God Of Beast 1

God Of Beast 1
Chapter 154. Berita Memalukan.


__ADS_3

Chapter 154. Berita Memalukan.


Di pagi hari, Kerajaan Long dihebohkan dengan adanya berita perihal Kedua Putra Mahkota Long Zan dan Long Rou yang sedang berada di rumah bordil.


Berita itu menyebar dengan sangat cepat, dan banyak orang berbondong-bondong mendatangi rumah bordil, dan melihat kedua Putra Mahkota berada di atap rumah bordil.


"Kalian gila dan aku waras, hahaha," suara Long Zan begitu keras dengan menunjuk satu per satu setiap orang yang berada dibawah, sambil tertawa setelah menghina.


"Dia tidak gila, mereka tidak gila, mereka waras tapi gila, hahaha," Long Rou juga selalu mengikuti ucapan Excel Shimo, namun ucapannya selalu di bolak-balik.


Perilaku mereka berdua menjadi pergunjingan banyak penduduk. Pemilik rumah bordil yang menjadi tempat aksi mereka tidak berani mendekati, sebab mereka selalu dipukuli.


Bahkan prajurit, anak buah kedua Putra Mahkota juga tidak mau mendekati kedua Jenderalnya, mereka sangat malu melihat pemimpinnya menjadi seperti ini.


"Segera laporkan kepada Yang Mulia Raja," perintah pemimpin ibukota Kerajaan Long pada salah satu prajurit.


Segera salah satu prajurit bergegas menuju Istana Kerajaan Long.


Di ruang makan sudah berkumpul keluarga besar Kerajaan Long beserta para tamu terhormat, sambil menunggu Wali Benua yang belum hadir.


"Kemana suami kita, masa tidur tidak bangun-bangun!," gerutu Ming Li Ling yang merindukan suaminya.


"Sabar, kita juga baru tiba. Mungkin suami kita sedang bersiap-siap," jawab Loi Annchi sambil menyesap teh hangat yang disajikan pelayan.


Mereka tidak tahu jika orang yang ditunggu-tunggu sedang menghukum kedua pelayan Istana. Erangann mereka dan desahannyaa membuat suasana kamar mandi semakin memanas.


"Ampunn, maaf kami tidak akan menggoda lagi... Ohhhh," mohon pelayan A kepada Excel Shimo, ia mengerangg saat mencapai puncak kenikmatan.


"Jangan, ampun, hamba tidak kuat... Ahhh," demikian juga dengan pelayan B, ia sudah tidak sanggup melayani Wali Benua lagi. Pelayan B mendessah saat tongkat itu menghajar lembah surganya, setelah rekannya.


Seketika kedua pelayan itu pingsan setelah menerima hukuman. Excel Shimo tersenyum bahagia saat mendapatkan dua kesucian mereka, dan meninggalkan kedua pelayan yang pingsan dengan tersenyum bahagia.


"Terima kasih untuk kesucian kalian...." kata Excel Shimo kepada mereka berdua, dan memberikan dua cincin dimensi kelas rendah yang berisi 10 juta keping Emas setiap cincinnya. Bagi Excel Shimo, emas jumlah segitu sangatlah sedikit, sebab ia memiliki miliaran emas.

__ADS_1


Kemudian, Excel Shimo mengubah kalungnya menjadi pakaian yang dia gunakan seperti biasa, dan bergegas menuju ruang makan.


Wushhhh...


"Selamat pagi," sapa Excel Shimo saat muncul di depan pintu ruang makan.


"Akhirnya datang aktor utamanya," sindir Da Xia yang masih menggunakan jubah penyamaran, ia sedari tadi kesal telah menunggu kehadiran suaminya.


Segera semua wanita menghampiri Excel Shimo, dan memberikan kecupan hangat kepada suaminya. Lalu, Excel Shimo menuju tempat duduknya.


"Hahaha, Wali Benua pasti kelelahan hingga tertidur pulas," tawa Raja Long yang bahagia saat kedatangan Excel Shimo.


Raja Long sebenarnya bahagia bukan karena kedatangan Wali Benua, tapi bahagia melihat semua wanitanya yang kini berpenampilan menarik dan muda.


Kedua Ratu, Permaisuri, Selir dan Putri-putri Kerajaan Long menunduk malu-malu, dengan wajah memerah. Mereka masih mengingat jelas kejadian semalam, dimana lembah surganya dihukum tanpa belas kasihan.


"Kamu hebat semalam sayang," puji Ratu Long Xia kepada Excel Shimo dengan telepatinya, tidak hanya dia saja yang berbicara kepada Wali Benua, tapi semua wanita Kerajaan Long yang semalam diberikan kenikmatan.


Excel Shimo hanya tersenyum saat banyak suara telepati memasuki telinganya. "Tidak secara fisik, secara mental, iya. Sebab, baru kali ini saya bertarung dengan kekuatan setingkat Dewa, jika saya tidak memiliki kekuatan fisik Suci, sudah sejak awal saya bukan tandingannya." jawab Excel Shimo kepada Raja Long dan semua orang.


Ucapan Excel Shimo dengan mudah dimengerti oleh semua orang, kecuali 206 wanita yang menjadi korbannya semalam. Semua wanita itu kini berani menatap wajah tampan Wali Benua, dan selalu memuji kehebatan Wali Benua yang mampu memuaskan mereka.


Diantara semua wanita, hanya satu wanita yang selalu curiga dan penuh pertanyaan didalam benaknya, yaitu Ratu Kerajaan Han, Shu Peijing.


'Keadaan mereka sama seperti aku pertama kali sesudah berhubungan intim, jangan-jangan ... Tidak mungkin, tidak mungkin kekasihku mampu melayani mereka semua dalam semalam,' batin Shu Peijing saat memperhatikan wajah-wajah mereka semua berbeda saat terakhir berpisah.


Tap... Tap... Tap...


Brukkk...


Suara orang berlari menuju ruang makan jelas terdengar, setelah orang itu melewati beberapa penjagaan yang ketat. Sesampainya di pintu ruang makan, orang itu berlutut.


Orang itu adalah prajurit yang ingin memberitahukan berita memalukan.

__ADS_1


Mata semua orang segera tertuju kepada prajurit itu yang tampak ketakutan, berbagai emosi jelas terlihat. Semua orang berhenti mengobrol.


"Maaf, Yang Mulia, hamba mau melaporkan hal penting," prajurit itu segera berbicara sambil menunduk.


"Katakan saja, Prajurit." titah Raja Long yang mulai gelisah di hatinya.


"Maaf Yang Mulia, kedua Putra Mahkota Long Zan dan Long Rou ...," jawab prajurit itu, berhenti berbicara karena ketakutan jika laporannya akan mendapatkan hukuman berat.


Prajurit itu takut jika ucapan menjadi bumerang kepada bagi dirinya sendiri, sebab menghujat salah satu anggota Kerajaan hukumannya sangat berat.


"Kenapa berhenti, cepat katakan ada apa, apa kamu tidak lihat kita sedang apa?" ujar Raja Long dengan nada tinggi, ia tidak suka dengan sikap seorang prajurit yang berbelit-belit saat berbicara, apalagi saat ini dirinya dan semua orang akan sarapan bersama.


"M-maaf, maaf Yang Mulia, Putra Mahkota, mereka berada di rumah bordil...," jawab prajurit yang sangat ketakutan hingga berusaha keras menata perkataannya, sambil berbicara, prajurit itu membenturkan kepalanya di lantai.


"Apaaa!! Sangat memalukan, tidak patut seorang Putra Mahkota bertindak seperti itu, apalagi mereka adalah seorang Jenderal. Tangkap mereka berdua, dan jebloskan kedalam menara pengasingan." Raja Long sangat marah dan malu mendengar berita ini, hingga membuatnya berdiri dari tempat duduk.


"Maaf Yang Mulia, kami sudah berusaha, tapi Kedua Putra Mahkota selalu memukuli kami," jawab prajurit yang masih ketakutan.


"Hahmmm, perintahkan kepada penegak keadilan untuk menangkap merek--" Raja Long menghela nafas berat untuk menahan amarah, dan akan memerintahkan kepada prajurit.


"Kedua Putra Mahkota telah menjadi gila," potong Wali Benua sebelum Raja Long selesai berbicara, sambil melihat kearah rumah bordil, "sebab itu tidak ada yang bisa menyadarkan mereka." lanjutnya dengan nada serius.


"Apaaa!!!"


Semua orang berteriak histeris mendengar Wali Benua mengungkapkan kondisi kedua Putra Mahkota. Tubuh Raja Long bergetar hebat, ia tidak berharap mendapatkan berita memalukan di pagi hari saat suasana hatinya sedang bersuka cita.


Wushhhh...


Tanpa banyak bicara Raja Long segera melesat keluar ruang makan, ia menuju rumah bordil dimana kedua putranya berada. Kemudian, Long Wenhua ikut menyusul, ia ingin mengetahui berita memalukan ini.


Satu per satu semua orang meninggalkan ruang makan ikut menyusul Raja Long, dan menyisakan beberapa pelayan dan prajurit.


"Bagaimana bisa Putra Mahkota menjadi gila? Bukannya semalam mereka baik-baik saja!!" ujar salah satu pelayan sambil melihat hidangan yang tidak dimakan.

__ADS_1


"Paman, apa yang terjadi dengan Putra Mahkota?" tanya pelayan yang lain kepada prajurit yang memberikan laporan itu, saat dia bangkit. Tubuh prajurit itu telah basah kuyup karena keringat.


"Entahlah, mereka telah begitu semenjak ditemukan pemilik rumah bordil. Kedua Putra Mahkota selalu menghina banyak orang, dan berujar 'kamu gila, dia gila' dan seterusnya," jawab prajurit itu sambil menggelengkan kepalanya, ia sangat malu memiliki Jendral yang gila.


__ADS_2