin Bo yang tidak bisa membantu muridnya hingga tingkat Dewa Bumi.
Excel Shimo mendengarkan ucapan Gurunya, tapi ia masih menyetabilkan fondasinya.
"Hmmm, anggota Dewan Keamanan! Masih saja mereka serakah dan tanpa henti ingin mendapatkan artefak itu!," gumam Qin Bo yang tampak membenci Dewan Keamanan, niat membunuh keluar dari tubuhnya.
"Muridku, aku serahkan mereka padamu. Gurumu hanya bisa menyegel kekuatan mereka dengan sisa kekuatan saat ini. Maafkan Guru yang tidak bisa menemanimu sedikit lebih lama. Jangan lupa ambil peta didalam dan peta yang lainnya, dan jangan sampai jatuh ke tangan pihak Dewan Keamanan maupun pihak lainnya." kata Qin Bo kepada Excel Shimo, dia merasa menyesal tidak bisa memberikan sedikit pelajaran yang seharusnya dilakukan oleh seorang Guru. Qin Bo juga mengingatkan perihal peta dan selalu menjaganya.
Kemudian, Qin Bo mengarahkan jari telunjuk tangan kanan ke arah kepala muridnya, dan muncul sinar di ujungnya. Seketika sinar itu melesat dan memasuki pikiran Excel Shimo.
Tubuh Excel Shimo seketika tersentak saat dirinya menerima pengetahuan dari Gurunya. Namun, Excel Shimo hanya diam saja, sebab dia masih menyetabilkan fondasinya.
Excel Shimo menahan rasa sakit di kepalanya saat mendapatkan banyak pengetahuan, jika dia terganggu dan sampai dia gagal menyetabilkan fondasinya, maka untuk meningkatkan kekuatan berikutnya dia akan kesulitan.
Setelah memberikan semuanya kepada muridnya, Qin Bo menghilang dan sebelum menghilang ia tersenyum kepada muridnya untuk terakhir kalinya.
"Muridku, Aku harap kita bisa bertemu di Alam Jiwa." suara Qin Bo menggema di benak Excel Shimo, dan hampir saja membuat dirinya goyah disaat kritis dalam menyetabilkan fondasinya.
__ADS_1